NADIA Melawan CEO DINGIN

NADIA Melawan CEO DINGIN
Belum dapat move on


__ADS_3

Didalam bilik Nadia, dia masih berusaha melepaskan diri dari pria yang sekarang sudah menjadi suami sahnya,


Redza! aku bilang lepas! ngerti gak hah! 'teriak Nadia kesal'


Emangnya kenapa gue kan suami lo 'ucap Redza tersenyum'


Kalau bukan terpaksa, emangnya gue mau kahwin sama orang macam loe! 'ucap Nadia'


Yang sudah menghancurkan kebahagian gue 'ucap Nadia yang tiba tiba sedih'


Redza memgeryitkan matanya


Lalu mencengkam pipi nya


Ughh! sa...sakit, Redza lepas dulu 'ucap Nadia dengan mata tertutup'


Sial gue gak dapat lawan kekuatannya, Dia jauh lebih kuat dari gue 'batin Nadia memgeryitkan matanya'


Ingat sekarang lo udah jadi milik gue!


jangan cuba cuba untuk ingat mantan lo 'bentak Redza'


Mata Nadia berkaca kaca lalu menatap Redza lalu tertunduk ,


Redza melepaskan muka Nadia


Nadia berlari ke ruang baju, untuk menggangti bajunya


humpp, Dasar pria kasar kalau Ben gak akan pernah sakiti aku Huhuhu, 'batin Nadia'


Nadiaku melihat wajah nya dicermin, ada sedikit bekas merah merah disebabkan Redza mencengkam wajahnya terlalu kuat..


haahhh, Nadia mengeluh


Dia keluar, namun Redza masih ada disana


Nadia mengacuhkan nya sahaja,


Redza mendekat lalu memegang pipi Nadia dengan lembut kali ini,


lalu diusap usap bekas merah akibat perbualan nya sendiri,


Maaf ucap Redza sambil menatap Nadia hangat

__ADS_1


DEG DEG DEG


Loh jantung ini kenapa? 'batin Nadia'


Jom kita makan malam ucap Redza sambil menarik tangan Nadia,


Nadia melihat sekitar,


Mereka memakan makanan dalam keadaan hening....


Sesudah hbis makan Nadia berjalan ke kolam melihat permandangan langit malam sambil duduk dibangku,


Hahhhh keluh Nadia


Bagaimana keadaan Sindy yah , udah lama gue gak jumpa dia,


Redza melihat Nadia termenung pun mengeluh,


Nadia masuk ke dalam, jangan sampai masuk angin nanti 'ucap Redza berdiri di pintu'


Hmm balas Nadia kemudian masuk


Esoknya


Nadia pergi ke dapur untuk minum susu dahulu,


Namun Nadia terkejut kerana ada orang yang tiba tiba memeluk,


Selamat pagi! 'ucap Reyhan sambil senyum'


Ihh, ihh apaan peluk peluk nih lepas lepas 'Ucap Nadia sambil berusaha melepaskan diri'


Sekarang Nadia dan Redza sedang berhadapan peluk nya,


Redza pun mencium pipi Nadia


Deg deg deg


Nadia merona sambil memegang pipi nya


Redza tersenyum


HAHAHA, sambil mencubit pipi Nadia

__ADS_1


Dah lepas ihh,! 'ucap Nadia'


Lain kali jangan sentuh sentuh gue ngerti gak


sambil mengucapkan pipi bekas ciuman Redza


Redza mengangkat keningnya lalu menatap Nadia,


Ingat gue suami lo, atau lo mau gue cium disini ucap Redza sambil memegang bibir Nadia sebagai ancaman


Nadia pun merinding Redza menatap nya seperti itu,


Dia pun bergegas untuk keluar dari dapur,


Biar pak Harman yang hantar lo, 'ucap Redza'


Hah gak mau lah, 'tolak Nadia'


Redza memandang Nadia dengan tatapan dingin nya,


Yalah 'keluh Nadia'


Nadia pun berangkat ke sekolah,


Nadia menerima mesej daripada Kak Rey agar selepas sekolah untuk berjumpa


Nadia memandang datar hape nya lalu menghembuskan nafas,


Dia tidak mengubris langsung peranan Reyhan,


Terima kasih pak Harman 'ucap Nadia'


Sama sama nona 'balas pak Harman '


Nadia pun keluar dari mobil,


Dia menghembuskan nafas berat,


Kenangan gue dan Ben terlalu banyak disini 'Batin Nadia'


Nadia pun masuk ke kelas,


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2