
KAISAR MEDUSA
RATU HITAMI
PENERUS RATU HITAMI DAN TAHTA KAISAR MEDUSA
Tidak diragukan lagi kalau seorang wanita sedang berjalan dan dia juga merupakan salah satu orang yang berada di sana pada ketika itu,dengan santai nya dia berjalan melewati ruangan dia tidak mengetahui satu hal tentang suami nya sekarang tetapi pada ketika ini mungkin dia akan segera mengetahui nya.
Wanita itu berpakaian hitam dan juga dia menyilangkan sedikit tangan nya sehingga telapak tangan kiri menutup telapak tangan kanan nya,dia tidak peduli dengan hal itu lagipun dia selalu melakukan nya,di majlis-majlis besar pengumpulan antara bangsawan-bangsawan dan sudah tentu wanita ini adalah salah satu orang terpenting di kerajaan ini.
Namun terdapat sedikit kelemahan yang tidak dapat dielakkan,iaitu kelemahan wanita ini sendiri dalam mengurus kan kerja-kerja nya jika Puteri Xeli masih hidup dan dia bertemu lagi dengan wanita ini lalu melihat wanita ini menguruskan kerja-kerja kerajaan maka dia akan langsung menampar wanita ini.
Kerana dia benar-benar tidak tahu apa-apa tentang kerajaan ini lebih tepatnya dia tidak tahu harus bagaimana dan apa yang ingin dia lakukan yang terbaik demi kerajaan,yang dia tahu hanya memberikan rakyat nya sesuatu yang bagus.
Serta jika rakyat nya menyukai nya maka dia juga akan menyukai nya tetapi di situ pula kelemahan nya,dia tidak akan dapat memuaskan hati sesiapa pun di dunia ini,lebih tepatnya itu adalah kelemahan seluruh orang di dunia ini.
Wanita ini melangkah kaki nya satu per satu hingga terdengar jelas kalau langkah kaki nya itu sangat lah kuat meskipun begitu bunyi yang terhasil akibat dari langkah kaki nya yang melanggar lantai istana itu tidaklah begitu kuat.
Wanita itu terlihat sedang mengeluh dan dia berjalan dengan sedikit lebih cepat kerana dia harus menyelesaikan tugas nya,padahal pada kenyataan dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan dia benar-benar pemimpin yang lembab.
Amanah adalah amanah,dia harus ingat hal itu dia tidak perlu untuk membunuh orang lain demi melaksanakan amanah nya setidaknya itu adalah kata-kata yang sesuai dengan nya, meskipun begitu sangat tidak mungkin wanita yang terlihat sudah agak tua ini memiliki niat yang seperti itu.
Bahkan orang-orang meragukan hal tersebut,jika dia benar-benar akan melakukan itu maka dia sudah melakukan hal itu dengan jelas, terlebih lagi ini adalah wanita terbodoh
yang ada di kerajaan ini.
Kerajaan apa?, kerajaan ular besar iaitu Kaisar Medusa.
Dan pemimpin dari kerajaan ini adalah tidak lain dan tidak bukan Ratu Hitami yang terlihat jelas sedang berjalan melewati tingkap-tingkap yang berada tidak jauh dari diri nya itu, tidak banyak cahaya yang masuk ke dalam istana atau lebih tepatnya lorong yang sedang dia lalui.
Ratu Hitami berkata sambil diri nya mengeluh dan pandangan nya kosong ke arah hadapan seakan-akan dia melihat sesuatu yang mengerikan dan dia ingin segera membuang hal tersebut dari fikiran nya tetapi sejak kehilangan anak nya,dia benar-benar tidak dapat menyembunyikan eksperesi nya itu.
Oleh sebab itu kemampuan nya jatuh serta dia dijuluki lemah dan bodoh, tidak lain dan tidak bukan adalah kerana masa lalu nya,Ratu Hitami juga tidak menyangka itu akan segera terjadi padahal dia ingin bersenang-senang dengan anak nya pada waktu itu namun..semua nya sudah tamat.
