New World Volume 5

New World Volume 5
Chapter 1 [Kehidupan Di Dalam Base Dan Kemunculan Dosa Kemalasan]


__ADS_3

JURIYANA MIRAI


WIRUINA SHINZURA


Juriyana Mirai,tidak diragukan lagi itu adalah dia,dia adalah seorang perempuan yang patah hati pada tahun 2005 akibat melihat orang yang dia cintai mati di hadapan nya,sejak saat itu dia selalu mengunjungi makam Corner.


Tetapi dalam beberapa waktu terakhir dia benar-benar sudah tidak melakukan nya kerana masalah yang mereka hadapi,apatah lagi ini adalah tahun ke-300, Juriyana sedikit bersyukur Corner mati lebih awal dan tidak melihat kiamat yang mengerikan ini bersama-sama dengan diri nya.


Tetapi pada masa yang sama,Juriyana atau perempuan ini tidak dosa menerima takdir namun dia tahu kalau Corner itu benar-benar sudah mati—lebih tepat nya dua tahun yang lalu,dia harus menerima hal tersebut kalau tidak,dia akan menjadi gila.


Juriyana tidak akan senang menerima lelaki lain atau cinta lain kerana hal tersebut menyusahkan diri nya,dia mempunyai tujuan dan dia tidak akan memberi tahu kepada siapapun tentang tujuan nya itu.


Juriyana terlihat sedang duduk di atas sebuah kerusi,base kiamat atau bunker ini tidak terlihat kecil jika dari dalam nya,dan hal tersebut memungkinkan untuk dari luar tetapi apabila dilihat dari dalam,base kiamat ini benar-benar besar.


Juriyana sedikit terheran-heran lebih tepatnya dia baru heran sekarang tentang kenapa dia tidak mempedulikan hal ini dengan lebih cepat, terlebih lagi ini menjadi sedikit lebih luas,padahal pintu yang berada di depan nya itu tidak ada sebelum ini.


Dia meragukan kalau Wiruina Shinzura benar-benar melakukan hal tersebut, Wiruina memiliki keperibadian yang tidak menentukan,dia kadang-kadang sangat mengerikan apabila dia terlalu serius,secara jujur nya Juriyana tidak ingin melihat hal tersebut.


Iaitu Wiruina Shinzura yang terlalu serius kerana hal tersebut benar-benar menganggu diri nya,Juriyana kemudian memandang ke arah Wiruina yang baru sahaja keluar dari balik pintu tersebut.


Angin yang terperangkap—lebih tepatnya oksigen yang terperangkap di dalam ruangan itu pun akhirnya keluar,oleh kerana itu Wiruina ingin sedikit muntah akibat dari perbezaan tekanan.


Wiruina terlihat hanya mengenakan kain tuala sehingga,tetapi dia memakai seluar hanya saja pada bahagian dada nya dia menutupi dengan menggunakan tuala,hal tersebut tidak menganggu nya kerana mereka berdua sama-sama perempuan.


Tetapi apabila dia melihat pemandangan itu, Juriyana ingin memalingkan wajah nya kerana dia bukanlah seseorang yang menyukai sesama jenis, mengingat kalau dia pernah cinta mati pada seseorang, Juriyana itu normal.


Wiruina Shinzura juga merasakan hal yang sama,dia normal dan tidak ragukan lagi kalau dia juga terlihat tidak berkaitan dengan mereka yang menyukai sesama jenis, Wiruina Shinzura.


Wiruina Shinzura terlihat meregangkan tubuh nya sehingga kaki nya sedikit naik ke atas dengan mata yang tertutup serta wajah yang tersenyum,dia memulakan semula langkah kaki nya sambil meninggalkan pintu tersebut dengan terbuka tanpa mempedulikan nya.


"Ahh~ nikmat nya!!..kalau kau nak masuk,masuk lah Juriyana."


Juriyana dia mention di situ,tetapi untuk beberapa saat dia terdiam dan tidak terlalu memandang ke arah Wiruina Shinzura, Juriyana kemudian memandang Wiruina Shinzura lebih tepatnya Wiruina sekarang berada di samping nya dan sedang mengelap rambutnya yang basah.


Namun jarak mereka terlalu jauh sehingga percikan air yang keluar tidak banyak yang mengenai Juriyana,ada yang mengenai nya sedikit tetapi itu tidak banyak dan Juriyana terlihat tidak terlalu terganggu dengan hal tersebut.


Juriyana berkata sambil wajah nya terdapat beberapa percikan air, meskipun tidak banyak tetapi dia dapat merasakan sesuatu yang tidak selesa di wajah nya,jujur sahaja air bekas orang itu menjijikan,apatah lagi baru mandi.


"Aku akan masuk tetapi tolong hentikan itu..dan juga..aku tidak diberitahu kalau kau ada mengubah tempat ini..jangan membuat aku terkejut Wiruina Shinzura."


Dia tidak marah hanya saja dia mengatakan hal tersebut dengan serius, Wiruina Shinzura pun berhenti mengelap rambutnya nya dia memutar tubuh nya dan tuala yang sekarang berada di leher nya menutup dada nya sehingga hanya terlihat bahagian pusat nya.


Rambut nya sedikit tidak teratur dan hal itu benar-benar membuatkan pemandangan yang di pandang oleh Juriyana menjadi kacau,dia tidak mengatakan sesuatu tentang rambut tetapi dia mengatakan cara pemakaian Wiruina Shinzura yang hanya mengenakan seluar pendek berwarna biru selepas mandi.


