
4 MALAIKAT MULIA
Tidak diragukan lagi kalau ini masih di ruangan itu,hanya saja empat orang yang dipanggil 4 Malaikat Mulia ini benar-benar tidak dapat melaksanakan tugas mereka dengan baik.
Farwell ingin memecahkan keheningan yang terjadi di antara mereka tetapi apabila dia melihat keadaan nya sekali lagi,dengan mata nya yang terlihat sudah agak berumur dia dapat melihat kalau Keiyas sedang menunduk serta arah mata nya memandang meja.
Dia meletakkan tangan nya di atas meja seperti tadi dan siku nya menerima tekanan seperti tadi, seperti nya tiada perubahan yang terlalu besar dari cara duduk Keiyas,dengan menggunakan mulut nya dia cuba untuk berkata-kata.
"Jadi? apa tindakan mu? Keiyas?"
Keiyas terdiam sejenak namun selepas beberapa saat suara itu mendominasi ruangan yang bergetar akibat suara itu,dia perlahan-lahan membuka mata nya dan mengangkat kepala nya.
Dia juga menjatuhkan tangan nya ke atas meja, sebelum di benar-benar mengatakan sesuatu.
Dia mengarahkan arah pandang nya kepada Farwell yang sedang memandang ke arah diri nya dengan mata yang penuh dengan tanda tanya, apabila dia cuba untuk memandang ke arah dua orang lagi lelaki yang berada di tepi Farwell.
Dia dapat melihat reaksi mereka yang sudah pulih dari ketawa dan juga senyuman yang kejam, dia juga merasakan hal yang sama
namun perasaan bertarung nya masih lagi tidak pudar,dia ingin bertarung dengan sekuat tenaga pada kali ini.
Dia mengetahui kalau dia tidak memiliki kesempatan kerana perintah dari Tuhan tetapi pada tahun ini kalau tidak mengikuti perintah Tuhan sesekali apakah itu akan menjadi masalah yang besar? itu adalah pemikiran Keiyas,sebesar apakah masalah yang akan terjadi jika diri nya tidak mengikuti perintah dari Tuhan.
Namun selepas melihat mereka bertiga,Keiyas hanya boleh mengeluh sebelum dia mengatakan jawapan nya,yang seperti nya di tunggu oleh mereka bertiga hanya sahaja eksperesi yang dikeluarkan oleh Wadia serta Fian sangat lah tidak ramah iaitu datar.
Tetapi Keiyas dan juga Farwell tidak terlalu memikirkan mereka kerana mereka kadang-kadang selalu seperti itu,itu adalah hal yang sangat benar serta tidak boleh dibantah oleh mereka sedikit pun.
"Ahh sudah jelas kan? kita akan pergi melawan mereka, menurut info yang ditinggalkan para bawahan utusan tuhan sebelum mereka mati dari kejauhan mereka sudah dapat melihat nya kalau 6 Kerakusan Dosa benar-benar ada di sana,tidak diragukan lagi kalau makhluk baru 300 tahun itu juga berada di sana, rasanya sangat tidak mungkin untuk kita melawan nya seperti ini."
Fian yang sedikit terkejut dengan maksud Keiyas pun berkata sambil dia menghentak meja,tetapi dia tidak bangun hanya saja wajah nya menunjukkan eksperesi terkejut dan dia tidak benar-benar menyangka kalau Keiyas benar-benar ingin berkerjasama dengan mereka.
"Nanti dulu! kau ini benar-benar! kau ini! mengejutkan banyak orang hari ini! kau serius? dengan perkataan kau itu!! jangan main-main dengan aku! kenapa dengan mereka? kenapa kita harus—"
Dengan cepat dia belum menghabiskan ayat nya,sudah di potong oleh seseorang yang berada di sebelah nya,dia terlihat sedang menutup mata nya dan menyilangkan tangan nya serta menyandarkan bahagian belakang nya ke permukaan kerusi.
Dia benar-benar tidak melihat apa-apa saat dia mengatakan hal tersebut sehingga yang dia tahu hanyalah kegelapan yang abadi menutupi penglihatan diri nya.