"Ahh..para bangsawan membuat pertemuan di bilik 11 kan? tetapi untuk apa? itu bilik yang tidak memiliki meja dan kerusi aku tidak tahu apa yang mereka ingin tunjukkan,mungkin hanya ada beberapa kerja yang ingin mereka berikan kepada aku..kalau begitu aku harus menyelesaikan nya kan?"
Ratu Hitami masih lagi memasang wajah yang datar dan seperti nya di ucapkan sebelum ini kalau dia memang jadi seperti ini sejak anak nya pergi meninggalkan nya,dia tidak boleh mengatakan kalau anak nya di culik tetapi anak itu Istimewa itu adalah alasan yang membuat kan dia sangat menyanyangi anak nya itu.
Tetapi,jika anak nya terlahir tidak Istimewa
maka dia tetap akan menyanyangi anak nya tanpa alasan kerana itu adalah anak nya,dia menangis dia tahan apabila melihat anak nya sudah tiada di mana-mana bahkan dia rasa sangat kesepian,dia hanya boleh diam dan terduduk pada saat itu sambil memeluk tubuh nya sendiri.
Kerana ketakutan yang luar biasa membuat kan mata nya menjadi datar serta tubuh nya sejuk.
Ratu Hitami kemudian berhenti pada saat dia ingin mengatakan sesuatu,lebih tepatnya dia berhenti dari pergerakan nya terlihat dengan jelas terdapat ular yang bangun dari tidur nya itu.
Ular nya itu bersambung dengan kepala nya dan apabila ular itu diam sudah seperti rambut dan mereka sudah tidak dapat dibezakan lagi, rambut nya berwarna hijau hal tersebut sangat identik dengan ular, rasa nya hal itu adalah hal yang wajar.
Ular itu terlihat berada di samping kanan kepala nya,mata ular itu juga terlihat berwarna kuning,ular itu mengeluarkan lidah nya kerana dia mencium satu hal yang buruk akan segera tiba.
Ratu Hitami berkata sambil memandang ke arah ular itu yang memandang ke arah jalan yang berada di hadapan mereka,tiada yang aneh dengan jalan itu tetapi ular itu dapat melihat masa depan, terlebih lagi jalan untuk
ke ruangan yang di tuju oleh Ratu Hitami iaitu Ruangan 11 sudah hampir sampai.
"Ada apa? kenapa kau bangun? sebelum ini kau tidak pernah bangun pun? tidur lah tidak perlu risaukan aku,kau hanya membuang-buang tenaga kau,tenaga aku saja sudah cukup,aku tidak peduli kalau aku mati kerana mu."
Ular itu kemudian tidur kembali menjadi rambut,ular itu terlihat tidak akan bangun lagi selepas ini,hal ini sangat berbeza dengan Medusa apa umum nya rasanya ular yang dimiliki oleh Ratu Hitami ini sedikit lebih istimewa berbanding yang lainnya.
Ratu Hitami kemudian melepaskan genggaman tangan nya daripada rambut nya itu kemudian perlahan-lahan rambut nya kembali ke posisi normal,dia sedikit tersenyum saat rambut nya kembali ke posisi normal meskipun begitu wajah nya masih lagi terlihat datar dan sangat suram.
Dia menatap ke arah tingkap yang seperti nya di atas sana terdapat awan yang hitam dan awan hitam itu seperti nya baru sahaja tiba di sini,Ratu Hitami kemudian berkata sambil diri nya mendekat ke arah tingkap itu dan perlahan-lahan dia menyentuh tingkap itu.
"Awan itu.. jangan-jangan datang dari Xeli Kingdom?"
Dia sudah menduga hal itu meskipun begitu dia tidak tahu bagaimana dia melaksanakan hal tersebut,dia hanya teringat pada sesuatu yang seharusnya tidak dia ingat.
"Entah kenapa,aku teringat pada waktu itu."
