
Dimalam yang dingin ini Haikal terbangun, entah kenapa dia merasa kepalanya sangat sakit, begitu pula dengan dadanya yang terasa sesak.
Dia memejamkan matanya mencoba agar rasa sakit itu mereda.
tapi percuman..
rasa sakit itu tetap ada, ingin rasanya dia berteriak tapi itu pasti menganggu,karena ini sudah malam dan sangat larut.
setelah beberapa saat berlalu..
Akhirnya rasa sakit itu mereda, membuat Haikal di banjiri keringat dingin dan nafasnya sedikit tersenggal, dia segera meminum air di atas nakas di samping ranjangnya dengan perlahan dan sedikit gemetar.
"Apa.. itu tadi.. kenapa aku.. " ujarnya pada diri sendiri.
Haikal melihat jam dinding yang ada di kamarnya ternyata ini jam 01.30 dini hari.
Dia lalu melihat ke jendela keluar kamarnya, Bulan bersinar tapi bagi Haikal itu agak redup, Bintang berkelip seperti seorang yang khawatir akan sesuatu.
Angin malam berhembus dengan agak cepat seperti gugup pada sesuatu, dan tiba-tiba langit mendung berawan hitam menutupi sang Bulan dan Bintang.
Haikal merasa gelisah saat itu juga, entahlah kenapa..!? dia sendiri tidak tau!!.
dipikiranya tak sengaja mengingat nama seseorang,..
Lycoris..!
(இдஇ; )
seperti biasanya dan ini hari Minggu, Haikal harus bekerja,.
saat di Cafe dia tidak seperti biasanya yang akan berbicara atau banyak berinteraksi dengan pelanggan, tapi.. dia lebih banyak diam.
sungguh bukan Haikal..
__ADS_1
dan bahkan saat sudah waktunya pulang, dia seperti tak bersemangat.
Di tengah jalan Haikal melihat seorang nenek-nenek yang mau menyebrang dengan membawa banyak barang, dan dari situ Haikal berhenti turun dari sepedanya dan membantu nenek itu menyebrang dengan hati-hati.
"terimakasih.. banyak Nak.. " ucap Nenek itu dengan senyuman ramah.
Haikal balas dengan senyum dan mengangguk.
"Aku tau kau sedang merindukannya.. " ucap Nenek itu tiba-tiba, Haikal menatap Nenek itu bingung+aneh.
"gadis yang selalu kau pikirkan selama beberapa hari ini.. kau merindukannya.. " ucap Nenek itu lagi.
"Apa Nenek tau siapa dia? " ucap Haikal, dan Nenek itu mengangguk.
"Aku memang merindukan nya.. tapi aku sendiri sadar aku bukan siapa-siapa darinya.. " ucap Haikal dengan senyum kecut.
"Tidak pernah salah jika kita merindukan seseorang.. biarpun dia bahkan tidak tau kita.. dan peka terhadap kita.. Semuanya wajar... "
(Ω Д Ω)
Sadar dirinya bukan siapa-siapa Lycoris..
Ini sudah malam, dan dia masih di taman belum pulang sedari tadi dan hanya melamun sambil memegang botol air mineral. dan menghadap dimana Senja yang indah itu menghilang.
"apa itu artinya aku... tidak masalah merindukan ya? " ujarnya pada diri sendiri.
'uhuk.. uhuk.. '
Haikal tiba-tiba terbatuk, membuatnya dengan reflek meminum air mineral di tanganya.
sejak saat itu..
dia memikirkan Lycoris yang jarang atau lebih tepatnya tidak pernah sekalipun terlihat lagi..
__ADS_1
sebenarnya dia sendiri dulu memang jarang bertemu, atau kadang hanya berpapasan.
dia tau mungkin Lycoris kebanyakan bolos.
dia sendiri tak sedekat itu dengan Lycoris, dan saat dia kadang menjemput Hana, Leon tidak membahas Lycoris dan dia di jemput oleh orang Lain.
Hana juga tidak bertanya-tanya dan Haikal sendiri tidak enak, dia bukan siapa-siapa..
lagi pula saat membahas Lycoris , raut wajah Leon aneh.
Haikal menengadah menatap Rembulan yang begitu indah dengan Bintang berkelip, meski awan kadang menghalangi tapi pijar mereka tak pernah berhenti.
"Aku hanya Debu yang terlalu berharap menggapai sang Bintang dan hadir berteman bersama sang Rembulan.. "
"Cahaya mereka terlalu terang membuat ku silau.. namun entah kenapa itu memberiku secercah harapan.. "..
" kau Bintang dan aku.. bukan apa-apa bagimu.. Hidupku bergantung pada Takdir yang membawaku.. bagai debu yang berharap pada sang Angin.. "..
Haikal tertawa sendiri, dia merasa sok puitis saat itu juga.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
...Tbc....