
Lycoris terkekeh memperhatikan ekspresi Haikal.
.
Setelah tadi Lycoris mengajak nya pergi,ternyata dia membawanya menaiki sebuah sepeda motor Ninja berwarna Hitam mengkilap dan di padukan dengan lampu hijau toska menyala, membuatnya terlihat sangat keren.
Haikal menelan ludahnya sudah payah, dia bahkan tidak akan mendapatkan Sepeda Motor seperti itu.. bahkan jika dia menabung selama setahun dari gajinya.. itu tidak akan sepadan.
Lycoris memberikannya helm dan menyuruh Haikal memakainya, tapi Haikal malah melamun dengan wajah aneh.
Awalnya Haikal menolak, tapi akhirnya dia mau.
Ternyata Lycoris mengendarai Motornya menuju ke sebuah Cafe,mereka menjadi pusat perhatian tapi Lycoris tidak peduli sama sekali. sedangkan Haikal serasa Mati kutu.
maka disinilah mereka..
di Cafe yang tidak terlalu ramai.
Lycoris menyuruh Haikal memesan apapun, tapi dia malah hanya memesan secangkir Cappucino saja, Lycoris hanya tersenyum simpul waktu itu.
dan yah inilah sekarang suasananya..
Haikal yang canggung, Lycoris yang bodo amat.
"Jangan terlalu kaku.. santai saja heh.. " Lycoris meminum Segelas Wine yang dia pesan, khusus.
Haikal mendongkak dengan wajah polos menatap Lycoris yang dengan santainya meminum Wine.
dia berfikir.. Bagaimana dengan bibirnya yang agak sobek itu? apakah tidak perih saat dia meminum Wine itu?.
"kenapa kau lewat jalan itu tadi? " tanya Lycoris dengan menggoyangkan gelas Wine di tangannya.
'kltik.. kltik.. '
suara Es batu dan gelas yang terbentur itu terdengar.
Haikal berfikir, bukankah itu memang jalan yang sering dia lalui? . kerutan terlihat jelas di dahi Haikal.
"i-itu memang jalan yang.. se-sering ku lalui.. "jawab Haikal terbata-bata. dia gugup, bukan hanya karena Lycoris, tapi juga karena beberapa orang atau lebih tepatnya banyak orang yang memperhatikanya berbicara dengan Lycoris.
"Heh.. sepertinya kau terlalu banyak melamun saat itu.. kau salah jalan.. harusnya kau berbelok ke kanan saat di persimpangan.. tapi kau malah lurus.. " Lycoris terkekeh.
Haikal menatap tak percaya,"Aku hanya kebetulan tau.. dan melihat.. Aku ini sering berkeliaran di Kota.. dan kebetulan waktu itu Aku melihatmu.. "lanjut Lycoris.
" lagi pula apa yang kau pikirkan? sampai-sampai kau salah jalan? "tanya Lycoris lagi.
Haikal diam, dia tidak tau harus menjawab apa!, tidak mungkin dia jujur jika dia sedang memikirkan Lycoris saat itu, karena dia merasa khawatir dan gelisah dengan sendirinya.
" A.. Mmm.. itu... A.. aku.. sedang memikirkan-"Ucapan Haikal terpotong.
"Sudahlah.. aku juga tidak terlalu penasaran.. tidak masalah.. itu urusan pribadimu dan aku tidak terlalu berhak tau.. " Ucap Lycoris.
Haikal bernafas lega,.
☆*:. o(≧▽≦)o .:*☆
Lycoris mengantarkan Haikal pulang ke apartement nya, saat Haikal sampai seorang pria tua menghampirinya, ternyata hanya mengatakan tadi ada yang membawa sepedanya kembali.
Haikal merasa senang saat itu juga, baguslah.. sepeda itu satu-satunya Sepeda milik nya, yang menemaninya di setiap perjalanan.
"se-sekali lagi.. Terimakasih.. Tapi.. Bagaimana dengan lukamu? " ucap Haikal.
Lycoris malah terkekeh, "Luka ini tak seberapa.. aku sering mendapatkannya.. " Ucapnya dengan wajah datar.
Haikal hanya mengangguk-angguk, baiklah.
"Yaudah.. gwe duluan.. --"
__ADS_1
"Ini buat.. Ta-tadi di Cafe.. " ujar Haikal sambil menyerahkan Selembar Uang.
"Nggak perlu.. gak masalah.. " tolak Lycoris enteng.
"ta-tapi.. aku harus balas budi.. buat terimakasih.. aku nggak enak.. " Ucap Haikal.
Lycoris keliahatan berfikir, "serius lo mau balas budi? " tanyanya.
Haikal mengangguk, "i-iya.. "
meski mungkin itu jawaban yang tidak tepat.
"Kamar lo di lantai berapa?nomer berapa? " tanya Lycoris malahan.
"Lantai 15,nomer 445.." jawab Haikal sambil menatap aneh pada Lycoris.
"lo nggak ada kerja kan? " Tanya Lycoris lagi.
Haikal menggeleng.
