Novel 1

Novel 1
chapter 6 : kisah ke empat


__ADS_3

Yudi


Yudi akhirnya pulang dengan sepeda motornya meski dengan perasaan kecewa. Baru kali ini dia bertemu perempuan cantik dan tidak mau di temui oleh dia, malam-malam lagi. Yudi jadi penasaran, siapa sebenarnya perempuan itu?


Laju motor Yudi semakin cepat karena jalanan masih terlihat lengang dan sepi pengendara. Angin berhembus dingin malam itu membuat Yudi merasa sedikit kedinginan.


Sesampainya di rumah Yudi langsung memasukkan sepeda motornya di depan rumahnya. Setelah itu Yudi membuka pintu rumahnya dan menutupnya kembali. Yudi langsung pergi melangkah menuju kamarnya.


Yudi tertidur dan bangun besok paginya.


Jam 06.00 Wib Yudi siap-siap berangkat ke sekolah dalam ingatan Yudi dia teringat kalau nanti dia pasti bertemu teman-temannya lagi seperti kemarin, menerima pelajaran seperti biasa dan terus begitu sampai dia lulus.


Yudi pamit pada Ibunya dan bersalaman. Sesampainya di sekolah dia bertemu dengan Adit temannya.


“Kenapa Yud, kamu kelihatan lemah, malas atau gimana, kamu habis nyimeng ya?”


“Enggak.”


“Iya aku tahu tidak usah ngaku.”


“Apaan sih?” Yudi kesal.


“Yuk masuk.”


Setelah selesai belajar Yudi lalu pergi beli-beli ke kanton sekolah. Dia bertemu teman-temannya di situ. Adit tidak tahu ke mana.


“Yud, aku punya teman cewek.”


“Maaf aku masih fokus ke pelajaran.”


“Yudi, kamu homo ya?” Haha. Adit tertawa sambbil meninggalkan Yudi.


Yudi sendirian sekarang di depan kantin, dia lalu pergi ke warnet untuk internetan.


“Mbak, permisi,” Yudi masuk ke warnet itu yang berlokasi di luar sekolah.


“Iya, silahkan.” kata Yudi. Yudi membuka internet dan mulai membuka akun face book. Yudi membuka status itu satu persatu. Setelah bermain-main di situ Yudi akhirnya masuk kelas.


Yudi akhirnya berteman dengan Hilma tetangga rumahnya. Dia suka jalan bareng saat sekolah.

__ADS_1


“Hil, amu ikut berangkat bareng ke sekolah?” Yudi nyapa pagi itu.


“Enggak makasih, aku bisa jalan sendiri kok?” kata Hilma menolak. “Tumben Yudi nyapa aku, biasanya dia diam saja.” Kata Hilma sambil berjalan pergi ke sekolah.


Di sekolah Yudi bertemu teman-teman yang lain di situ juga ada Radit. Yudi tidak enak sama Radit karena urusan kemarin. Yudi akhirnya memilih pergi.


“Yud?” Radit memanggil Yudi saat berjalan. Yudi melangkahkan kakinya.


“Aku minta maaf soal kemarin.” kata Yudi.


“Iya tidak apa.” Yudi terus melangkah pergi.


“Yudi kenapa?” tanya Sofyan yang tidak biasanya melihat Yudi begitu.


“Nggak apa-apa.” Adit menjawab. Sofyan diam dan terus memakan mie ayamnya.


“Kamu ada masalah sama Yudi?”


“Nggak, urusan biasa, aku udah minta maaf kok.” jelas adit di depan Sofyan.


Sepulang sekolah Radit bertemu dengan Hilma yang sedang pulang berjalan bersama teman-temannya.


Di dalam benak Yudi ingin dia berteman dengan Hilma dan dia berkepuusan untuk pergi ke rumahnya dengan alasan mengerjakan PR Fisika. Malamnya Yudi pergi ke rumah Hilma.


“Iya, ada perlu apa Yud?”


“Hilmanya ada tante?”


“Oh, ada di dalam, ada perlu apa?”


“Oh, ini aku mau ngerjain PR bareng Hilma.”


“Bareng Hilma, kamu sekelas sama Hilma? Setahu Tante kamu sekelas lebih tinggi daripada Hilma.”


“Ehm, iya Tante tapi..”


“Siapa Buk?” suara Hilma terdenfar dari dalam.


“Ini ada Yudi ke sini katanya mau bertemu kamu.” kata Bu Farah sambil menyambut Hilma yang datang menyusul di belakang.

__ADS_1


“Ada apa Yud?” Hilma tanya sekarang.


“Aku, aku mau, aku mau ngerjain PR bareng kamu.” Yudi jujur berkata.


“Bareng aku, kamu kan udah kelas tiga, harusnya kamu itu pergi ke rumah Mbak Maya atau Mbak Vietta, teman sekelas kamu.”


“Aku tidak kenal mereka.” Jawab Yudi jujur.


“Masak sih, kamu nggak kenal sama mereka, mereka kan teman sekelas kamu?”


“Iya, tapi kamu kan tahu sendiri kalau kelas kita pisah.” kata Yudi jelas di depan Hilma.


“Tapi masak di kelasmu nggak ada yang pinter tah, kan mesti ada tuh. Yang pasti aku tidak tahu pelajaran kamu, aku kan adik kelas kamu.” Hilma berkata jujur dan apa adanya.


“Ya udah kalau gitu, aku pamit pulang dulu.” kata Yudi akhirnya. Yudi pulang dengan sekelumit pengetahuan dan informasi kalau dia pantasnya belajar di rumah Adit atau Sofyan.


Sebenarnya sih, Yudi cuma buat alasan saja buat ketemu sama Hilma. Yudi itu adalah siswa paling pintar di kelas, dia suka juara satu di kelas. Kalau Cuma soal Fisika sama Biologi atau Kimia, itu mah malah gampang buat Yudi. Sms WA lalu masuk ke hp Yudi.


Adit


Yud, besok aku minta jawaban Fisikanya, jangan sampai lupa.


Yudi


Insya Allah.


Sofyan : Aku juga.


Maya


PR itu di kerjain sendiri bukan barengan.


Maya


Adit nakal nggak mau ngerjain PR.


Vita


Ada apa sih?

__ADS_1


Yudi tertawa sendiri membaca pesan WA dari teman-temannya itu.


Slm.


__ADS_2