Obsesi Cinta

Obsesi Cinta
berubah status


__ADS_3

" pagi semua" Nuran menyapa dengan senyum yang cerah, pakaiannya juga sudah rapi dari bawah sampai atas sudah glowing. semua orang menatap keheranan karena ini benar-benar penampakan yang sangat langka.


"setan apa yang sudah merasukimu" tanya Zara yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"ibu, bicaralah dengan baik, setiap kata itu adalah doa, lagi pula aku tidak menjadi pengganguran lagi, statusku sudah berubah" Nuran sedikit kesal ketika ia ingin jadi lebih baik malah seseorang meledeknya.


"sudahlah jangan bertengkar di pagi hari, Nuran rapi begini, mau kemana?" Nando menatap Nuran dengan penuh tanya.


"ayah, hari ini adalah langkah awal aku untuk mengubah nasib dan status keluarga kita ke arah yang lebih baik lagi" Nuran penuh semangat menjelaskannya, dengan ekspresi yang tidak kalah lebay.


" alah jangan hanya ucapan saja, semua orang juga bisa, dan untuk mengubah bukankah kau sudah melakukannya sehingga kita hidup seperti ini" Zara menatap sinis.


"Zara.." Nando menegur istrinya


"kenapa, memang benarkan" balas Zara.


"sudahlah, aku berangkat dulu" Nuran beranjak dari ruang makan, perkataan ibunya semuanya benar, seandainya ia tak melakukannya pasti keluarga mereka saat ini akan baik-baik saja.


" Nuran, ayo kakak antar" Nero pergi dengan sepeda motor bututnya ke perusahaan tempat Nuran akan bekerja.


sesampainya di lokasi Nuran sudah disambut oleh teman Nero


"Alan jaga adik gue ya"


"baik bro" jawab Alan


"Nuran semangatlah bekerja, jangan dipikirkan perkataan ibu" nero tersenyum untuk Nuran


"baik, terimakasih kasih kak"


"Nuran ayo ikut saya" Alan membawa Nuran ke dalam kantor dan menjelaskan apa yang harus dan tidak boleh dilakukan.


"apa,???saya harus mengerjakan ini semua, apa tidak ada pekerjaan lain" Nuran kaget dan tidak percaya bahwasanya dirinya harus bekerja sebagai cleaning service,


"menurutmu dengan status pendidikan mu itu, kau bisa jadi sekretaris, manager?" Alan tidak habis pikir dengan perempuan yang ada didepannya.


"kau lihatkan aku sudah rapi begini, masa aku seorang OB" Nuran masih tidak percaya.


"ini kerjakan tugasmu, oh ya itu ruangan presedir kau harus membersihkannya di pagi hari, selain diminta jangan pernah masuk" Alan menyerahkan perlengkapan pada Nuran.


"tapi.." suaranya tersendat ketika seseorang memotong pembicaraannya

__ADS_1


"cepat bersihkan ruangan saya, ku beri waktu 15 menit" perintahnya.


"ayo cepat, kalau tidak habislah kita" Alan mendorong Nuran masuk keruangan bosnya itu.


Nuran tidak habis pikir, selama hidupnya ia tak pernah melakukan pekerjaan ini, bahkan di rumah sekalipun Zara tidak pernah menyuruhnya untuk bersih- bersih.


"kenapa tidak memulainya" orang yang tengah duduk di kursi presedir itu membuyarkan lamunannya.


"eh itu pak eh bos" Nuran dibuat gugup olehnya, ia tidak tahu cara menggunakan peralatan itu.


"waktumu tersisa 10 menit lagi" laki-laki itu menatap Nuran dengan penuh keheranan.


"maaf bos, saya tidak tahu cara menggunakan alat-alat ini dan juga" ucapan terhenti oleh suara tawa dari persedir yang belum sempat dilihat wajahnya itu.


"apa kau bilang" lelaki itu mulai kesal.


Nuran merasa takut, ia mulai melakukan tugasnya, karena memang pada dasarnya ia tidak bisa, ia malah membuat semua jadi berantakan.


"hei kau...(menahan amarah), Alan cepat keruanganku sekarang juga" titahnya.


Alan yang kaget dengan suara bosnya itu langsung memasuki ruangan


"ada apa bos"


Nuran melihat kinerja akan yang cepat dan kompeten, ia tertunduk malu membayangkannya.


