
Sejak Malam itu saat Haikal sakit, dia terpaksa meminta izin tidak sekolah selama 2 Hari.
Tapi pada Akhirnya Hari ini Haikal sudah lebih baik dan dia bisa bersekolah kembali.
wajah Haikal nampak pucat, tapi lebih baik dari sebelum-sebelumnya.
Reza memberikannya serentetan pertanyaan yang mungkin melebihi emak-emak yang ngeghibah.
Bahkan dia sampai-sampai memarahi Haikal yang katanya tidak mau makan siang di kantin,Posesif yang aneh.
dan Haikal bahkan berfikir apakah Reza ini Gay?, tapi Reza segera tau dan mengatakan maksud nya yang sebenarnya dia itu hanya memperhatikan sahabatnya ini, sebab hanya Haikal satu-satunya sahabatnya yang se'nasib' denganya.
。・゚・(ノД`)・゚・。
ini istirahat kedua di hari ini, Reza dan Haikal sedang berjalan bersamaan menuju kantin saat dari arah berlawanan ada segerombolan anak dengan wajah yang sulit diartikan.
dan tebak.. siapa yang memimpin?
Lycoris..
dengan seragam SMAnya tapi malah di tutupi jaket dan bagian bawahnya hanya sebuah celana jeans hitam selutut, dengan sepatu hitam dan sebuah topi.
Wajahnya datar, dan tatapan nya tajam, siswa-siswi yang mengikuti dibelakangnya juga tak kalah penampilan nya dengan Lycoris, siswa laki-laki bahkan hanya memakai Kaos oblong berwarna hitam dan celana panjang jeans hitam, serta tak banyak dari mereka juga memakai jaket, lebih seperti para preman/gangster.
Haikal dan Reza berhenti saat itu juga, menatap segerombolan itu.
ada perasaan Lega+Heran dan Khawatir dipikiran Haikal, saat dia menyadari pelipis Lycoris kelihatan membiru.
tapi ada rasa lega Lycoris 'masih' baik-baik saja.
Lycoris kelihatan melirik Haikal dan senyuman simpul tercipta di wajahnya ketika mengetahui ekspresi kaget+aneh Haikal.
segaligus ada perasaan aneh juga karena wajah Haikal agak pucat.
Lycoris tak bisa tak penasaran, tapi posisinya sekarang sedang sangat 'penting'.
Lycoris dan teman-temanya hanya melewati Reza dan Haikal begitu saja, meski seisi koridor itu menatap ke arah mereka juga.
Haikal sendiri tak bisa tidak mematung, Lycoris tersenyum padanya? itu nyata.. kan
itu yang dia rindukan sejak beberapa Hari lalu.
"Mereka itu kayaknya mau tawuran.. atau abis tawuran? " Ujar Reza menyenggol sikut Haikal.
membuat Haikal tersadar dan refleks menggeleng tak tau.
dan tanpa pikir panjang juga Reza menarik Haikal untuk ke kantin.
➹➷➹➷➹➷➹➷➹➹
Haikal pulang seperti biasa, tp dia merasa lebih lega tapi juga khawatir pada Lycoris.
Langit kembali mendung, dan angin berhembus kencang meniup dedaunan, bahkan membuat Haikal menutup matanya karena saking kencangnya Angin itu.
Warkop itu.. tutup.
__ADS_1
Haikal memilih terus mengayuh sepedanya, sampai akhirnya dia memilih menuntun sepedanya karena angin terlalu kencang.
dari kejauhan dia melihat sekelompok orang berpakaian sangar dan terlihat menakutkan, Haikal berfikir sejak kapan di sekitar sini ada preman?
sebelum ketahuan Haikal mencoba berbalik arah tapi sebuah suara serak membuatnya mematung, "Mo kemana anak kecil.. "
dan saat itu juga Haikal merasa seluruh tubuhnya bergetar hebat,tapi juga mati rasa.
merasa pundak nya di pegang Haikal berbalik badan dan mencoba menatap preman itu tapi.. Dia segera menunduk,wajahnya mengerikan.
dengan tato di sekujur tubuh dan di sertai luka.
"Hahaha.. anak kecil ini kayaknya takut.. " suara tawa terdengar di sekitar Haikal membuatnya mati kutu.
apa dia akan habis?.
Haikal hanya bisa pasrah saat kerah bajunya di tarik dan membuatnya mendongkak.
