
_pengenalan tokoh_
KIARA ANJANI panggil saja KIARA dia berusia 16 tahun berasal dari keluarga sederhana, dia hidup hanya bersama dengan neneknya dia juga tidak tau siapa kedua orang tuanya.
ALVARO ALEXANDER panggil saja ALVARO dia berusia 17 tahun berasal dari keluarga kaya yang terkenal di negara Italia. Dia mempunyai adik perempuan bernama MIKAYLA ALEXANDER
MIKAYLA ALEXANDER adik dari Alvaro yang biasa di panggil KAYLA dia adalah anak yang manja dan suka belanja usianya 14 tahun.
TRISA JUANI panggil saja TRISA seumuran dengan Kiara dia adalah sahabat Kiara dari kecil, dia selalu melindungi Kiara dari teman sekolah yang suka membully Kiara.
_Cerita di mulai_
Di pagi hari pukul 06.25 seorang gadis cantik yang sudah siap berangkat ke sekolah favoritnya. Dia baru memasuki kelas 1 SMA, sebelum dia berangkat dia sudah membantu neneknya membersihkan rumah dan memasak.
_Di sekolah_
Jam 06.45 "Kiara... akhirnya lo dateng juga capek tau nggak nunggu di gerbang kayak orang gi*a clingak clinguk" seru Trisa yang tak lain adalah sahabat Kiara.
"maaf aku tadi harus bantu nenekku" balas Kiara "yaudah yuk kita masuk" lanjutnya.
_Di kelas_
"Ra lo tau nggak kalok di sekolah ini tuh banyak yang ganteng tauuuu kan jadi seruu ya apa lagi ka Varo aduuuuh gantengnya tuh kelewatan" ucap Trisa.
"Kebiasaan jelalatan. emang kamu tau dari mana kalok banyak yang ganteng, terus kok kamu bisa tau salah satu dari mereka namanya Varo?" Tanya Kiara.
"Ya tau lah sahabat kamu ini kan peramal mangkanya tau hahaha" canda Trisa.
"Iya peramal abal abal hehe" balas Kiara.
"ah bisa aja kamu Ra" balas Trisa.
"Udah ah becandanya tuh gurunya udah dateng" ucap Kiara.
"Iya deh iya" balas Trisa.
_Istirahat pertama_
Kiara dan Trisa menuju ke kantin sekolah yang sudah di penuhi banyak orang, mereka memilih duduk di depan pintu masuk karena dekat dengan penjual bakso.
"Ra kita duduk disini aja ya soalnya enak deket penjual bakso biar enak pesen nya" ucap Trisa.
"Iya deeeeh" balas Kiara.
_Beberapa menit kemudian._
"Ra Ra i-itu" ucap Trisa dengan terbata bata.
__ADS_1
"Itu apa Sa" balas Kiara.
"Kak Varo sama temen temennya, gi*a ganteng banget jadi meleleh deh" ucap Trisa lagi.
"Apaan siii lebay kamu Sa" balas Kiara lagi
Sementara di tempat Alvaro dan teman temannya "gi*a tuh cewe cantiknya nggak ada obat" ucap Rey yang tak lain adalah teman Alvaro. Dia berbicara dengan menunjuk ke arah Kiara.
"Iya cakep bener jadi naksir gue" ucap Raka teman Alvaro juga.
"Itu punya gue enak aja lo main ambil, lo temennya aja sana" balas Rey.
"Yaudah deh gue ngalah, nggak dapet dia dapet temennya juga nggak papa toh juga sama cakep nyaa haha" balas Raka.
Kiara yang dilihati oleh kedua pria itu merasa risih berbeda dengan Trisa dia malah baper.
"Ra mereka berdua ngeliatin gue jadi salting gue hihi" ucap Trisa dengan senyum senyum sendiri.
"Masa siii kamu kok percaya diri banget siii Sa, tapi kalok bukan percaya diri bukan sahabatku namanya hehe" ucap Kiara.
"ya iya lah Trisa itu harus percaya diri" jawab Trisa.
"udah ah kita balik ke kelas aku risih di liatin mereka bel juga bentar lagi bunyi" ucap Kiara.
