
Haikal merebahkan dirinya di kasur, dia menatap ke arah Jam entah yang keberapa kalinya.
Jarum Jam menunjukan pukul 08.03,Gina sudah pulang, lebih tepatnya dia tidak jadi ke tempat Haikal karena mendadak ada urusan.
Haikal sudah berganti baju santai, sekarang yang di pikirkan hanya satu, Lycoris ingin membawanya kemana? dan untuk apa? dia.. harus berpenampilan bagaimana?.
Apa dia harus bersiap-siap begitu rapi? atau hanya pakaian santai..
Atau.. dia harus menunggu Lycoris lalu bertanya..
Haikal hampir saja memejamkan matanya ketika suara ketukan tiba-tiba mengagetkan ya.
dia bangkit, suara itu bukan dari arah pintu..
'tok.. tok.. '
Haikal mengedarkan pandanganya keseluruh kamarnya, dan mencari asal suara itu.
yang ternyata dari belakangnya.
dia menoleh dan terkejut, saat melihat ada seseorang mengetuk Jendela kamarnya, yang dekat dengan balkon.
"Buka.. "
Samar-samar terdengar suara seseorang yang meminta, Haikal dengan pelan-pelan dan Hati-hati membuka tirai, alangkah lebih terkejutnya dia saat Tau itu Lycoris.
Tunggu.. tapi bagaimana bisa? apa dia memanjat? itu terlalu tinggi..
"Malah ngelamun.. Bukak.. Woi.. "
Haikal dengan segera membuka Jendelanya hati-hati, Lycoris ada di balkon.
"Minggir.. " Ucap Lycoris, Haikal menatapnya Bingung.
Tak di sangka Lycoris malah memanjat dan berjongkok di pagar balkon, Haikal tegang sendiri karena itu berbahaya.
Lycoris masih menyuruhnya dengan aba-aba agar menyingkir tapi Haikal tidak paham.
Lycoris berdecak, tanpa aba-aba dia melompat dan masuk langsung ke kamar Haikal, itupun menabrak Haikal dan membuat mereka jatuh di kasur Haikal dengan Lycoris yang berada di atas Haikal.
Jujur.. Haikal belum pernah sedekat ini dengan seseorang.. apalagi ini seorang gadis.
Mereka saling tatap sebentar, sebelum Lycoris memutuskan berdiri dan duduk di tepi Kasur.
Haikal ikut duduk, dia merasa canggung sendiri. padahal dia tidak salah .. sama sekali.
"Sorry.. " ucapan itu jelas terdengar dari bibir Lycoris.
"Lo belum siap? " lanjutnya menatap Haikal aneh.
Haikal hanya menunduk, diam,. dia ragu.. apa Lycoris tidak merasakan yang dia rasakan? apakah hal seperti tadi itu bukan masalah besar?. oh ayolah Haikal.. masalahnya sekarang ada seorang gadis di kamarmu.. dan kalian tidak memiliki hubungan apapun.
(*・x・)/
'buk.. '
Haikal terkejut bukan Main saat, Sebuah Baju tiba-tiba mengenai kepalanya.dan pelakunya adalah Lycoris yang entah sejak kapan sudah membuka lemarinya.
Haikal menatap Lycoris lama, "Woi.. ngapain bengong.. ganti baju gih.. " Haikal tersadar, dia menatap baju di tanganya.
__ADS_1
sebuah kemeja dengan warna hitam dan celana panjang berwarna senada.
lalu menatap Lycoris, "gwe pinjem kamar mandi lo bentar.. boleh kan? " mengerti arti tatapan Haikal Lycoris berucap seperti itu.
lagi pula dia memang butuh Mandi, Mandi saat malam itu menyegarkan bagi Lycoris.
Haikal mengangguk,diam.
'brak.. '
kamar mandinya tertutup dengan cepat,.
saat dia berdiri hendak mengganti Baju, dia mendengar suara gemercik air,.
dipikiranya.. muncul pertanyaan, apakah Lycoris mandi? apakah dia tidak kedinginan?.
Haikal dengan segera mengganti bajunya, setelah itu dia menaruh Bajunya di dalam lemari, dia melihat ke arah pintu kamar mandinya, Lycoris masih betah di sana.
jadi Haikal memilih duduk di Kasurnya sembari menunggu, dia tidak sengaja melihat sebuah ponsel yang dia katakan sangat bagus.
apa mungkin itu milik Lycoris?, Tanganya terulur hendak mengambil tapi dipirkanya dua kali lagi, itu bukan miliknya.. lagi pula siapa dia? membuka ponsel Lycoris? itu privasinya.