Tidak memakai baju dan menutupi kedua-dua belahan dada nya dengan kain tuala, Juriyana terlihat memalingkan wajah nya dengan eksperesi serta emosi yang serius,dia tidak tertarik dengan hal semacam ini sampai bila-bila pun dia akan mencintai lelaki yang hidup 2 tahun yang lalu.


Juriyana berkata sambil diri nya duduk di atas kerusi, menaikkan kaki nya ke atas paha kaki kiri dan sekarang kaki nya menyilang,dia juga melakukan hal yang sama pada tangan nya,dengan gaya yang terlihat sangat hebat itu dia berjaya menyakinkan Wiruina Shinzura untuk menjaga cara pemakaian nya itu meskipun mereka sama-sama perempuan dan meskipun baru lepas mandi tetap sahaja itu adalah hal yang tidak boleh.


"Wiruina..jaga lah pemakaian mu..aku tidak ingin melihat nya lagi."


Wiruina Shinzura berkata sambil diri nya memasang wajah yang bingung,dia juga tidak ingin lebih faham tentang apa yang perempuan di hadapan nya maksud nya, Wiruina Shinzura memiringkan kepala nya ke arah kanan sehingga ekspresi kebingungan nya itu benar-benar kena dengan situasi nya sekarang.


"Eh?? apa yang kau maksudkan? aku akan segera pakai baju tahu..tetapi kau yang menahan aku sekarang."


Juriyana seketika malu ke seluruh pelusuk wajah—bahkan tubuh nya,seluruh wajah nya memerah dan sekarang dia dengan cepat bangun dan berdiri tegak di hadapan Wiruina Shinzura yang tidak mengenakan baju.


Wiruina Shinzura seketika terkejut dan eksperesi nya benar-benar menunjukkan hal tersebut,dia sedikit mundur dan tangan nya naik berada di posisi kanan, kedua-dua tangan nya lebih tepat.


Wiruina Shinzura berkata sambil wajah terkejut nya masih lagi tidak hilang dan tertahan di situ perasaan nya berjalan sesuai dengan emosi nya, tidak dilupakan juga wajah nya.


"Eh?? kau kenapa? jangan buat aku terkejut!"


Dia sedikit memarahi Juriyana yang tiba-tiba melakukan hal tersebut, Juriyana berkata sambil wajah nya memerah dan berjalan berlari menuju ke arah pintu,pintu yang Wiruina Shinzura keluar tadi.


Dia meninggalkan kerusi tersebut dan meja itu, tidak dilupakan juga secawan kopi yang dia buat juga ditinggalkan di situ sehingga air itu akan menjadi sejuk jika tidak segera diminum.


"A-Aku ingin m-mandi!!"


"O-Ouh okay! kain tuala nya sudah ada di dalam!"


Mereka saling menjerit kerana masing-masing tidak memahami situasi masing-masing, Wiruina Shinzura menghilangkan eksperesi terkejut nya dan dia gantikan kepada eksperesi pelik,ini sama sahaja seperti tadi.


Wiruina Shinzura menyilangkan tangan nya dan pandangan nya juga tertuju ke arah secawan kopi yang di buat oleh Juriyana tadi, meskipun tidak sesedap punya Wiruina Shinzura tetapi Wiruina memahami bakat yang dimiliki oleh Juriyana dan dia benar-benar ingin menjadi seperti Juriyana.


Iaitu seorang Multitalent.


"Kenapa dengan perempuan itu?...lihat lah dia bahkan tidak meminum habis kopi nya."


Wiruina Shinzura menghulurkan tangan nya kepada cawan kopi tersebut dan perlahan-lahan dia memasukkan celah lubang yang ada di cawan kopi tersebut, jari-jari nya bersatu dan tenaga yang datang dari apa yang dia makan tertumpu pada kekuatan jari tersebut.


Kerana Wiruina Shinzura tidak ingin menjatuhkan cawan kopi itu,demi apapun.


Wiruina Shinzura memandang ke arah cawan kopi tersebut dengan pandangan yang kosong,dia kemudian menutup mata nya dan perlahan-lahan mendekatkan bibir nya dengan air kopi itu.


Sebelum air kopi itu benar-benar diminum oleh diri nya,dia berkata dengan suara yang perlahan tetapi apabila ada orang didekati nya maka orang tersebut akan segera mendengar hal tersebut.


"Perempuan..yang aneh."


Wiruina Shinzura kemudian meminum air kopi tersebut,dia dapat merasa sensasi air kopi yang sangat manis di dalam mulut nya,lidah nya dapat merasakan sebuah rasa yang baru bagi nya,air kopi ini tidak seperti biasa yang dia minum.


Wiruina mula menunjukkan eksperesi di saat dia meminum air kopi tersebut tanpa ragu,dia tidak menyangka akan keluar rasa yang seperti ini,akan lebih bagus jika dia merasa ini tidak akan diminum agar dia tidak mengetahui rasa nya.


Tetapi pada masa yang sama dia merasa kalau rasa ini adalah rasa yang terbaik dan dia tidak ingin melepaskan rasa ini kepada siapa-siapapun, Wiruina kemudian kembali menutup mata nya dan terlihat leher nya bergerak,itu menandakan kalau air kopi itu sedang melalui trakea nya dan perlahan-lahan memasuki saluran pencernaan.


