
Sepulang dari sekolah ana lagi-lagi melihat Dion bersama Wanita pelakor tersebut. Hati ana sangat tercabik-cabik. Dion yang cuek aja melihat Ana, Ana semakin Membenci perempuan tersebut.
Dalam hati Ana jadi ada rasa dendam terhadap Dion. ingin rasanya ana Balas semua perbuatan Dion terhadap ana. Tapi ana berpikir dengan cara apa???
Hari-hari ana berlalu dengan kejombloannya. Ana pun semakin terbiasa menjauh dari Dion, akibat hiburan dari teman-teman kelas ana. Ana tidak peduki dengan apa yang terjadi dengan Dion, walau Ana sering berpapasan dengan Dion. Tapi Ana memiliki sikap seperti saling tidak kenal.
Dua minggu Lagi jadwal ana akan mengadakan PKl dari Sekolah, Ana memilih Jauh dari tempat dia tinggal dan sekolahnya. Tapi ana memilih di mana kampung Dion lebih dekat dengan PkL ana. Entah kenapa Ana baru sadar kalau yang dipilihnya malah Kampung Dion, Tapi Ana tetap jalani. Karena ana dan teman-temannya sudah terlanjur mendaftarkannya. Ana berharap Semua baik-baik saja dalam menjalankan masa PKL nya.
Semenjak dalam pengurusan PKL, ana dan teman-teman satu PKL nya benar-benar sibuk, bolak balik untuk mendafatar. Banyak berkas yang bakalan mereka urus.
__ADS_1
Sebelum waktunya Ana dan teman-temannya berangkat PKL. Dion menghubungi Ana, Ana benar-benar terkejut menerima telepon dari Dion. Ana tidak menjawab telepon ana. beberapa kali dion menghubungi tetap ana Cuekin. Dion pun chat Ana "Ana Apa kaabar?? " Ana membaca chat dari Dion tanpa membalas.
Lagi-lagi Dion Chat Ana " Sombong banget ana, diteleponin gg jawab, di chat gg balas, cuman Ngeread aja." Ana tetap nggak balas... Ana merasa sangat kecewa dengan sikap dion selama ini.
Pada saat Ana pulang sekolah, Ana berdiri di terminal sambil menunggu mobil datang. Tiba-tiba ada yang memukul pundak ana, Ana sangat terkejut, dia lihat kebelakang ternyata ada Dion. Ana kesal melihat bahwa dion lah yang memukulnya dari belakang, Ana pengen tampar wajah Dion, tapi Ana Tetap jaga sikapnya, malu diliatin orang-orang. Pada saat Dion memukul pundak ana, dan melihat dion. Ana hanya diam saja tanpa bicara satu kata pun terhadap dion. Ana pun tak mau melemparkan senyumannya ke dion.
"Mari kita sama-sama pulang" Ucap Dion sambil tarik tangan dion.
Dalam hati ana (Dasar laki-laki bajingan, kesempatan banget pegang tangan gue. )
__ADS_1
"Oke Saya ikut nungguim teman kamu yaa. btw teman kamu laki-laki atau perempuan?" Ucap Dion sambil berdiri disamping ana.
"laki-laki" Ucap Ana sangat kesal. Apa sih mau laki-laki ini, apa belum puas nyakitin ana selama ini? dalam benak ana.
"Oke , aku tetap menunggu" ucao dion sambil berdiri goyang kakinya.
"Apa sih Mau mu??? belum puas nyakitin aku?? kenapa sekarang Loh muncul di hadapan ku. kemana loe selama ini???Ucap ana Kesal dengan wajah sinisnya.
"Mauku kita hanya bareng pulang saja" Ucap Dion
__ADS_1
Dion dengan Gayanya yang tidak merasa bersalah membuat Ana ingin mencabik-cabik mukanya. Ana tetap tahan emosi .
Ana tidak tau lagi Harus menunggu siapa lagi, akhirnya ana pun dengan cepat-cepat masuk ke dalam mobil mencari tempat duduk yang isinya hanya bisa masuk satu orang lagi. tapi Ana malah duduk di tempat yang longgar.