"oke.. ini baru jam 7 .. Ntar Malem ini gwe ajak lo.. sekitar jam 9 Malem.. " Ucap Lycoris.
"Bu-buat apa? " Tanya Haikal heran.
"Lo bilang mau balas budi? Harus mau.. " Ucap Lycoris dengan senyuman yang pastinya tidak bisa di tolak.
"o-oke.. " Haikal akhirnya pasrah. baiklah..
"Haikal.. ".
sebuah suara menginterupsi mereka, Haikal sontak menoleh saat namanya yang di panggil dan Lycoris hanya refleks.
seorang gadis dengan wajah manis, mengenakan dress berwarna peach juga jaket berbulu berwarna senada.
Haikal kelihatan heran, Sampai akhirnya gadis itu berjalan ke arah mereka dan tersenyum dengan manis.
Lycoris bodo amat.
"eh.. oh Gi-gina? Kamu udah balik.. " Haikal kelihatan senang.
Lycoris hanya memperhatikan.
"iya.. baru aja sampek..kamu Apa kabar? "Tanya Gadis itu.
" Baik kok.. Oh ya Kenalin i-ini Lycoris di-dia.. "Ucapan Haikal terhenti.
"Hai.. Gwe Lycoris.. temenya Haikal di sekolah.. " ujar Lycoris sambil mengulurkan tangannya.
Gina menerima dengan Sok Anggun.
"Hai..aku Gina Sahabatnya Haikal.. waktu kecil.. " Ujar Gina dengan senyum sok manis.
"Yah.. sahabat kecil tapi.. dia pindah keluar kota dan ternyata baru balik sekarang. . " ucap Haikal dengan senyum kecut.
Lycoris hanya mengangguk-angguk paham.
Gina cemberut, "Kalau begitu silahkan.. melepas rindu.. " ujar Lycoris dan menyalakan mesin motornya, seketika terdengar suara yang agak berisik.
"Jangan Lupa Nanti Malam.. Tunggu aku.. Bye.. " ujar Lycoris dan mulai melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
Gina kelihatan menyunggingkan senyum miring.
"Kal.. yuk ke tempat kamu.. aku juga rindu Mama kamu sma Hana.. " ucap Gina dan menggandeng tangan Haikal.
(´;д;`)
Ntahlah ada perasaan bagaimana..
__ADS_1
Melihat kedekatan Gina bersama Haikal, sedikit membuat Lycoris merasakan sakit di hatinya.
tapi dia sendiri tak tau alasanya apa..?!
Lycoris segera menepis segala pemikiran nya tentang Haikal sementara, dia Terus melakukan Motornya dengan kecepatan diatas rata-rata.
.
sampai pada akhirnya, Lycoris sampai di depan Mansion nya.. dia merasakan sakit di bagian perut, kepala sebelah Kanan dan Kaki kirinya.
itu hampir membuatnya terjatuh jika saja.. seseorang tidak membantunya.
"Kau dari mana saja.. Lukamu masih belum sembuh.. tapi sudah menambah banyak Luka.. Kau tau aku mengkhawatirkan mu.. " ucap Orang itu dengan nada khawatir.
dia membantu Lycoris berdiri dan berjalan, Lycoris tidak menggubris, dia tidak peduli.
"Kak.. Lycoris.. Kak Sean.. " Leon berlari menghampiri Sean dan Lycoris.
"Kak Lycoris kenapa? " Tanya Leon, penasaran.
"Anak kecil sana pergi tidur saja.. " Lycoris berucap dengan terkekeh.
Sean membantu Lycoris duduk.
"Aku tidak bisa tidur.. "Ucap Leon cemberut sambil duduk di Sofa yang berhadapan dengan Lycoris.
sedangkan Sean pergi entah kemana.
" memikirkan Hana? "
'glek'
Leon menelan ludahnya sendiri, tebakan Lycoris tepat.
"Kau ini masih kecil sudah memikirkan tentang gadis.. " entah dari Mana Sean tiba-tiba datang.
dia menaruh, baskom berisi air hangat dan kotak P3K di meja, dia duduk di sebelah Lycoris dan Mengobati Luka Lycoris.
mengompres lebam dan mengusap darah yang sedikit mengalir dari luka.
Leon tidak ingin dipojokan, dia akhirnya memilih pergi ke kamarnya dengan melesat begitu cepat.
Sean hanya bisa Menggelen-gelengkan kepalanya, dan Lycoris terkekeh.
Sean sendiri kesal dengan Lycoris, dia sedikit menekan di luka pelipis Lycoris membuat Lycoris mengaduh.
"sakit kak... " Protes Lycoris.
"itu salahmu.. kau ini bukankah kau belum benar-benar sembuh.. tapi malah menambah luka.. bukanya belajar di sekolah malah tawuran.. " celoteh Sean.
Lycoris hanya nyengir tak berdosa.
"ayolah Kak.. itu bukan masalah besar.. " ucap Lycoris dengan watadosnya.
Sean hanya bisa menggeleng pasrah, adik sepupunya ini memang.. terlalu bebas.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
.......
...Tbc....