New World Volume 5

New World Volume 5
Chapter 2 [Pertemuan Raja Dengan Si Gadis Merah]


__ADS_3

DOSA KEMALASAN


JURIYANA MIRAI DAN WIRUINA SHINZURA


Mata mereka mula memaparkan sebuah pemandangan yang tidak pernah mereka lihat sebelum ini,ini adalah pertama kali nya mereka melihat makhluk yang sudah hidup selama 300 tahun lebih,lebih tepatnya 300 tahun yang lalu.


Juriyana Mirai yang melihat hal tersebut terkejut namun dia masih lagi dapat mengendalikan emosi nya sehingga diri nya tidak akan dicap jakun di situ,Juriyana yang berada di samping Wiruina Shinzura kemudian menjatuhkan tangan nya sesaat selepas ritual mereka sudah selesai.


Juriyana kemudian mengembalikan posisi tangan nya seperti semula lalu dia mengeluh kepada diri nya sendiri,Juriyana berkata sambil diri nya menutup sedikit mata nya sehingga pemandangan diri nya pada gadis berwarna merah itu benar-benar hilang.


"Ahh~ni mengeluarkan mana magic itu benar-benar melelahkan!"


"Itu kerana kau selalu tidak menggunakan nya."


"Arghh"


Pada saat dia mendengar respon yang diberikan oleh Wiruina Shinzura,dia memandang Wiruina dengan sorotan mata yang tidak berpuas hati,dia hanya tidak puas hati dan bukannya ingin benar-benar memarahi Wiruina Shinzura,dia juga cukup mengetahui posisi nya sekarang.


Terlebih lagi mereka harus menyelesaikan masalah yang sudah ada di depan mereka,iaitu seorang perempuan serba merah,persis apa yang diucapkan oleh mereka dan persis apa yang digambar di dalam buku kalau 6 Kerakusan Dosa benar-benar makhluk yang hebat.


Bahkan memiliki rupa paras yang jauh di atas manusia,bukti nya ada di hadapan mereka


Wiruina Shinzura dan Juriyana Mirai memiliki kecantikan yang mengalahkan manusia biasa atau perempuan-perempuan pada umunya sehingga banyak lelaki yang menginginkan diri nya.


Wiruina Shinzura juga merasakan hal yang sama,oleh kerana itu lah dia hanya bersama dengan Haruki sewaktu tu Fixith Kingdom dan tidak terlalu keluar daripada rumah nya,wajah nya yang putih dan mata nya bulat.


Bibir yang merah,yang di maksudkan adalah mereka berdua iaitu Wiruina Shinzura dan juga Juriyana Mirai mereka sangat cantik,tetapi seperti yang dikatakan tadi.


Apa yang di hadapan nya jauh lebih cantik,mata berwarna merah layak nya bulan yang sedang berdarah, pakaian—tidak! gaun yang berwarna merah benar-benar membentang hebat di sekitar nya.


Sehingga apabila mereka berdua ingin berjalan mungkin akan mengalami beberapa kesusahan, Wiruina Shinzura berkata sambil diri nya menyilangkan kedua-dua tangan nya dan dia memasang wajah tersenyum kecil sehingga hal tersebut dilihat dengan jelas oleh gadis merah itu.


Yang menatap nya dengan wajah yang sedikit kebingungan,mata merah nya hanya tertuju kepada Wiruina Shinzura serta reaksi nya tidak terlalu banyak sehingga dia tidak perlu untuk menunjukkan tanda-tanda yang mencurigakan.


"Terima kasih sudah—"


"Jadi? apa yang perlu aku buat?"


Gadis merah itu terlihat memotong ayat Wiruina Shinzura, Wiruina terlihat mengubah reaksi nya menjadi sedikit marah dengan menyorotkan mata nya ke arah gadis tersebut,dengan tatapan yang kosong,dia merasa kalau gadis ini tidak tahu etika sopan santun.