"Woi.. Kalo cari lawan yang sepadan.. lagian ini wilayah gua.. "
Haikal hampir saja menutup matanya rapat-rapat saat sebuah pukulan akan melayang dan mengenai wajahnya, tapi teriakan itu..
Haikal seperti mengenalnya.
tapi itu tidak mungkin dia..
Haikal meringis saat tubuhnya di banting preman itu ke aspal, tepat di samping sepedanya yang terjatuh.
"Heh.. Anak kecil.. berani kau pada kami.. "
sendirian..
Wajahnya sendiri sudah kelihatan babak belur, dengan ujung bibir berdarah, pelipis yang membiru dan keliahatan di plester, juga pipinya yang memar itu.
kedua tanganya di masukan ke dalam saku jaket hitamnya yang membuatnya kelihatan, cukup berani.
para preman itu mulai maju, dan melawan satu persatu sampai akhirnya berbarengan.
Haikal tidak mau melihat itu jadi dia menutupi matanya rapat-rapat.
dia berfikir Lycoris pasti kalah karena kalah jumlah, tapi saat dia mengintip, Lycoris malah masih bertarung.
dan ternyata Lycoris menggunakan pisau, membuatnya menggores luka pada para preman itu.
Haikal kembali menutup matanya dan memalingkan wajahnya tak sanggup melihat pemandangan itu.
dan dalam Hati Lycoris, rasa sakit yang dia Terima bukanlah apa² dibandingkan keselamatan Haikal saat ini.
(´°̥̥̥̥̥̥̥̥ω°̥̥̥̥̥̥̥̥`)
Haikal akhirnya berani membuka matanya saat merasa bahunya di tepuk,.
Dan ternyata itu Lycoris, dia kelihatan penuh luka, memar di hampir sekujur tubuh, dan yang membuat Haikal meringis adalah plester yang ada di pelipis Lycoris lepas menampakan pelipisnya yang mengeluarkan darah, juga bibirnya yang juga kelihatan membiru dan sedikit sobek dan di tambah lagi Dahi sebelah kirinya tak jauh dari bagian pelipis ikut membiru.
"M-makasih.. Ly-lycoris.. " ujar Haikal pelan dan gemetar.dia melihat para preman itu terkapar.
__ADS_1
Lycoris tersenyum simpul, membantu Haikal yang masih gemetar berdiri, biasanya adegan seperti ini terbalik.
"sma.. sama.. yuk ikut gwe.. " ucap Lycoris tenang.
bahkan kelihatan baik-baik saja, tapi tidak dengan luka-luka nya.
Haikal menatap Lycoris, "tapi Sepeda ku.. " ujar Haikal seperti anak kecil, "Trus.. Lukamu juga... itu harus cepet di obatin.. "
"Luka ini nggak seberapa.. kok tenang.. " ujar Lycoris, Beberapa bagian pakaiannya jelas terkena sedikit cipratan darah.
"Ta-tapi.. " Haikal terdiam saat telunjuk Lycoris menyentuh bibirnya menyuruh diam, kedua mata mereka saling bertatapan sejenak.
sebelum akhirnya Lycoris memutus tatapan itu dan menerogoh ke saku jaketnya mengambil sesuatu.
"Hallo.. ke jalan yang mau ke sekolahan.. nggak jauh dari Warkop biasa.. beresin.. dan klo ada sepeda.. kirim ke alamat yang gwe kirim.. " Ucap Lycoris pada orang di sebrang, saat dia menelfon.
lalu segera mematikanya dan mengetik sesuatu, lalu menarik Haikal pergi.
Haikal hanya diam, tapi jelas wajahnya sedikit memerah, tanganya di pegang Lycoris? biasanya hanya Mamanya atau Hana.
dan saat itu juga Haikal merasa sesuatu yang aneh, tangan Lycoris dingin tapi lembut dan halus.
dia juga merasa jantung berdetak kencang sekali.
Apakah ini Tuhan?
Tapi pikirnya meringis saat mengingat Lycoris menggores banyak luka ke para preman itu, lalu dimana pisau nya tadi?.
entahlah..
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
...Tbc....
A/N : bener-bener greget sendiri sih..
tapi mohon. .ini hanya Fiksi.. bukan nyata..
dan ini original dari pikiran saya sendiri..
__ADS_1