
Bright lebih tenang di pelukan Win sekarang ia melepaskan pelukannya
pada Win dan menyeka bekas air matanya, ia melihat ke arah Win lalu
mendorongnya gengsi. Ia malu karena sempat menangis dalam pelukan Win, Win yang
didorng merasa bingung
“Apa yang kau lakukan padaku!” Bright sambil memondar mandirkan
bola matanya
“Aku hanya ingin menenangkanmu Phi”
Wajah Win memelas
“Aku tidak membutuhkannya! !” Bright
bangkit lalu berjalan keluar kamar dan membanting pintu.
Win melongo melihat pintu yang
tertutup “Apa apaan dia?” dalam hati Win
“Sssshhhh” Win baru sadar akan
keadaan tangannya ia buru buru berlari ke toilet untuk membersihkan lukanya.
“Awww” rasa perih mulai terasa saat
air menyentuh tangannya,matanya melihat kiri kanan mencari tisu kering. Ia
membalut telapak tangannya melingkar, Bright memang tidak memborgol tangan Win
lagi hanya lehernya saja yang di borgol.
.
.
.
Alex seperti biasa masuk membawakan
makanan untuk Win
“Ini makananmu” Alex
“Ummm” Win hanya mengangguk
Alex menyadari tangan Win terbalut
tissue
“Ada apa dengan tanganmu?” Alex
“Ahhh ini? tidak apa apa” Win
Alex menunduk lalu mengambil tangan
Win dan membuka balutan tisu tersebut
“Apa yang terjadi?” Alex saat tahu
tangan Win terluka
“Euhh apa terjadi sesuatu pada P’Bright
tadi?” Win
“Apa tuan Bright marah marah
padamu?” Alex
“Euuuhh ada apa dengan P’Bright ?”
Win
__ADS_1
“Tuan Bright..” Alex
“Aku tidak apa apa!” Bright tiba
tiba masuk ke kamar dan melihat ke arah Win dan Alex dengan tatapan tidak suka.
Alex reflex langsung berdiri dan menunduk hormat
“Maaf tuan” Alex
“Kau anak buahku! Seharusnya kau
menjaga privasiku bukan?” Bright
“Maaf tuan maafkan saya” Alex
beberapa kali menundukan badannya
“Keluar! ! !” Bright
Alex menuruti perintah tuannya
dengan perasaan tidak enak
Bright mendekati badan Win yang sedang
duduk di tempat biasanya yaitu di pojok ruangan kamar Bright, ia mengangkat
dagu Win dengan telunjuknya membuat Win menengadah
“Jangan ikut campur urusanku! !”
Bright di depan wajah Win
“Maafkan aku Phii aku hanya ingin
tahu apa yang terjadi padamu” Win dengan pelan
“Tidak ada hubungannya denganmu!”
Bright
hidupmu bukan? Aku hanya ingin tahu salahku dimana apa aku salah?” Win sedikit
meninggikan suaranya
(PLAKK) Bright memang tidak suka
dibentak ia reflex menampar Win dengan kerasnya, Bright mengusap wajahnya kasar.
Win memegang pipinya ia menunduk, tak tahu kenapa rasanya begitu sakit kali
ini, bukan sakit bekas tamparan tapi sakit di dekat dadanya. Mungkin karena Win
ingin mengerti Bright namu Bright selalu menyalah artikannya
“Apapun yang terjadi jangan ikut
campur urusanku! Jangan lupa bahwa aku bisa melakukan padamu dan ibumu jika aku
mau!” Bright
Win yang mendengar kata ibunya
langsung membelakan matanya dan merapatkan kedua tangannya di dadanya
“Jangan libatkan ibuku aku mohon aku
berjanji akan menurutimu” Win
Bright melihat punggung tangan Win
yang membiru dan darah yang masih basah, seketika ia langsung mengingat
kejadian tadi siang saat ia memukul tangan Win di dinding. Bright keluar kamar
tanpa kata kata
__ADS_1
Tak lama Bright masuk lagi dengan
sekotak PPPK di tangannya,
“Awww” Win meringis saat Bright
meraih tangannya tanpa aba aba
“Apa yang kau lakukan Phi?” Win
melongo
“Kau tidak ingin tanganmu di potong
karena infeksi bukan?” ketus Bright sambil membuka tutup alcohol dengan satu
tangannya
“Kau peduli padaku?” Win menggoda
Bright
“Jangan salah paham! Aku hanya tidak
ingin mendengar kau merengek saat tidur! Itu menggangguku! !” Bright
“Aku tidak pernah merengek” Win
“Ohh benarkah?” Bright
“AWWWW Phi pelan pelan” Win meringis
saat Bright menekan lukanya dengan kapas yang di balur alcohol
“Kau bilang kau tidak pernah
merengek” Bright menarik sebelah bibirnya karena berhasil membalas Win
“Aku tahu kau sebenarnya baik Phi”
Win tersenyum kecil sambil memandang wajah Bright yang tengah sibuk membalit
tangannya dengan perban
“Aku bukan orang baik” Bright dengan
wajah datar
“Kau baik Phi! Buktinya kau
membantuku sekarang” Win
“Selain kehilangan pendengaranmu kau
juga kehilangan urat malumu? Sudah bilang aku tidak ingin mendengarmu merengek,
itu menyebalkan! Aku berasa ingin membunuhmu saat itu juga!” Bright
“Ohhh benarkah?” Win
“Berhenti berkata omong kosong atau
aku akan membungkam mulutmu!” Bright selesai membalut tangan Win dan segera
bangkit meninggalkan Win
“Terimakasih Phi” Bright
menghentikan langkahnya saat Win berkata ‘Terimakasih’
“Sudah kubilang aku tidak sedang
membantumu! Menyebalkan” Bright melanjutkan langkahnya.
Win hanya tersenyum melihat sikap
tuannya yang tidak ingin disebut orang baik itu.
__ADS_1
Gimana ceritanya? Seru gak? Silahkan
Like! Terimakasih><