Meskipun kopi tersebut hanya akan diambil menjadi tenaga tetapi zat yang buruk juga akan segera di buang jadi Wiruina Shinzura akan mengeluarkan nya lagi dalam 4 jam kemudian.


Ginjal manusia akan memproses air yang diminum dalam kurun waktu 4 jam,dan sangat tidak masuk akal untuk seseorang meminum air lalu terus mengeluarkan nya,itu terdengar seperti orang yang tidak berpendidikan.


Untuk mereka berdua iaitu Wiruina Shinzura dan juga Juriyana Mirai yang memiliki otak yang mengalahkan manusia biasa,mereka sangat membenci orang yang tidak memiliki pendidikan,entah kenapa rasa geram mereka naik apabila mendengar seseorang mengatakan sesuatu yang logik jadi tidak logik.


Tetapi untuk sekarang Wiruina Shinzura tidak perlu merisaukan apa-apa kerana base kiamat nya sudah aktif dan tidak akan ada makhluk yang dapat menyentuh base kiamat ini selain mereka, apabila ada maka akan ada Volt elektrik yang mengalir masuk ke dalam tubuh mereka.


Yang membuatkan mereka mati seketika, Wiruina Shinzura yang sedang meminum kopi itu sudah memikirkan hal ini semasa sebelum dia melakukan base ini,cara tentang bagaimana kalau mereka adalah makhluk kuat? dan dia menggunakan pengetahuan modern dari laptop nya.


Yang entah dari mana dia mendapat hal tersebut padahal itu adalah teknologi dunia Ikaros,sangat tidak memungkinkan untuk ada teknologi dan sains di dunia sihir ini, kebanyakan dari mereka yang menganggap sihir adalah sihir sebenarnya bukan sihir,itu hanyalah sains.


Contoh nya keberadaan virus,api,oksigen, teleport, perpindahan atom.. apabila mereka teleport pergi ke satu tempat sebenarnya atom mereka berpisah melewati partikel udara dan tanpa kecacatan kembali semula ke tempat asal atom itu berada.


Api juga tidak akan bernyala jika tiada oksigen atau di dalam bahasa kimia benda yang tidak dilihat namun di rasa ini dipanggil sebagai 02.


Wiruina Shinzura kemudian mengosongkan fikiran nya kerana di hari ini serta saat ini juga dia sudah banyak berfikir tentang benda sehingga dia sedikit kepenatan,walaupun tadi baru lepas mandi dia merasa sangat nikmat tetapi dia harus menerima hakikat kalau dia akan segera mengalami sakit-sakit badan lagi.


Wiruina Shinzura kemudian menjauhkan cawan kopi tersebut dari bibir nya sehingga dia dapat melihat isi cawan tersebut menunjukkan kalau air kopi tersebut tinggal setengah dan hanya itu sahaja yang tersisa, Juriyana akan sedikit marah akan hal ini dan dia sudah dapat menvisualkan keadaan itu di dalam otak nya.


Wiruina Shinzura kemudian meletakkan secawan air kopi tersebut di atas meja tempat di mana kopi itu berada, Wiruina kemudian berkata sambil mengalihkan tubuh nya berjalan ke arah sebuah pintu.


"Tetapi..sampai bila kami akan berada di sini..mahu dilihat bagaimana pun kami tetap manusia meskipun bekalan makanan kami cukup untuk 50 tahun tetapi aku tidak yakin akan berakhir dalam waktu terdekat,paling dekat pun mungkin 150 tahun..itu pun paling dekat..belum lagi paling lama,jika hal itu benar-benar terjadi maka..kami dalam bahaya..aku mungkin akan melakukan sesuatu nanti."


Sambil wajah tanpa eksperesi atau wajah yang tidak memiliki emosi, Wiruina Shinzura menjadi sedikit serius dan apa yang dikatakan oleh Juriyana itu benar,jika Wiruina Shinzura serius dia sangat menakutkan.


Juriyana ingin serius di waktu Wiruina Shinzura serius tetapi dia tidak ingin saat dia bersantai Wiruina Shinzura malah serius,itu sedikit tidak adil di fikiran nya, untuk beberapa alasan dia akan mati apabila melakukan hal tersebut.


Langkah kaki Wiruina Shinzura menjadi satu per satu dan terhenti apabila dia sampai di satu bilik di hadapan nya,pintu bilik tersebut terlihat di perbuat daripada besi sehingga tidak mungkin akan dipecah dengan senang, setidaknya itu adalah yang difikirkan Wiruina Shinzura.

__ADS_1


Juriyana Mirai tidak tahu bagaimana kondisi pintu besi itu jika hancur, mungkin untuk beberapa kali Wiruina Shinzura pernah melihat pintu tersebut hancur berkecai, mungkin ada kaitan nya dengan masa lalu nya tetapi dia tidak berniat ingin memberitahu siapa-siapapun termasuklah Juriyana Mirai kerana hubungan mereka hanya sebatas aliansi.


Atau mungkin masing-masing dari mereka menganggap kalau mereka adalah kawan tetapi mereka tidak ingin saling jujur kerana mereka tidak ingin mendengar kan respon negatif seperti itu "siapa yang ingin menjadi kawan mu, bodoh" dan sebagainya, sudah jelas dia tidak ingin kan hal ini.


