Obsesi Cinta

Obsesi Cinta
kebahagiaan sesaat


__ADS_3

hari yang sangat membahagiakan bagi dua pasangan yang tengah bersanding di tengah keramaian dan keelokan suasana. Nuran memperhatikan raut wajah Gara dan Amira yang sangat bahagia, tapi sayang tak lama lagi akan pupus.


"perhatian semua, sebelum pemasangan cincin, akan lebih baik kita saksikan tayangan perjalanan cinta raja dan ratu kita malam ini" MC mulai memutarkan video yang awal berjalan sangat indah, namun di akhir membuat semua orang terdiam.


Gara melihat video sur dirinya dengan Nuran lantas berteriak"hentikan videonya"


"kenapa tuan Gara, apa kau melupakan momen indah kita" Nuran mengambil alih pembicaraan menggunakan pengeras suara.


para wartawan mulai mengambil gambar Nuran, tapi tak berlangsung lama ia ditarik oleh gara menjauhi kerumunan, saat itu juga pesta dibubarkan.


****


"apa-apaan, ini tuan Reno anda telah mempermalukan keluarga saya" emosi tuan Farhan terhadap ayah Gara.


perdebatan antara keluarga itu sangat sengit, Nuran tersenyum puas melihat pertunjukan itu.


cukup lama mereka berdebat hingga akhirnya Keluarga Amira meninggalkan ruangan itu


"kau akan membayar semuanya Nuran" Amira mengancam gadis itu sebelum beranjak pergi.


"puas kau" bentak Gara pada Nuran, namun gadis itu tidak menanggapi sama sekali.


"tenanglah tuan Gara, aku akan menghapus semua rumor buruk tentang keluargamu, tapi dengan syarat" Nuran memberi penawaran spesial pada keluarga Gara.


"dasar perempuan jalang" Soraya sebagai ibu Gara menampar gadis di depannya.


"jalang nyonya bilang, anda bisa tanyakan pada putra anda seperti apa dia merenggut kesucian saya" Nuran tak kalah garang dari Soraya.


"sudah hentikan, sekarang katakan apa yang kau inginkan" Reno menengahi pertengkaran itu.


"Gara harus menikahi ku" Nuran mengatakan dengan tegas.


"aku tidak mau" sanggah Gara.


"kalau begitu aku tidak bisa berbuat apa-apa, mungkin keluarga kalian akan tinggal dijalan" Nuran berdiri dan hendak meninggalkan ruangan itu.


"tunggu" suara berat Gara mencegat kepergian Nuran


"aku akan menikahi mu tapi dengan syarat pernikahan kita hanya secara siri dan tidak akan pernah dipublikasikan, dan kita akan bercerai setelah satu tahun, bagaimana?" gara kembali membuat penawaran.

__ADS_1


"baiklah, segeralah buat perjanjian nya" Nuran mulai melangkahkan kakinya.


"dan satu lagi, di antara kita berdua memiliki privasi masing-masing dan tidak diperbolehkan saling ikut campur" tambah Gara.


Nuran membalas dengan lambaian tangannya dan berlalu pergi.


***


Nuran sangat puas dengan kejadian hari ini, senyum bangga terpancar dari wajahnya yang cantik. namun sayang wajahnya kembali muran ketika ia mendapat kabar dari rumah sakit.


keluarganya yang pulang dari menjemput Noan di Bandara mengalami kecelakaan.


Nuran bergegas menuju rumah sakit yang di beritahu oleh dokter.


mata Nuran berkabut saat melihat tubuh ayah dan kakaknya Neto terbujur kaku diruang mayat.


"sus, ibuku di mana?" tanya Nuran,


"ibu anda sedang kritis di ruang ICU" jawab suster.


hatinya sakit melihat kondisi sang ibu


"Nuran" panggil Zara dengan suara yang sangat lirih


" maafkan aku, Nuran ingatlah siapa dirimu" Zara memberikan sebuah kalung pada Nuran, sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya.


"ibu...ibu..." teriak Nuran, kedukaan Nuran sangat mendalam orang-orang yang dicintainya pergi secara tiba-tiba, tangisnya tak terbendung sehingga ia tak sadarkan diri.


setelah beberapa saat ia kembali tersadar di sebuah ruangan


"aku di mana?" Nuran bertanya dengan suara yang sangat parau.