"Tidak boleh kau mendengar kan ayat aku dulu?"


"Tidak,katakan saja..aku tidak ingin terlalu lama berada di sini kerana hal tersebut benar-benar menghambat diri ku.. cepat katakan."


Gadis tersebut hanya menjawab nya tanpa emosi sedikit pun di wajah nya,mata merah nya dan mata hitam Wiruina Shinzura benar-benar tidak terpatahkan,mereka masih sahaja memandang antara satu sama lain, perempuan itu terlihat tidak terganggu begitu juga dengan Wiruina Shinzura sehingga mereka mampu untuk bersembang tanpa sebarang masalah.


"Tahun ini adalah tahun ke-300 iaitu tahun 2007,tahun di mana kau akan bangkit—lagipun kau sudah bangkit sekarang dan juga ada pesaing baru di antara kalian semua.",


Gadis merah tersebut menunjukkan eksperesi yang sedikit terkejut,lebih tepatnya dia menunjukkan eksperesi dan dia tidak terlalu terkejut dengan hal tersebut.


Perempuan itu kemudian bangun dari tempat dia duduk, dia menutup mata mya pada saat kondisi dia ingin bangun,baju nya berwarna merah benar-benar menandakan kalau dia menyukai warna tersebut, Juriyana Mirai sedikit terpana apabila dia melihat Dosa Kemalasan.


Gadis merah ini tidak menyadari kecantikan luar biasa yang dia miliki,jika dilihat dari sudut pandang orang lain maka semua orang akan mengatakan kalau dia cantik tetapi tiada orang yang akan mendekati nya apabila mengetahui kalau dia adalah salah satu anggota 6 Kerakusan Dosa.


Gadis merah sekarang berdiri tegak dan dia sedikit meregang tubuh nya,mata nya masih tertutup sehingga Juriyana dan juga Wiruina masih lagi tidak dapat menatap mata merah milik gadis tersebut,Juriyana sedikit tersenyum lalu dia memandang ke arah Wiruina Shinzura yang sedang fokus.


Wiruina Shinzura masih menunggu untuk mendengar kan respon gadis merah serta dia ingin segera mengetahui hal tersebut, tetapi dia masih menunggu di situ sehingga tiada apa yang akan dapat menghentikan nya.


Juriyana berkata dalam hati sambil mata hitam nya memandang ke arah Wiruina Shinzura yang masih lagi tidak terpatahkan dan dia hanya menatap Wiruina Shinzura yang sedang serius menunggu jawapan dari gadis merah.

__ADS_1


"Wiruina Shinzura...kenapa kau sedikit menakutkan saat serius."


Juriyana kemudian memasang wajah yang datar dan tanpa eksperesi,dia kemudian mengalihkan pandangan nya kepada gadis merah yang sudah siap meregangkan tubuh nya dan dia sekarang membuka mata nya.


Sehingga diri nya serta Wiruina Shinzura dapat melihat kembali ke dalam mata merah milik si gadis merah, Juriyana Mirai tidak dapat berkata apa-apa lagi dalam keadaan ini namun jika suatu saat, keadaan memaksa nya untuk berkata-kata maka pada saat itu lah akan dia lakukan.


Gaun merah gadis tersebut sangat merah sehingga tidak dapat dibezakan dengan darah, penampilan nya yang sangat menawan membuat siapa sahaja yang menatap nya akan tergoda tetapi Juriyana Mirai dan juga Wiruina Shinzura mempunyai yang sangat kuat bahkan lebih kuat daripada aura gadis ini.


"Ouh? pesaing baru ya? terdengar cukup menarik bagaimana rupa nya?"


Wiruina Shinzura tidak terlalu mengingat nya sehingga Wiruina Shinzura menunjukkan eksperesi berfikir yang agak lama sebelum diri nya benar-benar memandang ke arah


Juriyana kerana pada saat itu Juriyana lah yang melihat King True Vampire.


