
KING TRUE VAMPIRE
6 KERAKUSAN DOSA
4 MALAIKAT MULIA
"Orang bodoh, kematian di hadapan mu tapi kau masih ketawa."
Dosa Ketamakan,tidak salah lagi itu adalah sesuatu yang ingin dibicarakan kepada King True Vampire apabila melihat King True Vampire yang berada di hadapan nya ini ketawa dengan suara yang cukup kuat.
Seakan-akan kemenangan berada di pihak nya tetapi pada akhirnya King True Vampire tetap bersendirian,jangan membicarakan tentang Fragment Xeman Xeli kerana pada akhirnya dia tetap bersendirian kerana itu bukan lah makhluk hidup itu hanya sisa-sisa ingatan dan hal tersebut benar-benar menyusahkan King True Vampire kadang-kadang.
Fragment Xeman Xeli tidak banyak membantu diri nya,pada sejak dia melawan makhluk-makhluk ini itu adalah pemikiran yang bermain di otak nya,King True Vampire masih lagi tersenyum kejam ke arah mereka padahal sebentar lagi dia akan mati,Dosa Kemalasan benar-benar kebingungan melihat King True Vampire.
Dosa Kemalasan kemudian berkata dalam hati sambil menyilangkan kedua-dua tangan nya lalu dia memasang wajah yang serius di saat mata merah nya bertatapan langsung dengan mata merah milik King True Vampire, tetapi terdapat dua reaksi yang berbeza di antara mereka iaitu yang satu nya lagi tersenyum seperti orang yang bernafsu untuk membunuh.
Tetapi yang satu nya lagi terlihat mencurigai sesuatu serta hal itu membuat kan dia tidak dapat untuk duduk diam.
"Dia ketawa? jangan cakap dekat aku kalau dia masih menyembunyikan sesuatu? benar-benar kuat meskipun sudah aku bawa squad tetapi dia masih boleh solo?"
Dengan secara tiba-tiba ada seseorang di tepi nya yang terlihat memiliki kuku panjang lalu rambut hitam milik nya hampir menutupi seluruh bahagian kepala kiri dan kanan nya tetapi pada bahagian depan masih terlihat jelas.
Mata yang penuh dengan nafsu ingin membunuh,air liur yang meleleh jika di biarkan maka dunia ini boleh tenggelam keran air liur milik nya,kuku nya sangat lah tajam sehingga boleh menembus apapun benda yang ada di dunia ini.
Dia sedikit menundukkan dan reaksi nafsu nya yang sangat besar masih lagi sama seperti sebelum ini,6 Kerakusan Dosa tidak pelik dengan hal ini bahkan Dosa Kemalasan tidak memberikan reaksi apa-apa saat dia tiba-tiba muncul di tepi nya.
Dosa Kemalasan hanya ingin melihat reaksi King True Vampire lebih jauh dia tidak ingin ada orang yang mengacau pengamatan nya terhadap King True Vampire.
Dosa Nafsu memang seperti itu,dia masih lagi mempertahankan mahkota kecil yang terdapat di atas kepala nya tetapi dia tidak mampu untuk mempertahankan agar rambut nya menjadi lebih baik,hal itu membuat kan dia ingin terus menyerang.
Apabila Dosa Nafsu ingin menyerang lagi dengan air liur yang masih meleleh serta kuku yang siap untuk menusuk King True Vampire,diri nya dihentikan oleh Dosa Kemalasan dan tentu sahaja hanya dengan sebuah ucapan,dia tidak perlu untuk menggunakan tangan nya kerana Dosa Nafsu akan kesakitan apabila dia akan menggunakan tangan nya.
"Nafsu..sifat buruk kau keluar lagi,tolong lah lebih menutupi hal itu."
Dosa Kemalasan hanya mengatakan sekali sahaja dan Dosa Nafsu pun terdiam sambil diri nya kembali menjadi normal,dia bangun dan air liur nya mula hilang serta tidak meleleh lagi,tulang belakang nya sudah mula tegak kembali dan nafas nya juga sudah kembali normal.
