
treerteere 'Nada dering telefon'
Hello 'ucap Ben'
Aku ada mau memberitahu sesuatu 'ucap orang diseberang telefon itu'
Ta...tak mungkin , pasti kau berbohong kan 'ucap Ben'
tanyakan sendiri kepadanya 'jawab orang itu di seberang telefon itu'
tut tut tut tut
Ben meremas telefon nya
Trowback End
Seminggu telah berlalu selepas acara itu,
Nadia masih berpacaran dengan Ben sampai saat ini.
Tapi Ben seperti bertingkah aneh dia selalu hendak bertanya sesuatu, tpi kemudian dia tidak jadi menanyakan itu.
Ben" tengok ni 'ucap Nadia'
Ben tersenyum sambil mengusap kepala Nadia
Tapi mereka tidak sedar ada orang yang melihat sambil menahan cemburu
Jangan salahkan aku terlalu kejam kepadamu Nadia egrhhh
...•DIRUMAH•...
Mah? 'panggil Nadia '
Udah kamu tukar baju dulu sayang 'ucap mamah Hana'
Kok gue ada perasaan gak enak nih 'batin Nadia'
Mereka bergerak ke kediaman ortu Redza
sesudah tiba,
Okay tuan tuan dan puan puan saya membuat majlis ini adalah kerana ingin mengumunkan pertunangan anak saya Redza dengan Nadia 'ucap Pak Hans'
wah selamat 'ucap para hadirin'
Hahh! Nadia terkejut
Redza tersenyum licik
Gak! gak gak 'batin Nadia'
Selamat yah kalian 'ucap para pengusahan bergilir gilir'
Nadia melihat para hadirin
??!
B...ben
Nadia melihat Ben diantara mereka, dia menatap Nadia sedih
B..benn, Ben! jangan....jangan buat raut wajah seperti itu, Maaf tolong maafkan aku 'Batin Nadia tahan nangis '
Nadia melihat Redza yang tersenyum puas
Jangan jangan dia sudah rancang semua ini! Redza! gak guna lo 'batin Nadia'
__ADS_1
Ben pun meninggalkan majlis tersebut
Nadia pamit ke bilik air dulu yah tante 'ucap Nadia'
Nadia lari dengan mata yang berkaca kaca
Benn! Ben! benn! 'teriak Nadia'
Jadi rupanya betul apa yang orang itu katakan 'batin Ben'
Ben menoleh
Dia melihat Nadia berlinang air mata, tak sanggup Ben melihat Nadia menangis
Ben mendekat
Bodoh ucap Ben sambil mengusap air mata nya
Maaf, maaf a..aku gak dapat buat apa
maaf maaf ben ucap Nadia berulang kali sambil menunduk kan kepalanya
Hiks Hiks Hiks
Ben menjentik dahi Nadia lalu berkata bodoh sepatutnya kau beri tahu aku , 'ucap Ben menatap Nadia hangat'
Ki...kita gak akan putus kan? 'Tanya Nadia'
Mana mungkin, hehe 'ucap Ben'
Sedangkan Redza yang mendengarkan mereka langsung meremas hatinya
Tiga hari sudah berlalu,
sejak hari dimana pertunangan mereka dipublikasikan Nadia tidak mahu berjumpa dengan Redza sekalipun,
Bagaimana Arya? 'Tanya Redza'
HAHAHA, Bagus! bagus yah Nadia jangan sampai aku terpaksa menggunakan cara kotor terhadap kau 'ucap Redza dingin sambil memandang tingkap'
Kak Rey !
tolong Nadia please 'ucap Nadia'
Ouh tolong apa, ucap Redza yang tiba tiba masuk ke kontor Reyhan
Ngapain disini, hah! jijik gue lihat lo 'ucap Nadiasl menengking'
Redza pun yang sakit hati pun membalas
Ouh bagus lo terima muka ini karna muka ini yang akan lo lihat setiap hari dan jadi suami lo 'balas Reyhan'
Nadia yang panas pun lempar barang ke Redza seperti pasu, pen, buku, dan barang barang yang ada dikontor Reyhan
Redza dengan cekal menapis lemparan lemparan itu,
Woi woi, kalau mau berentam diluar aja jangan dikontor gue brengsek kalian! 'teriak Redza'
Namun Nadia dan Redza hanya mengacuhkan nya,
Tomi ayohh hentikan mereka sambil memijit pelipis nya
Tomi melihat jam tangan nya lalu tersenyum lalu berkata
Maaf sekarang lagi waktu istirahat waktu kerja saya sudah habis sekarang 'ucap Tomi tersenyum '
Haehh 'Reyhan hanya memijit pelipisnya
__ADS_1
Redza menarik tangan Nadia keluar dengan paksa.
Lepasin! lepas 'teriak Nadia'
Redza menghempaskan tubuh Nadia ke dinding
Kalau lo mau pacar lo hidup sengsara teruskan bersama dia, kita tengok lo sanggup atau gak lihat gue hancurkan dia perlahan lahan 'ucap Redza berbisik tapi dengan nada mengancam'
Nadia terkejut!
L...lo gak benar benar maksudkan nya bukan?
Emangnya lo fikir gue bercanda 'ucap Redza sambil tersenyum sinis'
Lagipun kalau mau hancurin perusahannya, hanyalah perkara kecil bagi gue 'ucap Redza dengan tatapan sinis nya'
Nadia menatap Redza masih dengan shock, dia gak sangka Redza akan mengancam dia
Redza pun pergi meninggalkan Nadia yang masih dalam keadaan shock,
Nadia diam mematung ditempatnya,
Tomi melihat Nadia yang berdiri mematung ditempatnya lalu memdekatinya,
Nona? 'Tanya sekeritas Tomi'
Nadia terduduk kemudian menjadikan lututnya tempat bersandar
Hahaha rupanya dia sudah rancang semua nya hahaha, sambil berlinang air mata
Nona!? apakah nona tidak apa apa 'Tanya sekeritas Tomi khuatir'
Dasar cowok brengsek 'batin Nadia'
Hiks hiks hiks,
Ka...kak Tomi panggil Nadia sambil mengangkat wajahnya
Matanya penuh kesedihan!? apa yang terjadi siapa yang buat dia menangis seperti ini 'batin Tomi dengan terkejut'
Nadia menangis sejadi jadinya,
Hahhhh! Hikss! Huahhhh!Ughhh!Hikkksss!
Sambil menghentakkan kepalanya ke lutut,
Tomi bergetar, gadis yang selalu ceria dihadapannya rupanya punya sisi seperti ini
Nadia semakin menghentakkan kepalanya
Nona tolong berhenti kepala anda sudah mengelus darah 'teriak sekeritas Tomi'
Tiba tiba ada tangan yang menahan kepala Nadia agar tidak dihentakkan lagi
Nadia mengangkat kepalanya, dilihatnya Reyhan..
Dekk, kenapa nih beri tahu kakak tanya Reyhan terkejut melihat adiknya begitu
Nadia berdiri, lalu berjalan terus kehadapan
semakin lama semakin berlari
Dekk!? 'panggil Reyhan'
Nona!? 'Teriak Tomi'
Tomi batalin dulu meting 'ucap Reyhan lalu dengan tergesa gesa hendak mengejar Nadia'
__ADS_1
Baik tuan 'ucap Tomi '
Bersambung