Owned By The Devil

Owned By The Devil
[OBTD] BAB 12 : You Can't [3]


__ADS_3

Bu Ervina menunjuk satu soal Matematika yang tertulis di papan tulis.


"Hanya ada dua soal. Siapa yang lebih cepat selesai dan menjawab semua soal dengan benar, dia boleh kembali ke tempat duduk." Perintah Bu Ervina sambil menyerahkan dua spidol kepada Jasmine dan Ethrion.


"Dan sebaliknya, siapa pun di antara kalian berdua yang terakhir menyelesaikan soal itu atau salah sedikit saja, maka dia akan mendapat minus 50 untuk next daily exam," kata Bu Ervina dengan lantang.


Murid di kelas ini bersorak.


"Wooo!"


"Gue kira Bu Ervina kesambet tadi. Ternyata enggak."


"Gila, minus 50? Kalo kita bener semua pun cuma dapet nilai 50! Parah!"


"Iya, Woi! Biasanya juga cuma minus 20, kan?"


"Diam!" Bu Ervina berseru lantang membuat kelas kembali dilanda hening.


Sisi kejam Bu Ervina kembali. Guru itu mengukir senyum sekilas pada Jasmine sebelum kembali duduk di kursinya.


Jasmine mendesis. Dia menggengam erat spidol hitam ditangannya. Ternyata, dugaannya benar bahwa sang Ayah masih saja ikut campur dengan kehidupannya.


Di mulai dari beberapa guru yang mengistimewakan dirinya sejak hari pertama dia memasuki SMA ini, seharusnya Jasmine bisa dengan cepat menyadari hal aneh itu.


Ethrion menatap Jasmine yang masih terdiam. Dia mencolek lengan Jasmine, membuat gadis itu menatap Ethrion dengan tajam.


"Flower, lo justru makin keliatan gemesin kalau lagi marah kayak gitu." Ethrion terkekeh geli, menciptakan lengkungan bulan sabit yang terlihat manis dengan matanya.


Jasmine mendekus. Lelaki itu masih sempat-sempatnya bercanda?

__ADS_1


"Gak lucu!"


Ethrion mengukir seringaian sekilas. Dia berjalan ke arah papan tulis paling kanan yang masih kosong dan mulai mengerjakan soal Matematika yang dibuat oleh Bu Ervina.


Jasmine berdiri di depan papan tulis paling kiri dan menatap soal yang tertulis di papan tulis yang berada di tengah.


Limit fungsi aljabar.


Bagi Jasmine, soal itu tidak lah rumit walau memiliki jawaban yang panjang. Jasmine sangat yakin bahwa Ethrion juga berpikir demikian karena lelaki itu termasuk dalam jajaran murid yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata.


Jasmine menatap Ethrion yang sudah mengerjakan soal dengan santai.


'Sial! Gue harus gimana sekarang? Gue harus dapet hukuman minus 50 biar Ayah tau kalo itu adalah bentuk protes dari gue. Tapi di sisi lain, gue gak mau bikin Bunda kecewa sama gue.' Jasmine membatin penuh kebimbangan.


"Jasmine! Cepat kerjakan!" Bu Ervina menyeru.


"Cepet kerjain, jangan nyontek punya Rion, dong!" Itzara menyeletuk membuat seisi kelas berseru.


"Dia kesusahan deh kayaknya."


"Dia emang gak tau apa pura-pura gak tau?"


"Dia kayak bingung gitu gak, sih?"


"Dia pasti bisa, kok."


Para murid di kelas ini berbicara dan saling menyahut satu sama lain.


Jasmine mencoba menenangkan pikirannya. Dia harus fokus. Sekali lagi, dia mengamati soal di papan tulis. Tak perlu waktu lama bagi Jasmine untuk mengetahui pola rumus soal yang tertulis itu.

__ADS_1


"Kan gue udah bilang, pas kelas Pak Matteo kemarin tuh cuma hoki aja dia."


"Masa, sih?"


Entah siapa yang berbicara, Jasmine tidak memedulikannya dan memilih mengangkat spidol di tangan. Dia menuliskan jawaban dengan kemampuan menganalisis dan menghitungnya yang cepat dan tepat.


"Iya, lah. Udah pasti cuma keb-"


"Eh, diem! Liat deh jawabannya!"


Semua murid yang berisik lagi-lagi dibuat membisu. Mereka terlalu terpana melihat kemampuan Jasmine dalam memecahkan soal Matematika buatan Bu Ervina. Jasmine menulis jawaban dengan cepat tanpa adanya kesulitan.


Gadis itu seperti berada di level yang berbeda.


Waktu berjalan begitu cepat hingga para murid tertampar oleh realita yang terjadi.


Kenyataan bahwa Jasmine menyelesaikan soal lebih cepat daripada Ethrion yang lebih dulu memulai membuat mereka memasang raut terkejut dengan tubuh yang membeku.


Bahkan Ethrion sudah berhenti melanjutkan jawabannya dan beralih memandang Jasmine dengan seringaian tipis.


Wajah tampan Ethrion tidak menggambarkan gurat sedih sama sekali padahal dia yang akan mendapat minus 50 di ulangan harian Matematika Bu Ervina minggu depan sebagai konsekuensi kesalahannya hari ini.


Jasmine Lavatera.


Gadis cantik itu lagi-lagi mengulang hal yang akan membuatnya menyesal di kemudian hari.


Bu Ervina yang sedari tadi mengamati Jasmine diam-diam menyeringai puas melihat raut wajah Jasmine yang kini berubah pias.


"Like father, like daughter. You can't deny it, little girl."

__ADS_1


__ADS_2