ANAK RATU HITAMI
__ADS_1
MASA LALU
Terlihat dengan jelas seorang ratu yang bahagia sekali di ruangan itu,sudah tentu kerana dia akan melihat anak nya pada hari ini meskipun dia sudah melihat anak nya hari-hari tetapi ini bukan lah pertama kali nya.
Terlebih lagi bersama hari yang lalu datang nya beberapa utusan dari kerajaan Xeman Xey yang seperti nya menghantar dua orang manusia,Ratu Hitami tidak keberatan dengan hal itu lagipun mereka sudah pergi dari sini dan kembali ke kehidupan masing-masing.
Ratu Hitami yang tidak lain dan tidak bukan adalah ratu yang berasal dari Kaisar Medusa,dia adalah orang yang berpengaruh penuh kepada kerajaan ini sehingga jika terjadi apa-apa yang tidak bagus maka salah kan sahaja dia.
Memang dari dulu itu adalah hal yang bagus kan? lebih tepat nya hal yang wajar jika terjadi sesuatu yang tidak di sukai rakyat maka hal yang masuk akal dilakukan adalah menyalahkan pemimpin atau bahkan seluruh kerajaan sedangkan ada satu hal yang para orang bodoh itu perlu tahu.
Iaitu kadang-kadang masalah tersebut datang daripada diri mereka sendiri,mereka tidak menyadari nya dan malah marah-marah itu adalah hal yang bodoh,di saat terjadi nya banjir mereka malah marah-marah kepada kerajaan.
Memang ada beberapa hal yang harus dikatakan itu adalah salah kerajaan tetapi kebanyakan hal terjadi kerana mereka yang membuang sampah merata,terlebih lagi
negara mereka berada di tengah laut serta tidak terhubung dengan negara mana pun, dilihat dari mana pun sudah jelas itu masalah kan?
Ratu Hitami selalu memikirkan hal ini sejak lama hanya saja dia harus bersikap baik seperti pemimpin sebelum nya jika tidak dia tidak akan dapat kepercayaan sesiapa pun lagi.
Tetapi yang lebih penting Ratu Hitami sedang melihat ke arah cermin yang berada di hadapan nya, perlahan-lahan dia tersenyum saat melihat wajah nya yang sangat cantik berseri itu,dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya tetapi sekarang dia harus segera menemui anak nya.
Kerana kesempatan untuk menemui anak nya itu adalah tidak menentu kadang-kadang ada tugas yang harus dia lakukan tanpa mengeluh,dia harus melakukan nya meskipun mereka sering bertemu tetapi itu hanya sekejap dan Ratu Hitami tidak puas dengan hal itu.
Bahkan baru sahaja dia ingin bersembang dengan anak nya tentang topik lain tetapi malah di panggil oleh orang-orang kerajaan,
tentu sahaja dia sangat tidak menyukainya hal itu tetapi apa yang dia boleh buat,demi negara ini dia harus mengorbankan segala hal.
"Hmm..hari ini aku akan berjumpa anakku hehehe."
Pada saat dia mengatakan hal tersebut dia benar-benar tersenyum dan dia menutup sedikit mulut nya meskipun begitu wajah nya yang terlihat agak tua itu tidak dapat dikatakan benar-benar tua hanya saja dia seperti sudah berumur 30 tahun dan ke atas.
Benar-benar muda,untuk seorang Medusa, meskipun begitu dia tidak meragukan kalau dia akan mati kerana tua suatu hari nanti.
Ratu Hitami kemudian memusing tubuh nya dan sekarang dia melihat ke arah pintu yang berada di hadapan nya dan pintu itu tidak terlalu besar tetapi cukup untuk dilalui satu orang,Ratu Hitami tersenyum saat dia melihat hal itu.
Dia mengayun kan tangan nya saat langkah kaki nya bermula dari kaki kanan dan di teruskan sampai lah diri nya sudah sampai di hadapan pintu,dia perlahan-lahan membuka pintu dengan sebuah pusingan ke arah kanan.
