One Paid Two

One Paid Two
30


__ADS_3

"tak apa apa Win phi disini ,tenanglah"suara itu membangunkan mimpi buruk Win. Ia langsung menghambur di dada Bright,memeluknya beberapa saat dan menyembunyikan wajahnya di dada Bright.


"Phi Bright" suara penuh makna dan sangat di rindukan.


Bright terhenyak ,jantungnya berdebar hebat setelah sekian lama akhirnya Win bersuara terlebih lagi nama dirinya yang pertama kali Win ucapkan ,


"Win aku disini Win ,aku bersamamu" Bright


"Jangan tinggalkan Win " kata Win serak


"Tentu saja Win ,aku takan meninggalkanmu tidak akan"


Air mata Bright pecah , senang dan terharu . Ia balik memeluk Win tak kalah eratnya, tanpa orang melihat seorang wanita tengah menagis cemburu di balik pintu yang sedikit terbuka menyaksikan Win dan Bright yang tengah berpelukan.


Kini Win tengah beristirahat di kamarnya, Bright berjalan menuju dapur dan


"Lyn?"


" P'Bai ..."Lyn langsung menghambur di dada Bright melepas rindu


"Kenapa kau tak bilang phi kalau kau akan pulang hari ini ?hmmm?" Bright sambil mengusap lembut surai rambut Lyn.


"Lyn ingin memberi P'Bai surprise, siapa sangka Lyn akan melihat P'Bai berpelukan dengan win"


Degg Bright sedikit tersentak


"Kau melihatnya ?" Bright


"Umm"wajah Lyn penuh arti


"P'Bai"kata Lyn lagi


"Umm apa Lyn?" Bright


"Bisakah P'Bai tidak terlalu dekat dengan Win?".


Bright melepaskan pelukannya dari Lyn.


"Apa maksudmu Lyn?" .Bright


"Aku tak ingin kalian terikat terlalu jauh" Lyn


"tapi kenapa ?" Bright heran


"Aku tau P' hanya menganggapku adik ,tapi apa P'memikirkan perasaanku ?"Lyn dengan nada sedikit tinggi


"Lagi?"Bright


"Kau berjanji kepada ayahku untuk memuruti kemauanku bukan?'' Lyn


"Lalu apa yang kau mau kali ini ?"Bright


"Menikahlah denganku dan aku ingin secepatnya" Lyn berbicara tanpa beban


"Lyn?" Bright sungguh tak tau harus menjawab apa


"Kau inin berbakti pada ayahku bukan?" Lyn


"Kau tau aku menyayangimu lebih dari segalanya Lyn,bahkan nyawaku pun akan ku berikan padamu tapi bukan un..."


"Bisakah kau memenuhinya P'Bai?" Lyn menghentikan kata kata bright.


"Lyn" Bright dengan lembut


"Jika P'Bai tidak meikah denganku, bersiaplah kehilanganku?" Lyn dengan nada mengancam


"Apa maksudmu Lyn ?" Bright kembali mengingat bayangan beberapa tahun ke belakang.saat itu Lyn meminta Bright untuk menemaninya jalan jalan,namun kala itu Bright sedang sibuk dan hendak menolaknya ,Lyn sangat marah" Aku tahu tidak ada orang yang menyayangiku


Brakkk

__ADS_1


Lyn membanting pintu kamarnya. Dan saat Bright pulang ia mendapati Win overdosis karena meminum obat dalam satu waktu.mengingat hal itu Bright tak ingin hal seperti itu terjadi lagi.


"Umm apapun yang kau mau Lyn "Bright dengan wajah sedih, ada perasaan mengganjal di hatinya sedangkan Lyn memeluk Bright dengan bahagia


"Terimakasih P'Bai "Lyn sambil mengeratkan pelukannya.


-


-


Sekitar jam 9 malam Bright baru pulang kerja, wajahnya sangat lelah dan lesu namun Bright masih menyempatkan untuk mengecek keadaan Win. Saat membuka pintu Bright kaget mendapati Win tengah menangis ketakutan dikasurnya. Bright berlari menghampiri Win yang langsung memeluknya


"Ada apa Win? Kenapa menangis? Hemm?" Bright sambil mengelus punggung Win menenangkan


"Win takut, Win takut" Win hampir tak terdengar


"Apa ada yang menyakitimu selama aku tidak ada?" Bright


Namun Win menggelengkan kepalanya


"lalu apa yang membuatmu takut? " Bright


"Win bermimpi lagi"


Ada perasaan lega di hati Bright ternyata Win hanya mimpi buruk pikirnya


Win mimpi apa hmmm?" Bright


"Win mimpi P'Bright meninggalkan Win lagi.. Win sangat takut" Win


"Sudah kubilangkan aku takan meninggalkanmu" Bright dengan wajah ragu


"Win takan memaapkan P'Bright" Win menatap Bright


"Jika P'meninggalkanku" lanjut Win lagi


"umm" hanya itu yang keluar dari mulut Bright


"Phii" Win dengan suara ragu


"Hemm?" Bright


"Peluk Win" Win dengan wajah lucu khasnya, Bright yang melihat hal itu hanya terkekeh geli.


"Tentu saja" Bright membalikan badannya menghadap Win dan langsung memeluknya.


-


Disisi lain Alex diam diam bertemu seseorang untuk meneliti kematian ayah angkat tuannya itu.


