Obsesi Cinta

Obsesi Cinta
pernikahan


__ADS_3

keesokan harinya Nuran kembali menemui dokter Vian. betapa terkejutnya Nuran mendapati Gara dalam ruangan Vian.


"halo nona Nuran, lama tidak berjumpa" sapa Gara. Gara sengaja menunggu Nuran hari ini, ia penasaran bagaimana respon gadis itu melihatnya.


" kenapa lelaki ini ada di sini mengganggu ku saja, lama tidak jumpa dengkul mu, dasar bajingan, apa dia mengetahui tentang kehamilan ku ya" batin Nuran melihat gara di depan matanya.


"kenapa kau ada di sini" tanya Nuran.


"apa? seharusnya aku yang bertanya, atau jangan-jangan kau..." ucapan gara langsung di potong oleh Nuran


" jangan mengkhayal terlalu tinggi tuan Gara, saya ke sini untuk menemui dokter, lagi pula dia bukan dokter pribadimu, jadi setiap orang berhak untuk menemuinya" Nuran tidak mau kalah bicara dari Gara, kalau itu sampai terjadi mungkin Gara akan mengetahui segalanya


"kalau dia memang dokter pribadi ku, apa yang akan kau lakukan" Gara menantang Nuran.


"kalau dia dokter pribadimu maka aku tidak akan kesini lagi, memangnya hanya dia dokter di dunia" entah kenapa Nuran tidak bisa mengontrol emosinya.


"dokter Vian, katakan sesuatu" perintah Gara.


"ya bos" Vian merasa terjebak di antara sepasang suami istri yang sedang bertengkar.


"nona Nuran, tenanglah sedikit, ini tidak baik untuk perkembangan..."


"hentikan omong kosong mu, apa kau seorang dokter yang akan membeberkan privasi pasienmu" Nuran sedikit gugup, ia kemudian memberikan berkas yang diberikan Vian kemaren.


Vian mengambil berkas itu, sekilas ia menatap Gara yang memberi kode yang hanya Vian yang mengerti.


"Nuran ini akan saya proses dulu, untuk sementara minumlah obat ini agar semua berjalan lancar" dokter memberikan beberapa obat yang sebenarnya adalah vitamin yang berguna untuk ibu hamil.


"kenapa prosesnya begitu lama, kalau begitu saya akan mencari dokter lain" Nuran mulai kesal.


"oh nona Nuran tidak seperti itu, jika anda tidak mengikuti prosedur saya, saya akan menuntut anda " Vian mengancam Nuran.


sedangkan Gara yang mendengar percakapan dua manusia di depannya tertawa lepas.


"Diam" Vian dan Nuran secara bersamaan mengeluarkan kata-kata yang sama.


"sudah bosan hidup ya" Gara mengeluarkan aura yang sangat mengerikan.

__ADS_1


"maaf bos" Vian merasakan hal buruk akan terjadi, namun tidak dengan Nuran perempuan itu malah balik menantang Gara.


" sudahlah, simpan emosimu, sisakan untuk nanti karena hari ini kita akan menikah" titah Gara mengintimidasi.


Nuran sangat kesal dan meninggalkan ruangan itu.


"dokter Vian saya harap anda menjaga privasi saya" Nuran memberi peringatan sebelum ia benar-benar pergi.


"bos apa kau akan menikahi Nuran, kalau begitu anak yang dikandung Nuran.." Vian meminta kejelasan pada Gara


"seperti dugaan mu, gadis itu telah menjebak ku dan menghancurkan pertunangan ku dengan Amira" Gara menjelaskan semuanya pada Vian.


"lalu apa yang akan kau lakukan terhadapnya, dan apa kau yakin Nuran melakukan semua itu" Vian mencoba mengorek lebih dalam.


"faktanya yang kulihat seperti itu, untuk selanjutnya aku akan membuat gadis itu sadar akan posisinya" Gara menampakkan aura yang sangat mengerikan.


"jangan terlalu keras padanya" Saran Vian.


"kenapa? Apa kau kasihan padanya atau kau menyukainya" tanya Gara.


"tidak mungkin aku menyukainya, kau jangan lupa dia masih muda dan saat ini dia mengandung, takutnya membahayakan keduanya" Vian khawatir terhadap apa yang akan dilakukan Gara. ia tahu persis bagaimana Gara memperlakukan orang yang sudah mengusiknya.