Wiruina Shinzura boleh-boleh sahaja kerana base ini milik nya,dia boleh sahaja menghalau Juriyana Mirai dari sini dan membiarkan diri nya mati di bunuh oleh makhluk berambut putih bertopeng itu tetapi kerana Juriyana akan berguna di masa depan dan Juriyana juga tidak melakukan masalah yang merepotkan diri nya maka dia tidak akan melakukan tindakan yang seperti itu.


Juriyana jauh lebih jika ingin dibandingkan dengan Wiruina Shinzura jadi jika situasi itu benar-benar datang maka Wiruina Shinzura mungkin akan mengalami patah tulang pada kaki dan tangan nya atau mungkin kehilangan kedua-dua anggota tubuh nya tersebut,demi mengelak hal tersebut dia sudah fikiran beberapa strategi untuk situasi itu.


Namun dia harus memikirkan satu hal lagi kalau orang dia lawan itu bukan lah orang biasa, mengingat kalau Juriyana itu mempunyai IQ, pengalaman serta kebijaksanaan yang melebihi diri nya,jika kelebihan tempat tinggal maka Wiruina Shinzura lebih unggul.


Namun segala aspek selain tempat tinggal,maka Juriyana lah yang akan menang,jadi Wiruina Shinzura yang berada di depan pintu juga sudah tidak memikirkan hal tersebut.


Wiruina Shinzura berkata dalam hati sambil diri nya memegang tombol pintu lalu memutar nya perlahan-lahan ke arah tertentu untuk benar-benar membuka pintu tersebut,


Wiruina Shinzura juga masih mempertahankan wajah serius serta datar nya itu,dia mungkin akan berada di situasi ini dalam beberapa minit ke depan.


Dia tidak bermaksud untuk memarahi Juriyana,diri nya sendiri atau pun siapa-siapa pun di sini kerana dia tahu kalau dia masih lemah dari orang di sekitar nya,lebih tepatnya di saat dia berasa kalau dia yang terhebat maka dia akan benar-benar melupakan satu hal.


Iaitu ada langit di atas langit.


"Aku selalu melupakan hal tersebut.. Juriyana Mirai benar-benar orang yang hebat kan?..aku ingin segera mengatasi nya..suatu hari nanti..aku pasti akan segera menjadi lebih hebat dari diri nya."


Mengatakan hal tersebut sambil tertunduk memang lah epik, tanpa eksperesi serta tanpa senyuman justeru akan jadi aneh kalau ada senyuman jadi setidak ada nya senyuman adalah hal yang masuk akal.


Wiruina Shinzura sekarang menaikkan kepala nya sehingga dia dapat melihat bilik nya yang gelap,lalu dia cuba untuk benar-benar melihat apa yang ada di sebalik kegelapan abadi tanpa cahaya ini.


Dan apa yang dia dapat lihat adalah katil,ya itu pun apabila dia benar-benar melihat nya, katil tersebut berada di tepi nya.


Cahaya yang berada di belakang nya itu masuk sedikit ke dalam bilik nya yang gelap meskipun pada kenyataan,tubuh nya menghalangi cahaya lampu,segala sumber cahaya di base kiamat ini,semua nya di cipta kan oleh Wiruina Shinzura,jujur sahaja pada saat Juriyana melihat bola yang dapat menyala dengan terang bahkan mengalahkan lilin,dia terkagum-kagum.


Wiruina Shinzura tidak terlalu ingin membahas hal tersebut kerana menurut nya Juriyana Mirai tidak perlu tahu lagi tentang keberadaan dunia lain atau dunia yang Ikaros tinggal, meskipun begitu Wiruina Shinzura tidak mengenali siapa itu Ikaros bahkan tidak pernah bertemu dengan nya,jadi hal tersebut sama sekali tidak menganggu nya.


Yang dia inginkan hanyalah serba sedikit informasi yang masuk ke dunia ini,salah satu nya laptop tersebut yang sedang berada di atas meja,tetapi laptop tersebut berada di dalam keadaan tertutup.


Wiruina hampir tidak dapat melihat nya akibat daripada gelap nya bilik itu, dengan pandangan yang sudah berubah memiliki eksperesi dia memandang ke arah sebuah suis yang melekat di dinding nya itu.


Apabila jari telunjuk nya sudah benar-benar menyentuh suis itu,dia menekan sehingga suis tersebut ke bawah dan cahaya di dalam bilik nya itu terus bernyala tanpa menunjukkan sebarang tanda-tanda akan tertutup kembali.


Wiruina berkata sambil tersenyum kecil,dia juga memandang ke arah mentol lampu yang bulat tersebut.


"Elektrik yang terus berpusing..ya?"


Wiruina Shinzura sudah serba sedikit mempelajari tentang elektrik jadi dia tidak akan mudah dibodohi oleh siapa-siapa pun di dunia ini,itu pun jika mereka semua mengetahui tentang keberadaan elektrik.


Wiruina Shinzura kemudian memandang ke arah laptop nya itu lalu dia masuk ke dalam bilik nya dengan mula langkah kaki kanan,dia lebih mengutamakan laptop nya berbanding ingin memakai baju lalu berbaring di atas katil,dia tidak perlu susah-susah cari baju untuk dipakai kerana hal tersebut sudah di persiakan oleh Juriyana.