"Kau terlalu banyak bicara,Fian tenangkan lah diri mu ini bukan lah diri mu yang asli, keputusan Keiyas adalah muktamad kita akan berkerjasama dengan 6 Kerakusan Dosa! untuk mengalahkan nya! mereka pasti akan menerima nya meskipun kita bukan rakan tetapi kita sama-sama makhluk 300 tahun dan keberadaan kekuatan yang terlalu kuat dimiliki oleh vampire itu benar-benar berbahaya,di sekitar nya sahaja sudah banyak kerajaan yang hampir runtuh."
Farwell berkata sambil diri nya sedikit terkejut sedangkan di sisi lain Fian hanya diam selepas itu,dan dengan cepat menyandar kan bahagian belakang nya pada kerusi nya itu.
"Kenapa kau begitu yakin? kerana mereka juga ada keinginan untuk membunuh vampire itu? lalu kita harus memikirkan untung mereka kalau tidak, mustahil untuk mereka menyetujui idea kita yang mengarut ini."
Farwell mengatakan hal yang sebenarnya,saat Farwell sudah benar-benar mengatakan ayat nya Wadia memandang ke arah nya dengan wajah yang sedikit tidak puas hati tetapi apabila mata mereka menatap antara satu sama lain yang boleh di lakukan hanya lah diam seribu bahasa.
"Cih!"
Dia sedikit tidak berpuas hati tetapi dia tidak ingin berlawan di sini oleh kerana itu dia dengan cepat mengalihkan pandangan nya kepada Keiyas yang sedang melihat kelakuan mereka yang menurut Keiyas itu agak lucu,Keiyas hampir ketawa.
Meskipun pada saat itu mereka sedang agak serius tetapi Keiyas sama sekali tidak merasakan hal itu kerana dia mengingat kalau dulu pernah ada kejadian yang seperti ini, Farwell meskipun dia terlihat tua dari semua orang yang berada di situ.
Tetapi pada akhirnya mereka memiliki umur yang sama iaitu 300 tahun lebih dan tidak diketahui dengan tepat umur mereka,mereka bertiga menyadari kalau orang si hadapan mereka iaitu Keiyas sedang ketawa dengan suara yang perlahan namun dapat didengari oleh mereka.
Dia menutup mata nya, mengeluarkan eksperesi kelakar serta tangan kanan nya menutup mulut nya yang seperti nya akan terbuka lebar akibat dari hal yang membuat kan dia ketawa.
"Hahahahaha."
"Kenapa kau ketawa? dasar orang aneh."
__ADS_1
Fian mengatakan hal tersebut tanpa ada celah-celah yang mampu untuk menyembunyikan perkataan nya,dia mengatakan hal tersebut tanpa ampun meskipun begitu mereka tidak terlalu serius pada saat itu,hanya saja mereka sedikit kebingungan dengan tindakan yang di lakukan oleh Keiyas.
Keiyas berkata sambil dia berhenti ketawa dan memandang ke arah mereka dengan mata yang terbuka lalu eksperesi di wajah nya sudah jelas itu adalah senyuman kecil yang hangat.
"Maaf,maaf hanya saja kelakuan kalian mengingat kan ku dengan 300 tahun yang lalu."
"Kau mengingat nya?? hebat aku bahkan tidak mengingat apa-apa."
"Keiyas memang hebat."
"Ya,ya apa-apa je lah."
Mereka bertiga respon satu per satu mula dari Farwell,Wadia serta yang terakhir sekali adalah Fian memang Fian selalu memutarkan sesuatu yang berada di dalam hati nya tanpa ragu jadi boleh dikatakan kalau dia adalah seseorang yang jujur,mereka juga tidak dapat menyangkal hak tersebut tanpa bukti.
Selama 300 tahun mereka bersama lalu sampai mendirikan kerajaan,mereka tidak pernah mendengar atau melihat Fian berbohong,boleh dikatakan dia membenci perkataan serta perbuatan berbohong itu sendiri,mungkin Fian mempunyai masa lalu yang tidak dapat diceritakan oleh sesiapa pun.