Dosa Iri Hati dan juga Dosa Kemarahan datang menghampiri diri nya iaitu Dosa Nafsu yang yang terlihat sedang diam memandang ke arah King True Vampire,dia tidak punya niat ingin melakukan ini tetapi dia hanya mengikuti gerakan yang di lakukan oleh Dosa Kemalasan,serta dia ingin segera menyerang saat diri nya sudah disuruh.
"Nafsu~ kau harus lebih mengendalikan diri mu!! betul kan Kemarahan?"
"Betul! betul! oleh kerana itu lah! kami kembar yang sangat serasi!"
Dosa Kemarahan serta Dosa Iri Hati sekarang berpelukan seperti tadi mereka berada di tepi Dosa Nafsu tetapi mereka memandang ke arah Dosa Nafsu,tetapi Dosa Nafsu tidak memberikan sedikit pun pandangan nya pada mereka namun mereka juga terlihat tidak mempedulikan hal itu sehingga Dosa Nafsu berkata lagi sambil diri nya berjalan ke tepi serta menjauh dari mereka.
"Kalian juga harus memperhatikan diri kalian, Kemarahan dan Iri Hati."
Dia mengatakan hal tersebut dengan datar dan dengan cepat berlalu pergi dari mereka berdua namun setelah itu Kemarahan dan juga Iri Hati tidak memberikan reaksi apapun melainkan mereka hanya fokus dengan satu sama lain,mereka memeluk antara satu sama lain lalu merapatkan pipi mereka dan mereka melakukan wajah yang comel.
Hal itu membuat kan Dosa Keangkuhan dan juga Dosa Ketamakan tergoda dengan mereka,mereka berdua berkata sambil terlihat sudah berada di depan Dosa Iri Hati dan juga Dosa Kemarahan.
"Wah~!! kalian berdua comel!!"
"Comel nya kalian berdua!! jadi lah milikku~!"
Mereka berdua berpelukan lagi tetapi kali ini mereka berdua di peluk dan tidak saling memeluk namun mereka mereka berdua tidak terlalu mempermasalahkan hal itu dan bahkan memeluk kembali mereka berdua.
Dosa Nafsu dengan kuku yang masih panjang pun mendekati ke arah Dosa Kemalasan yang masih menyilangkan tangan nya dan arah pandangan nya juga masih tertuju kepada King True Vampire.
Dosa Nafsu berkata apabila dia sudah benar-benar berada di sisi kanan Dosa Kemalasan dan dia juga memandang ke arah King True Vampire tetapi dia tidak menyilangkan tangan nya oleh kerana kuku nya yang sangat panjang.
"Mereka hanya tahu bermain-main,tidak kah kau berfikir begitu? Kemalasan?"
Dosa Kemalasan menyadari keberadaan Dosa Nafsu yang sudah berada di samping kanan nya dan dengan cepat dia memandang ke arah Dosa Nafsu lalu dia menjawab pertanyaan Dosa Nafsu dengan suara yang masih sama seperti sebelum ini.
"Ya tetapi biarkan lah sudah 300 tahun kita tidak berkumpul seperti ini,bukankah ini sedikit menyenangkan? cuba lah kau lihat kebahagiaan ini, apakah akan benar-benar kau dapat kan sewaktu kau masih menjadi manusia dulu?."
Dosa Nafsu hanya diam dan diri nya sedikit menundukkan kepala nya, selepas melihat tindakan itu Dosa Kemalasan kembali memandang ke arah King True Vampire yang berada di hadapan nya, seperti nya dia masih cuba untuk bangun meskipun luka-luka nya sudah berdampak buruk.
Dosa Nafsu kemudian berkata sambil mengangkat kepala nya lalu pandangan nya kembali tertuju ke arah Dosa Kemalasan yang berada di samping nya itu.
"Ada apa? kau asyik merisaukan sesuatu? apakah jangan-jangan reaksi nya itu yang tidak masuk akal? dan juga kau terlihat tidak memegang pedang nya di mana kau membuang nya?"
