
"setelah melahirkan aku ingin kehidupan yang layak, aku tidak mau jika hanya menjadi mesin pencetak anak untukmu" Nuran menatap gara dengan intens,
"deal, dasar mata duitan" sindir gara.
Nuran membatalkan janjinya dengan dokter Vian, ia juga memberitahu Gara bahwa ia akan keluar hari ini.
semenjak menikah Nuran tidak merasakan apapun, hidupnya terasa hambar, tapi jauh dalam hati kecilnya, ia selalu berkata bahwa saat ini ia berada didalam sebuah novel dimana ia adalah pemeran utamanya.
lamunan Nuran terhenti ketika sopir taksi yang ia tumpangi memberitahukan jika mereka sudah sampai di lokasi yang mereka tuju.
"terimakasih pak" Nuran keluar dari mobil menuju ruangan tempat adiknya dirawat.
"Noan!!" panggilnya pada adiknya.
"untuk apa kau kemari" bentak Noan. laki-laki yang tengah terbaring itu sangat membenci wanita yang berdiri didepannya. dari awal gadis itu masuk ke dalam keluarga mereka kemalangan tak hentinya berdatangan.
"Noan, bagaimana keadaanmu?" Nuran tak mempedulikan perkataan kasar Noan, baginya kesehatan Noan lebih penting dari pada perasaan semata.
"akan lebih baik, jika kau tak datang lagi menemuiku" jawab Noan ketus.
"apa yang kau bicarakan, aku ini satu-satunya keluarga yang kau punya, bagaimana bisa kau bicara seperti itu" Nuran sangat sedih mendengar perkataan adiknya.
"kita ini bukan keluarga, kau ini bukan kakakku , berapa kali aku harus mengatakannya padamu" teriak Noan.
"baiklah, aku tidak akan menemui mu lagi" Nuran memilih mengalah ia tak mau Noan semakin tertekan, ia mengerti kenapa Noan sangat membenci dirinya.
Nuran keluar dari ruangan itu, ia berjalan menyusuri lorong rumah sakit sampai seseorang menabrak tangannya.
"aduh" nuran merasakan nyeri di bahunya.
"maaf, saya benar-benar minta maaf" laki-laki itu sangat tergesa-gesa, ia membantu nuran berdiri.
"lain kali kalau jalan lihat-lihat" bentak nuran
"saya.." laki-laki itu sangat terkejut melihat sosok wanita yang ada di depannya.
"kenapa?" tanya nuran.
ketika laki-laki itu ingin menjawab, tiba-tiba ada dua orang pria berusaha mengejarnya.
"maaf, sepertinya nona harus ikut saya" laki-laki itu menarik nuran dan menyeretnya masuk ke dalam mobil.
"siapa kau" Nuran sangat takut, ia merasa dirinya telah diculik.
"tenanglah aku tidak akan menyakiti kamu" laki-laki itu mencoba menenangkan Nuran, hingga mereka berhenti disebuah rumah yang sangat mewah.
"ini di mana?" tanya nuran yang semakin ketakutan.
"rumahmu" jawab lelaki itu dengan singkat.
__ADS_1
"hai pria tampan, apa maksudmu, apa kau penggemar gelapku?" Nuran semakin penasaran dan ingin menyudahi kegilaan ini
"untuk menjelaskan semuanya, sebaiknya ikut aku kedalam" lelaki itu menuntun Nuran memasuki rumah mewah itu.
"apa yang kau lakukan...?" ucapan nuran terhenti ketika melihat isi dari rumah itu.
ia melihat foto dirinya di mana-mana.
"ternyata kau benar-benar sangat mengidolakan aku, tapi aku tidak tertipu, sebaiknya biarkan aku pergi" nuran pergi meninggalkan rumah itu, entah mengapa dirinya sangat ketakutan.
"nona, tunggu" lelaki itu mencoba menghentikan Nuran. tapi gadis itu tidak memperdulikan nya.
"nona awas!!" suara tembakan tepat mengenai lengan lelaki yang berada di pelukannya.
"jangan bergerak, jangan sampai mereka melihat wajahmu" lelaki itu berusaha menghindari serangan dari orang yang berusaha mencelakai mereka. sampai pada akhirnya mereka lolos dan kembali ke rumah mewah tadi.
"apa yang sebenarnya terjadi" Nuran menangis dan gemetaran.
