New World Volume 5

New World Volume 5
Chapter 18 [Kesedihan Masa Lalu]


__ADS_3

6 KERAKUSAN DOSA


"Kalian ingin tahu sesuatu?"


Dosa Kemalasan mengatakan hal tersebut dengan suara yang tenang tetapi mereka berempat yang masih asyik bermain di singgasana masih lagi tidak mendengar kan dia,Dosa Kemalasan juga tidak ingin menganggu kebahagiaan mereka.


Jadi Dosa Kemalasan hanya sedikit mengeluh pada saat melihat reaksi mereka yang seperti itu,Dosa Kemalasan sedikit menyorot kan mata nya ke arah mereka tetapi tetap sahaja dengan niat sebelum ini,dia memang tiada niat ingin mengacau mereka.


Apatah lagi Dosa Keangkuhan serta Dosa Ketamakan,pada 300 tahun terakhir serta di kehidupan nya dia benar-benar tidak merasakan apa itu bahagia, terlebih lagi mereka saling mengenali pada saat masih hidup.


Hanya sahaja mereka mungkin melupakan beberapa ingatan kerana ras mereka sudah berubah daripada manusia menjadi demon,namun mereka tidak melupakan satu hal iaitu mereka pernah mengenali satu sama lain sewaktu masih hidup.


Mereka terlihat bahagia, mereka ketawa bersama-sama mereka berkongsi kebahagiaan yang mereka tidak akan pernah dapat sewaktu mereka masih hidup,Dosa Kemalasan melihat ke arah mereka sambil memasang wajah yang agak sedih tetapi dia cuba untuk buat mereka tidak menyadari hal tersebut.


Dosa Kemalasan berkata dalam hati sambil dia dapat merasakan kesedihan yang luar biasa di dalam hati nya, meskipun begitu dia tidak benar-benar dapat merasakan hal itu lebih dalam kerana diri nya yang satu lagi menutupi kesedihan itu agar mereka tidak melihat nya.


Hal ini juga menyebabkan Dosa Kemalasan tidak dapat menangis meskipun di dalam lubuk hati nya yang terdalam dia sangat ingin menangis,Dosa Kemalasan hanya boleh menahan tangisan nya dengan wajah yang sedih itu pun dia menundukkan sedikit kepala nya,agar diri nya tidak secara tiba-tiba dilihat oleh mereka.


"Akhirnya,kami benar-benar mendapat kebahagiaan kan? 300 tahun,waktu yang benar-benar lama kan??"


Dosa Kemalasan tertunduk sambil diri nya terlihat sedang menjatuhkan air mata nya,Dosa Nafsu tentu sahaja menyadari hal itu terlihat dia sedang berada di bahagian samping kanan Dosa Kemalasan tetapi dia tidak mempedulikan emosi Dosa Kemalasan dan hanya melihat ke arah karpet merah yang mula basah akibat air mata nya.


Hari sudah hampir malam dan sekarang sudah senja,akan sangat menyusahkan jika mereka tidak memiliki sumber cahaya tetapi nasib baik nya mereka berdua iaitu Dosa Ketamakan serta Dosa Keangkuhan menyalakan cahaya dari tongkat milik mereka.


Dosa Kemalasan menyadari kalau cahaya itu tidak menyala cukup jauh sehingga keadaan nya dengan Dosa Nafsu tidak terlalu terkena cahaya, mereka akan sangat kesusahan apabila ingin melihat Dosa Kemalasan yang seperti nya sedang menitiskan beberapa air mata.

__ADS_1


Dosa Kemalasan menutup suara nya sehingga suara nya tidak terlalu terdengar kan oleh mereka meskipun begitu kadang-kadang dia harus lebih berhati-hati agar sisi lain dari diri nya ini tidak diketahui.


Dia hanya merasa sedih sesekali kerana pada 300 tahun yang lalu hidup mereka semua masing-masing sangat malang,mereka bahkan boleh dikatakan akan mati kerana sesuatu hal mereka bahkan ada yang tidak suci.


Segala hal sudah di ambil dari mereka,jadi mereka sangat membenci apabila benar-benar mengingat hal tersebut jadi mereka lebih menutup hal tersebut dengan membebaskan kebahagiaan.


Jadi, apabila Dosa Kemalasan melihat mereka dan tentu sahaja Dosa Kemalasan mengetahui masa lalu mereka itu seperti apa,dia langsung menangis kerana dia tahu mereka hanya ingin melupakan masa lalu mereka dan benar-benar mencari kebahagiaan di dunia ini.


Tetapi mereka hanya boleh hidup sekali setiap 300 tahun dan pada akhirnya mereka akan dibunuh,yang menang sahaja akan berada di puncak serta semua orang tidak mempermasalahkan hal itu asalkan mereka memerintah dengan baik.


