
Kiara mendongakkan kepalanya sehingga bertatapan dengan pria itu. Ketika Kiara melihat pria itu dia terkejut.
"Ngapain ngeliatin gue sampe kayak gitu" ucap pria itu.
"Aduuuh maaf ya kak Varo saya tidak sengaja" ucap Kiara, ya pria itu adalah Alvaro.
"Enak aja cuman bilang minta maaf" balas Varo.
"Terus saya harus apa kak" Tanya Kiara.
"Lo harus jadi babu gue selama seminggu" ucap Varo dengan santai.
"APAAA babu" jawab Kiara dengan terkejut.
"Iya kalok lo nggak mau gue bakal sebarin ke satu sekolah kalok elo ditinggal pergi sama orang tua lo, dan yang pasti nya mereka fikir lo anak har*m" ucap Varo dengan enteng.
Kiara merasa omongan Varo menyakiti hatinya sehingga tanpa di sengaja air mata mengalir di mata Kiara "kak Varo tau darimana" ucap Kiara sambil mengusap air matanya.
(Apa separah itu ya perkataan gue sampek sampek dia nangis, aduuuh Varo lo beg* apa gimana si) batin Alvaro.
"Nggak penting gue tau darimana, tapi yang jelas itu bener kan" ucap Varo.
Kiara memaksakan untuk senyum "iya itu memang benar. Baik lah saya mau, saya juga tidak mau terbebani dengan rasa bersalah saya" ucap Kiara dengan pelan.
"oke kalok begitu sampai bertemu lagi" ucap Varo sambil menaik turunkan alisnya.
Kini Kiara sampai di rumah Trisa dengan menggerutu tak jelas.
"Lo kenapa kok dateng dateng murung gitu, ada yang macem macem ya sama Lo" ucap Trisa dengan penasaran.
*Flashback on*
"oke kalok begitu sampai bertemu lagi" ucap Varo sambil menaik turunkan alisnya.
Sebelum melanjutkan langkahnya Varo berhenti "inget jangan sampai ada yang tau tentang ini, anggap saja kita sudah kenal dari dulu mangkanya kita deket" ucap Varo lalu pergi tanpa menunggu jawaban dari Kiara
*Flashback off*
"Aku nggak papa kok cuman lagi nggak mood aja" ucap Kiara dengan memaksa senyum.
Setelah selesai kerja kelompok Kiara izin pulang ke rumahnya karena hari sudah malam.
"Sa aku pulang dulu yaa" ucap Kiara.
"Aku anter ya Ra" balas Trisa.
"Nggak usah toh aku juga harus mampir ke toko buat beli sesuatu" ucap Kiara lagi.
"Yaudah deh hati hati yaa" balas Trisa sambil memanyunkan bibir.
"Iyaaa"
Menjelang beberapa waktu dia sudah sampai ke toko buku. Dia masuk membeli barang yang dia cari, belum mendapatkan barang yang dia cari tiba tiba ada yang memanggilnya.
"Kiara" panggil pria ber Hoodie dengan muka datar.
__ADS_1
"Kak Varo" Kiara sempat terkejut lalu melanjutkan kata katanya "kak Varo cari apa" tanya Kiara.
Bukan menjawab pertanyaan Kiara, Alvaro pergi meninggalkan Kiara.
(Nyebelin banget siii dasar kutub es, tadi manggil sekarang di tinggal) batin Kiara.
Alvaro kembali melangkah ke arah Kiara "berani sekali kamu mengumpati saya" ucap Varo tanpa ekspresi.
(Kok dia bisa tau) batin Kiara.
"Eh tidak kak, saya saja tidak berbicara apa apa hehe" ucap Kiara sambil cengengesan.
Setelah mencari barang yang dia cari tidak ada Kiara akhirnya pulang.
"Assalamualaikum nek Kiara pulang" ucap Kiara.
"Waalaikumsalam cucu kesayangan ku sudah pulang, bersih bersih dulu sana baru itu tidur ya Ra" balas nenek.
"Iya nek yaudah Kiara masuk ke kamar dulu yaa" ucap Kiara lagi.
