
Hujan masih setia turun,meski hanya setetes demi setetes tapi Tuhan seakan tau ..
menemani Mereka yang tengah berduka.
seorang anak kecil berkacamata dengan pakaian serba hitam biasa berdiri di samping seorang wanita yang tengah menangis di pelukan wanita lainya sambil menggendong seorang bayi mungil yang lucu dan tenang, dua orang memegang Payung untuk keempatnya.
bulir demi bulir cairan bening turun dari pelupuk mata indah itu, manik mata biru sebiru langit tanpa tepian dan sedalam lautan bening tanpa dasar, hanya ada kelam dalam diam.
anak itu menangis tanpa suara, dia memandang gundukan tanah yang basah, tangan kecilnya hanya mengepal erat.
Ayahnya meninggalkanya, disaat adiknya baru lahir beberapa bulan lalu, di saat dia mulai masuk sekolah yang seharusnya di dampingi sang Ayah.
seorang laki-laki menepuk pundak anak itu membuatnya tersentak sebentar, "Alpha.. Kau harus kuatkan dirimu .. demi Ibu dan Adikmu.. " suara serak nan berat itu memiliki arti tersembunyi di dalamnya.
anak itu hanya mengangguk tanpa semangat.
jujur.. dia tidak tau harus apa!
dia tidak paham .. !
apalagi ucapan Ayahnya waktu itu..
"Alpha .. Kau akan menjadi pemimpin yang hebat .. Ayah harap kau menemukan Mate yang bisa membantumu nanti .. "
Siapa yang akan paham..
__ADS_1
Dia masih kecil..
@#_#|•`
Tak ada yang tau ..
dari area pemakaman itu, tak jauh dari sana seorang gadis kecil menatap ke sana dengan raut wajah datar tanpa ekspresi.
dia hanya diam, membiarkan tetes demi tetes hujan membasahi dirinya, suhu dingin tidak mempengaruhi nya,. Toh, Setinggi dan serendah apapun suhunya itu sama saja baginya.
Pandangannya mengarah ke pemakaman itu namun tatapan kosong, dia memperhatikan anak laki-laki itu.
entah kenapa membuatnya merasa bergetar, gadis itu mengangkat salah satu tangan putih pucatnya yang gemetar.
dia menangkup kan tanganya itu ke dadanya yang terasa sesak, Sakit kepalanya terasa sakit, gadis itu menunduk menutup matanya rapat-rapat untuk menahan rasa sakit itu, tak sadar setetes cairan bening mengalir begitu saja dan membuat pipinya basah.
gadis itu selalu nyaman di dekatnya, namun takdir membelokan dan mengubah segalanya, dia harus menjauh .. atau anak itu akan terluka ..
tapi dia sendiri tak sadar, sebenarnya dirinya sendirilah yang benar-benar terluka dan harus menderita karena jarak yang dia buat.
tapi apalah daya ketika keinginan lebih mendominasi kemampuan,Maka sesakit apapun derita akan jauh lebih baik ditanggung sendiri dari pada harus orang yang kita sayang yang menanggungnya.
Jauh lebih baik dirinya yang merasakan sakit dari pada dia harus merasakan kehilangan, sungguh takdir Tuhan yang sangat hebat.
seorang anak kecil harus sudah menahan derita demi orang yang disayanginya.
__ADS_1
Dia harus menjadi dewasa sebelum waktunya, tapi.. ini sudah takdir .. tak ada yang bisa mengubah kecuali Tuhan menginginkannya.
tapi Takdir.. apa itu sebenarnya? Apa Takdir itu nyata?
Apakah Takdir itu segala yang kita Alami sekarang? Tuhan yang mengaturnya ..
atau
Takdir adalah sebuah pilihan yang di berikan Tuhan, Kita memilih tapi tetap semua akan kembali kepada Tuhan. apakah dia mengizinkan..
Siapa yang tau..
Takdir adalah Misteri, hal yang sangat sulit di cari padahal ada di depan mata, hal yang mustahil tapi itu nyata..
.......
.......
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
.......
...Tbc...