
(Citttt) Alex menghentikan mobil tepat
di belakang mobil yang di kendarai Lyn, Alex baru saja membuka sabuk
pengamannya sedangkan Bright sudah berlari masuk ke mobil Lyn
“Phiiii” Lyn yang melihat Bright
langsung menghambur di dada Bright
“Tidak apa apa naa tidak apa apa”
Bright mengusap surai rambut Lyn untuk menenangkannya. Alex memondar mandirkan
matanya ke kanan ke kiri mencari sesuatu
“Lyn bukankah kau jalan bersama Win?”
Alex
Bright membulatkan matanya saat ia
menyadari ketidak beradaan Win disana, Bright terlalu khawatir pada Lyn
sehingga lupa akan Win
“Winn..Winn” Lyn gelagapan
“Kemana perginya Win Lyn!”
Alex meninggikan suaranya dengan wajah frustasi
“Beraninya kau membentak Lyn! Hahh!” Bright yang tak terima Alex meninggikan suaranya
pada Lyn meraih kerah kemeja Alex dan menyeretnya keluar, Alex berusaha meredam
emosinya
“Maafkan aku tuan” Alex dengan wajah agak tenang
“Jangan berani meninggikan suara di depan Lyn! Atau kau akan ku pecat! !”
Bright mendorong badan Alex, Alex sebenarnya sangat kesal kepada Bright yang
selalu berlebihan jika menyangkut Lyn ,Alex juga juga tidak suka atas perlakuan
Bright yang selalu menganggap murah nyawa orang lain untuk Lyn.
“P’Baii Win di bawa orang, tapi aku tidak mengenali
mereka” Lyn saat keadaannya mulai menenang. Alex merasa bersalah karena telah memberi
ide pada Bright untuk mengencani Win agar mengalihkan perhatian para musuh pada
Lyn
“Lyn.. Lyn jelaskan pada Phii seperti apa mereka?”
Bright
“Mereka pria berbadan tinggi dan membawa pistol” Lyn
Dengan penjelasan Lyn seperti itu membuat Bright
frustasi, ada banyak orang berbadan tinggi di dunia ini bagaimana Bright bisa
tahu siapa mereka?
Hati Bright berguncang ia tidak tahu dimana Win dan
bagaimana keadaannya, entah mengapa ia masuk dalam perangkapnya sendiri, ia
tidak tahu betapa sangat mengerikannya mempertaruhkan nyawa Win untuk kedua
kalinya.
(Drttttt drttt) deretan nomor tak di kenal muncul di
layar hp Bright (panggilan masuk), Bright dengan cepat menarik tombol telpon
__ADS_1
berwarna merah itu ke atas
“Halo?” Bright
“……………….” Penelpon
“Apa?, ya aku akan segera mengurusnya” Bright
“Argggghhhhhhhh” Bright menjambak rambutnya kasar, ia
sangat frustasi sekarang
“Ada apa tuan?” Alex
“Pihak rumah sakit memberi tahu bahwa Ibu Win sedang
dalam masa kritis” Bright berjalan kesana kemari sambil menangkup wajahnya
sendiri, kok pihak rumah sakit bisa ngasih tau Bright? Itu semua masih menjadi
misteri.
Di tengah tengah ketegangan itu dering telpon Bright
kembali bergetar, kali ini juga nomor yang tak dikenal namun bedanya kali ini
berupa panggilan video
“Siapa lagi ini?” Bright dengan kesal, namun segera mengangkatnya
Jantung Bright terasa berhenti berdetak tatkala
terpampang keadaan Win yang sedang terbelit tambang pada lehernya dan tangan
yang terborgol kebelakang, Win berada di tempat industri kosong dengan tambang yang
membelit leher dengan ujung yang berlawanan. Satu ujung tambang tersebut diikat
pada sebuah tihang besi dan satu lagi tersambung pada Mesin Amouring
kabel(Semacam alat yang berputar untuk menggulung kabel gitu la ya).
hanya kata itu yang keluar dari mulut Bright, Alex yang panic mengintip layar
hp Bright dan bukan main terkejutnya dia Alex pun melakukan hal yang sama seperti
menjambak rambutnya sendiri dan mondar mandir kesana kemari sambil menutup
mulutnya dengan satu tangan. Di panggilan video berikut terlihat Win yang
sangat ketakutan memandang ke arah kamera, ia seakan memberi kode seperti minta
tolong namun mulutnya terbungkam lakban namun air matanya tak henti mengalir ke
pipinya.
Datang seseorang yang sangat Bright kenal, dia adalah
Zhen dengan membawa jam pasir di tangannya. Melihat hal itu Bright langsung
marah dan berteriak pada layar hp nya
“Apa yang kau inginkan! ! !”
Bright
“Aww tenanglah Khun Bright aku hanya sedang bermain
main” Zhen
“Jangan bermain main denganku! !”
Bright
“Hmmm tapi aku suka Khun Bright” Zhen dengan smirk
liciknya
“Apa yang kau inginkan? !”
__ADS_1
Bright
“Kau selalu saja salah paham Khun Bright, emmm tapi
jika kau memberi penawaran aku tidak akan menolak” Zhen
“Apa keinginanmu? Hah? !”
Bright
“Datang padaku dengan selembar kontrak kerjasama
pengambil alihan tanah bagian selatan opas, datanglah sebelum jam pasir ini
habis atau kepala kekasihmu ini akan putus!,
oh jangan lupa tulis dalam kontrak tersebut kau hanya akan membantu mengambil
alih namun setelahnya tanah itu sepenuhnya akan menjadi miliku, aku akan
mengirimkan alamatnya dan jangan main main denganku.” (pip) Zhen mematikan
telpon sepihak.
“SIALANNN! ! KAU SANGAT LICIK!”
Bright masih berteriak pada hpnya meski panggilan telah berakhir
“Tuan cepat! Kita tidak punya banyak waktu atau tidak Win akan mati!”
Alex
Bright membulatkan matanya menatap Alex sebentar
“Aku akan meminta Poy(anak buah Bright yang lain)
untuk mengurus ibu Win di rumah sakit dan kau ikutlah denganku, kau menyetir
sendiri dengan mobilku lalu urus tentang kontrak itu sedangkan aku akan
menyetir mobil Lyn!” Bright
Alex mengangguk dan memasuki mobil secara tergesa
gesa.
Di tempat lain Zhen memutar jam pasir menjadi yang
penuh di atas dan yang kosong di bawah,
“Nyalakan mesinnya!”
Zhen pada salah satu anak buahnya
“Baik tuan” Salah satu anak buahnya menekan tombol
berwarna merah, alat pemilin tersebut berputar secara perlahan sesuai turunnya
jam pasir. Win belum merasakan sesak pada lehernya karena Zhen mengikatnya
longgar namun semakin waktu berlalu wajah Win memerah nafasnya tersenggal malah
hampir tidak bisa bernafas, Win sudah merasa sesak dan kesakitan ia berusaha
berontak namun tentu saja sia sia air matanya menetes ia pasrah dan tinggal
menunggu ajalnya. “ibu maafkan aku, maafkan aku karena tidak bisa menemanimu. Maafkan
aku karena lemah dan tidak bisa berbuat apa apa, maafkan aku yang tak berada di
sisimu tolong jangan khawatirkan aku setelah aku tak disisimu aku mungkin akan
ayah akan ada di sisiku nnati” tentu saja itu hanya dalam batin Win.
Like dan komen dari kalian bikin mimin semangat
nulisnya, makasih yang udah Like
! Happy Reading!
__ADS_1