One Paid Two

One Paid Two
11


__ADS_3

Win tidur sepanjang perjalanan


pulang, sedangkan Bright mengemudi dengan perasaan was was ia merasa bahwa


sebuah mobil sedan sedang menguntit mereka. Dan benar saja mobil sedan itu


berhenti saat Bright sudah memasuki wilayah mansionnya


(Cittttttt) Bright sengaja mengerem


mobilnya secara mendadak


“Awww” rintih Win karena kepalanya


terbentur


“Apakah senang tidur sepanjang


perjalanan?, kau membuatku terlihat seperti supirmu!” ketus Bright


“Hehehe maafkan aku P’Bright” Win


memajukan bibirnya sambil mengelus ngelus dahinya yang terbentur tadi. Bright


turun duluan dan tiba tiba membukakan pintu untuk Win, Win merasa bingung


dengan perlakuan Bright “bukankah disini sudah tidak ada yang melihat?,apakah


masih harus berpura pura?” batin Win. Bright menarik Win cepat cepat masuk


mension hingga Win kesusahan menyamakan langkahnya


“Kenapa buru buru Phi ada apa?” Win


Sampai mereka di dalam mansion dan


memastikan benar benar tidak ada yang melihat mereka Bright melepaskan


genggamannya pada Win dengan sedikit melemparkannya membuat Win hampir jatuh.


“Kau bisa jalan sendiri bukan?”


Bright sambil mendahului Win


“Aku tidak memintamu menariku” kata


Win menggerutu pelan


“Aku masih bisa mendengarmu, aku


menarikmu karena jalanmu sangat lambat!” Win


Win menggaruk tenguknya tak gatal


sambil mengekori Bright


Sesampainya dikamar


“Ganti bajumu! Atau kau akan


terlihat seperti putri yang di tawan” Bright


“Apa aku terlihat seperti putri?”


goda Win


“Cihh bermulut besar” Bright


“Kau yang bilang aku seperti putri”


Win


“Aku hanya…eu.. yasudah terserah”


Bright


“Aku tidak punya pakaian ganti,


dengan apa aku harus ganti??” Win


“Persetan dengan pakaianmu!” Bright


menarik tangan Win dan segera memborgolnya seperti biasa, Win sangat heran


dengan sikap Bright yang berubah ubah ditambah Win yang sudah berani menggoda

__ADS_1


Bright akhir akhir ini.


Win duduk tertidur dengan gaun berwarna merahnya, Bright duduk dengan


kaki selonjoran di kasurnya, tangannya memegang buku yang sering ia baca, lain


dengan matanya ia selalu tertuju pada Win yang sedang tertidur dengan


anggunnya.


“Jika kita dipertemukan bukan sebagai musuh, aku sudah pasti tidak akan


membiarkanmu tersentuh oleh siapapun lagi” kata Bright pelan, Bright memang


jatuh cinta pada pandang pertama saat ia bertemu dengan Win kala itu, tapi


wajahnya yang mengingatkannya pada ayahnya membuatnya membuang rasa itu jauh


jauh. Bright menutup buku dan menyimpannya pada nakas di samping kasurnya, ia


merebahkan diri menarik selimutnya dan tak lama memasuki alam mimpinya.


.


.


Terlihat Bright sedang duduk di ruangan priadinya dengan beberapa kertas


dokumen di tangannya (tok tok tok) suara pintu diketuk dari luar


“Masuk!” Bright


Alex masuk dengan tergesa gesa


“Tuan ada tamu di luar, mereka


bilang mereka dari Geng vachirawit” Alex


(Deggg) Bright tersentak saat


mendengar nama itu, vachirawit adalah nama belakangnya


“Untuk apa mereka kesini?” Bright


“Mereka bilang ingin bertemu tuan


“Aku akan segera kebawah” Bright


“Izinkan aku bertanya tuan” Alex


“Apa?” Bright


“Nama geng itu sama dengan nama


belakangmu, apakah…” Alex


“Berapa orang yang punya nama Alex


di dunia ini?” Bright memotong ucapan Alex


“Maaf tuan saya hanya mengira” Alex


“Kau mengira dia ayahku?” Bright


“Maaf tuan” Alex


“Tidak mungkin itu ayahku, dia


seorang pecundang! Mana mungkin itu dia, jangan banyak berfikir!” Bright


“Iya tuan” Alex


Bright segera membereskan beberapa


berkas dan segera meninggalkan ruangan diikuti oleh Alex dibelakangnya.


Di ruang tamu duduk seorang pria,


Bright tidak bisa melihat seperti apa dia, karena memang ia duduk membelakangi


pintu masuk. Bright berjalan dengan hati kalut meskipun ia membantah ucapan


Alex yang mengira geng vachirawit adalah geng ayahnya namun berkebalikan dengan


hatinya. Bright bukan takut menghadapinya namun ia tidak ingin melihatnya,

__ADS_1


sepanjang jalan ia berharap itu hanya kemiripan nama dan bukan ayahnya. Bright sampai


di belakang si pria ia menelan salivanya kasar bersiap melihat siapa pria yang


duduk di depannya tersebut


“Dia sudah datang tuan” salah satu


anak buahnya berbisik


Pria itu berdiri dan masih


membelakangi Bright, namun rasa lega sudah menyelimuti hatinya tatkala pria


yang berdiri di depannya adalah pria yang umurnya lebih muda dari Bright dan


bukan orang yang tidak Bright harapkan keberadaannya.


“Silahkan duduk kembali” Bright


Bright berjalan menuju kursi lalu


mendaratkan bokongnya di kursi yang berhadapan dengan si pria. Tanpa basa basi


si pria menyerahkan selembar kertas pada Bright


“Saya Jong Vachirawit, dan saya


tidak pandai basa basi saya akan ke intinya saja tolong jangan menghalangi


jalur pemasaran daerah Phuket” Jong


Bright tersenyum melihat pria yang


bernama Jong tersebut


“Hahhhh pemuda jaman sekarang


mungkin sudah lupa cara tatakrama” Bright mengambil kertas yang jong berikan,


sedangkan Jong hanya berdecak kesal


“Tidak kah kota Bangkok dan daerah


daerah di Negara China cukup untukmu?” Jong


“Aku tidak suka di gertak” Bright


“Kau sudah menguasai kota kota besar


jadi tinggalkan Phuket!” Jong


“Kenapa kita tidak bersaing saja? Aku


tau kau menyuruhku meninggalkan Phuket karena Phuket sangat menguntungkan


bukan?” Bright


“Kami tidak suka bersaing” Jong


“Maka aku tidak suka meninggalkan


Phuket” Bright


“Baiklah jika kau memaksa” Jong


berdiri dan berjalan keluar dengan kasarnya, diikuti para anak buahnya dari


belakang.


“Kau memang hobi mengumpulkan banyak


musuh tuan” Kata Alex sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


“Aku hanya tidak ingin ada narkoba


di daerahku” Bright


Bright memang selalu menghalangi


pengedaran narkoba di daerah kekuasaannya, tetapi yang musuhnya tau, Bright


mengambil alih pelanggan mereka.


Bantu Vote dong mentemen! Kalo ada

__ADS_1


saran komen di bawah ya! ! happy reading


__ADS_2