
Sesampainya Ana dirumah, Ana duduk di kamar, sambil Melihat Handphone Ana. Ana berharap Dion akan menelepon Ana. Ana Masih terlihat sedih..
Sampai Makan Pun ana tidak selera..
Malam Pun sudah Tiba, Ana hanya duduk saja di Kamarnya, dengan baju sekolahnya . Handphone Ana pun berbunyi ... Ana Langsung cepat-cepat Angkat Telepon nya.
"Halo sayang!" Ucap Dion dari sebrang.
" Iya sayang, Ada apa?" Ucap Ana Dengan Nada sedihnya.
"kamu lagi ngapain? Ana uda Makan?" Ucap dion .
" Lagi Duduk-duduk Aja sayang, Ana belom makan dari siang. ana juga belom Ganti pakaian sekolah ana"Ucap Ana.
"What??? Uda Jam berapa ini sayang, Kenapa sampai sekarang belom mandi-mandi juga? " Ucap Dion cemas
__ADS_1
"Iya nih sayang, Ana kepikiran Terus Soal Kepergian mu Nanti" Ucap ana Lagi.
"Sayang, Ini hanya waktu sebentar Aja. Kamu gg sah pikirin deh. Aku pasti Baik-baik saja disana. Asal kamu juga baik-baik disini." Ucap Dion menenangkan ana.
" Ana takut Kalau nantinya hubungan kita akan Hancur, Ana takut kamu tidak kasih kabar lagi" Ucap Ana Sambil menangis..
"Sayang,, Kamu dengarin aku, sudah berapa kali abang bilang kalau Aku tidak Akan pernah selingkuh. Abang sayang sama ana. kamu jangan nangis sayang. Nanti kamu jadi sakit" Ucap dion.
" Aku nggak bisa sayang, Aku nggak bisa jauh dari kamu" Ucap ana dengan tidak henti-hentinya mengeluarkan air matanya.
Hati ana pun bercampur sedih dan senang setelah mendengar perkataan Dion, kalau Dion akan datang mendatangi Ana . Ana langsung pergi ke kamar mandi dan mengganti Pakaiannya. Ana tidak sabar ingin bertenu dengan Dion.
Ana Pun pergi ketempat Mereka akan bertemu, ana Menunggu dion disana.. Ana Melihat dari jauh Ada lampu motor Menuju ke arah ana, Ana Memastikan Apakah Itu Dion atau tidak.. Ana pun melihat laki-laki yang membawa motor itu adalah Dion.
Dion turun dari motor nya, Dion pun terkejut, Karena tiba-tiba ana Memeluk dion. Ana menangis di pelukan Dion. Kesedihan Ana sangat terlihat saat ini.. Dimana Mereka yang tidak pernah berjauhan , akan merasakan Hal itu .
__ADS_1
"Sayang, Jangan menangis terus ... Abang nggak sanggup ninggalin ana kalau seperti ini teru-terusan." Ucap Dion mengelus Kepala Ana.
"Ana nggak tau harus Gimana, Ana nggak tau Apa ana sanggup jika harus berjauhan .." Ucap Ana menyembunyikan Air matanya.
" Sayang, Kita Berjauhan Bukan untuk berpisah, ini hanya sementara sayang. Kamu pasti bisa sayang. Kamu jangan menangis lagi, Karena abang Juga Harus cepat-cepat pergi. abang nanti ditinggal sama bus " Ucap Dion berusaha menenanngkan ana.
" Iya sayang. Kamu jangan pernah melupakan aku disana. aku sangat mencintaimu" Ucap Ana.
" Iya sayang. aku tidak akan pernah melupakan mu. Aku juga akan tetap mencintaimu. Kamu jangan nakal disini ya sayang.. " Ucap dion.
"Aku pergi dulu ya sayang" Sambil memeluk dan mencium kening Ana.
Dion pun pergi meninggalkan ana. Ana melambaikan tangan nya dengan penuh kesedihan..
Ana pulang ke rumah, sesampainya dirumah ana mendapat chat dari Dion, kalau Dion akan berangkat. Ana sangat-sangat lah bersedih.
__ADS_1