
Saat makan malam di meja makan hanyalah ada tiga orang saja. Ya hanya Mommy yang tidak ada di meja makan . Hati Shafa dan Shofi sudah mulai gelisah.
Apakah Mommy nya marah padanya?. Saat itu Daddy Wahyu memperhatikan kedua Putri nya. Mereka selalu melirik ke pintu kamar.
“ Kalian tidak ingin makan?” Kata Daddy.
“Hehehe.. iya Daddy.” Jawab mereka berdua secara kompak.
“ Ayo habiskan makannya” perintah dari Daddy. Sesungguhnya ia tau apa yang dirasakan oleh kedua putri nya saat ini.
“Iya Daddy” jawab mereka dengan kompak.
Tiba-tiba Daddy mengambil satu piring lagi. Ya tidak lain itu untuk sang istri nya.
Ia dan istrinya sengaja tidak akan memberi tau kepada kedua anaknya sebelum melakukan USG kepada dokter kandungan.
Lalu Daddy pergi dari meja makan. Dan ia membawa sepiring nasi dan segelas air mineral. Setelah Daddy masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Shafa dan Shofi sudah mulai merasa bersalah kepada Mommy nya sejak kejadian tadi pagi.
“Kak , apakah Mommy marah kepada kita?”
“kakak juga merasakan kayak gitu Shofi. Kakak takut Mommy Kenapa napa!”
“Sebaiknya kita ke kamar Mommy saja, Kak. Dan kita langsung meminta maaf pada Mommy”
“ Ya sudah. Setelah makan malam kita selesai. Baru kita ke kamar Mommy”
Dan sesuai apa yang di rencanakan tadi. Ia pun mulai mengetuk pintu kamar kedua orang tua nya.
Tokk....tokk...tok...
Daddy... Mommy..
Lalu pintu kamar pun terbuka dan Daddy pun keluar sendiri tanpa Mommy.
__ADS_1
Daddy pun mulai menanyakan kenapa kedua Putri nya mencari nya.
“Iya sayang , ada apa?”
“ Mommy ada di dalam Daddy” kata Shafa.
“ Kita ingin bertemu dengan Mommy.... Daddy” sambung Shofi.
“Mommy kalian sedang istirahat. Besok pagi Princess Daddy boleh bertemu dengan Mommy.” Kata Daddy memberikan sesuatu pengertian kepada sang anaknya.
“Mommy tidak sakit kan Daddy??” tanya Shafa dan Shofi.
“Tidak apa-apa sayang. Mommy kalian hanya butuh waktu istirahat saja”
“sebaiknya kalian belajar untuk pelajaran besok” sambung Daddy.
“Baiklah” kata Shofi dengan melas.
__ADS_1