Kebiasaan buruk Wiruina Shinzura sudah diprediksi oleh Juriyana jadi dia mencari baju


lebih awal dan menyuruh Wiruina Shinzura untuk segera memakai baju,tetapi Wiruina Shinzura tidak mungkin akan menuruti perkataan nya,jika itu terjadi maka Juriyana tidak akan melihat Wiruina Shinzura meskipun itu sama-sama perempuan kerana itu aneh!


Jangan normal kan benda-benda seperti itu! berpelukan perempuan dengan perempuan lalu berpegangan tangan, apabila lelaki yang melakukan tindakan tersebut maka pemikiran negatif akan segera muncul.


Wiruina Shinzura berkata sambil diri nya duduk di hadapan meja lalu membuka laptop nya yang berwarna hitam,laptop nya tidak memiliki apa-apa jenama ataupun logo, setidaknya untuk sekarang.


Jika ingin dibandingkan dengan zaman Ikaros maka milik Wiruina Shinzura ini lebih lama,atau lebih tepatnya ketinggalan zaman, Wiruina Shinzura ingin menukar nya tetapi dia sedar kalau di dunia ini hanya ada satu laptop iaitu yang sedang dia pegang.


Wiruina Shinzura berkata sambil tersenyum kecil, dia juga memandang ke arah baju dan seluar yang sudah diletakkan di atas katil nya,


"Hm~..kawan yang baik."


Dari sini sudah jelas Wiruina Shinzura menggangap nya sebagai seorang kawan dan bukan hanya sebatas aliansi, Juriyana Mirai sepatutnya lebih bersyukur untuk diri nya sendiri atau siapa-siapa pun itu kerana dia akan selamat dari kiamat ini.


Wiruina Shinzura kemudian membuang senyuman nya lalu dia melihat ke arah skrin laptop nya sudah menyala dan menampil kan sebuah web site yang berisi tentang dunia lain, Wiruina Shinzura tidak berniat ingin membaca nya, dia ingin menunjukkan hal ini kepada Juriyana, maksud nya tentang berita ini tetapi Juriyana mungkin akan terkejut apabila pertama kali dia melihat benda ini jadi akan memakan waktu untuk memberi penjelasan kepada Juriyana Mirai,belum lagi ingin menunggu Juriyana faham.


Wiruina Shinzura bangun dan diri nya berbaring di atas katil dan dia juga menindih pakaian yang sepatut nya dia pakai dengan hanya membekalkan tuala,dia benar-benar tidak malu berada di posisi tersebut.


"Baiklah..sudah waktu nya untuk bangkitkan dia.. Juriyana juga sudah bersetuju dengan hal ini.. selepas mandi kami akan bangkit dia..tidak lain dan tidak bukan ialah gadis berwarna merah."


DI SISI JURIYANA MIRAI


Juriyana Mirai masuk ke dalam bilik air dan dia tidak menyangka dia akan melihat pemandangan itu,dia sepatutnya lebih tegas kepada Wiruina Shinzura tetapi tetap sahaja dia tidak ingin melihat Wiruina serius atau semacam nya kerana hal tersebut benar-benar menganggu nya.


Lagipula dia boleh selamat dari paradise yang menjadi neraka adalah kerana diri nya iaitu Wiruina Shinzura jadi sangat tidak mungkin dia tidak akan berterima kasih pada Wiruina Shinzura.


Juriyana berkata dengan wajah yang sudah mula redha dengan keadaan, dia mengeluh pada diri nya sendiri atas kepenatan yang dia alami selama ini iaitu menguruskan Wiruina Shinzura yang kadang-kadang perangai nya mengalahkan anak-anak.


"Dia sepatutnya boleh menguruskan nya.. tetapi perempuan itu malah bertindak mengikut kepala nya..kawan yang susah."


Juriyana juga mengakui kalau mereka adalah rakan atau kawan,akan sangat menyusahkan jika hanya salah satu dari mereka yang menganggap kawan,pasti tidak akan ada keseimbangan kasta di dalam sebuah interaksi individu.


Manusia berinteraksi dengan orang yang menurut mereka layak untuk berinteraksi,mereka akan memasang wajah senyuman,ceria, perasaan yang berbunga-bunga, fikiran positif,bercakap lemah lembut,berucap seolah-olah tidak pernah berkata kasar.


Manusia akan selalu melakukan hal tersebut, Juriyana selalu memikirkan hal ini dia pernah melihat beberapa kali pada orang yang sama namun situasi nya ada dua iaitu orang yang bernama A sedang bercakap dengan orang yang menurut nya nyaman untuk berinteraksi dan membangun sebuah hubungan.


Tetapi apabila A ini bertemu dengan orang yang menurut nya susah untuk berinteraksi di tambah lagi susah untuk membangunkan hubungan antara A dengan orang tersebut


maka dia akan menghindari orang itu,itu adalah pilihan pertama.


Terdapat juga pilihan kedua dan ketiga namun jika orang itu masih ramah dengan diri nya maka mungkin akan sangat berlebihan apabila diri nya melakukan tindakan kedua,dia harus lebih menggunakan otak nya yang kecil untuk menghargai orang lain.


A setidak nya harus menghargai dengan menyapa nya meskipun dari lubuk hati nya yang terdalam dia benar-benar tidak menyukai orang ini, baiklah pilihan ketiga pula adalah membenci nya.


Juriyana ingin melakukan pilihan ketiga kepada setiap orang yang dia temui—lebih tepat nya dia sudah melakukan nya namun setakat ini hanya ada dua orang yang berhasil tidak memasuki kawasan 3 milik Juriyana.