"Iya"
setelah membersihkan diri Kiara langsung pergi ke tempat tidur karena merasa lelah sekali.
sebelum Kiara terlelap handphone nya berbunyi.
DREEET
DREEET
_isi pesan_
...bochil jangan lupa yaaa besok lo harus jadi babu gue nggak ada penolakan kalok Sampek lo nolak liat aja apa yang bakal terjadi. oh yaaa gue Varo, nama gue di handphone lo harus bagus jangan aneh aneh contohnya PANGERAN GANTENG❤️ gitu kek. oke dah ah bay....
"dih ni orang pedenya tingkat kakap, tapi dia manggil gue bochil keterlaluan banget" gumam Kiara
_Sementara di tempat Alvaro_
"gue kenapa banyak omong ya kalok sama ni bocah aneh bennneeeerr" ucap Varo.
"dah ah mau tidur mikirin ni bocah Mulu bisa depresi gue" tambahnya.
_pagi harinya_
"huaaam" Kiara menguap.
"nyenyak banget tidurnya, sekarang jam berapa yaa" ucap Kiara sambil melihat jam di handphonenya. Jam menunjukkan Pukul 05.15, Kiara bangun untuk masuk ke kamar mandi.
Setelah mandi beberapa menit dia memakai baju sekolahnya lalu pergi keluar kamar untuk membantu neneknya terlebih dahulu membersihkan rumah, dia tak pernah memakai make-up tetapi wajahnya memang sudah cantik.
sebelum beberapa menit Kiara membersihkan rumah terdengar suara klakson mobil di depan rumahnya.
TIN TIN
TIIIIIIIIIN
__ADS_1
"Kiara itu di luar siapa" tanya nek Mirna.
"Kiara juga nggak tau nek, yaudah Kiara cek dulu yaaa" balas Kiara sambil melangkah keluar.
setelah dia melihat siapa yang ada di dalam mobil dia terkejut.
"hah kak Varo" ucap Kiara sambil menutup mulutnya.
"kenapa" tanya Varo.
"kak Varo ngapain disini"
"jemput elo lah"
"buat apa?, lagi pula kak Varo tau darimana rumah saya"
"banyak tanya cepet ambil tas Lo"
"euuum, ya udah saya ambil tas dulu sama izin ke nenek dulu ya"
"ya cepat" jawab Varo dengan muka datarnya itu.
Setelah menggambil tas dan izin pada neneknya Kiara berangkat ke sekolah dengan Alvaro. Di dalam mobil mereka berdua saling diam tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka.
sebelum sampai di sekolah "kak aku turun sini aja ya, aku takut jadi tontonan" ucap Kiara sambil menundukkan kepala.
"udah Lo diem aja, Lo kan babu gue jadi harus nurut" balas Varo tanpa menoleh sedikit pun.
"yaudah deh"
setelah sampai di parkiran mereka turun dari mobil. Kiara yang takut menjadi tontonan diam sejenak memikirkan sesuatu.
(author nggak tau apa yang di pikirin Kiara kalok pengen tau tanya aja sama Kiara yaa hihi)
setelah Alvaro menyadari Kiara enggan untuk turun dia kembali masuk "ngapain masih diem disini buruan keluar atau gue kunci ni mobil" ucap Alvaro.
"eh iya iya kak aku turun" balas Kiara.
Dan benar saja setelah Kiara turun, orang yang ada di sana memandang ke arah Kiara. Ada orang yang suka dan ada juga yang tak suka.
"Liat diem diem caper juga"
"ya ampun pasangan yang cocok deh mereka"
"tu cewe siapa si caper banget"
"cantikkan gue gaya lo udah sok iya gatel banget"
yaaa sperti itulah banyak yang berbicara buru tentang mereka, lebih tepatnya Kiara.
Beberapa saat Alvaro baru menyadari. lalu dia menatap semua orang yang ada di sana dengan tatapan tajam seperti ingin membunuh, karena melihat tatapan Alvaro yang mengerikan mereka diam tak ada yang bersuara sama sekali.
belum keluar dari tempat parkiran seorang wanita datang ke Alvaro dengan suara yang di buat buat dan bergelanyut manja di tangannya.
"Alvaro sayaaaaang" ucap wanita itu.
__ADS_1
_bersambung_