Dan pintu itu terbuka,dia kemudian melihat ke arah luar dan hal yang pertama kali dia lihat adalah satu bilik dan bilik itu tertulis ruangan 11, itu tidak lain dan tidak bukan adalah bilik milik anak nya.
Jadi sudah tentu mereka tidak pelik kalau ruangan ini tidak berbunyi untuk beberapa hari,tetapi ini sudah terlalu lama dan sangat tidak mungkin untuk mengatakan kalau ada seseorang yang maish hidup di dalam sana.
Ratu Hitami kemudian tersenyum saat dia mendekati ruangan tersebut dan diri nya cuba untuk masuk dan apabila dia masuk,dia tidak melihat apa-apa pun.
Wajah nya sangat ketakutan dan merasa sangat kehilangan,itu adalah masa lalu yang sangat senang tetapi hal ini sangat berkesan ke hati nya sehingga sampai bila-bila pun dia tidak akan pernah melupakan hal ini.
2007
Ratu Hitami yang sedang memandang langit pun membatalkan niat nya untuk melihat nya lebih lama,Ratu Hitami berkata sambil wajah nya masih saja datar lalu dia memutar tubuh nya dan berjalan menuju ke arah ruangan 11 yang dibicarakan oleh mereka.
Sejak kepergian anak yang sangat dia sayangi itu dia sudah tidak benar-benar menganggap ruangan itu pernah wujud.
"Kenapa aku malah mengingat kejadian itu?..anak aku..satu-satu nya hal yang paling berharga milik aku.."
Dia kemudian terjatuh ke tanah lalu kedua-dua tangan nya menggengam karpet yang selalu dia pijak selama beberapa tahun terakhir ini,dia memandang ke arah bawah sambil wajah nya terlihat sangat sedih dan diri nya yang terduduk tidak mampu melakukan apapun melainkan hanya menangis.
"Lucy...Lucy..."
Yang dia maksudkan adalah Lucy atau biasa sekarang di panggil Lucy Terorr dia sekarang sudah benar-benar mati dan dia tidak akan hidup kembali oleh kerajaan Erica Jessica Hyumi yang bunuh diri,hal itu menyebabkan Lucy Terorr mati tetapi Ratu Hitami tidak tahu kalau anak nya iaitu Lucy Terorr sudah benar-benar mati.
"Arghh!!."
Air mata nya dengan laju jatuh ke bawah dan dia benar-benar tidak dapat mengendalikan diri nya,air mata nya jatuh dan membasahi karpet dengan ini semua nya sudah terungkap kalau pada saat awal mula dia mengetahui Lucy sudah menghilang,lebih kurang beginilah reaksi nya.
Dia ingin segera menutup wajah nya tetapi tangan nya masih kuat menggenggam karpet itu benar-benar tidak dapat dielakkan, perasaan yang dia rasakan sekarang adalah perasaan yang sama seperti saat itu,dia ingin tersenyum lagi bersama anak nya,dia ingin tersenyum lagi bersama Lucy tetapi pada saat ini kerajaan nya benar-benar kacau kerana ulah nya sendiri.
Benar-benar tidak menduga,dia sudah tidak peduli dengan apa yang orang inginkan tetapi yang jelas dia tidak peduli yang ingin dia lakukan sekarang adalah mencari Lucy Terorr atau mati di sini, jika sahaja anak nya sudah mati maka dia akan benar-benar menemukan mereka di sana.
Ratu Hitami perlahan-lahan bangun dan sekarang terlihat dengan jelas dia berdiri tegak sambil mengelap air mata nya yang terlihat sudah kering,dia kembali ke wajah yang datar dan tidak memiliki eksperesi.
Ratu Hitami berkata dalam hati sambil melanjutkan langkah kaki nya menuju ke arah ruangan 11.
__ADS_1
"Lucy..aku ingin segera menemukan mu kembali,tetapi entah kenapa aku merasa kalau hal itu adalah hal yang mustahil,apa yang sebenarnya terjadi kepada mu? apakah kau benar-benar bahagia sekarang? aku..aku benar-benar yang terburuk."
