Night Fate

Night Fate
I'm here .. and faithfully waiting for you ..


__ADS_3

Seperti Hari senin biasanya, Haikal mengayuh sepedanya menuju sekolahanya.


beruntung tidak ada para 'preman' di gerbang, jadi Haikal bisa masuk dengan tenang.


Saat dia masuk ke kelas dia hanya diam dan kelihatan jelas sedang murung.


Reza segera menghampiri Haikal yang kelihatan tidak baik-baik saja.


"Ngapa Lo? demam? " ujarnya sembari menempelkan punggung tangany ke dahi Haikal tapi segera di tepis Haikal.


"Nggak" jawaban Singkat dari Haikal malah membuat Reza curiga.


"lo sebenernya kenapa sih? kelihatan nya banyak beban.. " Reza berucap sembari memegang pundak Haikal, "cerita napa.. sama temen sendiri juga.. klo ada masalah cerita.. jangan di pendem sendiri.. ntar nyesek loh.. " lanjut Reza sok bijak.


"Aku.. nggak.. nggak ada papa.. " ucap Haikal tenang.


"Lo gini gwe malah curiga.. " Reza memincingkan matanya menatap Haikal tajam.


Haikal mengangkat tangan di depan dada dengan raut wajah ... aneh, "nggak.. nggak.. nggak ada papa beneran.. cuman badmood aja.. "


Reza masih merasa aneh.. Tapi dia akhirnya menyerah mempertanyakan hal itu lagi pada Haikal.


o(iДi)o


Pulang sekolah ini Hujan kembali turun, tapi Haikal tidak memperdulikan nya, dia menuntun sepedanya menuju apartemen tempatnya tinggal.


Tapi.. dia pada akhirnya teringat kembali akan Lycoris, sebenarnya kemana gadis itu..


Haikal tau dia tidak berhak untuk Merindukan dan mencari tau tentang Lycoris, tapi entah kenapa perasaannya sendiri tak tenang.


Dia berhenti di Warkop yang sama dimana dia tidak sengaja bertemu dengan Lycoris waktu itu, ternyata disana dia juga tak mendapati ada Lycoris, Haikal memesan segelas Teh Hangat untuk menghangatkan diri.

__ADS_1


dia berharap Lycoris ada disini dan menyapa nya dengan tiba-tiba, lalu membuatnya menunduk kaget+ takut-takut, Memandang wajah itu..


Manik mata coklat itu,Suara datar tapi terkesan polos, Haikal ingin melihat senyum simpul itu lagi.


dia benar-benar merindukan Lycoris, Tapi.. dia masih sadar diri seutuhnya.


pastilah waktu itu hanya kebetulan akan kebersamaannya/Kedekatanya dengan Lycoris.


Haikal terlalu berharap banyak,.


tapi dia tetap menunggu disana, berharap Lycoris mungkin muncul secara tiba-tiba.


bahkan sampai sore, Haikal masih menunggu dan berharap, tapi itu percuma.


sampai pada akhirnya dia memutuskan untuk pulang setelah membayar Teh hangat itu.


Seragam yang dia kenakan sedikit basah, dan sisanya kering.


semburat senja begitu indah kala Hujan mereda, Dan Malam itu begitu dingin..


dia hanya menuntun Sepedanya dengan lesu,Sesekali membetulkan kaca matanya yang melorot dan sedikit berembun.


Matanya memerah dan hidungnya juga memerah, dan sepertinya Haikal flu+demam.


(ू˃̣̣̣̣̣̣︿˂̣̣̣̣̣̣ ू)


Dan semua itu terbukti dari Haikal yang bersin saat pulang ke apartemen tempatnya tinggal.


Mamanya dengan cepat menyiapkan Air hangat dan mengompres Dahi Haikal yang terasa panas.


"Ya ampun.. Kamu ini.. kok malem banget pulangnya.. " ujar Mama Haikal Khawatir, sedangkan Hana memilih duduk memperhatikan saja.

__ADS_1


Mama nya tadi dengan segera menyuruh Haikal mengganti baju saat pulang.


Haikal hanya tersenyum, dan tidak berniat membalas.


Setelah mengompres dan meminta Haikal minum obat, Mama dan Hana meninggal Kamar Haikal agar Haikal istirahat.


"Malam Kak.. cepet sembuh.. " ujar Hana sebelum menutup Pintu kamar Haikal, Mama tersenyum pada Haikal sebelum pintu itu tertutup juga.


Haikal membalas dengan senyuman yang sama, Dia lalu menatap keluar jendela kamarnya,.


langit malam yang redup.


Gemerlap Bintang dan Cahaya Bulan tidak begitu terang, Langit pun seperti mendung.


Hawa dingin jelas terasa, tapi Haikal mengabaikan nya.


Kemana sebenarnya Lycoris?


.... ...


.... ...


.......


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...

__ADS_1


.... ...


...Tbc. ...


__ADS_2