Bahkan anggota 4 Malaikat Mulia yang lainnya juga tidak mengetahui nya jadi dia tidak perlu mengatakan apa-apa tentang masa lalu nya.
Keiyas kemudian berkata sambil bangun dari tempat dia duduk,dia perlahan-lahan berjalan keluar dari tempat dia duduk tadi,dia juga sedang menjauh dari meja.
Apabila melihat hal itu mereka juga mengikuti
Keiyas sambil ada sebuah magic yang mengubah pakaian mereka menjadi warna putih dan terdapat beberapa corak emas dia pakaian itu.
"Kita akan ke sana,ke tempat di mana 6 Kerakusan Dosa berada!"
Mereka semua tersenyum kecil saat Keiyas mengatakan hal tersebut tanpa ragu,di dalam lubuk hati mereka yang terdalam mereka sudah dapat mengetahui kalau mereka sudah seperti kembali ke 300 tahun yang lalu iaitu tahun 1707 tahun.
Meskipun pada saat itu mereka bersembunyi dan tidak ingin menunjukkan tanda-tanda kalau mereka ingin keluar dari tempat mereka keluar tetapi sekarang keadaan sudah berbeza.
Terlihat dengan jelas baju yang di pakai oleh Keiyas juga telah berubah total,dia memakai baju putih dan terdapat beberapa corak berwarna emas yang menggantikan warna putih baju nya.
Tetapi mereka tidak benar-benar memahami tentang apa yang ingin dimaksudkan oleh Keiyas, mereka hanya boleh menunjuk eksperesi yang bingung dengan keadaan ini,Keiyas berkata dalam hati sambil diri nya mula mengingat masa lalu nya.
"Entah kenapa..aku teringat pada saat itu."
MASA LALU
Di Desa nya dulu iaitu 300 tahun yang lalu sebelum 2007,tahun 1707 benar-benar di huni oleh beberapa orang desa ini meskipun kelihatan nya agak mundur tetapi desa ini sangat makmur dengan masyarakat nya nya yang harmoni.
Bahkan ini lebih makmur daripada sebuah negara mahupun kerajaan yang berada di dalam istana,mereka sangat baik antara satu sama lain mereka tidak setuju kalau salah satu dari penduduk mereka mati atau semacam nya.
Dari jauh tempat mereka duduk ada sebuah rumah yang berada di bahagian utara desa mereka dan rumah itu hanya di huni oleh dua orang pelik iaitu seorang lelaki yang berambut blonde dam juga seorang elf yang berambut merah.
Seorang lelaki yang sedang melihat ke arah awan,dia melihat kalau awan-awan itu sudah mula bergerak kerana di tiup oleh angin,dia mula merasakan perasaan yang sedih dan juga eksperesi nya itu terlihat jelas di wajah nya.
Lelaki itu tidak lain dan tidak bukan adalah Keiyas yang seperti nya pada tahun 1707 pun wajah nya masih tetap sama dengan wajah nya yang berada di tahun 2007, meskipun sekarang dia masih lagi tidak menjadi 4 Malaikat Mulia tetapi dia tahu suatu hari nanti hari kiamat 300 tahun akan datang.
Dan akan ada pahlawan yang akan menyelamatkan mereka, dia sangat yakin satu hari nanti dia akan diselamatkan oleh pahlawan yang gagah, pemikiran yang seperti budak-budak meskipun dia sudah agak tua tetapi lelaki tetap lah lelaki kadang-kadang mereka tidak matang tetapi apabila mereka benar-benar serius dengan perkataan dan perbuatan mereka.
Maka mereka akan menyelesaikan tugas mereka hingga akhir,tidak peduli itu merujuk kepada benda negatif mahupun positif tetapi pada akhirnya dia akan menyelesaikan tugas nya hingga akhir.
"Menyelesaikan tugas nya hingga akhir ya?"
Dia mengatakan itu sambil duduk bersila di atas rumput dan dia melihat ke arah rumput-rumput yang berada di sekitar nya
seperti nya mereka tertiup oleh angin.
__ADS_1
Keiyas juga merasakan angin yang sama sehingga di seluruh tubuh badan nya dia merasakan kenikmatan yang tidak tertahankan,dia ingin segera tidur di sini tetapi dia benar-benar tidak di berikan kesempatan untuk hal itu.
