One Paid Two

One Paid Two
21


__ADS_3

“Swadee khrap” wai Bright pada


seorang wanita yang membukakan pintu rumahnya untuk Bright


“Swadee ja” Wanita itu membalas


wai pada Bright namun dengan wajah bingung


“Perkenalkan saya Bright, saya


senior Win di perusahaan” Bright sambil tersenyum ramah


“Ohhh mari masuk nak Bright” Ibu


win dengan ramahnya, Bright masuk mengekori ibu Win


“Silahkan duduk, ingin minum apa


nak Bright? Kopi? Jus? Teh?” Ibu Win benar benar ramah


“Emm teh boleh” tak enak bagi


Bright untuk menolak orang sebaik ibu Win


Tak lama ibu Win datang dengan


secangkir teh di tangannya lalu meletakannya di meja tepat di hadapan Bright


“Silahkan” ibu Win dengan


senyuman khasnya


Bright hanya mengangguk, entah


kenapa Bright sangat gugup melihat kebaikan dari ibu Win


“Nak Bright kau seniornya Win


bukan?” ibu Win ingin bertanya namun tampak tak enak


“Khrap”Bright


“Apa kau tahu keadaan Win? Apa dia


baik baik saja? Jujur ibu sangat khawatir, dia pergi ke luar kota tanpa membeir


tahuku sebelumnya bahkan tak sempat bertemu” ibu Win dengan raut wajah khawatir


dan sedih


Degg mendapat pertanyaan itu


Bright Nampak kaget, jujur tak ada rasa benci pada ibu Win walau baru pertama


kali ia bertemu dengannya Bright malah terasa nyaman dengannya. Namun bayangan


ayahnya dan yang dilakukan ayah Win Thanat selalu menjadi virus di hatinya. Bagaimana


jika ibu Win tahu bahwa anaknya sedang tidak baik baik saja, bahkan Bright


hendak membunuhnya


“Win baik baik saja tante, memang


Win mendapat tugas mendadak” terlihat kebohongan di wajah Bright namun sayang


ibu Win tidak menyadarinya


“Ahh syukurlah mungkin aku bisa


makan dan tidur tenang malam ini,kau tahu Win anak yang sangat baik dia begitu


berbakti pada orangtuanya sepertinya dia tak pernah punya musuh selama hidupnya”


ibu Win sambil tersenyum membayangkan kebaikan Win


“Ahh emm kedatangan saya kesini


ingin menyampaikan pesan dari Win, euu hp Win hilang jadi Win tidak bisa memberi


kabar padamu tapi dia bilang dia baik baik saja emmm dan jangan khawatir”


Bright sambil mengangguk angguk menyembunyikan kebohongannya


“Ahhh pantas saja” ibu Win ikut


mengangguk


“Ya saya hanya ingin menyampaikan


hal itu” Bright


“Nak Bright” Ibu Win


“Khrap” Bright


“Apa kau akan bertemu Win?” IW(Ibu


Win)


“Ya aku akan bertemu Win” Bright


“Boleh aku meminta bantuanmu?”


Ibu Win dengan wajah penuh beban


Bright hanya mengangguk ragu


“Aku titipkan Win padamu ya, aku


sangat khawatir karena Win bukanlah orang yang kuat ia terlalu naïf dia sangat


rapuh” wajah ibu Win kini penuh harap pada Bright


“Tolong jaga dia nak Bright, aku


serahkan semua padamu” timbale ibunya lagi


Bright yang mendengar itu tentu


saja merasa sesak, bagaimana ia akan melindunginya? Padahal ia sendiri adalah


ancaman bagi Win


“Emmm tentu saja, jangan khawatir”


Kata kata itu tentu saja hanya untuk penenang semata, karena kenyataannya ya tahu


lah ya?..


Bayangan itu melintas di pikiran Bright saat dilihatnya Win yang sedang


berbaring kesakitan mempertahankan hidupnya,


“Bukannya menyenangkan kenapa rasanya malah sakit melihatmu seperti ini?