Dosa Kemalasan kemudian berkata tetapi pada kali ini pandangan nya tidak tertuju kepada Dosa Nafsu melainkan hanya tetap kepada King True Vampire,tetapi posisi tangan serta tubuh nya masih sama sehingga tiada apa-apa yang berubah.
"Aku sudah mencampak nya ke sana mungkin dia akan segera mengambil nya dan juga kau tidak perlu risau kan aku,aku akan baik-baik sahaja hanya saja aku merasai sesuatu yang sepatutnya tidak aku rasakan."
"Baiklah aku memahami hal tersebut,jadi bila aku boleh menyerang makhluk itu? rambut putih dam juha mata merah, rambut putih mengingat kan ku pada seseorang yang hidup di masa lalu tetapi siapa ya? aku benar-benar tidak mengingat nya jika mata merah itu mirip seperti kau, apakah kau mengenal nya?."
__ADS_1
"Mana mungkin,jika aku mengenal nya sudah tentu aku akan langsung mengetahui siapa dia tetapi orang yang menggelarkan diri nya King True Vampire ini benar-benar orang baru,jadi boleh dikatakan dia tidak wujud 300 tahun yang lalu."
Dosa Nafsu diam kerana dia sudah memahami tentang situasi ini,jadi dia tidak perlu untuk menanyakan hal lain lagi tetapi Dosa Kemalasan masih lagi tertanya-tanya hal yang lain seperti berikut,Dosa Kemalasan berkata dalam hati sambil wajah reaksi nya sedikit tertekan.
"Kenapa? kenapa dia ketawa?? apa yang sia sembunyikan? kenapa perasaan aku asyik tidak sedap dari tadi? apa yang sebenarnya akan terjadi? nasib nya akan berubah? hal itu mungkin lah kan?? kan??"
Pandangan Dosa Kemalasan tertuju kepada King True Vampire pada saat itu namun diri nya masih lagi mengeluarkan wajah yang agak tertekan kerana banyak berfikir,serta Dosa Nafsu melihat hal itu dan berkata dalam hati kerana dari tadi dia melihat Dosa Kemalasan benar-benar melepaskan banyak tenaga negatif.
"Hebat, Kemalasan memang benar-benar yang paling dewasa di antara kami, tetapi aku malah banyak tingkah mungkin dari segi kekuatan dia kalah tetapi kalau segi kematangan, Kemalangan adalah pemenang nya."
Dosa Nafsu kemudian kembali melihat ke arah King True Vampire yang sekarang sudah berdiri dam tentu sahaja hal tersebut membuat kan mereka semua cukup panik tetapi mereka dengan cepat berada di posisi tadi,Dosa Iri Hati dan Dosa Kemarahan susah bersedia untuk menyerang.
Dosa Nafsu dan juga Nafsu Kemalasan sudah bersedia untuk menyerang juga,4 Malaikat Mulia akan menjadi penyerang jarak jauh dengan mereka melayang di udara jadi tidak mungkin untuk King True Vampire lari mengikut jalur udara.
Dosa Keangkuhan serta Dosa Ketamakan,mereka benar-benar sudah bersedia mereka juga merupakan penyerang jarak jauh sehingga mereka berada di posisi yang sama dengan 4 Malaikat Mulia sementara empat orang berada di depan.
Farwell melihat ke arah King True Vampire yang sudah berdiri dan darah nya mengalir turun dari setiap penjuru tubuh nya dan meskipun begitu King True Vampire masih lagi boleh bertahan, Farwell berkata sambil diri nya mengarahkan sebuah tongkat kepada King True Vampire.
Hanya untuk berjaga-jaga jika dia melakukan tindakan yang secara tiba-tiba.
"Dia masih boleh berdiri ya? apa pendapat mu?
Farwell menanyakan hal tersebut kepada Keiyas yang berada di samping nya dan meskipun begitu mereka masih lagi
terbang di atas permukaan tanah.
"Ya,dia benar-benar kuat tetapi dengan keadaan nya seperti itu rasanya dia tidak akan bertahan lama."