Jantina mereka masing-masing berlawan sehingga sangat tidak mungkin untuk mereka dianggap sama,mereka hidup di zaman yang sama hanya saja satu nya lagi sudah benar-benar pergi dan meninggalkan dunia ini,satu nya lagi tadi baru ditegur oleh Juriyana.


Juriyana kemudian membuka mata nya sehingga diri nya dapat melihat keadaan bilik mandi yang agak berbeza dari sebelum ini,pada saat dia masuk ke sini sebelum ini


bilik mandi tidak semewah ini.


Juriyana sedikit terpana dengan apa yang berada di hadapan nya iaitu satu kaca yang besar dan melebar di antara yang lainnya,mereka masing-masing memancarkan cahaya atau lebih tepatnya pantulan bayang-bayang Juriyana.


Juriyana berkata dengan suara yang perlahan dan dia juga terkagum-kagum melihat cermin itu yang meskipun besar serta di tekan dari bawah,tidak pecah.


"H-Hebat..apa ini? cermin nya tidak pecah? apa yang membuat kan nya tidak pecah?"


Juriyana kemudian melihat ke arah samping nya yang terdapat sebuah bak mandi berwarna putih sangat identik dengan dunia modern,iaitu dunia Ikaros tinggal meskipun tahun itu sudah berada di abad ke-22.


Juriyana kemudian mendekati ke arah bak mandi itu dia terpana melihat hal tersebut kerana di dalam bak mandi itu sudah ada air sabun yang siap untuk berendam.


Juriyana berkata sambil diri nya mendekati bak mandi itu lalu mengambil jubah mandi yang tersangkut di sebuah tempat di ruangan tersebut,sudah tentu Juriyana terlebih dahulu membuka pakaian nya dan dia membiarkan pakaian hitam nya itu berada cukup jauh dari bak mandi.


"Wah..kelihatan nya segar! baiklah aku akan bersenang supaya aku lebih semangat waktu kerja nanti!."


Terlihat setiap inchi tubuh Juriyana terlihat, sebelum ini rambut nya berwarna putih silver dari akibat dia warna kan namun sekarang berwarna hitam kerana dia sudah tidak berniat ingin memakai rambut warna putih.


Juriyana lebih menyukai warna hitam sekarang,jangan sama kan diri nya yang sekarang dengan yang dulu,paha Juriyana terlihat sangat halus dan putih bahkan paha nya memantulkan cahaya apabila mengenai cahaya.


Paha nya cantik,pinggang nya juga cantik memang sangat sesuai dengan diri nya, Juriyana tidak tahu kenapa dia mendapat kan tubuh yang sempurna ini dan di idamkan oleh orang ramai padahal dia dengan mudah mendapat kan nya tanpa melakukan sesuatu yang istimewa.


Juriyana sepatutnya lebih bersyukur,namun ingin di buat bagaimana pun itu adalah hal yang muktamad dan dia tidak berbohong tentang hal tersebut kalau dia tidak melakukan apa-apa pun pada tubuh nya.


Juriyana tersenyum dan sekarang dia memakai jubah mandi nya itu dengan selesa seluruh tubuh nya tertutup dengan rapi,dia tidak tahu kenapa ini terlalu selesa tetapi benar-benar menyukai hal ini, terlebih lagi ini ada dua set.

__ADS_1


Dia sepatutnya lebih memakai nya lagi—tidak,tidak dia hanya akan kepanasan.


Juriyana yang memakai jubah mandi serta rambut hitam nya itu pun masuk ke dalam bak mandi,dengan perlahan kaki kanan nya masuk ke dalam bak mandi.


Dia merasakan sebuah nikmat apabila air dan sabun yang menjadi satu membersihkan segala kekotoran yang ada di celah-celah kaki nya,kaki kanan nya mula bersih.


Juriyana berkata sambil tersenyum kecil dan diri nya memasukkan pula kaki kedua selepas posisi pertama nya menjadi lebih seimbang.


"Ahh~ ini menjadi lebih nikmat saat kedua-dua kaki masuk ke dalam bak mandi,ini memang benar-benar terbaik di antara yang terbaik! aku setidaknya harus memiliki satu di rumah!"


Dia sedar kalau dia sudah tidak memiliki rumah, Juriyana yang mula menyadari hal tersebut pun duduk di dalam air dan segala pelusuk tubuh nya yang tenggelam di dalam air sabun dapat dia rasakan meskipun dia memakai baju tersebut.


Padahal itu adalah baju yang dipakai selepas mandi tetapi Juriyana terlihat tidak tahu cara untuk memakai nya, seseorang yang bernama Wiruina Shinzura pula tidak ingin membantu nya.


Juriyana berkata dengan wajah yang datar dan penuh dengan aura negatif,dia juga tidak mengetahui apa yang sedang terjadi pada diri nya sampai-sampai dia dengan cepat mengubah perasaan serta mood nya, Juriyana kalau membicarakan masa lalu pada sesetengah masa dia akan segera menjadi seperti ini.


"Ya..itu betul aku tiada rumah..tiada mak ayah..jadi?..apa yang aku fikir kan?"


Dengan wajah yang masih terlihat seperti orang stres,dia tersenyum kecil tetapi senyuman itu bukannya senyuman yang ikhlas,itu adalah senyuman terpaksa di mana dia pasrah pada keadaan dan juga menerima kenyataan kalau dia tidak pernah mengenali ibu bapa nya.