Ratu Hitami jalan dengan penuh rasa penyesalan serta mata nya menjadi semakin datar,dia ingin menangis tetapi dia sudah tidak mampu melakukan tindakan yang seperti itu dan apa yang harus dia lakukan sekarang hanyalah mendekati ruangan yang sudah ada tidak jauh dari diri nya.
Dia tidak tahu untuk apa bangsawan memanggil dia,lebih tepatnya ada dua hal dia tidak tahu kenapa mereka memanggil nya dan
kenapa harus bertemu di ruangan 11, terlebih lagi itu adalah ruangan anak nya dulu.
Meskipun begitu dia sudah melupakan ruangan tersebut dan hanya menganggap itu adalah stor lama yang usang,Ratu Hitami menyadari ruangan itu sudah semakin dekat jadi dia berhenti tetapi dia belum benar-benar berhenti di hadapan ruangan tersebut.
Dia kemudian berkata sambil menatap satu angka yang berada di atas pintu tersebut,tidak di ragukan lagi itu adalah angka itu,angka yang sangat identik dengan Lucy iaitu 11.
"Ahh..aku sepatutnya mengunci ruangan itu,lihat lah..ruangan itu terang lagi dengan cahaya lilin, benar-benar menyusahkan orang."
Ratu Hitami mengatakan hal tersebut saat dia memandang ke arah bawah,iaitu bahagian pintu memiliki lubang dan lubang tersebut mengeluarkan cahaya,di ingatan masa lalu nya saat Lucy belum pergi meninggalkan kerajaan dia masih mengingat kejadian ini, pertemuan nya dengan Lucy benar-benar memberi nya harapan untuk hidup.
Ratu Hitami hanya sedikit marah kepada mereka kerana mereka melakukan situasi di mana anak nya iaitu Lucy masih benar-benar hidup di dunia ini,serta dia kembali ke pangkuan nya tetapi Ratu Hitami tidak merasa hal tersebut mungkin akan terjadi,jadi demi menutupi hal itu dia hanya boleh menjadi datar setiap hari.
Dia tidak pernah tersenyum sejak saat itu, dia hanya serius dan tidak peduli dengan kerajaan ini mahupun orang-orang di dalam kerajaan jadi segala hal yang di lakukan oleh kerajaan untuk diri nya dari sesi negatif
maka dia tidak perlu menyalahkan mereka
kerana dia juga memulakan hal ini serta dia tidak menjalankan tanggungjawab nya sebagai seorang pemimpin,dia mengatakan diri nya yang terburuk.
Tidak di ragukan lagi dia mengatakan hal semacam itu,tetapi bukan sahaja tidak mampu menjaga anak nya bahkan tidak mampu untuk menguruskan kerajaan meskipun dia seorang pemimpin.
Ratu Hitami kemudian membuka pintu dan apabila dia masuk ke dalam ruangan dia dapat melihat seorang lelaki yang sedang terbaring lemas serta berlumuran darah,lelaki itu seperti nya sudah mati kerana ular yang berada di kepala nya juga sudah tidak bernyawa.
Lelaki itu di kerumuni oleh lelaki lainnya yang seperti nya sudah membunuh lelaki itu, sudah tentu mereka memiliki alasan yang sangat kuat dalam melakukan hal ini tetapi wajah nya terlihat menakutkan sekali.
Ratu Hitami kemudian masuk lalu menutup pintu tetapi dia masih lagi berwajah datar dan dia tidak benar-benar tahu kenapa ini terjadi dan kenapa lelaki itu di bunuh, tetapi seperti nya Ratu Hitami mengetahui alasan mereka melakukan hal ini mereka setidaknya ada lima orang di situ lagi tidak ragu kalau mereka sedikit berani.
"Ah? ada apa? kenapa dengan wajah kalian selepas membunuh suami ku pun kalian masih ketakutan."
Yang berada di lantai dengan keadaan yang berdarah itu adalah suami nya yang sudah tidak bernyawa,Ratu Hitami berkata sambil melihat mayat suami nya yang mati dengan wajah yang terkejut dan terlihat darah akibat tusukan di bahagian jantung nya.