"ah nggak asik lo Ra" balas Trisa dengan memanyunkan bibirnya "ya udah deh ayoooo" lanjutnya.
Kini sudah seminggu Kiara berada di sekolah favoritnya yang berada di negara Italia, dia juga sudah banyak mengenal teman temannya.
_Di taman belakang sekolah_
"Ra lo beruntung ya walaupun hanya punya nenek di hidup lo, lo nggak kesepian" ucap Trisa.
"Sa aku tau kok kamu pasti merasa kesepian karena orang tua kamu sibuk kerja, tapi kan ada aku toh nenek juga sayang sama kamu" balas Kiara.
"Tapi rasanya beda tau Ra. Kenapa siii mereka sibuk kerja, kan bisa mama atau papa nggak kerja biar gue ngerasain sayang dari orang tua, yaaa walaupun nggak dua duanya" balas Trisa dengan mata yang berkaca kaca.
"Sa kamu pasti bisa, aku pasti selalu nguatin kamu toh juga orang tua kamu sibuk kerja buat kamu. Lah akunya gimana orang tua aja nggak tau dimana" ucap Kiara yang sudah meneteskan air mata.
"maafin gue ya Ra guenya kurang bersyukur" ucap Trisa dengan memeluk Kiara.
"Nggak papa kamu juga kan butuh kasih sayang dari orang tua kamu" balas Kiara dengan membalas pelukan Trisa.
Mereka berdua tidak menyadari ada yang melihat mereka dari kejauhan dengan senyum yang tak bisa di artikan
_Bel masuk berbunyi_
KRIIIIIIIING
__ADS_1
"Udah bel tuh yuk kita masuk" ucap Kiara dengan menghapus air matanya.
"Yaudah ayok" jawab Trisa seraya berdiri dari duduknya lalu menggandeng tangan Kiara.
Akhirnya setelah para murid berkutat dengan buku pelajar bel pulang sekolah berbunyi. Kiara keluar dari kelas bersama Trisa menuju gerbang, setelah sampai di depan gerbang mereka berhenti dan menunggu jemputan.
"Ra lo pulang bareng gue ya kan kita ada tugas kelompok, abis nganter lo buat ganti baju langsung ke rumah gue deh" ucap Kiara.
"Nggak deh Sa kamu pulang aja dulu, aku nggak mau ngerepotin kamu toh juga aku harus beli bahan bahannya" balas Kiara.
"Yaudah deh aku duluan yaaa baaay" ucap Trisa sambil melangkah naik ke mobil.
"Iya baay hati hati yaaa" balas Kiara.
"Okeeeey" ucap Trisa.
_Di rumah Kiara_
Setelah membersihkan diri, Kiara izin kepada neneknya untuk pergi kelompok ke rumah Trisa.
"Nek Kiara mau kerja kelompok di rumah Trisa, Kiara tinggal nggak papa kan" ucap Kiara.
"Tidak papa sayang, asalkan kamu jaga diri baik baik yaa" balas nek Mirna yang tak lain nenek Kiara.
"Oke siap nek" ucap Kiara sambil mencium pipi neneknya "Kiara berangkat dulu yaaa nek assalamualaikum" lanjutnya.
"Waalaikumsalam" balas nek Mirna.
_Di perjalanan_
"Duh hampir aja lupa harus beli bahan bahannya dulu, yaudah deh di toko depan aja" ucap Kiara sambil menepuk jidat "pak di toko depan berhenti sebentar ya saya mau beli beberapa barang dulu" lanjutnya.
"Siap neng" balas supir taxi.
_Di depan toko_
"Neng udah Sampek ni di toko nya" ucap supir taxi.
"Oh iya pak tunggu disini sebentar ya" ucap Kiara.
"Oke neng" balas supir taxi.
Di dalam toko Kiara memilih bahan bahan yang di butuhkan, sangking fokusnya dia tidak sengaja menabrak seseorang.
"Aduh" ucap Kiara kesakitan karna dia yang terjatuh "eh maaf yaa aku tidak sengaja" lanjutnya.
dengan wajah yang datar dan mata yang tajam pria itu menatap Kiara.
__ADS_1
_Bersambung_
_bersambung_