Night Fate

Night Fate
Snow Alpen


__ADS_3

Salju masih turun di sekitar kota Swiss, suasana serba putih dengan Suhu dingin namun menyenangkan.


Tepat di Desa Grindelwald, di bagian ujung yang agak dekat dari Hutan, seorang anak laki-laki yang masih kecil berusia sekitar 6 tahun sedang bermain salju dengan Riangnya di bagian belakang sebuah rumah.


"Alpha.. Jangan terlalu jauh bermain yah Nak.. " Sebuah teriakan terdengar dari dalam rumah, anak laki-laki yang mendengar itu berteriak balik, "Iya Ma.."


Dia melanjutkan bermain Salju dengan senang, Manik mata hitam nya tak sengaja melihat ke pagar kayu yang di atas nya sedang bertengger seekor burung berwarna merah-oranye, burung itu kelihatan cantik.


Anak laki-laki itu berlari ke arah pagar, dengan langkah kecil yang meninggalkan jejak di salju, sayang  ..


Ketika dia hampir sampai burung itu terbang menjauh,Anak laki-laki itu berlari mengejar dia berlari melewati pagar dengan sebuah pintu.


Anak itu mengejar sampai Tanpa sadar dia mulai memasuki Area Hutan,.


Langit menggelap dan udara semakin dingin, semburat Cahaya senja mulai terlihat di langit.


'Kratak.. '


Anak itu berhenti, dia menatap sekitar dan dirinya mulai dilingkupi rasa takut, anak laki-laki itu menatap nanar sekitarnya, "Ibu  .. Ayah  .. " Cicitnya.


Tubuhnya mulai mengigil, dia memeluk dirinya sendiri, ketakutan,.


Kaki kecilnya melangkah mencari jalan keluar,dengan perasaan takut


...



...


Salju mulai turun, menyamarkan jejak kaki kecilnya, anak itu menangis dalam diamnya,"ibu  ... Ayah  .. Alpha Takut.. "Ujarnya gemetar.


Dia berhenti dan menoleh kebelakang ketika merasa ada yang mengikutinya, Tapi Nihil tidak Ada siapa-siapa.


Tubuhnya gemetar ketakutan, dia menoleh kiri-kanan dan tidak ada siapa-siapa. Hanya pepohonan tinggi menjulang yang tertutup salju sebagian.


"Apa yang kau lakukan.. "


Sebuah suara menginterupsi, membuat anak itu tersentak, mematung sejenak sebelum dia menoleh kebelakang ke arah sumber suara.

__ADS_1


Seorang gadis kecil berkulit pucat dengan manik mata berbeda, bagian kiri berwarna Hijau Emerald dan bagian Kanan berwarna Merah terang,sungguh perpaduan yang aneh tapi unik, anak laki-laki itu hampir saja akan kabur karena Takut itu hanya lah Arwah.


Sebelum manik mata nya memperhatikan kaki gadis itu yang menapak, dan penampilan nya yang mengenakan gaun pendek berwarna putih seperti salju dengan blazer berwarna hitam panjang,


'cantik.. ' Satu kata yang terlintas di benak anak laki-laki itu dan bagi siapapun yang melihat nya.


"Apa yang kau lihat? " Ucapan Gadis itu membuat anak laki-laki itu tersentak dan reflek menggeleng.


Sebelum dia berbicara Alpha mengusap kedua pipinya yang basah, "Aku ingin.. Pu-pulang.. "


Gadis kecil itu memiringkan kepala nya memperhatikan Alpha yang membuat anak laki-laki itu menunduk, sebelum kemudian gadis itu berjalan pergi, Alpha mendongkak dan mengejar gadis itu.


"Hei.. Tunggu  ... "Dia berlari mengejar gadis itu yang berjalan, gadis itu tidak menggubris Alpha. Dia berjalan terus.


" Siapa kau.. A-apa kau te-tersesat juga.. Atau kau tau ja-jalan pulang.. "Alpha bertanya saat dia bisa menjejarkan langkah nya dengan gadis itu, tapi Tidak ada jawaban.


.


Cukup lama mereka berdua berjalan dengan Alpha yang berceloteh dan masih tetap diselimuti rasa takut, hanya saja rasa takut itu berkurang sejak ada gadis kecil itu yang berjalan dengan nya, atau lebih tepatnya dia yang mengikutinya.


Langit mulai menggelap dan udara semakin dingin meski salju Sudah berhenti turun, suara hewan malam mulai terdengar dari kejauhan.


Tiba-tiba gadis itu berhenti, "Ke-kenapa.. A-ada apa.. " Sontak Alpha ikut berhenti dan bertanya.


Gadis itu menoleh sebentar lalu menatap kedepan dan menunjuk ke depan jga.


Alpha mengikuti arah yang ditunjuk gadis itu, sontak dia bersorak..


Ini tak jauh dari rumahnya, dan terlihat Ayah Ibunya mencari sembari meneriaki Namanya.


"Alpha... "


"Alpha.. Alpha, wo bist du lieb?¹"


"Alpha.. Where are you ..? ²"


Tanpa ba-bi-bu Alpha berlari dan memanggil Ibu Ayah nya.


"Mutter.. Father.. " Teriak Alpha sembari berlari, kedua orang tuanya menoleh dan segera berlari ke arah Alpha.

__ADS_1


"Alpha.. Dari mana saja kamu.. Nak.. Mutter and Father mencari mu sayang.. "


Ibu Alpha segera memeluk Putranya itu dengan erat, bagitupun sang Ayah.


"Alpha are you okay? " Tanya Ayah Alpha khawatir.


Alpha mengangguk, "aku ter-sesat tadi.. Tapi ada gadis itu yang membantuku.. " Ujarnya sembari menunjuk ke sebuah arah dimana dia meninggalkan Gadis itu.


Ayah dan Ibunya melihat ke arah yang di tunjuk Alpha namun tidak ada siapa-siapa di sana.


"Wo? es war niemand dort³" Ujar Ibu Alpha kebingungan.


Alpha menoleh dan benar di sana tidak ada siapa-siapa, tapi dia yakin gadis itu di sana..


"Dia.. Dia disana.. Tadi dia bersama ku.. " Jelas Alpha dengan serius.


Kedua orang tuanya saling tatap,"Alpha.. Tidak ada siapa-siapa di sana.. Atau mungkin dia Sudah pergi.. Sudahlah yang penting kau baik-baik saja.. "Tangan Ibu Alpha terangkat mengusap surai lembut Putranya itu.


Alpha menunduk, dia bingung sekaligus menyesal belum berterimakasih pada gadis yang sudah membantu nya itu.


" Ya sudah.. Ayo kita kembali.. "Ucap Ayah Alpha sembari menggendong Alpha, dan mereka berjalan ke arah rumah.


Alpha menatap ke tempat dimana dia meninggalkan Gadis itu, manik mata nya  meredup.


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


...Tbc. ...


¹" Alpha.. Alpha, dimana kamu sayang?.. '


²"Alpha.. Dimana kamu? "


³"Dimana? di sana tidak ada siapa-siapa"

__ADS_1


__ADS_2