Air mata Dosa Kemalasan terlihat dengan jelas jatuh dan membasahi karpet merah milik ruangan itu,karpet merah itu perlahan-lahan mula basah kerana air mata nya yang terus turun tanpa henti,Dosa Nafsu menyadari hal tersebut dia tertunduk juga.


Kali ini dia tidak mengikuti gerakan Dosa Kemalasan,ini adalah keinginan diri nya sendiri serta tiada sangkut paut nya dengan orang lain, perasaan yang dia rasakan sekarang adalah sama dengan Dosa Kemalasan.


Hari-hari nya dihantui oleh orang-orang yang menyeramkan,yang dia tahu hanyalah kenikmatan meskipun pada saat itu dia tidak benar-benar menginginkan nya,Dosa Kemalasan menyadari tindakan yang dilakukan oleh Dosa Nafsu.


Dia menangis lagi tetapi suara nya benar-benar tidak di dengari,di sisi lain mereka atau dengan kata lain anggota 6 Kerakusan Dosa yang lain nya sedang bahagia sedangkan mereka menangis mengingatkan betapa lama nya perjuangan mereka serta betapa sakit waktu itu.


Dosa Kemalasan kemudian mengangkat kepala nya,diri nya terlihat dengan jelas sedang menangis, cahaya yang tadi nya tidak dapat mencapai wajah nya sekarang sudah sampai bahkan terlihat dengan jelas.


Hanya sahaja mereka masih lagi tidak menyadari hal tersebut, sekarang mereka sibuk menceritakan sesuatu tetapi mereka berdua iaitu Dosa Kemalasan serta Dosa Nafsu benar-benar tidak di ajak,tetapi mereka berdua baik-baik sahaja kerana jika mereka bermain bersama mereka lalu mengingat kejadian dulu mereka akan langsung menangis lagi tanpa henti.


Dosa Kemalasan mengelap air mata nya apabila arah pandangan nya sudah tertuju kepada mereka,benar dugaan nya kalau mereka masih lagi tidak menyadari keadaan Dosa Kemalasan serta Dosa Nafsu hanya saja Dosa Nafsu sudah terlihat bangun dan dia sedang mengelap air mata nya.


"Apakah kau merasakan hal yang sama dengan ku? Nafsu?"

__ADS_1


Dosa Kemalasan berkata dengan suara yang perlahan namun sayu kerana perasaan sedih dan tangisan nya masih lagi tidak pudar dari hidup nya,Dosa Kemalasan tidak mengalihkan pandangan nya daripada mereka berempat sehingga dia sangat sedih apabila melihat mereka.


Dosa Nafsu juga melakukan hal yang sama,hanya saja diri nya sedang menyilangkan tangan nya serta arah mata nya sedikit menutup sehingga diri nya benar-benar tidak dapat melihat dengan jelas mereka semua,dia melakukan hal ini dengan sengaja tiada tanda-tanda dia akan tertidur atau semacam nya.


"Tentu sahaja,siapa saja yang tidak sedih 300 tahun yang lalu benar-benar waktu yang lama bukan..lihat lah ada bintang di situ."


Dosa Nafsu memegang tangan Dosa Kemalasan dan tangan mereka saling dapat merasakan sebuah kehangatan kebahagiaan,bukan sahaja mereka berempat bahkan mereka berdua pun berhak untuk merasakan apa itu kebahagiaan terlebih lagi kisah mereka memang benar-benar kelam.


Dosa Kemalasan berkata sambil diri nya memandang ke arah atas dan bahagian yang hancur akibat sesuatu itu terdapat bintang yang sedang menyala,itu jelas bukan bulan tetapi bintang itu sangat lah cantik,mereka belum pernah melihat bintang secantik ini.


"Ya,kau benar..terima kasih,kerana sudah menyadari nya aku tidak akan sia-sia kan kebahagiaan ini."


"Ya,aku pun mari jalani hidup baru ini bersama-sama."


Mereka memandang ke arah satu sama lain dan mereka tersenyum pada saat itu, tindakan mereka masih lagi tidak di sadari oleh mereka berempat sehingga mereka hanya boleh tersenyum saat mata mereka saling bertatapan.


Dengan cepat mereka mengalihkan pandangan lalu memandang ke arah mereka dengan sebuah senyuman yang indah,Dosa Kemalasan berkata dengan seiring Dosa Nafsu berkata.


Mereka mengatakan hal tersebut dengan suara yang cukup kuat sehingga mereka berempat terkejut lalu memandang ke arah mereka tetapi mereka juga terlihat menunjukkan ekspresi senyuman yang tidak akan pernah mereka tunjukkan sewaktu mereka hidup.


"Kalian! jom jalani kebahagiaan!"


"Kalian! jom jalani kebahagiaan!"


TO BE CONTINUE

__ADS_1


__ADS_2