"tenanglah, semuanya akan baik-baik saja" lelaki itu mengusap air mata Nuran dan memeluk gadis itu.
"siapa kau sebenarnya?" tanya Nuran.
"apa kau benar-benar melupakan aku" lelaki itu menatap Nuran.
"panggil aku Maiky" lelaki itu tersenyum.
"anda tidak melupakan keahlian anda" maiky sangat bahagia melihat perempuan yang dirindukannya berada tepat didepan nya.
"apa yang kau lihat" Nuran merasa jengkel melihat tatapan maiky.
"aku hanya ingin melihatmu, apa tidak boleh" goda maiky.
"tidak boleh, aku ini wanita yang sudah bersuami" jawab Nuran dengan ketus.
"apa maksudmu?" tanya maiky dengan cemas.
"aku sudah menikah, dan saat ini sedang mengandung" jelas Nuran.
"jangan bercanda Aise" wajah maiky berubah seketika, ia sangat takut pada sesuatu yang akan terjadi selanjutnya.
"kenapa kau sepanik itu, dan juga namaku Nuran bukan Aise" Nuran meninggalkan maiky yang masih terdiam.
"aku ingin pulang, aku yakin suami aku sangat mencemaskan aku saat ini" Nuran berpamitan pada maiky.
"aku akan mengantarmu" maiky mengambil kunci mobil dan mengantarkan Nuran ke apartemen Gara.
"terimakasih sudah mengantarkan aku" Nuran meninggalkan maiky.
"Aise, berhati-hati lah" maiky masih mencemaskan Nuran.
__ADS_1
"Namaku Nuran bukan Aise." teriak Nuran dari kejauhan.
Nuran melanjutkan perjalanannya sampai keruangan yang ia tuju. ketika ia membuka pintu ia sudah disambut oleh kemesraan Gara dan Amira. Nuran tidak menanggapi situasi itu, ia hanya melewati seolah-olah tidak ada yang terjadi.
"dari mana saja kau" bentak Gara.
"apa pedulimu" jawab Nuran.
"jelas aku peduli, karena kau tengah mengandung anakku, aku tidak mau ia ternoda oleh pergaulan mu" Gara semakin emosi.
"apa" Amira sangat terkejut mendengar perkataan Gara.
"Amira dengarkan aku dulu" gara mencoba menenangkan Amira, ia juga tidak menyangka akan terpancing emosi oleh Nuran.
"sudahlah aku tidak mau mendengar ucapan kamu lagi" Amira keluar dari apartemen dan kemudian disusul oleh Gara.
"sungguh dramatis" Nuran sedikit bingung melihat pertunjukan yang baru saja terjadi.
ditempat lain Gara sangat frustasi, ia tidak mengejar Amira, melainkan pergi ke klub untuk menghilangkan stresnya, sebenarnya ia tidak bermaksud membentak Nuran, hanya saja ia sangat khawatir melihat bercak darah yang menempel di pakaianya.
"apa yang kau lakukan Nuran" Gara mengacak rambutnya.
"hai bro apa yang terjadi padamu?" tanya maiky.
"aku sangat frustasi melihat istriku, tiba-tiba ia pulang dengan bercak darah di bajunya" Gara kembali meneguk minuman yang ada ditangannya.
"aku tidak pernah melihat mu seperti ini, apa kau jatuh cinta pada istrimu" maiky mencoba menenangkan sahabat nya itu.
"tidak mungkin dia perempuan yang sangat mengerikan" Gara sangat mabuk berat.
maiky yang melihat sahabatnya itu sangat yakin bahwa Gara sudah jatuh Cinta. maiky juga teringat akan Aise yang sangat menyukai Gara tapi sangat disayangkan Gara sudah menikahi gadis yang cukup ekstrim dan Aise juga sudah menikah dengan lelaki yang ia inginkan.
maiky membawa gara ke apartemen tempat maiky tinggal.
"di mana aku" Gara perlahan membuka matanya.
"di Surga" jawab Maiky sambil menyodorkan minuman pereda mabuk.
"kau yakin kalau aku mati akan masuk surga" tanya Gara.
"entahlah"
kedua sahabat itu saling tertawa.
"Ga, aku sudah menemukan Aise, dia masih hidup" maiky membuka percakapan yang ini diungkapkan nya.
"Aise...."
siapa Aise.....
__ADS_1