
Kedua adiknya itu terkejut ketika mengetahui abangnya ada di belakang mereka.
'Mampus kalo bang Azka sampai tau, pasti bakal dimarahin nih.' batin Annas
'Waduh, gimana nih kalo bang Azka sampai tau.' batin Fadhil
"Ada apa?!" tanya Azka dengan tegas
"Ee.. nggak gak ada apa-apa. Ya kan Nas." jawab Fadhil ketakutan
"Ee.. iya bang bener gak ada apa-apa." tambah Annas yang juga ketakutan
"Bohong dosa." ucap Azka
"Ada apa ini? kok ibu denger ada kata bohongnya?Siapa yang bohong?" tanya Ibunya yang tiba-tiba datang dan duduk di samping Annas
"Tuh, dua anak ibu udah mulai berani nyembunyiin sesuatu." Jawab Azka
"Annas Fadhil..coba cerita ke ibu, ada apa sebenarnya." kata Mirna dengan lembut
"Hmm... Jadi tadi pagi tuh aku hampir nabrak orang Bu.." jawab Annas sambil menundukkan kepalanya
"Astaghfirullah.. terus gimana keadaan orang itu?" ucap Mirna yang terlihat sangat khawatir
"Pasti ngebut kan bawa sepeda motornya, udahlah ngaku. Mangkanya jadi anak tuh jangan suka kebut-kebutan." omel Azka
"Azka.. biarin adik kamu jawab pertanyaan ibu dulu.." kata Mirna
Azka pun terdiam.
"Orang yang Annas tabrak gak terluka Bu, cuma tadi mungkin kaget aja. dan Annas udah minta maaf ke dia."
"Yang kamu tabrak masih muda atau udah tua, nak?" tanya Mirna lagi
"Masih muda Bu, dia temen sekolah Annas." tambah Fadhil
"Lain kali hati-hati, jangan suka kebut-kebutan, ibu gak suka." kata Mirna sambil mengelus pundak anaknya itu
"Iya Bu, maafin Annas ya udah bikin khawatir ibu." kata Annas dengan penuh penyesalan
"Iya gapapa, oh ya kebetulan nanti malem ibu mau ngadain acara makan bersama. Kamu bisa ajak teman kamu itu, sekalian ibu mau minta maaf ke dia." kata Mirna
Fadhil dan Annas terkejut mendengar permintaan ibunya itu, mengingat kejadian tadi siang Annas sudah bilang ke Satria bahwa dia tidak akan berurusan lagi dengan Febby. Tapi kenapa malah nyuruh ngajak Febby makan malam.
"Eh Bu.. gak usah deh gapapa. Lagian masalahnya udah beres kok Bu." ucap Fadhil
"Enggak, pokoknya kalian harus undang temen kalian itu, ibu belum ngerasa lega kalau belum minta maaf langsung ke orangnya." kata Mirna
"Bu.. kan yang salah Annas, bukan ibu. Ibu ngapain minta maaf.." kata Annas
__ADS_1
"Kalian itu anak-anak ibu, kalau kalian habis ngelakuin kesalahan, ibu yang bertanggung jawab. Inget, ibu bukan hanya ibu untuk kalian, tapi juga ayah untuk kalian semua." Mirna menjelaskan kepada tiga putranya itu sambil menunjukkan wajah yang sedih
"Bu.. udah. Azka ga mau liat ibu sedih dan mengingat hal ini lagi." kata Azka sambil duduk di samping ibunya
"Maafin Annas ya Bu.." kata Annas
"Maafin Fadhil juga kalau ada salah ke ibu."
"Annas janji akan ajak dia untuk datang ke acara makan malam kita." kata Annas sambil melirik Fadhil, Fadhil pun menatap Annas dengan penuh keraguan
"Nah gitu kan bagus.. yaudah kalian lanjutin belajarnya ya." ucap Mirna
"Baik Bu." kata kedua anaknya itu
"Lu yakin bisa ngundang Febby?" bisikan Fadhil membuat Annas ragu
Annas tidak merespon kata-kata Fadhil, ia langsung pergi ke kamarnya setelah belajar. Mengingat besok Annas dan Fadhil mewakili kelas 11 IPA 1 untuk ikut lomba cerdas cermat antar kelas.
