
Beberapa Jam Ana dan Dion sudah berada di warnet tersebut, Perilaku Dion Pun Mulai aneh terhadap Ana, Dion dengan sikap Hawa nafsunya mulai muncul lagi. Dion mulai mengerayangi Badan Ana dengan Jemarinya, Ana hanya Diam saja. Ana membiarkan Dion melakukannya. Dion seperti memeriksa semua dalam tubuh Ana, dibalik dion memeriksa, Dion juga Sambil mencicipinya sampai hawa nafsunya tersalurkan.
Dibalik sebuah Triplek yang dibuat pembatas, Dion juga melakukan Sikap gilanya terhadap ana. Setelah Dion merasa puas. Dion pun menutupi semua kancing baju ana yang tadinya Terbuka oleh karena ulah dion.
Mereka Pun kembali asik dengan melihat-lihat Komputer mereka. Ana pun merasa Nyaman banget berada disamping Dion.
"Ana, Sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan. Tapi kita Ke atas dulu" ucap Dion, sambil mengajak Ana ke Atas Loteng warnet. Mereka pun berjalan menuju Loteng warnet. sesampainya disana, Ana tidak sabar dengan apa yang mau disampaikan Dion kepadanya.
"Apa yang ingin abg Sampaikan ke ana???" Ucap Ana dengan hati yang tidak sabar.
"Gini ana, Tapi kamu jangan marah ya..." Ucap Dion dengan nada berhenti.
__ADS_1
"Iya, Aku tidak akan marah. Katakan lah" Ucap Ana mulai deg-degan..
"Aku ingin kita putus" Ucap Dion sambil membelakangi Ana.
"Apa???? kamu bilang putus?? kenapa??? Tadi kita masih baik-baik saja. Apa alasanmu??" Ucap Ana dengan kesal.
"Gak ada alasan nya , Aku hanya ingin kita putus. Hubungan ini nggak bisa kita lanjutin lagi" Ucap Dion dengan perasaan tidak bersalah..
"Apa kamu sudah ada penggantiku? Pantasan aja selama ini Kamu cuek terhadapku. lalu kenapa kamu ajak aku untuk bertemu jika kamu hanya ingin menyakitiku??? Kenapa Dion??? setelah kamu puas-puasin diri kamu, kamu dengan seenaknya bilang putus. Pokoknya aku nggak mau kita putus."Ucap Ana menangis, sambil turun dari Loteng.
Sesampainya di rumah,Ana langsung ke kamarnya, dan kembali mengeluarkan air mata lagi. Ana tidak henti-hentinya mengeluarkan air mata. Ana berulang kali melihat Handphone nya, Ana masih berharap kalau Dion masih Menelepon Ana. Tapi Harapan ana sia-sia. Dion tak juga menelepon Ana.
__ADS_1
Dengan hati yang tidak sabar lagi, Ana mencoba menghubungin Dion... Tapi berulang-ulang kali ana menghubungi Dion, Baru Lah Dion menjawab telepon Ana.
"Bang..." Ucap Ana menangis. Tapi dion tidak menjawab Ana... berulang kali ana memanggilnya..
"Apa?" Ucap dion dengan nada Keras..
"jangan Akhiri hubungan kita. Aku nggak Mau bang" Ucap Ana teriksa-isak...
"pokoknya kita harus putus, Aku sudah nggak bisa melanjutkan hubungan kita lagi." Ucap Dion
"Tapi aku belok bisa bang, Dimana janjimu selama ini yang bilang kalau abg tidak akan pernah ninggalin aku. dimana bg?? Ucap ana dengan wajah yang penuh dengam air mata..
__ADS_1
" Iya , memang benar aku bilang seperti itu, tapi jika aku tidak lagi mencintaimu. untuk apa lagi? Ucap Dion dengan memutuskan Teleponnya.
Ana Semakin tersiksa dengan Kata-kata Dion. Ana semakin kuat untuk menangis. Ana tidak tau harus bagaimana lagi. Ana benar-benar tidak mau berpisah dengan dion...