Dia tidak mempunyai waktu untuk itu kerana apabila dia ingin melelapkan mata nya,dia di kejutkan dengan seorang perempuan yang datang memeluk nya dari belakang, meskipun dia terkejut tetapi dia terlihat bahagia apabila perempuan di belakang nya memberikan nya sebuah pelukan.
"Eh?"
"Cuba teka siapa?"
"Siapa lagi kalau bukan isteri aku,Alfa Afra."
Afra sedikit ketawa kerana hal itu tetapi dengan perlahan-lahan dia bangun dan dia memandang ke arah Keiyas yang seperti nya juga bangun.
"Hahahaha,kenapa kau duduk dekat sini?"
"Tidak ada,hanya menikmati keindahan alam ini sebelum kiamat benar-benar datang."
"Ouh begitu kah? apakah aku menganggu mu?"
"Tidak,tetapi Afra ada hal yang ingin aku tanyakan."
"Hmm?"
Pada saat Keiyas mengatakan hal tersebut Afra membuat kepala nya sedikit condong ke samping kanan dan hal tersebut diikuti dengan kata "hmm."
Jadi sudah jelas dia ingin mendengar soalan Keiyas dan sudah tentu dia akan menjawab nya asalkan dia boleh menjawab atau setidaknya mengetahui jawapan dari soalan nya,Keiyas terlihat bangun dan memandang ke arah Afra.
"Jika sahaja,kita berpisah satu hari nanti kerana alasan yang tidak akan dielakkan
apakah kau akan benar-benar menerima aku sebagai suami mu?"
Yup,mereka sebetulnya tidak benar-benar berkahwin lagi dan apa yang dikatakan oleh Keiyas hanyalah sebuah lawak tetapi pada masa yang datang mungkin hal itu sudah bukan lawak lagi dan akan menjadi kenyataan,jika saat itu benar-benar datang maka Keiyas adalah lelaki yang paling bahagia di dunia ini.
Afra sedikit terkejut dengan soalan itu tetapi selepas beberapa saat dia kemudian tersenyum dengan senyuman yang paling indah dia tunjukkan dan senyuman itu hanya akan dia tunjukkan kepada Keiyas seorang sahaja.
Dia kemudian mengambil tangan kanan milik Keiyas lalu dia membuka lebar telapak tangan kanan Keiyas dan selepas itu dia meletakkan telapak tangan Keiyas di pipi nya.
Keiyas perlahan-lahan dapat merasakan sebuah kelembutan pipi seorang perempuan lebih tepat nya Afra,Keiyas hanya boleh terdiam dan seluruh wajah nya memerah akibat hal itu.
"Jika kita berpisah,maka kita pasti akan bertemu lagi dan pada saat kedua kali nya kita bertemu aku ingin berada di bawah atap rumah yang sama dengan mu dengan damai."
Senyuman nya benar-benar indah dan tidak dapat di katakan kalau ini adalah yang terbaik,Afra juga seperti nya sedikit blushing akibat hal itu tetapi dia masih mampu menahan nya,berbeza dengan Keiyas yang sudah memerah seluruh wajah.
Keiyas hanya boleh tertunduk sambil diam,dia kemudian berkata sambil hati sambil perlahan-lahan menutup mata nya.
"Terima kasih..Afra."
2007
"Keiyas? kenapa kau diam?"
Suara Farwell terdengar jelas oleh telinga nya,lelaki itu iaitu Keiyas seperti nya sudah sedar dari mengimbau masa lalu milik nya
dia kemudian memandang ke arah mereka yang kebingungan melihat Keiyas.
"Ouh? maaf aku hanya sedikit berangan,jadi kenapa kita tidak pergi sekarang?"
Mereka semua tersenyum saat mengatakan hal itu dan perlahan-lahan,Keiyas menaikkan tangan nya lalu menggenggam nya dia kemudian berkata dengan suara yang agak kuat.
__ADS_1
"Kita..pasti..akan..menang!!"
TO BE CONTINUE