NADIA Melawan CEO DINGIN

NADIA Melawan CEO DINGIN
Majlis perkahwinan


__ADS_3

Sudah lama sejak kejadian hari itu


Ben sudah pindah sekolah keluar negeri


Nadia sentiasa termenung Semenjak kejadian itu,


selera makan berkurang


Tinggal satu bulan lagi untuk Nadia lulus,


Dan sekarang, adalah majlis perkahwinan nya.


Nadia dirias dengan cantik,


Sejak kejadian itu, Nadia betul betul terpukul


Reyhan betul betul tidak sangka yang ini dapat mengubah adiknya,


Reyhan pergi ke bilik pengantin melihat Nadia dirias oleh mua,


Tinggalkan kami sebentar, 'ucap Reyhan'


Nadia diam tidak bergeming, tiada langsung senyumannya terukir di wajah Nadia...


Reyhan memegang muka Nadia


Ada apa ? 'Tanya Nadia dengan dingin sambil menghempaskan tangan Reyhan'


Sejak kejadian itu, sikap Nadia terhadap keluarganya berubah....


Dia semakin dingin dan acuh terhadap keluarga, karna dia menyalahkan keluarganya atas yang terjadi...


Reyhan menggengam balik tangan nya


sambil menatap adiknya sedih


Selamat adik kakak rupanya sudah besar 'ucap Reyhan'


Ouh akhirnya tujuan kalian jadi kenyataan bukan, 'ucap Nadia dengan datar nya'


Reyhan hanya, sedih...adiknya yanh lama sudah berubah menjadi orang yang lain


Kakak pergi dahulu yah 'ucap Reyhan'


Nadia sudah mahu keluar


Baju yang Nadia pakai



Huffhh, Nadia keluar dengan senyuman diwajahnya...


Namun senyuman itu cuma dibuat buat


Mungkin nampak seperti Bahagia namun percayalah, Dalam hatinya kesedihan sahaja

__ADS_1


Selesai semua acara,


Senyum itu dalam hitungan detik sahaja sudah hilang


Acara nya udah selesai kan ayohh pulang terus , 'ucap Nadia ketus'


Nadia selamat datang ke keluarga ini, mulai hari ini boleh panggil tante mamah yah 'ucap tante Viana'


Baik la mah 'ucap Nadia lagi'


Yaudah kalian tinggal dirumah Redza yah....'ucap Om Hans'


Nadia pulang ke kediamannya,


Lalu mengemasi barang barangnya,


Redza menunggu di mobil


Nadia turun dari tangga, melihat semua keluarganya berkumpul...


Nadia melihat mereka datar satu persatu,


Nadia pergi dahulu,


Dalam hatinya dia hanya ingin cepat cepat keluar dari rumah ini,


Reyhan hanya menunduk, dia sudah kehilangan adiknya yang selalu tersenyum dan ceria akibat keegoisan keluarganya


Nadia 'panggil Mamah Hana'


Nadia berhenti,


Mamah puas sekarang Nadia kahwin dengan cowok pilihan Mamah,


Mamah bilang sayang?


jangan mengarut, apa yang mamah tau pasal sayang...adakah dia akan berbuat seperti begini kalau sayang,


Kalian semua egois yah, 'ucap Nadia dingin'


Nadia gak mahu tinggal sebumbum pun sama kalian lagi, kali ini Nadia sudah betul kecewa sama kalian,


Anggap sahaja lah ini tanda perpisahan kita,


Semua ini gue bakal ingat,


Karna kalian sendiri yang mengungunci Nadia,


Jadi jangan salahkan Nadia


Nadia pun pergi melangkahkan kaki keluar dari rumah itu,


Hiks, Hiks mamah Hana terduduk dilantai


Bru sekarang dia merasa menyesal

__ADS_1


Reyhan hanya menghembuskan nafas dalam, membayangkan adiknya yang dulu, yang selalu mengerjai nya


Papah nya hanya terdiam seribu bahasa, senyuman diwajah putrinya telah hilang


Nadia memasukkan, beg nya kedalam mobil


lalu msuk.


Reyhan membawa Nadia ke rumah nya,


Pelayan 'panggil Redza'


bawa beg nona kalian ke dalam bilik,


Baik tuan '


Nadia melihat sekitar, dia kagum dengan rumah Redza yang cantik dekornya


Jadi dimana bilik gue 'tanya Nadia datar'


Yahh kita satu bilik, 'ucap Redza tersenyum'


Nadia menatap Redza jijik,


hahahaha, gausah gitu kali lah tatapnya tuh bilik lo 'ujar Redza'


Nadia hendak pergi kebilik nya


Namun sebelum pergi ,


Redza menarik tangan nya


Hey, sebenci apa pun lo sama gue tapi kita tetap suami isteri yang sah ingat Itu 'ucap Redza serius'


Nadia menarik tangannya paksa lalu berjalan ke bilik, nya


Nadia pergi ke shower untuk mandi badan nya udah lengket,


Selepas hbis mandi, Nadia keluar


Namun dia terkejut Redza didepan pintu


Redza melihat tuala Nadia yang hanya sampai paras dada


Nadia hanya berjalan melaluinya,


dalam hatinya dia takut, tapi demi untuk tidak kelihatan ketakutan dihadapan Redza dia berpura pura tegar.


Redza menarik tangan Nadia lalu disandarkan ke dinding,


Redza gue gak ada masa mau layani lo, minggir! 'ucap Nadia'


Redza senyum, hmm


mulut pedas, tpi tangan nya bergetar ketakutan PUFFT'batin Redza'

__ADS_1


Bersambung .....


__ADS_2