Sudah 20 tahun dia hidup tetapi dia tidak pernah melihat orang tua nya bahkan mendengar suara mereka,..itu yang mereka fikir tetapi Juriyana berada di situasi yang jauh lebih teruk! di mana dia bahkan tidak tahu ibu bapa nya hidup lagi atau tidak.


Juriyana ingin menangis tetapi sebelum ini dia sudah benar-benar melakukan hal tersebut dan dia tidak akan melakukan nya lagi,dia hanya ingin membunuh mereka menanyakan alasan nya kenapa dia di lahirkan lalu membunuh mereka,hanya itu sahaja tidak lebih dan tidak kurang.


Dia tidak mengharapkan kehidupan semula seperti keluarga bahagia,dia hanya ingin terus maju.


Juriyana kemudian mendekat pada bahagian belakang bak mandi,dia berhenti apabila tubuh nya benar-benar benar merasakan hal tersebut iaitu perbatasan bal mandi dengan dinding.


Juriyana sedikit berbaring di situ tanpa perasaan dan serta kepala nya menghadap ke arah hadapan sehingga dia dapat melihat mentol lampu yang menyala terang,serta membuatkan mata nya sedikit sakit, sejujurnya dia terganggu tetapi jika dia menutup mata nya maka dia benar-benar tidak terganggu.


Juriyana menaikkan tangan nya ke arah atas,telapak tangan nya menutup cahaya lampu sehingga diri nya benar-benar tidak dapat melihat cahaya tersebut sepenuhnya,tangan nya ibarat bulan dan cahaya nya ibarat cahaya matahari.


Bulan menutupi matahari dan terjadi lah...


"Gerhana matahari..terjadi dalam beberapa waktu yang terakhir."


Juriyana kemudian melihat lagi ke arah tangan kanan nya yang sedang menegak dan


menutupi cahaya,kali ini sorotan mata nya menjadi sedikit lebih tertutup sehingga cahaya yang dapat ditangkap oleh mata nya semakin berkurang.


Penglihatan nya meredup,otak nya tidak dapat memproses setiap gambar yang dilihat sehingga Juriyana menjadi terdiam seketika.


Juriyana kembali membuka mata nya tetapi tangan nya masih tetap berada di dalam posisi nya dan tidak berubah sedikit pun, Juriyana berkata sambil diri nya menjatuhkan tangan kanan nya,


Tangan juga sekarang merasakan air sabun sekali lagi.


"Jika ini adalah permainan maka..aku yang akan menang..jika ini juga adalah teka teki maka aku yang akan menang..?.. Juriyana Crena.. benar-benar..wanita yang baik."


Crena mungkin pernah mengatakan hal tersebut kepada diri nya, Juriyana hanya mengingati separuh tentang Crena selebihnya dia sudah lupa.


"Maaf..aku hanya melupakan sesuatu yang buruk tentang mu, melupakan segala kejahatan mu dan hanya mengingat kebaikan mu kepada diri ku,kau memang baik."


Juriyana berani berkata kalau dia tidak akan pernah menjumpai perempuan atau lelaki yang sebaik Juriyana Crena, Juriyana—tidak! Mirai adalah seorang yang menyanyangi Juriyana Crena,jadi dia sangat shock apabila Crena mati.


Mirai sempat ingin menjadi orang jahat kerana dia tersakiti pada ketika itu,membakar rumah itu membunuh semua orang, setidaknya Juriyana Mirai merasakan hal tersebut.


Juriyana terlihat tidak mempedulikan lagi masa lalu nya tetapi sampai bila-bila pun dia tetap akan mengingat masa lalu nya ini, Juriyana kemudian menaikkan kepala nya sehingga dia tidak lagi menatap cahaya yang sangat terang itu.


Dia kemudian bangun perlahan-lahan dari bal mandi,air yang terserap masuk kemudian turun kembali ke dalam bal mandi kerana graviti planet,Juriyana merasakan kalau tubuh nya sekarang sedikit berat sehingga dia tidak merasa kalau dia akan seimbang.


Juriyana berkata sambil diri nya memulakan langkah kaki untuk keluar dari bak mandi diri nya mendapati sesuatu kalau rasa berat itu semakin lama semakin menghilang.


"Sudah waktu nya kan? waktu pembangkit..si gadis serba merah ya?..manusia boleh membangkitkan nya tetapi tiada siapa yang berani kerana ada khabar angin yang mengatakan kalau sesiapa sahaja yang membangkitkan si gadis serba merah maka mereka akan mati,..setelah dia bangun akan sangat senang untuk memanggil anggota yang lain."


Juriyana kemudian membuka baju mandi nya itu kemudian baju nya tersebut jatuh ke atas lantai dan perlahan-lahan membasahi keadaan di sekitar, Juriyana berkata sambil diri nya tidak mengenakan apa-apapun di tubuh nya sehingga tubuh nya yang terlanjang bulat terlihat dengan sangat jelas.


"Malam yang gelap akan segera datang dan pada saat itu lah mereka yang memiliki taring tajam dan bermata merah akan segera datang."


Mungkin dia memaksudkan kalau King True Vampire adalah orang nya,iaitu orang yang dia anggap sebagai makhluk 300 tahun yang baru mungkin situasi akan menjadi lebih buruk dari 300 tahun yang lalu mengingat kalau tiada pahlawan atau apapun penyelamat pada kali ini.


