My Wonderful Life

My Wonderful Life
MWL-11


__ADS_3

Sesungguhnya Shafa bisa membayar dan meminta uang kepada Daddy. Tapi Shafa ingin hidup mandiri dan tidak ingin tergantung lagi dengan kedua orang tua nya.


Shafa pun menyetujui permintaan atasannya itu.


“Baiklah. Gw mau”


Lalu Shafa pun keluar dari ruangannya namun Bryan menghentikan langkahnya.


“Hey.. Nona. Kau mau ke mana?”


“keluar”


“Tidak boleh, kau mulai bekerja hari ini. Dan meja mu disana” kata Bryan menunjukkan sofa yang ada di dalam ruangan tersebut


“Uhfg... Baik lah Tuan”


Shafa pun duduk di sofa di ruang tersebut. Ia jenuh jika hanya duduk saja. Handphone saja ia belum sempat beli. Ia tidak menemukan apa yang untuk ia mainkan.


Saat itu perut Shafa Sangat sakit. Kepala nya terasa pusing dan berat. Ia pun berdiri dan melangkah untuk meletakkan majalahnya di Tempat semula. Akan tetapi Shafa pun terjatuh


Bruunnnkkk.....


Bryan melihat Shafa yang pingsan. Ia pun langsung membawa di kamar khusus untuknya. Dan segera menelepon Paman Bimo untuk memanggil dokter


Dokter pun datang dan memeriksa keadaan Shafa. Dan menjelaskan bahwa Shafa memiliki penyakit maag dan saat ini ia tidak makan. Dan memberikan vitamin untuk kesehatan nya


Bryan pun memesan makanan untuk Shafa. Saat itu Shafa belum sadarkan diri. Paman Bimo pun keluar dari ruangannya. Dan melanjutkan pekerjaannya.


Bryan masih setia untuk menunggu Shafa sadar. Saat itu Bryan mengantuk dan ia pun tertidur di pelukan Shafa.


Shafa merasa ada hal berat di perut nya. Dan ternyata benar, tangan Bryan berada pas di atas perutnya itu. Ia pun memindahkan tangan Bryan.


Shafa pun bangun dan bersandar. Akan tetapi kepalanya masih sangat pusing. Dan ia pun terjatuh di atas dada Bryan.


Bryan merasakan ada yg Berbeda. Ia pun membuka matanya dan melihat Shafa di atas dadanya. Ia pun membantu Shafa untuk bangun. Serta dirinya.


“Kau tunggu lah disini. Jika kau masih pusing Jangan berdiri. Entar malah kah menyusahkan ku saja”


Shafa sesungguhnya ingin membalas ucapan Bryan. Tapi ia urungkan karena ia merasa sangat lelah


Bryan pun menelepon kepala restoran di samping perusahaan nya untuk membawa makanan dan minuman. Secepatnya.


Tak butuh waktu lama. Asisten restoran pun memberikan nya kepada resepsionis di kantor. Ia pun langsung memberikan nya pesanan sang CEO.


Bryan pun masuk ke dalam kamar. Dan membangun Shafa untuk makan.


Shafa makan dengan lahap. Karena Bryan yang menyuapi nya. Jika ia menolak suapan darinya maka Bryan akan mengancamnya.


Bryan pun keluar dari kamar tersebut dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Ia pun melihat handphone nya di atas meja. Ia pun membuka nya dan menghilangkan password yang ada di dalam iPhone


Sore pun tiba.


Shafa keluar dari dalam kamar tersebut. Dan ia meminta izin untuk pulang kepada Bryan. Tanpa basa-basi Shafa pun memasukkan iPhone yang tertukar kemarin. Dan keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


Tentunya Shafa tidak langsung pulang ke rumah. Ia pun mampir ke *Bintang Gadget Store*


Setelah membeli handphone. Shafa pun langsung pulang ke rumah nya. Dan langsung masuk ke dalam kamar nya.


——————————————————————————


Di kediaman Bryan.


Mama Dhira yang tidak sabar menunggu anak nya pulang ke rumah. Ia masih setia untuk duduk di ruang tamu. Dan saat mendengar suara mobil ia pun berdiri dan membukakan pintu.


“Sore Ma....” kata Bryan mendaratkan ciuman ke pipi sang Mama.


