NAWAITU | Niat Awal Menuju Ridho Ilahi

NAWAITU | Niat Awal Menuju Ridho Ilahi
Bab 10


__ADS_3

"Hadeh, ditanya malah nyapa Febby." Ucap Ani dengan memasang wajah malas pada Satria


"Apa sih An, gua kan ingin nyapa Febby doang. Sekalian gua mau ngucapin selamat buat kalian karena udah memenangkan lomba cerdas cermat tadi." ucap Satria


"Hmm, iya makasih. Yaudah jangan ngehalangi jalan gini, Aku sama Febby mau ke kantin nih, laper." kata Ani


"Iya iya, eh bentar deh. Feb nanti malam ada acara gak?"


Satria ingin mengajak Febby jalan, tapi sepertinya Febby tidak tertarik dengan ajakan Satria.


"Hmm..." jawaban Febby membuat Ani, Fadhil, dan Annas penasaran.


"Aku mau ngajak keluar, boleh?" ucap Satria


Febby masih belum menjawab pertanyaan Satria, ia malah menatap Ani dan juga Annas.


"Febby ada acara nanti sama aku, jadi gak bisa di ganggu gugat. Next time aja ya." jawab Ani cepat


"Yeee.. kok lu sih yang jawab." ucap Satria


"Lah, emang kenyataannya gitu. Ya kan Feb?" ucap Ani


"Iya, sorry ya Sat.." tambah Febby


"Oalah, yaudah deh lain kali aja gapapa." kata Satria


"Udah kan nanya-nanya nya, sekarang minggir deh, kita mau lewat nih." ucap Ani


"Iya iya."


Satria dan teman-temannya pun memberi jalan pada Ani dan Febby, tak lupa juga dengan Annas dan Fadhil yang masih ada di sana.


"Eits, kalian juga mau lewat." cegah Satria pada Annas dan Fadhil yang mau meneruskan langkahnya ke kantin


"Apaan sih Sat, iyalah. Ini kan jalan umum, gak ada hak ya kalian." kesal Ani


"Heh, lu lewat aja An. Ini masalah cowok. Gak usah ikut campur deh." ucap Satria


"Mau aku laporin ke guru BK, ha?" ancam Ani


"Udah Sat, mending kita jangan cari gara-gara dulu deh.Inget.. udah tiga kali kita dipanggil guru BK dalam Minggu ini." ucap salah satu temannya


"Awas lu, urusan kita belum selesai." ancam Satria pada Annas dengan tatapan tajamnya. Kemudian remaja itu pergi meninggalkan mereka, diikuti dengan teman satu gengnya.


'Apa sih gak jelas banget.' batin Annas


"Kalian ada urusan apa sih sebenarnya dengan Satria?" tanya Ani


"Gak ada sama sekali." jawab Annas yang kemudian pergi duluan ke kantin


"Maafin ya, dia emang gitu anaknya. Sebenernya tuh----."


"Heh, buru katanya mau makan." Annas memotong pembicaraan Fadhil dan Ani


"Duluan ya." ucap Fadhil sambil berlari menyusul Annas


'Keliatannya Annas gak mau cerita, padahal satu kelas udah tau masalahnya apa. Apa mending aku gak cerita ya ke Febby?' batin Ani sambil melihat Febby


"Ngelamunin apa An?" tanya Febby yang membuat Ani kaget


"Ee..enggak. Yaudah yuk ke kantin, laper aku." jawab Ani sambil menarik tangan Febby

__ADS_1


Merekapun melanjutkan perjalananannya menuju kantin.


"Bu, mau pesen mie ayamnya ya satu." ucap Ani ke Bu kantin sekolah


"Kamu mau Feb? Enak loh mie ayamnya, aku beliin ya?" kata Ani


"Boleh, tapi aku bayar sendiri aja An." ucap Febby


"Ih gapapa, aku beliin."


"Gak usah An, aku---."


"Gak boleh bilang enggak. Mie ayamnya dua porsi ya Bu."


"Baik nak, tunggu aja ya di meja, nanti akan dianter kok."


"Oke Bu, makasih."


"Kamu tuh ya An, dasar." ucap Febby ke Ani yang sambil duduk di salah satu meja kantin


"Udah deh, rezeki gak boleh ditolak."


"Hmm, iya deh makasih banyak ya."


"Sama-sama Febby."


Di sisi lain terlihat Fadhil dan Annas yang sedang duduk di meja tepat di lurus mereka, Ani melihat kedua cowok itu yang kini menjadi pusat perhatian seluruh cewek di kantin.