__ADS_1


Kenapa aku melakukan ini? Kenapa aku menghukumu dengan ini? Kenapa kau terlahir


sebagai anak Thanat?” Bright meraih jari jari tangan Win dan mengusapnya dengan


lembut


“Win? Kau bisa mendengarku?” bibir Bright mulai bergetar menahan isak


tangisnya, namun air matanya sudah mendahului turun sejak tadi. Namun yang di


panggil tak pernah menyaut dia masih di dibawah alam sadarnya


“Win kau tak tahu betapa sakitnya hatiku saat aku melihatmu terluka


karenaku, kau tak tahu bahwa aku juga tak ingin menyakitimu, tapi apalah daya


sisi gelapku selalu menutupiku menjadikanku buas” tangisan Bright sudah tak


tertahankan ia mengeluarkan seluruh isi hatinya dan betapa tertekannya ia


“Kau tak tahu betapa aku sangat ketakutan saat merasakan tubuhmu yang


mendingin di pangkuanku, sangat mengerikan saat seberapa keras apapun aku


memanggilmu namun tak ada jawaban darimu, yang aku tahu aku sangat membencimu


namun kenapa aku tak bisa membiarkanmu pergi” Seorang pria buas seperti Bright


mustahil rasanya menangis terisak, menangisi orang yang dianggapnya musuh,


malam menjelang pagi di ruang rawat yang gelap namun itulah yang sedang terjadi


sekarang. sudah hampir lima hari Win belum siuman juga, namun Bright dengan


setianya menemani Win setiap malam setelah ia pulang kerja “Win apa kau tak


bosan tidur terus? Win kapan kau akan bangun? Huh sangat menyenangkan tidur


setiap hari?” kata kata itu terlontar hampir setiap hari. Berbicara tentang


siuman, ibu Win sudah siuman dua hari setelah operasi bahkan ia sudah pulang kerumah


tanpa ia ketahui bahwa anaknya juga sedang berbaring disana.


.


.


Hari sudah pagi, Bright masih tertidur dengan posisi duduk dengan tangan


melipat di kursi pasien sebagai bantalan kepalanya. (Srlekkk) seorang suster


membuka gorden kamar rumah sakit tersebut dengan seketika matahari berlomba


lomba masuk membangunkan Bright yang nampak tidur kelelahan. Bright perlahan


mengangkat kepalanya dan menyipitkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk,


dengan rambut yang berantakan namun Bright masih tetap tampan bahkan saat ia


menguap. Ia masih terlihat linglung khas orang bangun tidur ia melihat Win


masih berbaring dengan mata tertutup lalu bernafas kasar. Terdengar suara


suster yang menyapa seseorang dekat pintu namun Bright mengabaikannya lalu


perlahan orang itu berjalan kearah Bright


“Tuan ada sesuatu yang ingin di bicarakan” ternyata dia adalah Alex


Alex mengangguk tanda mengiakan


Bright lalu beranjak dari kursi, mengambil jas dari nakas dekat kasur


lalu segera berjalan melewati Alex. Nampak terlihat Alex sedang menatap Win


dengan raut wajah sedih, jika ia punya hak ingin rasanya memeluk Win dan


berkata padanya “Cepatlah bangun”, namun Alex tak ada mampu melakukannya ia hanya


mengambil nafas dengan kasar lalu pergi menyusul Bright.


Di mansionnya Bright sudah rapih dengan kemeja biru


donker dan rambut rapinya, ia sedang duduk di ruangan pribadinya dengan


beberapa kertas di tangannya.


“Tuan bisa bicara sekarang?” Alex yang sedari tadi


berencana member Bright tentang sesuatu


“Masuklah!” Bright segera menyimpan kertas yang


sedang ia baca lalu mengubah posisi menjadi menghadap Alex


Alex memberikan sebuah amplop coklat dan segera dibuka


oleh Bright


“Kita sudah mendapatkannya?” Bright nampak sedikit


terkejut


“Ya tuan, namun kita belum benar benar mengambilnya


pihak ibu Win juga masih belum mengetahui jika tanahnya akan segera di ambil


alih” Alex lalu member Bright sebuah surat lagi


“Ini adalah daftar hutang keluarga Thanat dan keuangan


mereka saat ini, jika kita mengambil tanah bagian selatan mereka tidak akan


punya apa apa lagi khususnya ibu Win yang tidak tahu apa apa tentang hutang


pihutang ini. Selama ini ibu Win mengandalkan adiknya Louis untuk memegang


perusahaan di tanah itu, ibu Win hanya menerima uang bulanan dari Louis untuk


biyaya hidupnya. Sejauh ini hanya itu info yang saya tau tuan” Alex


Hal yang Alex katakan membuat Bright frustasi kembali,


jika ia tidak menepati janjinya pada Zhen Win akan berada dalam bahaya. Sebaliknya


jika ia memberikan tanah itu pada Zhen ibu Win lah yang akan tersiksa.


For your information nih guys buat yang bertanya Tanya emangnya Thanat


itu mafia yang kerja apa sih?, Thanat adalah keturunan dari mafia La Cosa


Nostra italia Lahir pada abad 19, La Cosa Nostra


dianggap sebagai salah satu kelompok mafia termuda. Namun, tidak butuh waktu

__ADS_1


lama bagi kelompok asal Sisilia ini untuk menjadi besar dan berpengaruh. La


Cosa Nostra dengan basis kekeluargaan dan hierarki. Upacara penerimaan anggota


baru dalam kelompok ini dikenal rumit dan hanya terbuka bagi orang Sisilia.