'*Lily was a littel girl*..'
tiba-tiba terdengar ringtone lagu Lily milik Alan Walker dari ponsel Lycoris, ternyata ada panggilan masuk.
Haikal melihat di layar ponsel itu tertera nama Kontak 'Alex' . satu pertanyaan terlintas begitu saja di benak Haikal.
'Kenapa Alex menelfon Lycoris? '
Haikal hanya bisa diam, membiarkan Ponsel itu berbunyi beberapa kali sampai ringtone lain terdengar.
'*Modorenai kaerenai
Nakitakunaru yō na yasashī oto
Donna ni kurushiku te mo
Mae e (mae e) mae e (mae e)
Susume (susu me) zetsubō tachi
Ushinatte mo ushinatte mo ikite iku shika nai
Donna ni uchinomesarete mo mamoru mono ga aru
Ushinatte mo ushinatte mo ikite iku shika nai
Donna ni uchinomesarete mo mamoru mono ga aru*'
lagu Jepang?, jika Haikal tidak salah menebak lagu ini berjudul 'Kamado Tonjiro No Uta' yang Haikal tak tau pasti siapa penciptanya.
Sekali lagi Haikal melihat, tertera Nama Kontak 'K.Sean ' sekali.. dua kali.. tiga kali.. ponsel itu berbunyi, sampai akhirnya Tertera nama Kontak orang lain di layar, yang entah kenapa membuat Haikal seakan tersadar dari mimpinya dengan sebuah tampar an, yah.. tamparan keras dari sang takdir.
'Tersayang Steven√'.
Meski Ringtone nya tetap lagu sebelumnya, Hal yang membuat Haikal salfok adalah Nama Kontaknya.
Siapa! Steven?.
__ADS_1
apakah dia kekasih Lycoris?
Haikal hendak menyentuh ponsel itu sebelum tiba-tiba ada suara Serak khas orang bangun tidur tapi terkesan dingin dan hangat secara bersamaan terdengar dari ponsel itu.
'Lycoris.. kau dimana? Sean bilang kau pergi lagi dari Manssion!? Lukamu belum sembuh sayang.. kau seharusnya istirahat.. jika kau mendengar ini segera balas aku.. Lycoris.. Aku mengkhawatirkan mu.. mengertilah.. baiklah sampai jumpa.. aku menyayangimu.. '
Serasa ada petir yang menyambar Haikal saat itu, dia merasakan Hatinya tersayat.
Apakah benar Steven adalah Kekasih Lycoris?.
hah.. ayolah.. Haikal sadar.. kau bukan siapa-siapa..!! sadar posisi,sadar diri..!!
'ceklek.. '
Haikal refleks menoleh, dia mendapati Lycoris dengan rambut basah, dan kulitnya terlihat lebih pucat,.
"Apa Ponselku berbunyi? " tanya Lycoris menyadarkan Haikal.
Haikal hanya mengangguk, "siapa yang menelfon? " tanya Lycoris lagi sembari berjalan ke arah Haikal dan duduk di sebelahnya. dia memasang kembali topinya.
Dengan Kaos Hitam polos yang di lapisi dengan jaket levis berwarna hitam pula, juga celana sobek-sobek yang membuatnya terlihat keren.
"A-alex.. K-kak Sean.. dan.. Steven" ucap Haikal hati-hati.
"Hah? Alex? knapa tu anak.. " gumam Lycoris sendiri, dia lalu membuka ponselnya.
"lo tau siapa Kak Sean itu? " ucap Lycoris, Haikal menatap Lycoris dengan sebelah alis terangkat.
"dia itu Kakak sepupu gua..kakaknya Leon. . calon adik ipar lo.. " ucap Lycoris membuat perempatan hadir di dahi Haikal.
Lycoris malah terkekeh, dan mengabaikan raut aneh Haikal, "Stev tadi ngirim pesan suara? " gumam Lycoris lagi.
Haikal, entah refleks apa dia mengangguk.
Lycoris malah menghembuskan nafas panjang..
membuat Haikal berfikiran aneh.
"Udah.. yuk pergi.. lewat depan.. gwe tadi pegel manjat Balkon orang.. " ucap Lycoris,.
"sebenernya.. kita mau kemana? " tanya Haikal.
"udah ikut aja.. ntar lo juga tau.. "
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
__ADS_1
...Tbc. ...
Maaf klo typonya banyak kek semut lagi ngeributin gula..