
Malam ini Ethrion sedang berkumpul bersama Cakra, Kares, Gasten dan Abrisam di basecamp mereka. Mereka sedang membahas masalah kotak teror yang sejak kemarin belum menemukan titik terang.
"Lo yakin kalau pelakunya bukan si Jauzan, Yon?" Abrisam menatap Ethrion dengan serius.
Ethrion mengangguk. "Bukan, Sam. Leader Proteus juga bukan dia."
Abrisam dan yang lain hanya bisa berdecak kesal.
Cakra menoleh ke arah Kares dengan dongkol. "Lo gimana, sih, Res. Cari informan gak bener!"
"Kenapa nyalahin gue?" Kares membalas dengan sewot. "Informan yang lo maksud, tuh, cewek gue."
Ethrion mendekus. "Gak jelas lo, Res. Tau gitu gue turun tangan sendiri."
"Ketua OSIS kita sekalinya bego emang kebangetan!" Gasten ikut berceletuk.
Kares jadi merasa tidak enak. "Ya gue mana tau kalo infonya salah. Jangan salahin cewek gue. Dia kayaknya juga gak tahu kalo Jauzan bukan leader Proteus."
Abrisam menampol kepala Kares. "Terus lo ngapain tanya pacar lo, bego, kalau dia nggak tahu!"
"Ya terus gue harus tanya siapa? Di sekolah itu ue gak punya kenalan selain cewek gue!" Kares menyugar rambutnya ke belakang. "Kemarin gue juga lagi sibuk ngurus OSIS, jadi nggak gue kroscek lagi."
"Gak usah ribut. Malam ini, kita bakal samperin mereka," jelas Ethrion tanpa bantahan. Dia melirik jam tangan di lengan kirinya yang menunjukkan pukul 9 PM.
__ADS_1
"Emang lo tau mereka ada di mana?" Tanya Gasten.
Ethrion menatap ponselnya yang dia genggam sedari tadi dengan ekspresi datar, seakan telah menunggu seseorang untuk menghubunginya.
Beberapa detik kemudian terdengar ponsel yang Ethrion pegang berbunyi nyaring. Ethrion segera membuka aplikasi pesan diponselnya.
From : Abang
「Mereka udah ada di sini.」
Ethrion menyeringai samar. "Kita ke Trendy's sekarang."
"Lah, ngapain?" Kares bertanya dengan raut bingung.
"Gak usah banyak tanya. Buruan!" Ethrion pergi lebih dulu meninggalkan keempat temannya yang masih terdiam bingung. Tapi, sedetik kemudian mereka bergegas menyusul Ethrion. Mereka berlima melajukan motornya masing-masing ke Trendy's, tempat di mana mereka akan menemui Proteus.
"Mereka dimana?" Ethrion langsung bertanya pada Rakas atau jika dirumah sering di panggil Samudra karena itu adalah nama depan abang Ethrion.
Samudra Derakas Al Abrar atau yang kerap dipanggil Rakas itu menatap Ethrion dan empat temannya dengan curiga. "Ada apa kalian cari-cari mereka?"
"Aduh, bang Sam. Tanyanya nanti aja. Ini masalahnya udah urgent banget soalnya." Cakra menyahut dengan cepat.
Rakas mengernyit tidak paham lalu dia menatap Ethrion dengan mara memicing. "Sagara, kamu nggak lagi mau cari ribut kan sama mereka?"
__ADS_1
Ethrion berdecak. "Gak. Buruan kasih tau mereka ada di mana."
Rakas menghela napas ringan. Mungkin dia bisa bertanya hal itu nanti karena sekarang bukanlah waktu yang tepat.
"Mereka di rooftop," kata Rakas.
"Oke, makasih," balas Ethrion dengan singkat. Mereka bergegas ke rooftop meninggalkan Rakas yang hanya bergeleng-geleng kepala memandang mereka sambil bersedekap.
Di rooftop Ethrion dan yang lain mendapati Jauzan dan keempat temannya duduk di meja yang penuh makanan serta minuman kaleng.
Di sana ada Kaisar, Jonathan, Marsel dan Baron sedang bersenda gurau sambil saling melempar popcorn yang kini sudah mengotori lantai rooftop.
Kaisar yang lebih dulu menyadari keberadaan Ethrion kini tengah menyikut pelan Jauzan agar lelaki itu menatap ke arah Ethrion yang datang bersama Kares, Gasten, Cakra dan Abrisam.
Manik Ethrion dan Jauzan bertemu. Kedua lelaki itu sama-sama mengukir seringaian tipis.
Jonathan, Marsel dan Baron mendadak menghentikan kegiatan yang sangat tidak penting tadi seakan menyadari ada sesuatu yang tidak beres di sini.
Jonathan menatap Kaisar yang memasang raut datar. "Ngapain Oberon ke sini?"
Kaisar menggendikkan bahu tidak peduli. Kaisar justru menatap Jauzan dengan senyum misterius.
"Bos, sesuai perediksi," kata Kaisar.
__ADS_1
Jauzan kembali menyeringai di tempatnya.
"Ya. Mereka terlalu gampang di tebak."