
...Hari Ke Dua Di Andini...
Di kantin sambil makan bakso Sisilia duduk bareng Dini sambil makan bakso di situ.
“Kamu kok mau sih nolak Revan, padahal Revan itu cakep loh, tajir lagi.” kata Sisilia pada Dini menguji iman Dini.
“Lia, denger ya, aku itu tidak serius ngelakuinnya malam itu alasannya laki-laki yang datang pada waktu malam itu sama aku. Denger ya, ini jujur dari aku sendiri.
Pertamanya sih, aku pengin banget kerja seperti itu karena menurut aku bisa buat nambah uang jajan tapi setelah laki-laki tak di kenal itu datang malam itu di depan aku, aku jadi berpikir, kenapa ada orang yang membuyarkan lamunan aku malam itu dan membuyarkan niat aku malam itu juga, sedang aku niat banget untuk jadi PSK malam itu.
Seketika mood aku jadi buyar semunya. Aku jadi tidak mood lagi untuk jadi yang kayak begituan. Itu terjadi dua kali padaku di setiap malamnya. Dan malam ke tiga Revan pun datang menemui aku. Dan ternyata Revan niat banget untuk melakukan itu sama aku sedang aku sudah tidak lagi.”
“Masya Allah Dini, itu maksiat, itu perbuatan dosa, kamu ngerti nggak sih?” Reni mencoba untuk menasehati Dini.
“Reni, kamu itu ngomong apaan sih. Denger nih ya,, aku itu tidak ngelakuin tapi Cuma niat ngelakuin beda ya?” Dini membela diri.
“Dini, kamu itu harusnya banyak belajar agama tuh sama ustad Fathur.” Kata Reni nambah.
“Tapi sedikit baanyak aku mau sih, tapi sebisanya aku kekang nafsu aku di depan Revan. Siapa coba yang tidak mau sama Revan..?” Dini menjelaskan panjang lebar pada kedua temannya itu di kantin sekolah.
“Iya juga sih.” Reni menyahut.
__ADS_1
“Hai.” Revan tiba-tiba muncul di depan mereka.
“Revan, ya Allah..” Sisilia geregetan melihat Revan ada di depannya. Dini melnatap Sisilia aneh.
“Sisilia kenapa sih, lihat Revan aja sampek segitunya.” Kata Dini pada temannya itu. Mereka bertiga lalu berbaur sambil mengobrol. Dini sedikit tidak enak karena ada Revan di sebelahnya.
“Aku pamit pergi dulu, ya?”
“Kenapa Din, giliran ada Revan di sini kamunya ingin pergi.” kata Sisilia minta Dini untuk tidak pergi dulu. Dini tidak menghiraukan perintah temannya itu. Dini pergi sedikit kesal pada Sisilia.
“Dini..!” Revan memanggil Dini sambil mengejarnya.
“Nggak di sekolah, nggak di rel kereta kamu masih saja ngejar-ngejar aku, mau kamu apa sih sama aku, aku bosan tahu tidak sama kamu kalau begini!” Dini berkata di depan Revan.
“Dini, ada yang mau aku omongin sama kamu.”
“Soal..?”
Revan bisik-bisik ke telinga Dini.
“Apa..? beneran tuh, boleh-boleh.” Kata Dini senang.
__ADS_1
“Jam berapa..?”
Revan berbisik lagi ke telinga Dini.
“Insya Allah.” Kata Dini ke Revan.
“Eh, Dini Revan ngomong apaan sih ke kamu?
“Nggak ada kok rahasia.”
Dua temannya itu masih penasaran.
“Moga saja Dini tidak ngelakuin maksiat lagi.” Kata Sisilia pada Reni.
“Iya juga.”
Aku sudah bisa sekarang menjalani hidup ini meski kadang sedih dan nelangsa. tapi mau bagaimana lagi kalau yang di atas jahat sekali padaku tidak mau mengundang aku untuk balik ke sekolah atau aku yang egois sendiri enak enakan di rumah sambil makan ikan tongkol.
Reni kurang ajar menang siapa juga ustad fathur yang dia kabarkan padaku. aku tidak mau mengaji. aku cuma mau sama Yudi yang setiap malam datang padaku dan menemani aku. Aku suka sama Yudi Reni. Bukan sama Ustad Fathur.
salam.
__ADS_1