"nona, kau harus sabar, aku tahu semua ini berat bagimu, tapi kau juga harus memperhatikan kondisi bayi mu" jelas dokter Vian.


dug


jantung Nuran seolah berhenti berdetak, pikirnya ini adalah mimpi. yang sangat buruk bagaimana ini semua terjadi pada saat yang bersamaan.


"Nuran...Nuran... apa kau baik-baik saja?" Vian mencoba membuyarkan lamunan gadis malang yang ada didepannya.

__ADS_1


"dokter, aku ingin menggugurkan bayi ini" ucapan Nuran berhasil membuat Vian terdiam.


"kenapa kau ingin membunuhnya, dia juga berhak hidup" Vian mulai kesal melihat seorang ibu yang tega membunuh darah dagingnya.


"aku tidak menginginkan nya" jawab Nuran.


"itu bukan alasan, kau bisa menemuiku kembali setelah menemukan jawaban yang tepat" Vian menyuruh Nuran meninggalkan ruangannya, ia takut akan menambah sakit perempuan itu karena kata-kata yang tak pernah bisa di kontrolnya.


Nuran keluar menuju ruangan rawat Noan adik bungsunya. ia membuka pintu ruangan itu,


" keluar kau, kau pembunuh" teriak Noan


"apa maksudmu Noan, aku ini kakak mu" Nuran mendekati Noan.


"cobalah mengingat masa lalumu, dan kita bukanlah saudara ataupun keluarga kau hanya pembawa petaka bagi kami" Noan semakin histeris sehingga membuat. Nuran meninggalkannya.


Nuran semakin merasa terpuruk di tambah perkataan ibu dan adiknya tadi, entah apa yang telah dilupakan oleh dirinya. selama yang ia tahu ia adalah bagian dari keluarga Nando. tapi mengapa terus memaksanya untuk mengingat.


"wah...wah.. coba lihat wanita murahan sedang bersedih rupanya" Amira dan Gara menatap jijik ke arah Nuran.


"murahan, ha..ha.., setidak lelaki di sampingmu itu akan hidup bersama ku, sedangkan kau tak lebih hanya perempuan bodoh yang tak mampu menjaga miliknya sendiri" Nuran membalas dengan senyuman yang membuat api kemarahan Amira semakin menyala.


"sudah hentikan" gara menengahi perseteruan itu dengan membawa Amira bersamanya.


"cih..kenapa harus bertemu mereka berdua ditempat seperti dan disaat keadaanku seperti ini" Nuran melanjutkan langkahnya untuk mengurus jenazah keluarganya.


hari berikutnya prosesi pemakaman ayah, ibu dan kakaknya tercinta. Nuran tidak bisa menahan rasa sedih yang menderanya. terkadang ia kenapa semuanya terjadi pada keluarganya dan bukan pada diri nya saja, karena dia melakukan kesalahan.


"ayah, ibu, kak Nero maafkan Nuran, Nuran memang tidak pantas menjadi bagian dari keluarga kalian, sekarang Noan sangat membenciku, tapi aku berjanji pada kalian aku akan menjaganya dan melindungi dirinya, aku akan membuat masa depannya cerah seperti yang kalian harapkan" dalam hati nya Nuran berjanji di depan pusara orang yang di sayanginya.


" Noan ayo kita pulang" Nuran mendorong kursi roda adiknya itu, Noan mengalami cidera yang cukup parah dikakinya sehingga ia tak bisa menolak perlakuan nuran pada dirinya.


"jangan sok baik padaku" Noan masih tidak bisa memaafkan Nuran, baginya Nuran adalah penyebab semua petaka ini terjadi pada keluarganya.


"Noan apa maksudmu, aku ini kakakmu dan aku sangat menyayangimu"


Noan hanya terdiam dan memilih untuk meninggalkan Nuran


"aku tak butuh kasih sayangmu, dan aku bukan keluarga mu" Noan mempertegas ucapannya

__ADS_1


"kau mungkin menganggapnya begitu, tapi bagiku kau lah satu-satunya keluarga ku dan alasan untukku bertahan kedepannya" Nuran memandangi punggung Noan, ia mengerti perasan Noan saat ini.


mengapa semua terjadi pada saat yang bersamaan ketika aku ingin memenangkan dunia, tuhan malah malah mengambil orang yang ku cintai dan memberikan kehidupan baru dalam rahimku. dan tentu saja ini tidak boleh terjadi.


__ADS_2