"Ahh?? jadi? pada akhir hayat nya pun dia tidak menyangka hal ini? padahal aku sudah memberitahu nya untuk berhati-hati dan segera memanggil ku jika terjadi sesuatu..maaf sahaja ini..tetapi kau bernasib malang."
Jika terjadi sesuatu mungkin Ratu Hitami akan menolong nya tetapi dilihat dari reaksi suami nya itu dia benar-benar tidak dapat melakukan apapun dan perasaan terakhir nya sebelum dia mati adalah terkejut setengah mati.
Ratu Hitami kemudian mendekat ke arah mereka dan salah satu dari mereka iaitu orang yang memegang pedang dan sekaligus orang itu sudah membunuh suami nya itu.
"Anda ingin tahu kenapa ini terjadi?? semua nya kerana salah anda sendiri—!"
"Ya,ya aku tahu..jadi apa yang ingin kau lakukan kepada aku? membunuh ku? katakan sahaja..sejak pergi nya Lucy aku memang tidak serius dalam beberapa hal, apakah kau mengetahui nya? apakah kau benar-benar mampu memahami nya?"
Ratu Hitami bertanya dengan wajah datar menatap ke arah mereka,tetapi seperti nya orang yang memegang pedang itu sudah tidak mampu untuk menahan nya lebih lama lagi,jadi dia berkata sambil memulakan langkah pertama nya dengan kaki kanan.
"Ahh!!! sudah lah!! untuk apa kita harus mendengar cakap orang gila ini?? dia ini hanya memikirkan anak nya itu!! yang sudah tidak tahu nasib nya bagaimana,hidup lagi atau tidak!! hanya itu yang dia tahu.. benar-benar orang tua yang menyusahkan!! kau bahkan tidak memikirkan langsung tentang kerajaan ini!! ada berjuta rakyat kita mati kerana perbuatan mu tahu!!!??"
Dia sangat marah sampai dia menebas Ratu Hitami dengan laju sehingga Ratu Hitami mengeluarkan reaksi yang sama seperti sebelum ini iaitu sedikit terkejut tetapi selepas itu dia kemudian menjadi datar,tiada siapa yang salah tiada juga siapa yang betul, semua nya bergantung kepada tujuan mereka sendiri dan demi mencapai tujuan tersebut mereka akan menggunakan cara yang memakan waktu lama atau memakan waktu sebentar.
Baik dan jahat hanya menentukan hukuman seseorang,yang ada orang itu bersalah atau tidak.
Ratu Hitami kemudian jatuh ke atas lantai dan terlihat dari bahagian kiri bahu nya sampai lah pinggang kiri milik nya, terdapat luka yang besar dan terbuka.
Ratu Hitami kemudian dapat merasa kesakitan yang luar biasa,Ratu Hitami kemudian mengambil tangan nya lalu dia mengelap sedikit darah nya dengan menggunakan tangan nya,lalu dia melihat telapak tangan nya sekarang sudah di penuhi darah.
"Jadi? ini kah rasa nya kesakitan? sama sekali tidak sakit kerana di dalam lubuk hati ku yang terdalam..."
Ratu Hitami memegang dada kiri nya kerana di situ lah tempat di mana jantung nya berada dan tempat di mana dia lalu percaya kalau Lucy berada,Ratu Hitami berkata lagi.
"Ada..Lucy..di dalam..nya."
Ratu Hitami kemudian menghembuskan nafas terakhir nya dan dia tersenyum di akhir hayat nya kerana ada kemungkinan dia akan bertemu dengan Lucy atau melihat bagaimana nasib anak nya itu jika dia masih hidup.
Orang yang menebas Ratu Hitami itu kemudian berkata sambil melepaskan pedang nya itu dan dia hanya memasang wajah datar.
"Apakah kerajaan ini akan benar-benar selamat?"
__ADS_1
TO BE CONTINUE