“Oh ya Nak... Bagaimana kerja mu , menyenangkan?”


“Iya Ma.. semuanya baik”


“Nak..” kata Dhira.


“Iya ada apa Mama??” tanya nya.


“Mama ingin memiliki seorang menantu sayang”


“Mama.. umur Bryan masih muda. Dan bulan depan Bryan tepat umur dua puluh enam tahun Loh” .


“Terus Mama harus menunggu berapa tahun lagi” ucap Dhira kecewa


“Ya sudah... Jika mama memaksakan diri. Bryan mau, tapi tunggu satu bulan lagi”


“Iya Mama,”


“Baik lah... Mama sudah menemukan calon mantu mama saat ini” ucap nya dengan senang dan ingin menghubungi Dewi


Bryan pun pergi ke kamar nya. Dan melepaskan jas dan sepatu nya.


Ia pun pergi ke kamar mandi sebab badan nya begitu lengket. Sesudah ia mandi ia pun langsung pergi ke meja makan. Dan menunggu makanan nya di hidangkan oleh Bi sum


Tak lama kemudian Mama Dhira datang dengan papa. Dan Tanpa harus memanggil Dhifa pun datang. Dan menanyakan saudara kembarnya.


“Loh... Mana Dhafa, Nak?” Tanya nya kepada Dhifa


“Mungkin dia masih belom pulang ,Ma”


“Ya sudah, yuk makan”


Setelah selesai makan, Dhafa datang dan menghampiri kedua orang tua nya.


“Maaf Ma. Pa.. .... Tadi Dhafa ada keperluan mendesak jadi telat pulang”


“Ya sudahlah... Kamu sudah makan ,Nak?” kata Mama.


“Sudah Ma...”


Dhafa pun pamit untuk pergi ke kamar nya.

__ADS_1


“Ma... Dhafa ke kamar dulu ya”


Semua orang pun meninggalkan meja makan dan pergi ke kamarnya masing-masing.


Terkecuali sang Mama. Ia harus membersihkan meja makan terlebih dahulu. Meski ia memiliki seorang pembantu rumah.


Namun ia meminta kepada Bi sum. Untuk tidak membantu nya .


——————————————————————————


Di kediaman Shafa.


Semua anggota keluarga sudah ada di meja makan Terkecuali Shafa Putri pertamanya. Kemudian bara ingin memanggil sang Kakak.


“Ke mana Shafa???” tanya Mommy.


“Entah lah Mom. Mungkin Kakak masih di dalam kamar mandi” Jawab Shofi.


“Biar bara yang akan memanggil Kak Shafa” Kata bara.


Bara pun membuka pintu kamar kak Shafa. Ia mendapati kak Shafa di atas ranjangnya. Lalu ia menggoyang badan sang kakak hingga ia bangun.


“Kak Shafa bangun.... Kak.” Kata bara.


“Iya ada apa dek” tanya Shafa lemah.


“Loh... Wajah Kaka kok pucat” kata Bara dan meletakkan tangannya di atas dahi kepalanya.


“Kakak Sakit???” Tanya bara


“Tidak Kakak hanya ke capek an Saja”


“Baiklah Kakak istirahat dulu ya...”


Bara pun keluar dari kamar kak Shafa dan memberi tau ke pada semuanya .


Setelah selesai makan, Dewi pun mengambil satu piring makanan untuk Shafa. Dan pergi ke kamar Kak Shafa.


“Ayo Nak, Bangun Dulu. Dan isi perut mu”


Shafa pun bangun. Ia makan dengan suapan Mommy. Di suapan terakhir Shofi pun masuk ke kamar Shafa dengan sang Daddy dan Bara.


“ Anak Daddy sakit ya” tanyanya dan duduk di samping mommy.


“Mommy mau meletakkan ini di bawah dulu. Dan minumlah obatmu”


“Iya Mom”


Shafa pun langsung meminum obat dan air hangat nya.


Lalu Daddy menyuruh kedua anaknya untuk meninggalkan kamar Shafa agar ia bisa istirahat. Dan semuanya kembali ke dalam kamar nya masing-masing.


Mommy pun masuk dan merapikan selimut Shafa dan mengubah air yang kosong yang ada di mejanya.

__ADS_1


__ADS_2