Jadi setidak dia mengingat serba sedikit tentang ciri-ciri King True Vampire,dia melihat nya dan sedikit menelan air liur nya,pada saat itu dia hanya berfikir kalau dia benar-benar tidak bertemu dengan Wiruina Shinzura apakah dia akan menjadi salah satu dari makhluk mengerikan yang berada di sana?


Juriyana tidak mampu untuk membayangkan hal-hal yang seperti itu,jadi apabila dia melihat Wiruina Shinzura yang kebingungan sedang memandang ke arah diri nya, Juriyana memandang ke arah gadis merah yang juga terlihat sedang kebingungan kerana Wiruina Shinzura tidak kunjung menjawab pertanyaan nya.


Juriyana kemudian berkata sambil mata hitam nya bertemu dengan mata merah milik gadis merah tersebut.


"Ouh! ciri-ciri nya ya? dia berambut putih..hanya itu sahaja."


"Informasi mu sedikit sekali,tetapi tidak apa aku juga berterima kasih kepala kalian kerana telah membangkitkan diri aku,tetapi.."


Gadis merah itu berhenti pada pertengahan ayat nya padahal dia ingin mengucapkan ayat nya itu lagi,dia sedikit menundukkan kepala nya sehingga mata merah dia tidak bertemu dengan mata mereka,dia sedikit mengeluh pada saat dia memandang ke arah lantai base itu.


"Ahh~ rambut putih ya?.. mengingat ku kepada seseorang di masa lalu.. tetapi tidak apa lah..kalian ingin aku mengalahkan nya kan? itu kerja yang senang."


"Sudah tentu."


Wiruina Shinzura menjawab nya dengan laju kerana dia ingin gadis merah tersebut segera pergi ke sana dan membunuh King True Vampire tanpa ampun tetapi dia tidak tahu kalau God Family juga sudah mati di tangan King True Vampire,jika mereka berdua mengetahui hal ini mungkin mereka tidak akan memanggil Dosa Kemalasan.


Nama nya ialah Dosa Kemalasan,tidak diragukan lagi itu adalah nama nya dia terlahir dari dosa-dosa manusia yang malas dalam melakukan sesuatu kebaikan,semakin ramai manusia dan makhluk hidup yang malas melakukan kebaikan maka dia akan menjadi semakin kuat.


Tetapi untuk saat ini dia lebih senang di panggil dengan sebuah si gadis merah,kerana seperti yang di tampil oleh penampilan nya kalau di gadis merah memiliki rambut merah darah,mata merah layak nya bulan yang sedang berdarah dan juga pakaian merah.


Dia benar-benar menyukai warna tersebut,gadis merah itu kemudian memandang ke arah mereka berdua dan dia diam untuk seketika tetapi dia tidak menunjuk kan sebarang perlawanan kerana dari awal dia tidak menggangap kalau mereka adalah musuh malahan dia berterima kasih kerana sudah membangkitkan diri nya.


Gadis merah terlihat memandang ke arah atas dan mata-mata mereka sudah tidak lagi bertemu antara satu saka lain,dia meluruskan tulang belakang nya sehingga terlihat jelas kalau tubuh nya sekarang sedang berdiri tegak,mata merah nya tertuju pada besi-besi yang sedang dia lihat,dia sedikit kebingungan tetapi wajah nya terlihat masih tersenyum kecil dan dia tidak menunjukkan sebarang tanda-tanda kalau dia kebingungan.


Justeru tangan nya sedikit melengkung dan telapak tangan nya berada di pinggang nya sehingga dia benar-benar menandakan kalau dia cantik di situ,gaya nya juga seperti gaya orang-orang kaya dan orang-orang hebat,dia tidak bermaksud ingin merendahkan Juriyana Mirai dan juga Wiruina Shinzura.