Manusia dan makhluk hidup lainnya harus menerima hakikat iaitu mati di sini.


Juriyana sudah tentu tidak akan dengan mudah melakukan hal tersebut bahkan jika harus dia tidak ingin mati di tangan King True Vampire.


Juriyana hanya ingin kebahagiaan...mungkin.


Tiada siapa yang tahu tentang pemikiran wanita yang satu ini, setidaknya untuk sekarang Juriyana ingin melakukan sesuatu yang boleh diterima oleh Wiruina Shinzura.


WIRUINA SHINZURA


Wiruina Shinzura terlihat sedang duduk di atas kerusi dan punggung nya perlahan-lahan dapat merasakan kerusi kayu yang dia duduki,dia hanya ingin mendapatkan keselesaan.


Wiruina berkata sambil diri nya menunggu dan memandang ke arah pintu bilik air, dia juga memindahkan cawan air kopi tersebut pada bahagian lain, bahagian itu juga hampir mendekati kerusi yang akan diduduki oleh Juriyana.


Pada saat ini Wiruina mengenakan baju tidur yang berwarna pink,ada juga beberapa corak pelik di baju tersebut sehingga tidak akan difahami oleh orang lain, Wiruina Shinzura juga tidak berharap kalau orang-orang memahami nya.


"Ahh~ Juriyana lama nya.."


Wiruina Shinzura sedikit mengeluh pada diri nya sendiri,dia ingin segera menyelesaikan ini namun dia tidak akan boleh apabila dia melakukan nya sendiri,jadi mahu tidak mahu dia harus menuruti Juriyana Mirai.


Lebih tepatnya menunggu nya sehingga benar-benar selesai mandi,padahal jika ingin dibandingkan dengan diri nya da Juriyana mandi maka orang-orang akan menjawab kalau Wiruina Shinzura ialah orang yang paling lama mandi.


Orang tipe paling lama mandi biasanya akan dibenci oleh kebanyakan orang,bahkan dari segala aspek di dunia ini, Wiruina Shinzura tersenyum ke arah pintu apabila pintu itu dibuka dan keluar seseorang individu yang berpakaian masih sama seperti tadi.


Iaitu Juriyana Mirai, yang sudah siap mandi tetapi tidak seperti sebelum ini dia tidak melakukan rutin seperti Wiruina Shinzura,iaitu keluar tidak memakai baju.


Terlihat di wajah serta tubuh nya sudah kering,Juriyana benar-benar hebat dalam hal mengeringkan tubuh nya, Juriyana layak mendapat kan hadiah,Juriyana berkata kepada Wiruina Shinzura yang tersenyum memandang ke arah diri nya.


"Kenapa? sudah lama menunggu ku? maaf sahaja,jadi mari kita mulakan."


"Tidak,tidak..aku ada banyak waktu..jadi mari kita mulakan lihat lah di belakang ku."


Di ruang kosong yang berada di belakang Wiruina Shinzura terdapat sebuah lingkaran lukisan berwarna merah.


Juriyana kemudian mendekati lingkaran lukisan itu dan wajah nya sedikit terpana kerana hal tersebut,dia pun berkata sambil memandang ke arah Wiruina Shinzura yang sudah berada di samping nya sambil menyilangkan kedua-dua tangan nya.


"Ini kan?...ritual memanggil si gadis serba merah...jadi dia memang benar-benar ada di dunia.."


"Lebih tepatnya masih ada..aku tidak tahu bagaimana rupa nya tetapi buku mengambarkan dia makhluk yang mengerikan,lebih tepatnya wanita yang mengerikan, untuk sekarang aku dapat merasa sesuatu iaitu semua anggota kelompok ini akan dipenuhi oleh perempuan dan tiada lelaki."


"Kumpulan yang menyokong keberadaan King Of Demon ya?...6 Kerakusan Dosa!"


Wiruina Shinzura kemudian menghulurkan tangan nya ke arah lingkaran yang dia lukis, Juriyana juga ikut turut melakukan gerakan yang sama,sampai lah mereka akan berhenti hingga selesai.


Wiruina Shinzura berkata dengan mata yang tertutup, melihat Wiruina melakukan tindakan yang seperti itu Juriyana juga melakukan tindakan yang sama.


"Wahai dosa yang malas,muncul lah diri mu di hadapan aku,aku menyeru mu kembali ke dunia ini setelah 300 tahun lama nya! bangun! bangun!"


Dengan tiba-tiba muncul sebuah cahaya merah yang membuat kan seisi ruangan menjadi sangat terang, sampai-sampai tidak dapat dilihat oleh siapa-siapa pun.


Namun setelah cahaya mereda,mereka melihat seorang gadis yang berpakaian serba merah,mata merah dan juga rambut merah sedang duduk di hadapan mereka sambil menatap mereka dengan penuh kemalasan.


Wiruina tersenyum kecil,dia kemudian berkata sambil pandangan Wiruina Shinzura dan juga perempuan merah itu masih lagi tidak terputus.

__ADS_1


"Ini lah dia! ini lah dia! salah satu dari anggota 6 Kerakusan Dosa!! iaitu Dosa Kemalasan dan gelaran nya sekarang ialah si gadis merah!"


TO BE CONTINUE


__ADS_2