"bos saya mohon maaf, adik saya hari ini sedang kurang enak badan sehingga dia melakukan kecerobohan lain kali saya akan lebih mengajarinya lagi" Alan juga tidak bisa membiarkan gadis itu diamuk oleh bosnya, ditambah Nuran adalah adik dari sahabat yang sangat berjasa pada dirinya.


mendengar ucapan Alan Nuran tersentuh dan mengangkat kepalanya, untuk pertama kalinya ia melihat bos yang marah dan jengkel padanya "wah tampannya( dalam hati)"


"iya bos saya minta maaf, saya akan memperbaiki kinerja saya kedepannya" semangat Nuran muncul dengan tiba-tiba setelah melihat pria tampan dihadapannya


"Nuran, tundukkan kepalamu" Alan membisikkan kata-kata pada Nuran yang tengah bengong melihat wajah presedir ya.


"eh iya"


"apa kau karyawan baru, siapa namamu" presedir memulai pembicaraan.


"iya, saya Nuran Azahra, bisa dipanggil Nuran, sejujurnya saja baru mulai bekerja hari ini, karena saya kurang sehat jadi saya melalukan kesalahan" Nuran menjawab sesuai porsinya, namun dalam hatinya " yang benar itu aku memang tidak pernah melakukannya, karena kau tampan maka aku akan melakukan nya lagi"


"baiklah kali ini akan aku maafkan, keluarlah dari ruangan ku sekarang juga" perintah presedir.

__ADS_1


Nuran masih berkhayal ria, baginya lelaki yang baru dijumpainya itu adalah tipe idealnya.


"jangan bermimpi terlalu tinggi kalau jatuh sakit rasanya" alan semakin kesal melihat Nuran.


"hmm..Alan apa presedir kita masih jomblo" Nuran memegang tangan Alan tepat didepan matanya untuk mendapatkan penjelasan


"lepaskan tanganmu dariku, kau sudah tidak ada harapan, bulan depan pak Gara akan bertunangan dengan kekasihnya Amara"


" jadi dia sudah punya kekasih, tapi mungkin masih ada waktu untuk menikung" pikiran nuran mulai berkelana, ia berpikir ini seperti dunia komik yang sangat seru


"Nuran hentikan omong kosongmu lihat gadis yang sedang berjalan itu" Alan menunjuk seorang gadis yang ada di depan mereka


"siapa" tanya Nuran dengan suara berbisik.


"selamat pagi Bu boss" Alan menyunggingkan senyuman indahnya pada perempuan itu


"eh sayang, kamu sudah sampai" Gara menggandeng gadis itu menuju ruangannya.


"dia itu tunangannya bos Gara" Alan menjawab pertanyaan Nuran yang terskip barusan.


"biasa saja, cantikan juga aku, coba aku tadi kesini dandan dulu seperti wanita itu, pasti bis gara tidak akan berkedip menatapku" nuran menatap dua sejoli yang sangat mesra itu.


"hahaha, kau tidak sebanding dengannya, kelas kita berbeda sayang" Alan mencoba meraih kesadaran Nuran, untuk menerima kenyataan. tapi dalam pandangannya sebagai lelaki Nuran memang sangat cantik meskipun tidak berhias, matanya indah, hidungnya mancung, bibirnya sedang, giginya rapi, badan proporsional, senyumnya indah dilengkapi satu lesung pipi di salah satu pipinya.


"Alan..Alan" Naura melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Alan.


"eh ya" Alan sadar dari lamunannya.


"kenapa melamun" tanya Nuran,


sebelum mendengar jawaban Alan, gadis itu harus bergegas menyiapkan kopi untuk bos dan kekasihnya.


"ini bos kopinya" Nuran meletakkan dua cangkir kopi di meja sepasang kekasih itu.


"kenapa masih berdiri, apa kau tidak mempunyai pekerjaan lain" Amara mulai merasa risih dengan keberadaan Nuran, terutama cara gadis itu menatapnya.


"keluarlah tugasmu sudah selesai" gara menyadari kerisihan kekasih yang sangat dicintainya.


Nuran kesal dengan perkataan Amara padanya, padahal dirinya hanya mengamati kelebihan apa yang dimiliki gadis itu,sehingga membuat Gara bertekuk lutut padanya.


tunggu saja aku akan merebutnya dari sisimu, untuk kau gara aku mendapatkanmu.

__ADS_1


hallo gayes ini karya kedua aku, mohon dukungannya lope yu all 🥰🥰🥰


__ADS_2