
Bel istirahat berbunyi, bertepatan dengan seorang pemuda yang keluar dari ruangan wakil kepala sekolah, setelah menghabiskan waktu satu jam lamanya hanya untuk mendengar ocehan Pak Handoko yang tidak ada habisnya.
Kenzi mendesah panjang, melangkah gontai ke arah lapangan. Jika ujung-ujungnya akan dihukum lari keliling lapangan juga, untuk apa 'si pria berkumis tebal itu ceramah panjang kali lebar.
Tiba di tengah lapangan, Kenzi mendongak-kan kepalanya ke arah langit dan matahari yang sudah sangat terik. Membuat matanya langsung menyipit.
Berdecak malas, Kenzi membuka seluruh kancing seragamnya, membiarkan kaos putihnya terlihat. Lalu mulai berlari keliling lapangan.
Kenapa tidak kabur saja dari hukuman? Seperti yang sudah-sudah?. Karena 'si Handoko itu menyuruh murid kesayangannya 𝘴𝘪 𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯𝘨 𝘤𝘢𝘱𝘦𝘳 𝘔𝘢𝘩𝘦𝘯𝘥𝘳𝘢 yang merupakan ketua osis itu berjaga di pinggir lapangan.
Sialan memang. Tau begitu lebih baik dirinya membolos tadi.
Jam yang memang sudah saatnya jam istirahat, membuatnya jadi pusat tontonan. Keringat mulai mengalir di pelipis nya. Pemuda itu menyugar rambutnya kebelakang, membuat para penonton yang kebanyakan para siswi menjerit histeris.
"Berasa jadi idol gue." Ucap Kenzi dengan percaya dirinya.
"Kalo seragam gue dilepas, kayaknya makin seksi deh." 'kan-'kan.
__ADS_1
Suara 'deheman kencang dari pinggir lapangan membuat nya mendengus. '𝘎𝘢𝘨𝘢𝘭 𝘵𝘦𝘣𝘢𝘳 𝘱𝘦𝘴𝘰𝘯𝘢.
"Semangat ganteng ku.." Teriak salah satu siswi.
"Teruntuk calon bapak dari anak-anak ku, semangat larinya."
"Keringetan gitu jadi makin seksi." Sahut yang lainnya.
"Kenzi yang lari lapangan, jantung gue yang rasanya mau copot."
"YUHUUUU AA' KENZI CINTAKUUUHHH" Suara menggelegar dari salah satu teman 'sintingnya itu membuat Kenzi yang tadinya sedang merasakan 𝘦𝘶𝘧𝘰𝘳𝘪𝘢 seperti di taman bunga, lenyap seketika.
"Semangat bro!! Ntar kalau pingsan, gue seret lo ke UKS." Ucap Bryan.
Kenzi langsung memungut batu dan melempar ke arah si cowok blasteran itu.
Kenzi menuju ke pinggir lapangan,ke arah teman-temannya saat melihat kepergian Mahendra, setelah dibisiki sesuatu oleh 𝘈𝘻𝘬𝘢. Sudah pasti cowok sinting itu mengibuli ketua osis tersebut.
__ADS_1
Kelima pemuda tersebut berjalan beriringan ke arah kantin. Membuat mereka yang hendak ke kantin juga menepi, memberi jalan pada '𝙞𝙣𝙩𝙞 𝙖𝙡𝙞𝙜𝙧𝙤𝙨 itu.
𝘈𝘭𝘪𝘨𝘳𝘰𝘴, merupakan sekumpulan pemuda-pemuda yang menyukai hal dan hobi yang sama yaitu meng-koleksi motor dan mobil sport, yang mana diketuai oleh 𝘒𝘌𝘕𝘡𝘐 𝘈𝘓𝘌𝘟𝘐𝘚 𝘈𝘉𝘐𝘔𝘈𝘕𝘈. Si mos-wanted nya CAKRAWALA. Selain karena paras tampan yang menjadi daya tariknya, perangainya yang humoris membuat nya disukai banyak orang.
Bahkan para guru di cakrawala hampir setiap hari memanggilnya untuk menghadap. Bukan untuk dimintai 'tanda tangan seperti yang dikatakan pemuda 𝘣𝘦𝘳-𝘥𝘪𝘮𝘱𝘭𝘦 itu, bukan. Melainkan untuk diberikan hukuman atas kelakuan nya yang setiap hari ada saja ulahnya.
"Para guru tuh segitu nge-fans nya ya sama gue? Sampe tiap hari di panggil keruangan nya mulu. Gak bosen apa ya? Gue aja bosen." Begitu kata Kenzi. Agak lain emang.
Seperti pagi tadi, saat dirinya kepergok memanjat pagar belakang oleh Pak Handoko yang sedang piket, pemuda itu diminta untuk segera datang menemui 𝘸𝘢𝘬𝘪𝘭 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘭𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘣𝘶𝘵 di ruangan nya.
Bukannya meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi hal tersebut, malah membuat Pak Handoko migrain seketika. Dengan ber celetuk -'𝘶𝘯 𝘧𝘢𝘦𝘥𝘢𝘩,
"Aduh jangan deh pak, kita sama-sama laki-laki pak, saya cowok normal. Dan masih segel. Kalau bapak *****-***** saya, ntar istri saya, saya kasih apaan pak?"
Sangat tidak waras bukan?.
Pak Handoko sendiri rasanya ingin '𝘳𝘪𝘴𝘦𝘨𝘯 jika sudah menghadapi 'Si pangeran sekolah itu 𝘬𝘢𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢.
__ADS_1
Pangeran sekolah apanya? Demit sekolah iya.