***


seperti yang di katakan Gara hari ini ia akan menikahi Nuran. gadis yang sangat dibencinya.


"sayang apa kau yakin akan menikahi gadis licik itu" Amira tidak rela jika Gara disentuh oleh orang lain terutama Nuran


"tenanglah sayang, ini tidak akan lama, aku akan membalas semua perbuatannya, setelah itu aku akan menceraikan perempuan itu dan menikahi mu sayang" Gara meyakinkan kekasihnya.


Gara sangat menyukai Amira, sehingga ia tidak memberi tahu kalau Nuran tengah mengandung anaknya, ia takut Amira marah dan membahayakan nyawa anaknya.


"kamu harus janji, akan selalu ada untukku dan jangan sampai tergoda oleh gadis jalang itu" Amira khawatir, karena ia tahu sebenarnya Nuran gadis sangat cantik yang bisa membuat lelaki yang didekatnya jatuh cinta, apa lagi Gara akan tinggal selama satu tahun dengan gadis itu.


"kamu jangan khawatir sayang, percaya padaku" Gara memeluk Amira dengan penuh kehangatan.


"baik lah, pergilah nikahi perempuan itu" ucap Amira setengah tidak rela.

__ADS_1


akhirnya Gara meninggalkan Amira dan pergi ke tempat pernikahannya.


suasana ditempat itu sangat sepi di sana hanya ada saksi, penghulu dan pengantin.


nuran menatap nanar pada sekelompok kecil orang yang hadir. ia masih tidak menyangka akan menikah dengan keadaan yang sangat menyedihkan. pernikahan bak negeri dongeng yang ia impikan benar-benar hanya dongeng pengantar tidur semata. ingin rasanya dirinya menangis tapi entah mengapa air matanya seolah mengering.


"apa kau akan terus berdiri di sana" Gara memberi peringatan pada nuran yang terlihat bingung.


kenapa tidak ada manis-manisnya sih, pura-pura juga tidak masalah, padahal ini di depan orang yang cukup untuk membuat dia malu, teriakan hati Nuran yang terdalam.


nuran duduk di samping Gara, tidak lama kemudian penghulu memberikan instruksi dan memulai akad. sesaat nuran terkagum mendengar ijab kabul yang sangat lancar keluar dari lisannya, namun sesaat kemudian hati sangat perih karena itu semuanya adalah sebuah kepalsuan.


"silahkan kedua mempelai memasangkan cincin pada jari masing-masing" perintah penghulu.


Gara mengambil cincin dan memasangkannya ke jari manis Nuran dengan kasar


"ini orang benar-benar tidak ada lembutnya, apa dipikirnya jari tanganku yang indah ini sebuah kayu, lihat saja akan aku balas" suara yang tertahan


Nuran membalas perlakuan Gara, sehingga membuat gara meringis menahan rasa ngilu di jari tangannya.


"nona, silahkan cium tangan suami anda" ucap penghulu.


"apa, aku harus mencium tangannya, ini sudah tidak benar" teriak nuran dalam hati.


"apa kau tidak mendengar ucapan penghulu?" Gara menyentuh wajah Nuran, hingga membuat gadis itu terperanjat.


"eh iya" Nuran menjadi gugup karena perlakuan Gara.


"istriku, apa yang kau pikirkan?" tanya Gara.


"tidak ada suamiku, aku hanya tidak menyangka menikahi orang seperti mu dalam keadaan seperti ini" nuran mengambil tangan Gara lalu menciumnya, semua orang di ruangan itu sangat cemburu pada pasangan yang sangat serasi itu.


nuran melepaskan tangan Gara. ia sangat bahagia merasakan getaran dari tangan Gara yang berusaha menahan emosinya.


"sial gadis ini, membalas semua perlakuan ku, baiklah gadis kecil kali ini akan kubiarkan tapi tidak lain kali"


" nikmatilah selagi punya kesempatan, karena setelah ini akan ku pastikan kau hidup dalam keadaan hidup segan mati pun tidak bisa" suara hati gara.

__ADS_1


permainan hidup akan dimulai, tak akan ku biarkan kau menyunggingkan sebuah senyuman di tempat tergelap sekalipun


__ADS_2