
"Maaf, Bu," kata Jasmine sambil sedikit menunduk.
Bu Ervina menatap Jasmine dalam diam. Sedetik kemudian Guru dengan rambut sebahu itu mengangguk.
"Di maafkan. Tidak apa-apa, Jasmine," kata Bu Ervina. Guru killer itu mengukir senyum hangat ke arah Jasmine.
Jasmine dapat melihat jelas perubahan raut Bu Ervina dari yang tadinya dingin tak tersentuh menjadi lebih hangat selayaknya guru ramah pada umumnya.
Apa yang terjadi?
Jasmine mendesis pelan. Jujur, gadis itu tidak menyukai hal ini. Guru Matematika itu hanya akan membuatnya semakin tidak di sukai di kelas ini.
Di lain sisi, semua murid di dalam kelas ini membulatkan mata mereka dengan raut terkejut yang terlihat jelas. Kelas menjadi gaduh disertai bisik-bisik yang mengudara.
"Serius itu Bu Ervina? Sumpah, merinding gue!" Abrisam berbisik pada Cakra yang duduk di sampingnya.
"Sam, lo ngerasa ada yang aneh nggak, sih?" Cakra menatap Abrisam. Abrisam hanya menggendikkan bahu. Dalam hati dia juga bertanya-tanya.
Bagaimana bisa, Bu Ervina yang selalu memasang raut dingin itu mengukir senyum yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya. Dua tahun Bu Ervina menjadi pengajar mereka, selalu raut dingin tak tersentuh yang Guru itu perlihatkan.
Ethrion yang sedari tadi mengamati Jasmine juga ikut merasa heran. Alisnya memicing tertarik melihat interaksi tidak biasa antara Jasmine dengan Bu Ervina.
Sedangkan Jasmine? Dia hanya berdiam di tempatnya berdiri.
__ADS_1
Gadis itu tau betul jika Bu Ervina adalah Guru yang tidak kenal toleransi jika ada muridnya yang melanggar aturan, apalagi pada saat dia sedang mengajar. Bu Ervina adalah Guru yang tidak kenal ampun.
Jasmine tidak mungkin salah menghafal informasi. Semua informasi mengenai detail sekolah ini, juga informasi mengenai Kepala Sekolah, Guru, Staf bahkan sampai penjaga kebersihan pun Jasmine tahu semuanya.
Lalu, kenapa bisa Bu Ervina menjadi sosok yang sesantai ini?
Jasmine mengepalkan telapak tangan kirinya diam-diam. Otaknya sibuk berkelana memikirkan beberapa kemungkinan terjadi.
'Apa ini ulah Ayah? Apa selama ini gue belum sepenuhnya lepas dari kuasa Ayah?' Jasmine membatinvdengan perasaan berkecamuk.
Jasmine menipiskan bibirnya kesal sambil menatap Bu Ervina.
Satu hal yang ingin sekali dia lakukan. Jasmine harus membuktikan dugaannya.
Sekarang.
Gadis itu masih bisa melihat kilat dingin yang terpancar samar di manik hitam Bu Ervina walau wanita berumur 27 tahun itu masih betah mengukir senyum hangat yang terlihat begitu palsu di mata Jasmine.
"Jadi, saya dan Jasmine sudah boleh duduk, Bu?" Ethrion bertanya dengan suara agak lantang. Membuat aksi tatap menatap antara Jasmine dan Bu Ervina terputus begitu saja.
Bu Ervina beralih menatap Ethrion yang tengah memicingkan alis tebalnya.
Namun, alih-alih menjawab, Bu Ervina justru kembali menatap Jasmine.
__ADS_1
Jasmine dengan sengaja menggerakan bibirnya dengan samar. Lalu, sedetik kemudian sudut bibir kiri Bu Ervina sedikit terangkat.
Apa yang Jasmine ucapkan pada Bu Ervina melalui gerakan bibirnya?
Bu Ervina tentu bisa menangkap dengan jelas gerakan kecil di bibir Jasmine. Saking samarnya gerakan bibir Jasmine, Bu Ervina sangat yakin bahwa tidak ada satu pun murid yang menyadari gerakan bibir itu kecuali dirinya.
Punishment.
Lalu, perlahan raut hangat Bu Ervina berubah menjadi dingin. Bu Ervina menghilangakan senyum dibibirnya dengan pandangan yang masih fokus menatap ke arah Jasmine.
Itu adalah sebuah perintah.
Perintah mutlak yang wajib dilaksanakan tanpa adanya bantahan.
Detik itu juga, raut hangat Bu Ervina benar-benar menghilang tak berbekas. Kini, yang tersisa hanya wajah dingin dengan aura mengintimidasi khas Bu Ervina. Guru itu kembali menunjukkan sosok aslinya.
"Tentu tidak semudah itu, Nak."
Tidak.
Bu Ervina tidak berbicara pada Jasmine, tapi pada Ethrion. Bu Ervina yang tadi terfokus pada Jasmine kini berbalik menatap ke arah Ethrion.
"Kamu dan Jasmine tidak boleh duduk sebelum kalian berdua mengerjakan soal buatan saya di papan tulis," kata Bu Ervina dengan nada tegas. Dia melirik sekilas ke arah Jasmine sebelum mengalihkan pandangan ke arah lain.
__ADS_1
Perintah sudah selesai dilaksanakan.
Jasmine tersenyum puas dalam diam.