Keiyas berkata sambil dia menyorotkan mata nya ke arah King True Vampire dan wajah serius nya benar-benar mengerikan,dia sudah seperti manusia yang tidak layak di panggil dengan sebutan manusia,rasa nya dia sedang banyak fikiran sama dengan Dosa Kemalasan.
King True Vampire terlihat mengeluarkan nafas yang tidak henti banyak nya serta darah nya tidak berhenti turun,dia kemudian berkata sambil memulakan langkah kaki tetapi kaki nya sedikit pincang sehingga membuatkan diri nya ingin terjatuh pada saat pertama kali memulakan langkah kaki nya.
"Jangan lupakan..kalau aku masih di sini!"
Dia cuba untuk bangun lagi dan dia berhasil dengan darah yang menitis lalu dia cuba untuk mencapai pedang nya yang berada sudah tidak jauh dengan diri nya,Dosa Nafsu kemudian mengubah posisi nya menjadi di kiri Dosa Kemalasan atau lebih tepatnya sekarang diri nya dengan King True Vampire berada satu jalur.
Dosa Nafsu kemudian berkata sambil diri nya sedikit menunduk lalu dia mengarahkan tangan kanan nya yang penuh dengan kuku tajam kepada King True Vampire.
"Cepat ambil pedang mu itu dan lawan aku!—tidak!! lawan kami!"
Dosa Iri Hati serta Dosa Kemarahan pun sudah siap untuk menumbuk King True Vampire,Dosa Kemalasan juga mengeluarkan pedang nya yang berwarna merah darah.
Dosa Keangkuhan serta Dosa Ketamakan sudah mengarahkan magic jarak jauh milik mereka,4 Malaikat Mulia juga terlihat sudah bersedia Fian dan juga Wadia terlihat bersemangat pada kali ini.
King True Vampire kemudian sedikit ketawa tetapi ketawa itu tidak dengari oleh mereka kerana jarak mereka yang agak jauh serta dia juga memang sengaja membuat suara nya menjadi perlahan sehingga tiada siapa yang akan mendengar kan nya kecuali diri nya sendiri.
"Hahaha,mengepung ke seperti ini adalah tindakan yang tidak baik tahu?"
Dosa Kemalasan kemudian mengeluh lalu dia berkata kepada Dosa Nafsu yang berada di samping nya dan pedang yang dia pegang juga sudah jatuh,runcip pedang itu terkena pada tanah sehingga Dosa Nafsu sedikit melirik ke arah hal itu.
"Nafsu,aku akan pergi melakukan hal itu..kau pergi lah serang dia, teleport"
Dosa Kemalasan dengan cepat hilang tetapi mereka tidak pelik kerana mereka tahu tentang apa yang ingin di lakukan oleh Dosa Kemalasan,Keiyas yang melihat itu kemudian berkata dalam hati sambil memandang ke arah Dosa Nafsu yang menerima pesan atau sesuatu mesej daripada Dosa Kemalasan.
"Dia benar-benar ingin melakukan hal itu ya? kami memang terpaksa bunuh mereka selepas ini."
Dosa Nafsu berkata dalam hati sambil diri nya maju ke arah hadapan dengan laju dan sekarang posisi nya dengan King True Vampire ialah lurus,King True Vampire memegang pedang nya untuk menahan kuku Dosa Nafsu yang sudah semakin mendekat.
"Baiklah,arahan mu di terima!!"
"Bom!"
Dengan tiba-tiba terjadi sebuah shockwave yang membuat kan muncul angin disekitar mereka berdua angin tersebut juga sangat kuat,namun itu penting kerana kuku Dosa Nafsu sudah bertemu dengan pedang milik King True Vampire.
"Yah!! reaksi mu menjadi lebih natural ya?"
King True Vampire berkata sambil diri nya memandang ke arah Dosa Nafsu yang berada di hadapan nya serta mereka saling bertukar pandangan,King True Vampire berundur satu langkah kerana Dosa Nafsu benar-benar menolak diri nya.
