
Motor 𝘋𝘶𝘤𝘢𝘵𝘪 𝘋𝘪𝘢𝘷𝘦𝘭 𝘩𝘪𝘵𝘢𝘮 baru saja tiba di depan gerbang SMA CENDRAWASIH, seorang gadis turun dari motor besar tersebut dengan bantuan pemuda yang mengulurkan tangannya ke belakang, pemuda itu membantu melepaskan helm si gadis, mata hazel itu mendongak menatap mata legam di hadapannya, jangan lupakan kedua sudut bibirnya yang tersungging membuat cekungan di pipinya terlihat.
"Makasih udah nganter." Ucapnya tulus.
Tangan si pemuda mengusak lembut kepala si gadis. "No problem" Ujarnya. "Masuk gih" Lanjutnya menyuruh gadis tersebut.
Gadis itu menggeleng. "Lo pergi dulu, baru gue masuk." Ucap gadis itu yang kini malah bersedekap dada.
"Ngusir nih?" Pemuda itu memberengut. Membuat 𝘎𝘢𝘣𝘺 terkekeh.
"Nggak" gadis itu menipiskan bibirnya. "Cuma.. Sedikit butuh waktu." Lanjutnya memelankan kalimat terakhir nya.
"Oke, apapun yang terjadi, inget!! Ada gue - - - disamping lo.." Pemuda itu mengusap lembut pipi Gaby, membuat gadis itu tersenyum.
"Hmm, sekali lagi thanks ya 𝘒𝘦𝘯.."
Pemuda itu mengangguk dan mulai melajukan motor nya setelah melambaikan tangan yang sempat-sempatnya melayangkan 𝘧𝘭𝘺𝘪𝘯𝘨 𝘬𝘪𝘴𝘴 kearah Gaby. Gadis itu menggelengkan kepala. Merasa lucu dengan tingkah '𝘒𝘦𝘯𝘻𝘪 si ketua 𝘼𝙡𝙞𝙜𝙧𝙤𝙨. Sedetik kemudian senyumnya menghilang berganti dengan ekspresi dingin.
Gadis itu melangkah pasti, memasuki area sekolah.
Mata hazel-nya menyorot tajam. Tidak ada kacamata bulat yang menghalangi mata cantiknya. Rambut hitam panjang nya menghilang berganti rambut 𝘥𝘢𝘳𝘬 𝘣𝘳𝘰𝘸𝘯 se punggung yang dibiarkan nya tergerai.
Albian beserta kedua 'curutnya juga Ariella beserta antek-anteknya yang masih di parkiran melongo begitu saja.
__ADS_1
"I-itu si Gaby?" Bima mengucek-ngucek matanya, dengan mulutnya yang menganga.
Tania menepuk-nepuk pipinya "Ka-kalian lihat apa yang gue lihat kan?"
"Anjir, ini gue masih di alam mimpi?"
Plakkk
"Kok lo ngaplok gue sih?" Pekik Leoni yang tak terima Tania meng-geplaknya.
"Sakit? Artinya lo gak lagi mimpi." Ucap Tania tanpa rasa bersalah. Matanya masih mengikuti langkah Gaby.
"Itu asli Gaby? Ngelewatin Albian gitu aja?" Kata Bima melihat ke arah Albian yang - - - juga terlihat heran.
"Oh, atau dia jadi buta?" Tebak Tania hiperbola.
Membuat Leoni dan 'dua curut Albian menoleh ke arah nya dengan serempak. Menutup mulut masing-masing mulutnya yang terganga.
Ariella berdecak. "Gak penting deh." Ucapnya yang kemudian meninggalkan parkiran dengan perasaan dongkol. Tapi juga merasa heran.
Kedatangan Gaby membuat warga sekolah heboh. Pasalnya gadis itu tak terlihat selama '𝘥𝘶𝘢 𝘣𝘶𝘭𝘢𝘯 tanpa keterangan dan alasan. Dan sekarang mereka dibuat melongo dan berpikir '𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘬𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪 𝘎𝘢𝘣𝘺?.
Sedang Gadis yang tengah jadi perbincangan itu kini mulai memasuki kelasnya, membuka pintu dengan sedikit kasar. Membuat Alena dan Nadine yang sedang berbincang di kursi belakang menoleh dan hendak melayangkan protes, tapi urung saat melihat.. 'Gaby?.
__ADS_1
Lena - Nadine saling pandang, dengan kening yang sama berkerut. Siswa yang ada dikelas juga menatap Gaby dengan tatapan tidak percaya.
"Itu Gaby?" Tanya salah satu siswa.
"Kelihatan beda gak sih?" Tanya siswi yang duduk disebelahnya. Siswa itu mengangguk.
Gaby duduk dengan tenang di kursinya, tangannya mulai menyumpal headset ke telinganya, saat akan membuka buku.
BRAKKK
"Wahh, lihat guys siapa yang datang?" Ucap Lena yang berdiri di samping meja Gaby.
Gaby menghembuskan nafas, tanpa menoleh ke arah Lena, gadis itu melanjutkan membuka buku.
Srettt,
Brukkk.
Bukunya dilempar, Gaby berdiri untuk mengambil bukunya.
Kesal merasa diabaikan, Alena menyentak lengan Gaby. Tapi dengan cepat gadis itu menepisnya.
"Jangan coba-coba sentuh gue pakai tangan kotor lo." Ucap gadis itu dingin.
__ADS_1