...***...
"Serius amat sih Feb,istirahat dulu kali sebentar." kata Ani sambil duduk di samping Febby yang sedang belajar
"Duh An, aku takut gak bisa memenangkan lomba cerdas cermat nanti. Tau sendiri kan lawannya sama kelas-kelas lain yang kemampuannya gak perlu ditanyakan lagi." jawab Febby dengan khawatir
"Kamu tuh ya, sering nyemangatin aku, katanya kita harus positif thinking, tapi kamu malah pesimis duluan."
"Udah, yang penting kita udah berusaha dan pastinya gak lupa berdo'a kan." ucap Ani
"Iya bener kata kamu An. Bismillah ya."
"Nah gitu dong." ucap Ani
"Btw, udah tau Feb, lawan kamu siapa besok?" tanya Ani penasaran
"Kelas 11 IPA 1 dan 3 kan." jawab Febby
"Iya tau, maksudnya anaknya siapa gitu loh."
"Gak tau ya. Pastinya siswa yang terpilih itu bukan siswa yang sembarangan."
"Bener sih, yaudahlah udah malem malem tuh. Mending istirahat dulu Feb, nanti kalau kamu terlalu ini malah sakit lagi, terus ga bisa ikut lombanya." Kata Ani
"Iya sih bener kata kamu An, yaudah aku mau tidur dulu." kata Febby
Merekapun istirahat.
...***...
Para siswa kelas 11 IPA 1, 2, dan 3 mulai berlarian menuju aula di lantai atas untuk menonton lomba cerdas cermat antar kelas. Kursi yang awalnya kosong sudah terisi sebagian oleh siswa.
__ADS_1
"Duh deg degan nih An." kata Febby yang sudah berada di ruang aula tersebut
"Feb, jangan gitu lah. Aku juga ikut deg degan nih." kata Ani cemas
"Bismillah.. pasti bisa. Yuk An kita duduk disini dulu, nanti kan pasti dipanggil untuk maju kedepan." kata Febby yang mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri
"Iya Feb." respon Ani
Merekapun duduk di bangku kosong baris kedua yang dikhususkan untuk penonton. Tak lama kemudian Annas dan Fadhil datang, tanpa disadari mereka duduk tepat di belakang Ani dan Febby.
"Siap?" tanya Fadhil
"Siap insyaAlllah." jawab Annas yakin
"Feb, semangat ya. Kamu pasti bisa." ucap Satria yang tiba-tiba muncul entah dari mana
Annas yang melihat itu semua kaget, ternyata yang duduk di depannya adalah Febby.
"Iya, semoga saja." respon Febby sambil tersenyum tipis kepada Satria
"Ternyata lawan kita itu Febby? dari kelas 11 IPA 2." bisik Fadhil ke Annas
"Hmm." respon Annas
"Wah, berarti tuh cewek pandai juga di kelasnya, mangkanya bisa terpilih ikut lomba ini kan." puji Fadhil
Annas tak merespon, terlihat dia sedang memikirkan sesuatu. Mengingat tadi malam ibunya meminta agar bisa mengajak Febby untuk datang ke rumahnya,ia ragu bisa membujuk Febby tanpa sepengetahuan dari Satria.
"Woi kenapa bengong." kata Fadhil yang mengagetkan Annas dari lamunannya
"Ee enggak." jawab Annas
"Udah ga usah dipikirin masalah tadi malem, yang penting kita fokus dulu sama lomba ini.", kata Fadhil
"Iya bener."
"Masalah nanti malem, gua bantuin oke."
"Serius?"
"Iyalah. Masa gua mau ngeliat saudara gua kesusahan gini sih."
"Wah, keren. Makasih bro."
"Belom apa-apa, udah kita fokus ke lombanya aja dulu."
"Oke, siap."
...BERSAMBUNG...
__ADS_1