Tetapi 300 tahun yang lalu, pewaris nya juga seperti ini pada saat diri nya masih hidup juga dia seorang bangsawan yang sombong dan tamak akan duit, Wiruina Shinzura tidak pelik kalau dengan gaya nya itu dia adalah seseorang yang sangat di benci di masa lalu.


Si gadis merah masih lagi mempertahankan gaya nya,tetapi pada saat dia berkata-kata dan memandang ke arah Wiruina Shinzura dia benar-benar mengalihkan arah pandang nya dan lagi-lagi dia sudah tidak dapat melihat besi yang berada di atas nya.


"Wah..? hey? ini apa? dan kenapa kita berada di dalam sebuah kotak besi?"


Wiruina Shinzura kemudian mengeluh,lalu dia memutar tubuh nya dan berjalan menuju ke arah kerusi yang berada di belakang nya,di atas meja tersebut sudah ada teh yang dia b


persiapkan sebelum Juriyana benar-benar keluar dari bilik air.


Ada 3 cawan di situ dan teh nya masih panas akan sangat berbahaya jika di minum hanya sekali nafas,wap yang dikeluarkan dari teko juga masih tidak tidak kunjung hilang.


"Kita sekarang berada di dalam base,sebuah kotak besi yang tidak dapat ditembusi oleh apa-apa pun dari luar dan sangat tidak mudah untuk dihancurkan,bahkan aku ragu nukelar dapat menghancurkan nya."


Gadis merah memandang ke arah Wiruina Shinzura sambil tersenyum kecil dan dia juga membetulkan tangan kanan nya lalu tangan nya itu pergi ke posisi nya semula, apabila dia sudah melihat Wiruina Shinzura yang duduk di atas kerusi.


Dia pun mendekati satu kerusi yang tidak lagi diduduki oleh siapapun, tanpa ragu dia duduk.

__ADS_1


"Eh~? setelah 300 tahun memang banyak hal yang berubah ya? dan juga nuklear itu apa ya? nama nya agak asing,apakah sejenis senjata yang kuat?"


Wiruina Shinzura mengeluh pada permulaan ayat nya dan dia terlihat ingin mengalihkan topik nya kerana dia tidak sepatutnya mengatakan sesuatu tentang nuklear kepada orang yang berada di dunia ini, itu juga merupakan salah satu dari informasi dunia lain,demi menjaga keseimbangan.


"Ahh..itu tidak penting,yang lebih penting sekarang ialah tentang makhluk 300 tahun baru yang muncul, seperti yang dikatakan oleh Juriyana kalau dia berambut putih dan mungkin sahaja memiliki warna mata merah yang sama dengan diri mu..jika saat itu mata merah mu dengan mata merah nya bertemu..apa yang akan segera kau lakukan."


Dengan tiba-tiba muncul sebuah kerusi pada sisi berlawan Wiruina Shinzura duduk lebih tepatnya di hadapan nya, Juriyana kemudian memandang ke arah kerusi tersebut,dia tanpa berkata apa-apa pun duduk di situ,dia berkata dalam hati sambil mendengar topik pembicaraan mereka,dia akan berkata-kata selepas dia benar-benar tahu di mana dia akan boleh memasuki topik.


"Gadis merah menggunakan magic untuk mencipta kan kerusi.. benar-benar hebat."


Itu hanya hal biasa, Juriyana merasa hebat kerana dia terlalu lemah dalam urusan magic ataupun sihir,level nya juga rendah oleh sebab itu dia hanya berada di dalam ibu kota,akan sangat bermasalah jika dia mengikuti satu party atau kelompok penggembara.


Mengingat kalau status nya yang sangat rendah dia pasti akan ditolak oleh party mana pun,hal itu sudah terlihat jelas kerana itu lah yang akan jadi kenyataan jika dia benar-benar memasuki dunia yang seperti itu.


