
“Apa!!!!” kata Shafa dan Shofi dengan terkejut saat Mommy berkata bahwa ia akan menjadi kakak kembali.
“ Aku akan menjadi ka kakak” kata Shofi.
“Dan ada dua orang yang akan memanggil aku kakak” ucap Shafa.
“Iya sayang” jawab kedua orang tua nya.
“Mommy hamil lagi???” tanya mereka.
“Iya sayang, ini dedek kalian masih di perut Mommy” ucap Mommy sambil mengelus perutnya.
“Yeaaaeeehhh” teriak mereka berdua.
***
Dirumah Bryan.
Sedangkan Bryan sedang membereskan pakaian nya untuk terbang besok pagi.
Dhifa hanya menatap wajah sang kakak. Bagaimana cara nya ia bisa berjauhan dengannya.
Pasti sangat menyakitkan dan merindukan nya kelak. Saat itu Dhafa dan Dhifa ingin menghentikan kepergian sang Kakak.
__ADS_1
Tapi bagaimana pun caranya pasti papa dan mama tidak akan mengizinkan nya.
“Kakak” suara Dhafa dan Dhifa
“Iya... Masuklah”
“Kenapa kakak harus pergi besok” Suara Dhifa dan ia masih bisa menahan air mata nya.
“Sini peluk Kakak”. Mereka bertiga pun pecah tangis nya dalam pelukan hangat.
“Sudah jangan lah menangis” kata Bryan dan menghapus kedua air mata adik adiknya.
“Kapan Kakak akan kembali?” Tanya Dhafa.
“Sungguh lama” kata Dhifa.
“Sudah lah.. Mari kita tidur bersama”
Ya kala itu mereka tidur bertiga dalam satu kamar. Dan Bryan berjanji akan pulang ke Indonesia pada saat ia akan ikut wisuda tahun depan.
Mereka berdua berjanji tidak akan bertengkar kepada Bryan. Dan akan selalu mengabarkan kabar satu sama lain.
Dhafa dan Dhifa pun terlelap tidur dengan memeluk lengan tangan Bryan.
__ADS_1
Andrian dan Dhira kasihan terhadap anak-anak nya. Mereka pun sesungguhnya tidak ingin Bryan pergi ke Paris.
Tapi demi ilmu pendidikan sang anak mereka pun rela dan mengizinkan nya.
“Pa... Bagaimana aku bisa jauh dengan putra pertama ku” Kata Dhira
“Sungguh menyakitkan” Sambung Dhira.
“Sudahlah ma, Kita bisa berkomunikasi dengan Bryan melalui telepon kan. Dan disana Bryan akan bersama sahabat papa yang menjadi dosen.” Kata Andrian kepada sang istri.
“Tapi Pa—.
“Sudahlah, Besok pagi kita akan pergi ke Bandara untuk mengantarkan Bryan.”
Andrian dan Dhira pun menutup pintu kamar putranya.
Dan saat ia ingin pergi ke kamar namun ia ingin membuatkan sesuatu untuk Bryan saat ini.
“Ma... Mau pergi ke mana??”Tanya papa
“Ke dapur lah”
Papa pun memerhatikan sang istri sedang berperang di dalam dapur untuk membuat kan kue kacang dan sebuah kue coklat.
__ADS_1
“ Sungguh perhatian nya kau kepada putra ku. Sungguh aku juga tidak bisa jauh dari Bryan. Tapi demi ilmu pendidikan nya aku harus bisa. “ Bathin Andrian.