My Wonderful Life

My Wonderful Life
MWL-11


__ADS_3

Di pagi hari.


Bryan dan adik adiknya masih tertidur dengan pulas.


Saat itu mama Dhira membangun sang anak anaknya. Dan air mata mama Dhira menetes.


“ Nak... Jaga dirimu baik-baik di sana ya . Mama di sini akan selalu mendoakan mu.” Lirih mama


“ Sayang ayo.. bangun sudah pagi.” Kata mama sambil membelai kepala mereka bertiga.


Bryan pun terbangun dari tidurnya. Dan memeluk tubuh mamanya dan mencurahkan rasa rindunya nanti.


“Mama.. Bryan janji akan belajar dengan serius disana. Dan akan kembali secepatnya. Bryan tidak bisa jauh dari mama” ucap Bryan.


“Sudahlah. Mama juga tidak bisa jauh dari mu Nak. Tapi ini pendidikan mu. Maka kau di sana jangan nakal nakal ya. Turuti perintah paman mu disana” kata Dhira.


“Baik ma”

__ADS_1


“Ya sudah . Kamu mandilah dulu. Mama akan membangun kan kedua adik mu dan menyiapkan pakaian mu.”


Bryan pun pergi ke kamar mandi. Mama Dhira pun membangunkan anak kembar nya itu. Setelah mereka bangun dan mulai bersiap siap sendiri.


Mama Dhira pun meletakkan pakaian yang akan di pakai oleh Bryan nanti.


Mama Dhira pun pergi ke meja makan. Saat itu menu makanan yang di masak adalah menu kesukaan sang putra pertama nya.


Setelah semuanya berkumpul dan makan bersama. Sesudah itu Andrian melirik jam tangannya. Ya masih kurang dua jam penerbangan Bryan ke Paris.


Tanpa banyak bicara mereka pun berangkat ke bandara ya dalam perjalanan biasanya menempuh waktu selama tiga puluh menit.


Namun ia terjebak dalam kemacetan yang padat jadi sesampai di sana sekitar pukul delapan pagi.


Sementara penerbangan Bryan pukul sembilan pagi. Dengan penuh rasa haru mereka berpura-pura tegar di hadapan sang kakak.


Pesawat telah terbang. Lalu mereka pun pulang bersama sama. Akan tetapi Andrian akan bertemu dengan klien nya.

__ADS_1


Dan ia pun meminta pak sopir untuk mengantarkan nya ke kantor lalu mengantarkan sang istri dan anak anaknya.


Di perempatan jalan. Dhira memintanya untuk menurunkan nya di sini.


“pak berhenti disini saja”


“Baik Nya”


“ Loh.. mama mau kenama?” tanya Dhafa


“Mama ada urusan sebentar”


“Kenapa tidak membawa kami” tanya Dhifa.


“Sudahlah... Kalian ikut pak sopir untuk pulang. Oh ya Dhafa jangan bertengkar dengan adik mu”


“Baik ma...” ucap Dhafa.

__ADS_1


__ADS_2