Gadis merah kemudian berkata sambil diri nya memasang wajah yang biasa tanpa eksperesi dan benar-benar membunuh wajah diri nya yang tadi iaitu di saat dia tersenyum kecil pada Wiruina Shinzura.


"Sudah tentu kan? aku akan membunuh nya dan menguasai dunia ini..kalian juga akan menjadi hamba aku..kerana kalian manusia..jadi semoga beruntung."


Dia tersenyum kecil saat mengucapkan ayat-ayat nya,jadi di saat ini pun dia tidak menyesali nya kerana dia mungkin akan benar-benar membunuh Wiruina Shinzura dam juga Juriyana Mirai di saat dia sudah menguasai dunia bersama kelompok nya.


Wiruina Shinzura hanya diam dan menatap ke arah mata merah milik si gadis merah,namun di saat diri nya ingin menatap lebih lama mereka saling terkejut kerana suasana mereka di pecah oleh seorang perempuan lagi yang berada di sana dan tanpa ragu berkata-kata.


"Hahaha..kalau begitu kenapa kau tidak pergi sekarang? apakah kau ketakutan? wahai Dosa Kemalasan?"


Pada saat Juriyana benar-benar tersenyum kejam ke arah diri nya, gadis merah bangun dan mata merah nya benar-benar bersinar


dan dia menatap ke arah Juriyana, tetapi Juriyana tidak sedikit pun ketakutan malahan dia menyilangkan kedua-dua tangan nya dan terus menerus menatap mata merah milik nya.


"Takut? siapa? aku? KENAPA!!"


Dia mengeluarkan eksperesi marah dan seperti nya Juriyana ingin gadis ini segera keluar dari base dan pergi ke tempat yang sepatutnya dia pergi akan sangat berbahaya jika dia benar-benar tidak melakukan tugas nya.


Wiruina Shinzura mengeluarkan eksperesi yang sedikit panik di saat diri nya mendengar gadis merah menjerit,dia tidak menyangka kalau hal ini akan datang secara tiba-tiba, sampai-sampai dia ingin terkencing namun dia mampu untuk menahan nya.


Si gadis itu kemudian menghilang dan tatapan akhir nya masih menatap ke arah Juriyana,mata merah nya benar-benar menusuk masuk ke dalam mata nya sehingga Juriyana tidak ingin lagi dilihat oleh seseorang yang memiliki mata merah.


Wiruina Shinzura memandang ke arah Juriyana dan dia berkata dengan wajah yang berpeluh kerana ketakutan tadi,dia sampai-sampai ingin membunuh Juriyana kerana membuat Dosa Kemalasan marah.


"Woi! apa yang kau lakukan tadi! kalau dia tidak pergi,kita pasti akan dibunuh!"


Juriyana kemudian hanya tersenyum kecil kepada Wiruina Shinzura,lalu dia berkata sambil memandang ke arah Wiruina Shinzura.


"Nuklear nya akan segera meletup!"


KING TRUE VAMPIRE


"Ouh? apa ini tetamu serba merah? untuk apa kau datang ke istana aku?"


"Ouh? istana yang berlubang? tempat berlubang ini kau panggil istana? benar-benar selera yang buruk ya? makhluk baru 300 tahun."


King True Vampire sedang duduk di atas singgahsana sana yang dulu nya milik Xeman Xeli namun sekarang milik nya,dia memandang ke arah gadis yang memiliki warna serba merah di hadapan nya.


King True Vampire berkata dalam hati sambil dia melihat kalau gadis merah itu terus mendekati diri nya dan setelah beberapa saat dia berhenti di satu titik.


"Mula-mula empat orang yang memanggil diri mereka Keluarga Tuhan.. sekarang? gadis merah?"


Gadis merah itu berkata sambil menunjukkan eksperesi tersenyum kejam kepada King True Vampire yang sedang duduk di atas singgahsana.


"Aku adalah salah satu dari anggota 6 Kerakusan Dosa! Dosa Kemalasan!"

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2