Dan wajah nya kembali menjadi seperti tadi iaitu air liur nya keluar serta meleleh,wajah nya penuh dengan nafsu ingin membunuh King True Vampire kemudian berkata.
"Nampak nya aku menilai terlalu cepat? tapi!!"
King True Vampire kemudian menolak Dosa Nafsu,Dosa Nafsu mundur beberapa langkah tetapi pedang milik King True Vampire masih lagi mampu untuk mencapai diri nya jadi King True Vampire dengan cepat menusuk Dosa Nafsu,namun dia tidak berhasil yang ada Dosa Nafsu menahan hal itu dengan kuku nya.
"Lemah."
Dosa Nafsu mengucapkan hal tersebut dengan wajah yang penuh dengan nafsu lalu dia dengan cepat mengubah kecepatan nya mengayungkan kuku nya menjadi laju,King True Vampire menjadi sedikit bersemangat lalu dia tersenyum kecil pada saat Dosa Nafsu menjadi sedikit serius.
__ADS_1
"Kau menjadi sedikit serius ya? tetapi tidak apa! itu adalah hal yang menarik!"
King True Vampire juga menyusaikan kecepatan nya agar biar sama dengan Dosa Nafsu yang sedang laju, terjadi angin yang sangat besar bahkan gerakan mereka tidak dapat dilihat oleh orang yang berada di belakang mereka.
Keiyas juga tidak dapat melihat nya tetapi dia tabu kalau King True Vampire benar-benar tidak diuntung kan di sini,jadi dia hanya mengambil kesimpulan kalau King True Vampire akan kalah dalam berapa minit lagi jika mereka tidak berhenti.
Namun ingin dilihat dari sudut mana pun mereka tersenyum apabila menebas antara satu sama lain dengan kecepatan yang tinggi,dengan jelas mereka melakukan hal itu hanya saja senyuman Dosa Nafsu lebih menyeramkan tetapi hal yang membuat kan mereka menakutkan bukan lah itu.
Tetapi cara mereka mengeluarkan emosi mereka,itu adalah hal yang paling menakutkan.
Selepas beberapa saat Dosa Nafsu mundur beberapa langkah dan sekarang di belakang nya terdapat dua orang kembar yang tidak asing di mata nya tetapi dia tidak dapat melihat wajah mereka berdua,kerana kembar itu terus maju ke hadapan tanpa berkata apa-apa tetapi mereka tidak melakukan serangan yang mengejut sambil itu juga Dosa Iri Hati dan juga Dosa Kemarahan berkata.
"Nafsu~ sepatutnya lebih menyimpan tenaga! jangan jadi seperti itu!! hmm~."
"Betul tu,betul tu!! sekarang adalah giliran kami!! kami akan mengalahkan nya~."
Apabila mereka berdua sudah berada di hadapan Dosa Nafsu dengan cepat Dosa Nafsu berkata sambil diri nya tertunduk akibat penat,lutut nya juga menyentuh permukaan tanah sehingga dia dapat merasakan keletihan saat berlawan dengan King True Vampire.
"Kalian menjijikkan cepat lah selesaikan nya."
Dengan tiba-tiba Dosa Keangkuhan datang dari arah belakang,dia berkata sambil mengarahkan tongkat sihir nya pada Dosa Nafsu.
"Kau pasti kesakitan kan? aku akan menyembuhkan mu Nafsu."
"Terima kasih,angkuh."
Keiyas kemudian berkata dalam hati sambil memandang ke arah King True Vampire, sekarang dia benar-benar menyilangkan tangan nya lalu dia benar-benar berfikir keras untuk menganalisa hal yang terjadi sekarang.
"Ramalanku salah? tidak mungkin kan? padahal aku sudah menduga King True Vampire akan tamat dahulu tetapi dia terlihat masih ada tenaga dan sekarang malah Dosa Nafsu yang tadi nya terlihat memiliki kelebihan di awal namun malah kepenatan, apakah dia menggunakan magic? padahal di sini pengaruh magic tidak kuat,mungkin kerana jalur mana di sini sudah mati dan hanya tersisa jalur mana 3 Puteri Besar."
