
Ana pun ketakutakan melihat ekspresi Dion. Ana melihat sekelilingnya, ana Malu jika ada orang yang melihat mereka. Dion pun berbisik ke telinga ana.
"Sayang,Apa Aku bisa mengeluarkan Hasratku?" bisik Dion.
"Jangan, Kamu Sudah membuat ku marah hari ini." nada marah dan Berdiri.
"Maafkan aku sayang. Aku tidak akan mengulanginya lagi,Aku sudah keterlaluan hari ini." Ucap dion menarik tangan Ana, sambil memohon ke ana.
"Baiklah, Yang terjadi hari ini ku harap jangan lagi terulang.. mari kita pulang." Ajak Ana
Dion pun segera mengikuti ana , dan Memegang tangannya denga penuh rasa bersalah... Mereka oun pergi menjumpai Rani dan Andre. Ana terlihat malu, Ana malu jika mereka berdua melihat kelakuan Dion tadi ke ana.
Tapi Rani dan Andre kelihatan Tidak tau apa-apa. Mereka Pun ajak Rani dan andre untuk Pulang. Mereka berjalan Menuju Tempat singgah nya mobil sekolah.
Ana pun terlihat Diam Tanpa bicara Satu kata pun. Ana terlihat sangat kesal hari ini, Dion dengan Wajah bersalahnya tetap Memegangi tangan Ana.
__ADS_1
Rani yang melihat Ana dan Dion yang saling berpegangan tangan merasa terharu.. Rani juga ingin ada Laki-laki yang sangat mencintainya.
Mereka pun sampai di terminal, dan memasuki Mobil . Dion pun duduk di samping Ana, andre bersama Rani. terlihat Pasangan yang serasi.
Dion berusaha Bicara dengan Ana, Tapi Ana tidak menjawab. Berbagai Cara Dion lakukan untuk meluluhkan Hati ana kembali. Baru Lah ana mau bicara dengan Dion...
"Sayang , sebentar Lagi aku akan Turun. nanti Kamu hati-hati ya. Langsung telepon aku jika sudah sampai di rumah. kumohon jangan Jutek Lagi yang"Ucap dion dengan menciumi tangan Ana.
Ana Hanya menjawab satu kata aja yaitu "iya", Dion dengan hati yang sabar menunggu ana Tidak marah..
Dion dan andre pun Turun dari mobil , kebetulan mereka 1 kos. Dion tampak mencium kening Ana dan melambaikan tangan Dion ke ana.
Dring....dring...dring...
Ana pun terbangun dengar Suara telepon dari Dalam tasnya.
__ADS_1
"Itu Pasti Telepon dari Dion, Biarin aja". Ucap Ana dengan perasaan kesal..
Dion pun tetap berusahan meneleponi Ana, Berharap Ana cepat-cepat Angkat teleponnya. Dion sangat Khwatir, Dion Takut kalau Ana akan mutusin dion. padahal Dion sangat Lah Mencintai ana. Dion Benar-benar merasa bersalah dengan sikap nya ke ana.
didalam kamar ana sangat kebisingan akibat dering HP nya. Akhirnya ana memutuskan untuk mengangkat telepon Dari Dion.
"Ana Sayang!!!" Panggilan Dion dari balik Hp nya..
Ana masih Dian, dan tidak mau menjawab Dion.
"Sayangku, Kenapa Kamu nggak angkat telepon ku?Sayang tolong maafin aku. Aku mohon jangan marah Lagi." ucap dion dengan nada sedihnya.
"Iya" kata Ana dengan ketus.
"Aku janji tidak akan melakukannya lagi sayang. percaya lah.." ucap dion tapi ana hanya menjawab Iya saja.
__ADS_1
"Mandi lah sana , ini sudah sore" ucap dion yg merasa susah dimaafkan.
Dion pun mematikan telepon nya, dan Pergi untuk tidur. Dion juga sudah Capek dengan bujukannya ke ana. dion juga tidak tau lagi bagaimana caranya.