NADIA Melawan CEO DINGIN

NADIA Melawan CEO DINGIN
Putus


__ADS_3

Gak, gak gak mungkin dia bercanda


Dia gak mungkin buat seperti itu kan gak mungkin 'ucap Nadia cuba untuk kecantikan diri sendiri'


Esok gue harus jumpa ama Ben 'ucap Nadia'


menjelang malam Redza masih dikantornya sambil berbicara ditelefon


bagaimana? 'tanya Redza '


Dia belum membuat apa apa pergerakkan tuan


Redza meletak telefon


HAHAH, kau menganggap perkataan ku hanya angin lalu sahaja yah


Mari aku tunjukkan kalau aku tidak bercanda


'ucap Redza sambil menampakkan senyum seramnya'


Assalamualaikum Nadia pulang!


Nadia naik atas dulu yah mah pah....


Kenapa tuh anak? heran mamah Hana


Reyhan berlari mengikuti adiknya itu


Nad! 'panggil Reyhan'


Kak Nadia penat sekarang nih, nanti ajalah bicaranya 'ucap Nadia tanpa menoleh'


Nadia! , sambil menarik tangan Nadia


Deg! Reyhan terkejut


melihat mata Nadia yang merah melolot ke arah nya serta bengkak, Dan hidung nya yang merah serta kepalanya berdarah bekas hentakan.


Kamu kenapa dek beritahu kakak, bilang sma kakak ucap Reyhan sambil mengusap pipi adiknya itu.


Hehh, kalau bilang pun Kakak bukan boleh tolong kan 'ucap Nadia sinis'


Reyhan terkejut


udahh lepasin gue, tolak Nadia kemudian msuk ke laments


Dia mandi lalu baring di kasurnya


Sambil terus mengucapkan kata kata yang sama


Dia gak akan melakukanya, Dia cuman bercanda berulang kali sampai dia tertidur


...MENJELANG PAGI °Д°...


Nadia bangun lebih Awal dari biasanya,


dengan pantas dia bersiap pergi ke sekolah


Nadia berangkat dulu,


Ucap Nadia datar


Sindy!!


B...ben lo nampak gak dia huff huff


Dia gak sekolah hari ini Nad,


dengar dengar, perusahan keluarganya menurun dengan dratis pagi ini,


Kaki Nadia melemah, lalu terduduk


Nad?! woi okay gak ni? 'Tanya Sindy khwatir'


Mu...mungkin gue cuman pening kepala sikit, gue balik dulu ah bye Sin 'ucap Nadia terburu buru'


Ehh Eh nad 'teriak sindy'


kenapa sih tuh anak? aneh


Diperusahan Redza


Huffh hufhh,


Nadia berjalan memasuki perusahan Redza

__ADS_1


Dia berjalan lurus,


Nona, ada buat tamu janji untuk jumpa tuan Redza? 'karyawan'


Gak ada 'balas Nadia'


lalu dia hanya jalan


nona tunggu, Nona tidak bisa masuk kalau belum membuat temu janji 'ucap karyawan'


Pengawal 'panggil karyawan itu'


Nadia melolot


Pengawal itu cuba untuk memegang bahu Nadia namun Nadia sudah membuat gerakan dahulu,


Cukup!


Nona Nadia anda sila ikut saya 'ucap sekeritas arya'


Nadia berjalan maju dengan mata yang penuh amarah,


Nona sila mas...


Namun sebelum sekeritas arya menghabiskan bicaranya Nadia sudah masuk dengan cepat


Dan dia sekarang sedang berhadapan dengan Redza


Redza tersenyum


Dia berjalan mendekat Redza lalu,


Cuba untuk menumbuk Redza namun dihalangin oleh tangan Redza


Nadia mengertakkan gigi nya,


Apa yang cuba lo lakukan ini Redza! 'teriak Nadia melolot '


Gue sudah bilang yang gue tidak bercanda 'ucap Redza tersenyum dingin'


Hentikan semua ini!


mengarut! mengarut, apa yang kau inginkan sebenarnya hah! sampai bila bila pun gue gak mau menikah sama lo! 'ucap Nadia dalam amarah'


Okay, dalam hitungan 5 detik kayaknya pacar lo gak akan lo jumpa lagi


SATU!


DUA!


Gak dia serius, mata nya menanda kan dia serius 'Batin Nadia'


TIGA!


EMPAT!


LI...


Gue buatt! Nadia mengertakkan gigi nya


Jadi jangan ganggu dia lagi ucap Nadia yang udah hamper menangis


Redza tersenyum


Nadia keluar dari perusahan itu,


Nadia menelefon Ben


Ben boleh kita bicara? 'ucap Nadia'


boleh dimana? 'balas Ben'


Ditempat perjumpaan


B...ben gue, gue 'ucap Nadia tergagap gagap


Kenapa ucap Ben sambil mengusap kepala Nadia


Ben gue,


Nadia menarik nafas lalu hembuskan


Ben gue mau minta putus sama lu 'ucap Nadia menahan rasa sakit dihatinya'


Ben shock

__ADS_1


Nadia lo bercanda yah?


HAHAHA, gak lucu bercanda nya 'ucap Ben gak terima kenyataan'


Gak Ben gue beneran minta putus 'ucap Nadia bergetar'


Gue udah gak suka sama lo, gue suka sama tunangan gue Nadia hanya tahan nangis sambil mengucap kata kata yang menyakiti hati Ben


Nadia menundukkan kepala nya air mata nya terjatuh,


Haahhh, kalau itu yang lo mau.....


Nadia 'panggil Ben'


Nadia menatap Ben dengan mata berkaca kaca, kemudian


Tukkk!


Menjentikkan jari nya ke jidat Nadia seperti yang dia selalu lakukan


dengan air mata yang deras mengalir lalu tersenyum


Gadis bodoh,


Selamat tinggal 'ucap Ben'


Degggr!


Hatiku sakit 'Batin Nadia'






Mereka pun jalan berlainan arah,


Ben meremas hatinya dengam kuat,


Bodoh ngapain lo nangis tak guna padahal lo memang udah tau akan jadi seperti ini..berhenti menangis lah 'batin Ben'


Sampai disini sahaja lah, kisah percintaan mereka...


Nadia terduduk, dia menggengam erat dadanya.


Sesakit ini, rasanya


Kemudian terjatuhlah semua tangisan yang dia tahan dari tadi,


Maaf Ben, maaf maaf maaf maaf maaf maaf maaf,


Nadia meremas dadanya,


tolong lah, aku mahukan kebahagian!


Hiks, hiks, hiks, hiks Sepatutnya bukan seperti ini berakhirnya!


Ahhhhhhhhhhhh!! Hiks 'teriak Nadia'


Dalam Hujan yang deras, tangisan nya bersatu dengan air hujan....


Ben, Ben, Ben, maafkan aku


maafkan aku 'teriak Nadia menangis sambil tangannya menghentak hentak tanah...


Sunyii dalam Hujan yang deras ini hanya ada Nadia dalam kesepian,


Tiba tiba ada yang memayungkan Nadia ditengah hujan deras ini ,


Nadia mendonggak,


K...kak Tomi 'ucap Nadia dengan air mata'


Nadia, 'ucap Tomi'


Tomi berjongkok sambil mengusap air matanya


Kak, hiks hiks


Na...nadia gak tahan rasa sakit ini 'ucap Nadia'


Tomi memgeryitkan mata, sedih melihat budak yang sudah dia anggap adik ini..jadi seperti ini,

__ADS_1


Tomi memeluk Nadia,


Bersambung


__ADS_2