King True Vampire kemudian melihat ke arah hadapan dan di hadapan nya ada dua orang budak perempuan,mereka juga berpakaian pelik tetapi King True Vampire tidak peduli dengan hal itu,King True Vampire berkata sambil dia melepaskan pedang nya serta dia masuk ke mode berlawan memakai tangan kosong.
Dosa Iri Hati berkata kepada King True Vampire sambil dia juga membuka posisi yang sama seperti King True Vampire.
"Seperti nya kau meremehkan kami ya?"
"Tidak apa,kami akan langsung menghabisi mu."
King True Vampire hanya diam sambil tersenyum kejam dan mata merah nya benar-benar berwarna merah pekat sehingga mereka sedikit ragu kalau maju ke hadapan jadi mereka berpisah.
Dan dari sisi kanan terlihat kalau ada Dosa Kemarahan yang sedang mendekati diri nya dan ingin menumbuk King True Vampire,di sisi kiri King True Vampire terdapat Dosa Iri Hati yang melakukan tindakan serta niat yang sama.
King True Vampire menghulurkan kedua-dua tangan nya ke arah yang berbeza dan dia berkata sambil senyuman nya yang kejam itu masih lagi belum pudar dari wajah nya.
"Kalian ini..bising ya?"
Pada saat mereka mendekati King True Vampire, terjadi angin lagi sehingga terlihat dengan jelas di situ kalau serangan mereka di tahan namun bukan nya di tahan di tangan melainkan di kepala,Dosa Kemarahan dan juga Dosa Iri Hati tidak dapat melihat dengan jelas tentang apa yang terjadi.
"Jangan ingat hanya akan sampai di sini!"
King True Vampire kemudian campak Dosa Iri Hati ke arah hadapan dan dia terjatuh serta terbaring di samping Dosa Nafsu.
"Argh!"
Dia kesakitan dan dengan cepat Dosa Keangkuhan datang ke arah nya lalu memulihkan luka-luka nya dengan tongkat yang dimiliki oleh diri nya.
King True Vampire dengan cepat membaling Dosa Kemarahan ke arah yang sama dan dengan ini mereka terbaring lemas di situ,King True Vampire berkata sambil sedikit tersenyum tetapi dia tidak maju lagi melainkan dia terjatuh namun lutut nya menahan diri nya untuk melakukan tindakan itu.
Sekarang posisi nya sama dengan Dosa Nafsu yang sedang memandang ke arah diri nya dengan nafas yang laju.
"Ini.. sedikit melelahkan."
Dosa Nafsu pula bekrata sambil diri nya memandang ke arah belakang dan tentu sahaja 4 Malaikat Mulia menyadari posisi mereka jadi dua orang dari empat orang dari mereka maju ke hadapan.
"Sekarang giliran kalian pula!!"
Wadia dan juga Fian maju ke hadapan,mereka menginjak tanah pada saat berhadapan dengan King True Vampire mereka terlihat tersenyum saat melihat King True Vampire yang sedang terjatuh kelelahan, darah nya juga masih lagi keluar.
King True Vampire berkata dalam hati sambil diri nya bangun dari tempat dia terjatuh,dia juga terlihat masih lagi tidak pulih dan pada saat ini dia benar-benar tidak diberikan waktu untuk berehat,dia membenci hal itu dia ingin lari tetapi itu bukan lah tindakan seorang raja namun yang ingin dia lakukan hanyalah menyembuhkan diri nya sendiri.
"Ah.. melelahkan,aku harus berlawan dengan mereka pula?"
Mereka berdua tersenyum pada saat itu,King True Vampire hanya tersenyum kecil sambil diri nya maju satu langkah ke hadapan lalu dia membuka posisi sedia nya dan menandakan kalau dia akan menyerang dalam beberapa saat ke hadapan.
"Mari,lakukan nya!"
TO BE CONTINUE
__ADS_1