"Aku sudah tau pembunuhnya!" kata orang yang memakai pakaian serba hitam itu


"Beritahu aku!" Alex dengan wajah penasaran


Pria itu memperlihatkan sebuah foto pada Alex yang membuat Alex sangat tercengang


"Sudah aku peringatkan pada kalian bukan?"


"Maafkan aku tuan dan terimakasih atas bantuanmu" Alex


"Ini semua demi anaku" kata si pria, ternyata yang Alex temui adalah ayah kandung dari Bright.


-


-


Sudah hampir satu minggu keadaan normal seperti biasa, sampai ketika


"Ayolah phi ini demi kelancaran pertunangan kita!" rengek Lyn pada Bright

__ADS_1


Yah Lyn meminta pada Bright agar tunangan secepatnya dan 3 hari lagi mereka akan melangsungkan pertunangan.


Lyn dan Bright dibuat kaget melihat Win yang keluar dari kamar Bright karena hendak mencari Bright, ia melihat kea rah Lyn dan Bright dengan tatapan tak dapat diartikan


"Pergilah dulu Lyn, aku akan beerbicara dengan Win" Pinta Bright, dengan wajah panic melihat kea rah Win


"Tapi Phii!" Lyn


"Lyn kumohon!" Bright


Tanpa mndengar jawaban dari Lyn, Bright langsung menyeret Win masuk kek kamarnya


"Win..?" Bright ragu


"Siapa yang akan bertunangan?"" Win dengan wajah sendu


"Win sebenarnya.." Bright


"JAdi kalian akan bertunangan?" Win sudah berkata kata


"Ummm" Walau hanya kata itu yang keluar, namu kenapa rasanya sangat menyakitkan bagi Win.


"Kau sudah berjanji takan meninggalkanku" wein dengan suara gemetar


"Aku memang takan meninggalkanmu Win, aku berjanji takan menjangamu seperti adiku sendiri" yah walau sebenarnya perasaan Bright pada win lebih dari sekedar adik


"Umm" Win mengangguk danb berhasil menjatuhkan sebelah airmatanya, ia benar benar tak dapat berkata apa apa lagi , dadanya terlalu sesak, ia lebih memilih meninggalkan Bright


"Win??" Bright juga rasanya mati langkah ia hanya bisa melihat Win yang kini berlalu meninggalkannya.


Win masuk kamar dan langsung menumpahkan tangisannya ia menutup mulutnya dengan sebelah tangan dan sebelah tangannya lagi memukul mukul dadanya yang terasa sangat sesak, mae phoo.. rasanya aku ingin ikut kalian saja..


-


Sudah 2 hari Win tak keluar dari kamarnya, bahkan Bright pun tak pernah dibukakan pintu olehnya. Hanya satu maid yang Win perbolehkan masuk hanya sekedar mengantarkan makanan. Bright makin dibuat kacau, khawatir dan merasa bersalah. Malam itu adalah malam sebelum Bright melangsungkan pertunangan, ia menghampiri kamar Win walau ia tahu takan dibukakakn pintu namu Bright tak menyerah


"Win aku hanya ingin minta maaf, tolong maafkan aku Win.. aku tahu aku memang salah, tapi aku benar benar tak bisa menolak keinginan Lyn, keinginannya adalah perintah bagiku.. tapi aku berjanji akan tetap menyayangimu aku janji" Bright langsung berlalu begitu saja


"Tapi kau juga sudah berjanji padaku, kenapa kau tak menepatinya?" Win hampir tak terdengar.


-


Hari pertunangan telah tiba, namun Bright menyempatkan diri untuk elihat keadaan Win.


Tok tok tok


"Win apa kau didalam?" Bright menarik gagang pintu namun tak dikunci, melihat hal itu ia langsung masuk


"Win win?" Bright mencari ke seluruh kamar yang memang besar itu, Win tak ada di kamarnya dengan panic Bright berlari mencari Win di setiap ruangan di dapur, balkon, ruang tamu, ruang keluarga namun nilih Win tak ditemukan. Bright berteriak memanggil para maid, namun mereka juga belum melihat Win. Mendnegar keributan Lyn juga langsung keluar dari kamarnya.


"Ada apa Phi kenapa berteriak?" Lyn dengan gaun warna putih dan hiasan cantik di wajahnya


"Win! Win hilang Phi akan mencarinya!" Bright dengan nafas tersenggal Briht hendak mencari Win namun Lyn menahannya


"Ini hari pertunangan kita kau jangan gila!!" Lyn marah


"Tapi Win hilang Lyn!!" kini mereka saling meninggikan suara


"Kau jahat phi, kau masih memikirkan oranglain saat pertunangan kita" Lyn mulai membuat wajah sedih


"Kumohon kita bisa undur pertunangnnya" Bright


"Tamu undangan pasti sudah berkumpul phi, aku malu.. Biarkan oaranglain yang mencarinya" Lyn


"Lyn" Bright dengan wajah memohon


"Tidak Phi! Kau tak igin mngecewakan ayahku bukan?" Lyn


Bright tak bisa menolak lagi sekarang, walau hatinya kacau mau tak mau ia harus tetap melangsungkan pertunangan. Ia memanggil semua anak buahnya untuk mencari Win, dan sialnya Alex tak ada entah kemana beberapa hari ini.

__ADS_1


Sorry for late update guys, tinggal satu BAB lagi!!!!!!!!!! Typo juga berserakan dimana mana soalnya author ngebut bikinnya hheee


Vote dari kalian sangat berarti bagi author, follow juga ya! Happy Reading


__ADS_2