One Paid Two

One Paid Two
16


__ADS_3

Hari sudah malam Bright masuk kamar dan mendapati Win yang masih


terbangun, sekian detik mata mereka temu pandang namun Bright segera


mengalihkannya. Bright membuka jasnya lalu melipat tangan kemejanya


“Bagaimana harimu?” Win


Bright kaget mendengar Win menyapanya, ia memalingkan wajahnya kesana


kemari seperti sedang mencari sesuatu


“Mengapa kau bertanya?” Bright


“Aww aku hanya bertanya saja, apa tidak boleh?” Win


“Tidak perlu” Bright


“Yasudah” Win mempotkan bibirnya sambil memeluk kedua lututnya


Bright meraih handuk berwarna putih dan langsung menuju kamar mandi,


sedangkan Win ah jangan di Tanya lagi ia seperti biasa menunduk di pojok kamar.


Dengan rambut basah dan bertelanjang dada Bright berdiri depan cermin,


(Wrrrrrrrrr) Bright menyalakan hair dryer lalu mengarahkannya ke rambutnya. Win


selalu menyaksikan kegiatan itu setiap hari, bagaimana tidak? Ia sudah dikurung


di kamar Bright selama lebih dari tiga bulan lamanya. Rambut Bright belum


kering sepenuhnya bahkan ia belum memakai pakaian, yang dikenakannya hanya


celana tidur kotak kotak namun ia sudah beranjak ke tempat tidur dan meraih


buku yang biasa ia pakai di nakasnya.


Win yang kesepian kembali mengoceh walau tahu ia akan dimarahi tapi ia


suka dariapada kesepian.


“P’Bright rambutmu belum kering bagaimana jika kau sakit?” Win


“Aku tidak akan sakit hanya karena rambut basah” Bright sambil focus


pada bukunya


“Apa Phii memang suka dikamar sebelumnya?” Win


Bright sebenarnya tidak sering di kamar sebelumnya, namun saat Win ada


entah kenapa Bright jadi betah dikamar.


“Apa kau sensus?” Bright


“Aku hanya bertanya Phii” Win


“Kau meminta aku melakban mulutmu?” Bright


“Jika kau mau melakukannya bukankah tidak ada yang bisa melarang?” Win


“Kau tahu itu” Bright


“Phii apa kau punya kekasih?” Win


Bright menutup bukunya lalu bernafas dengan kasar


“Mengapa kau terus bertanya hah? Apa maumu!?” Bright


“Maafkan aku Phii” Win langsung menciut saat Bright meninggikan suaranya


“Apa maumu?” Bright kembali merendahkan suaranya


“Aku ..aku ingin bertanya sesuatu, tapi..” Win gelagapan


“Katakan!” Bright


“Apa kau tidak akan marah?” Win


“Umm” Bright


Win tersenyum dan membulatkan matanya


“Apa ibuku baik baik saja Phii?” Win seperti tidak

__ADS_1


sabar mendengar jawaban dari Bright


Bright tidak menyangka Win sesayang itu pada ibunya,


ia tidak mengkhawatirkan diri sendiri sedikitpun yang ada di otaknya hanyalah


ibunya


“Dia baik baik saja” Bright


“Apakah dia minum obatnya?, apa dia makan teratur?”


Win berkata dengan tempo yang cepat


“Aku bukan pengasuh ibumu!”


Bright


“Aku sangat merindukannya Phii, apa ada kesempatan


satuuuuuuuuu kali saja untuk aku bertemu ibuku?” Win membuat angka satu dengan


telunjuknya


“Aku akan mempertimbangkannya” Bright


Wajah Win berubah menjadi sedih


“Kau tak perlu menekuk wajah di hadapanku!” Bright


“Maafkan aku Phii” Win


“Saat aku ada waktu aku akan membawamu pada ibumu”


Bright


Win menengadah senang namun tak lama sedih lagi


mengingat begitu sibuknya Bright


“Mungkin saat itu tiba, kau sudah lebih dulu


membunuhku” Win


selama ini Win mengira ia akan membunuh Win padahal keadaannya memang benar


seperti itu


“Kau berpikir aku akan membunuhmu?” Bright


“Bukankah memang begitu?, lalu kenapa kau mengurungku


seperti anjing?” Win


Bright terdiam karena memang seperti itu adanya


“Aku tidak pernah menyangka ayahku yang membunuh tikus


saja ia enggan akan membunuh orang” Win


“Mengapa kau mengatakannya padaku?” Bright


“Ahh benar juga” Win


Tak menyangka sudah hampir satu jam mereka tenggelam


dalam percakapannya hingga kantuk terlebih dahulu menyerang Win, ia


memposisikan tubuhnya menekuk lututnya untuk menghangatkan diri. Sebenarnya


hati Bright sakit melihat Win yang tidak tahu apa apa tentang ayahnya harus


menanggung semuanya, namun apalah daya Bright juga sangat menyayangi ayah


angkatnya ia tidak akan tinggal diam atas apa yang terjadi padanya.


“Apa kau sudah tidur?” Bright


Tidak ada jawaban dari Win, yang berarti Win sudah


lelap dalam mimpinya.


.


.

__ADS_1


“P’Bai! Bangun!”


Win yang masih tertidur terganggu dengan suara perempuan yang memanggil P’Bai


itu, ia mengucek matanya khas orang bangun tidur


“Ada apa peri kecil?” Bright yang sudah bangun


langsung mengusak rambut Lyn, yah Lyn masuk kamar Bright untuk membangunkan


Bright


“Apa P’Bai lupa?” Lyn


“Apa?” Bright dengan wajah bingung


“AAaaa P’Bai ini akhir pekan, apa kita tidak akan


berjalan jalan?” Lyn dengan wajah cemberut, sedangkan Bright menggaruk


tengkuknya tak gatal.


“Apa kita bisa mengundurnya Lyn?, kita bisa jalan


jalan minggu depan Phii janji” Bright


“Tidak! Aku tidak mau!”


Lyn


Bright Nampak sedang berpikir, disisi lain Win sangat


cemburu dengan perlakuan manis Bright pada Lyn lain dengan perlakuan Bright


padanya. Win juga tidak tahu kenapa ia cemburu padahal dirinya hanya tahanan


yang sewaktu waktu Bright akan membunuhnya.


Bright memondar mandirkan wajahnya ke kiri dan kanan


mencari alasan, lalu ia berhenti saat melihat Win


“Emmmm Lyn bisa jalan jalan di temani Win” Bright


Lyn dan Bright memandang ke arah Win, sedangkan yang


di pandangi membuat wajah bingung. Kedua kalinya Bright menaruhkan nyawa Win


untuk Lyn lagi


“Tapi Phii” rengek Lyn


“Ayolah tuan putri Phii ada urusan penting yang harus


Phii selesaikan, na naa?” Bright


“Baiklah” Lyn akhirnya menyerah


Ia keluar dari kamar Bright sambil menghentak hentakan


kakinya seperti anak kecil yang sedang merajuk


Bright menatap Win


“Tolong jaga Lyn untuku!”


Bright


Win tidak bisa menolak ia mematuhi perintah dari


Bright


“Baik” Win


“Aku akan menyuruh Alex menyiapkan pakaianmu”Bright


“Umm” Win hanya mengangguk


Yeeee Up lagi, setelah satu hari gak Up maaf ya


mentemen! !


Komen sama Like biar mimin makin semangat! ! Happy Reading!


!

__ADS_1


__ADS_2