One Paid Two

One Paid Two
18


__ADS_3

(Citttt) Alex menghentikan mobil tepat


di belakang mobil yang di kendarai Lyn, Alex baru saja membuka sabuk


pengamannya sedangkan Bright sudah berlari masuk ke mobil Lyn


“Phiiii” Lyn yang melihat Bright


langsung menghambur di dada Bright


“Tidak apa apa naa tidak apa apa”


Bright mengusap surai rambut Lyn untuk menenangkannya. Alex memondar mandirkan


matanya ke kanan ke kiri mencari sesuatu


“Lyn bukankah kau jalan bersama Win?”


Alex


Bright membulatkan matanya saat ia


menyadari ketidak beradaan Win disana, Bright terlalu khawatir pada Lyn


sehingga lupa akan Win


“Winn..Winn” Lyn gelagapan


“Kemana perginya Win Lyn!”


Alex meninggikan suaranya dengan wajah frustasi


“Beraninya kau membentak Lyn! Hahh!” Bright yang tak terima Alex meninggikan suaranya


pada Lyn meraih kerah kemeja Alex dan menyeretnya keluar, Alex berusaha meredam


emosinya


“Maafkan aku tuan” Alex dengan wajah agak tenang


“Jangan berani meninggikan suara di depan Lyn! Atau kau akan ku pecat! !”


Bright mendorong badan Alex, Alex sebenarnya sangat kesal kepada Bright yang


selalu berlebihan jika menyangkut Lyn ,Alex juga juga tidak suka atas perlakuan


Bright yang selalu menganggap murah nyawa orang lain untuk Lyn.


“P’Baii Win di bawa orang, tapi aku tidak mengenali


mereka” Lyn saat keadaannya mulai menenang. Alex merasa bersalah karena telah memberi


ide pada Bright untuk mengencani Win agar mengalihkan perhatian para musuh pada


Lyn


“Lyn.. Lyn jelaskan pada Phii seperti apa mereka?”


Bright


“Mereka pria berbadan tinggi dan membawa pistol” Lyn


Dengan penjelasan Lyn seperti itu membuat Bright


frustasi, ada banyak orang berbadan tinggi di dunia ini bagaimana Bright bisa


tahu siapa mereka?


Hati Bright berguncang ia tidak tahu dimana Win dan


bagaimana keadaannya, entah mengapa ia masuk dalam perangkapnya sendiri, ia


tidak tahu betapa sangat mengerikannya mempertaruhkan nyawa Win untuk kedua


kalinya.


(Drttttt drttt) deretan nomor tak di kenal muncul di


layar hp Bright (panggilan masuk), Bright dengan cepat menarik tombol telpon

__ADS_1


berwarna merah itu ke atas


“Halo?” Bright


“……………….” Penelpon


“Apa?, ya aku akan segera mengurusnya” Bright


“Argggghhhhhhhh” Bright menjambak rambutnya kasar, ia


sangat frustasi sekarang


“Ada apa tuan?” Alex


“Pihak rumah sakit memberi tahu bahwa Ibu Win sedang


dalam masa kritis” Bright berjalan kesana kemari sambil menangkup wajahnya


sendiri, kok pihak rumah sakit bisa ngasih tau Bright? Itu semua masih menjadi


misteri.


Di tengah tengah ketegangan itu dering telpon Bright


kembali bergetar, kali ini juga nomor yang tak dikenal namun bedanya kali ini


berupa panggilan video


“Siapa lagi ini?” Bright dengan kesal, namun segera mengangkatnya


Jantung Bright terasa berhenti berdetak tatkala


terpampang keadaan Win yang sedang terbelit tambang pada lehernya dan tangan


yang terborgol kebelakang, Win berada di tempat industri kosong dengan tambang yang


membelit leher dengan ujung yang berlawanan. Satu ujung tambang tersebut diikat


pada sebuah tihang besi dan satu lagi tersambung pada Mesin Amouring


kabel(Semacam alat yang berputar untuk menggulung kabel gitu la ya).


hanya kata itu yang keluar dari mulut Bright, Alex yang panic mengintip layar


hp Bright dan bukan main terkejutnya dia Alex pun melakukan hal yang sama seperti


menjambak rambutnya sendiri dan mondar mandir kesana kemari sambil menutup


mulutnya dengan satu tangan. Di panggilan video berikut terlihat Win yang


sangat ketakutan memandang ke arah kamera, ia seakan memberi kode seperti minta


tolong namun mulutnya terbungkam lakban namun air matanya tak henti mengalir ke


pipinya.


Datang seseorang yang sangat Bright kenal, dia adalah


Zhen dengan membawa jam pasir di tangannya. Melihat hal itu Bright langsung


marah dan berteriak pada layar hp nya


“Apa yang kau inginkan! ! !”


Bright


“Aww tenanglah Khun Bright aku hanya sedang bermain


main” Zhen


“Jangan bermain main denganku! !”


Bright


“Hmmm tapi aku suka Khun Bright” Zhen dengan smirk


liciknya


“Apa yang kau inginkan? !”

__ADS_1


Bright


“Kau selalu saja salah paham Khun Bright, emmm tapi


jika kau memberi penawaran aku tidak akan menolak” Zhen


“Apa keinginanmu? Hah? !”


Bright


“Datang padaku dengan selembar kontrak kerjasama


pengambil alihan tanah bagian selatan opas, datanglah sebelum jam pasir ini


habis atau kepala kekasihmu ini akan putus!,


oh jangan lupa tulis dalam kontrak tersebut kau hanya akan membantu mengambil


alih namun setelahnya tanah itu sepenuhnya akan menjadi miliku, aku akan


mengirimkan alamatnya dan jangan main main denganku.” (pip) Zhen mematikan


telpon sepihak.


“SIALANNN! ! KAU SANGAT LICIK!”


Bright masih berteriak pada hpnya meski panggilan telah berakhir


“Tuan cepat! Kita tidak punya banyak waktu atau tidak Win akan mati!”


Alex


Bright membulatkan matanya menatap Alex sebentar


“Aku akan meminta Poy(anak buah Bright yang lain)


untuk mengurus ibu Win di rumah sakit dan kau ikutlah denganku, kau menyetir


sendiri dengan mobilku lalu urus tentang kontrak itu sedangkan aku akan


menyetir mobil Lyn!” Bright


Alex mengangguk dan memasuki mobil secara tergesa


gesa.


Di tempat lain Zhen memutar jam pasir menjadi yang


penuh di atas dan yang kosong di bawah,


“Nyalakan mesinnya!”


Zhen pada salah satu anak buahnya


“Baik tuan” Salah satu anak buahnya menekan tombol


berwarna merah, alat pemilin tersebut berputar secara perlahan sesuai turunnya


jam pasir. Win belum merasakan sesak pada lehernya karena Zhen mengikatnya


longgar namun semakin waktu berlalu wajah Win memerah nafasnya tersenggal malah


hampir tidak bisa bernafas, Win sudah merasa sesak dan kesakitan ia berusaha


berontak namun tentu saja sia sia air matanya menetes ia pasrah dan tinggal


menunggu ajalnya. “ibu maafkan aku, maafkan aku karena tidak bisa menemanimu. Maafkan


aku karena lemah dan tidak bisa berbuat apa apa, maafkan aku yang tak berada di


sisimu tolong jangan khawatirkan aku setelah aku tak disisimu aku mungkin akan


ayah akan ada di sisiku nnati” tentu saja itu hanya dalam batin Win.


Like dan komen dari kalian bikin mimin semangat


nulisnya, makasih yang udah Like


! Happy Reading!

__ADS_1


__ADS_2