"Feb, liat deh. Siswi-siswi yang ada di kantin ini pada merhatiin Annas dan Fadhil." bisik Ani ke Febby


"Terus?" respon Febby membuat Ani bingung


"Kok terus sih Feb, ya itu liat, sampai segitunya ya mereka kayak yang gak pernah liat cowok ganteng aja." kata Ani


"Kamu tuh ya." ucap Ani kesal


"Kenapa sih An.." kata Febby dengan nada yang khas di telinga Ani sebagai tanda ia membujuk Ani agar tidak kesal karena responnya


"Emang kamu gak tertarik gitu sama cowok ganteng?" tanya Ani penasaran


"Biasa aja dan tau diri juga." jawab Febby sambil makan mie ayam


"Tau diri maksudnya? Gak ada yang bilang kamu jelek kan?" ucap Ani


"Tuh kamu barusan." jawab Febby


"Febby...Kamu tuh yaa, dasar." ucap Ani kesal. Melihat ekspresi Ani Febby pun tertawa dan hal itu berhasil membuat Annas melihatnya.


"He'em, liat apa sih kok betah banget." ucap Fadhil sambil batuk-batuk kecil


"Gak ada." jawab Annas yang langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain


"Hmmm, yakin gak ada?" ledek Fadhil yang sambil melahap mie ayamnya


"Apaan sih, buruan habisin mie ayamnya setelah itu kita ke kelas." ucap Annas


"Ngapain ke kelas, kan lagi jamkos. Lagian lebih nyaman disini kan pemandangannya, bagus." ucap Fadhil yang sambil mengarahkan pandangannya ke Febby


"Bagus apaan.Udahlah gua duluan." ucap Annas sambil berdiri


"Heh, lu tuh ya sukanya ninggal mulu. Ditinggalin baru tau rasa lu." ucap Fadhil

__ADS_1


"Udah sering gua ditinggalin." Jawaban Annas membuat Fadhil terdiam


Annas pun langsung meninggalkan kantin.


"Woy, lu tuh ya tidak berperikesaudaraan sama sekali." ucap Fadhil yang kemudian menyusul langkah Annas


"Baru denger gua."


"Gua juga sih."


"Dasar."


Fadhil pun tertawa.


"Sorry soal perkataan gua tadi." sesal Fadhil yang mengingatkan Annas pada kedua orang tuanya


"Yang mana? Udahlah lupain aja." kata Annas sambil mengambil tasnya


"Lah, mau kemana? kan belum bel." tanya Fadhil


"Ke halaman depan, lagian bentar lagi juga pulang. Sekalian biar langsung gas." kata Annas


"Tumben, buru-buru amat. Mau prepare buat nanti malem ya?" ledek Fadhil


"Jum'atan Bambang." ucap Annas sambil meraup wajah Fadhil


"Oh iya lupa, Astaghfirullah." ucap Fadhil


Mereka pun pergi ke halaman depan sekolah. Di sisi lain terlihat Febby sedang duduk sendirian di kursi taman sekolah yang sepertinya mau dihampiri oleh Satria.


"Hai Feb." Sapa Satria yang tiba-tiba duduk di samping Febby


Febby pun langsung pindah posisi, hal itu membuat Annas menghentikan langkahnya yang mau menuju ke parkiran sekolah.


"Eh Sorry, oke segini cukup." ucap Satria yang kemudian pindah duduk berjauhan dengan Febby


"Ada apa Sat?" tanya Febby


"Gak ada sih, lagi nunggu bel ya?Ani mana? tumben sendirian." kata Satria


"Dia lagi di kamar mandi. Iya nunggu bel." jawab Febby


"Mau pulang bareng gak? Kebetulan hari ini aku dijemput pakai mobil." tawar Satria ke Febby


"Makasih deh Sat, aku sama Ani lebih suka jalan kaki." tolak Febby diiringi senyum manisnya


"Panas loh Feb, gak takut hitam emang?" kata-kata Satria membuat Febby tertawa


"Kok ketawa sih, sayang kan dikasih kulit putih sama Tuhan, eh malah dihitamkan." ucap Satria lagi


"Gak gitu Sat.. lagian jarak antara rumah dan sekolah dekat kok, jadi gak terlalu lama juga kan dibawah paparan sinar matahari." jelas Febby


"Tapi kan tetap aja Feb, kena sinar matahari."


"Kamu ada-ada saja deh." kata Febby sambil tertawa kecil.


Annas masih memperhatikan Febby, melihat keduanya seperti saling tertawa bahagia.


"Mereka sepertinya emang ada hubungan khusus." Fadhil ternyata juga melihat apa yang dilihat Annas


"Cemburu gak?" tanya Fadhil ke Annas

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2