
Keesokan harinya , Nanda Duluan datang dari semua pegawai Menemui ana sendirian di Dalam ruangan. Ana yang sedang melanjutkan tugasnya yang semalam belum selesai.
"Rajin banget pagi² sudah kerja, Biar nanti bisa Dikantin lagi ya?? " Ucap Nanda yang datang ke meja ana
"Ini kan banyak banget pak, 2 hari pun belum tentu selesai" ucap ana Cuek
"Makanya jangan Main² saja pikiranmu, Emang enak Gue kasih Tugas yang banyak?" Ucap nanda dgn sindirannya.
"Biasa aja sih Pak" Jawab ana ketus
"Kamu ana, Jawabnya nggak sopan ntar kubilangin kepru dikasiih nilai Jelek kamu" Ucap nanda menakut²in ana
"Maaf pak, Ana nggak ngulangin lagi" Jawab ana dengan nada takut.
__ADS_1
" Gitu donk, harus nurut" Ucap nanda dengan wajah senyam senyum.
nanda yang walau Sambil kerja terlihat melirik² ana dari mejanya. Nanda Pun Tampak sudah mulai memberikan ana Perhatian yang khusus.
Setiap jam makan siang ana selalu ditawarin, setiap mau pulang ana pasti harus diantarin jika tidak bisa² Mas nanda marah. Ana mau² aja , lumayan ada gratisan🤣
"Sayang , Bagaimana kabar kamu??? " Chat dion yang tiba² ana baca.
" Baik" balas Ana
"Enak" jawab ana
"Aku senang banget kamu akhirnya balas chat aku"
__ADS_1
"Iya,tapi ada yang mau saya sampaikan ke kamu. Tapi nanti saja , Tunggu saya pulang kantor. Saya lagi sibuk Nanti saja disambung" jawab ana
"Iya sayang, kabarin nanti jika kamu sudah pulang ya"
Ana tidak membalas Chat dion lagi. Ana hapus semua chat dion dari Hpnya.
Jam istirahat Ana pergi keruangan mas imam, disana Ana duduk² bersama teman²nya sambil cerita² dengan mas imam yang ganteng.. Banyak teman teman ana suka dengan mas imam, karena wajah yang ganteng putih... Teman² ana Dan ana sendiri nyaman cerita dengan mas imam, mas imam juga yang hatinya lembut dan Tidak suka marah marah. Selalu ajarin mereka jika mereka ada kekurangan. Mas imam termasuk bagian Mendidik anak siswa disana yang praktik.
Ana yang tidak pernah ada waktu lagi untuk gabung dengan teman-temannya. saat ini senang banget karena bisa cerita cerita. Walau yang sebentar lagi pasti bakal dipanggilin lagi sama mas nanda. Tapi ana selalu menyempatkan waktunya Untuk bertemu teman temannya. Diandra sendiri yang satu ruangannya jarang ditemani, karena jika sudah diruangan Mereka akan sibuk sendiri. Tidak ada waktu untuk bercerita.
Diruangan Ana bapak pegawainya baik baik sih,cuman mas nanda saja yang buat ana jadi terbebani. Ana selalu dimarahin lah di depan pegawai lainnya. Ana tetao serba salah jika sudah diruangan. setiap pekerjaan Ana selalu ada yang salah. Ana terkadang pengen pindah ruangan saja . Karena terlalu banyak aturan terhadapnya. Padahal diandra sendiri biasa saja. Tidak berlebihan sperti Ana. Apalagi Ana yang selalu salah dimata Mas nanda.
Dibalik semua tingkah mas nanda ke ana, ternyata nanda punya perasaan sayang terhadap ana. Ana mengetahui dari Mas Adi di ruangan mereka. Ana antara percaya dan nggak percaya. masak seorang pegawai menyukai Anak siswinya? Dalam benak Ana. Ana juga sudah mulai curiga dari tingka tingkah mas nanda ke ana, yang terkadang baik, cerewet. tapi ana biasa saja.
__ADS_1
Hingga kedekatan Ana dan nanda pun sudah semakin dekat, kemana mana harus sama sama. Nanda selalu ajakin ana terus. Suatu hari Nanda ajakin ana ke rumahnya, Ana pun Nggak mau sendiri diajakin, ana ajak temannya diandra. Diandra yang pada saat itu pun mau temanin Ana.
Padahal pada saat itu Orang tua nanda kebetulan tidak dirumah, Mereka lagi jualan di Pajak. Ana bingung saja, diajakin, kirain mau kenalkan orang tuanya. Eh ternyata bukan....