Selain itu, mereka juga memiliki banyak kode etik yang harus ditaati, salah


satunya adalah "omertà", di mana anggotanya wajib menjaga rahasia.


Gagal melakukannya berarti sama dengan eksekusi mati.bahkan Thanat bergabung pada organisasi


tersebut pada generasinya. Ia berteman dengan Lakorn namun sayang Lakorn


merupakan keturunan dari sekutu La Cosa Nostra yaitu Ndrangheta sejak saat itu


pertemanan mereka mulai retak namun tak dapat di pungkiri Thanat masih


menganggap Lakorn sebagai sahabatnya hingga kejadian yang membuat Lakorn


meninggal terjadi.


Balik lagi ke masa sekarang Bright memutuskan untuk


menepati janjinya pada Zhen, kini Bright sudah berada di sebuah vila mewah


milik Zhen.


“Setelah ini aku tidak akan mengganggumu lagi Khun


Bright” Zhen dengan sumringah sambil membuka dokumen yang di berikan Bright


“Dan aku tidak akan membiarkanmu menyentuh orang orang


terdekatku lagi!” Bright menatap Zhen benci


“Memang seharusnya begitu” Zhen mengangguk angguk


dengan Wajah menyebalkannya di mata Bright


Bright beranjak dari tempat duduk lalu meninggalkan


Zhen tanpa sepatah katapun, namun dalam hatinya berbagai sumpah serapah ia


lontarkan pada Zhen. Bukannya Bright tidak mampu mengatakannya namun suaranya


terlalu berharga untuk di dengar orang selicik Zhen.


Di rumah Win, Louis dan ibu Win sedang berada duduk


berhadapan. Melihat keadaan kakaknya yang sedang sakit itu membuat Louis enggan


mengatakan tentang diambilnya tanah bagian selatan


“Apa obatmu sudah di minum Phi?” Louis


“Sudah, hey jangan membuat wajah sedih seperti itu!Phi baik baik saja” ibu Win


“Jaga kesehatanmu Phi!”


Louis


“Umm” Ibu Win hanya mengangguk lemah dengan bibir


pucatnya


“Emm Phii” kini Louis merasa kikuk


“Ada apa Louis?” ibu Win yang menyadari ada yang salah


pada adiknya tersebut


“Keuangan kita sedang di bawah, kita tak akan mampu


untuk membeli obatmu dalam jangka panjang” Louis sambil menunduk


Ibu Win memalingkan wajahnya kearah jendela, ia tak


tahu harus berbuat apa. Ia benar benar tak mengerti akan bisnis almarhum


suaminya tersebut karena itu benar benar rahasia, bahkan Louispun tak berani member


tahu kakaknya itu. Namun seketika wajah Win melintas di pikiran Louis, ia


langsung menengadahkan wajahnya


“Phi bukankah Win bekerja di luar kota selama beberapa


bulah kebelakang ini?, harusnya dia punya uang untuk sekedar membeli obatmu!” Louis tampak bersemangat


Ibu Win menatap adiknya itu


“Kau benar! Tapi kasihan Win” ibu Win


“Aku yakin dia takan keberatan, dia sangat


menyayangimu Phi jangan terlalu banyak berfikir dia bekerja untukmu” Louis


“Emmm” ibu Win mengangguk


“Aku akan menghubunginya” Louis merogoh hp dari saku


celananya


“Eh tapi Win mengganti hpnya, bahkan ia tidak


mengabariku karena hp yang lama hilang” ibu Win


Louis menyatukan alisnya heran


“Lalu dari mana kau tahu?” Louis


“Dari seniornya yang datang ke sini pekan lalu” ibu


Win


Louis nampak heran dan curiga kini ia tengah berfikir


keras


“Apa dia memberi nomor telpon Win yang baru?” Louis


“Aku lupa menanyakannya” ibu Win menggaruk tengkuknya


tak gatal


“Huh” Louis mendaratkan punggungnya pada bantal sofa,


namun pikirannya tak lepas pada Win “Sangat aneh Win berangkat kerja tanpa


pulang dulu, bahkan ia tak membawa tas” batin Louis


Oke Guyss gimana ni?  makin banyak misteri gak tuh? Silahkan Vote kalo suka!! ! !


Follow author juga ya! ! ! !

__ADS_1


Thank You and Happy Reading! !! ! !! ! !


__ADS_2