
Pagi harinya kiara bangun terlebih dahulu. Saat bangun kiara terkejut bukan kepalang, bisa-bisanya dia tidur dengan nyenyak di dada bidang milik alvaro.
"ya ampun kok aku bod*h banget sih bisa-bisanya tidur dengan nyenyak di dada Alvaro" ucap Kiara.
"Kak Varo bangun" ucap Kiara.
"Apa sii" balas Varo.
"Kak Varo nggak sekolah" tanya Kiara.
"Jam berapa emangnya" tanya Varo.
"Setengah tujuh" jawab Kiara.
"APAA! Kenapa nggak dari tadi si bilangnya" ucap Varo setengah berteriak.
"Aku tadi udah bilang kok"
"Dah ah gue mau pulang, kalok ada kemajuan sama nenek lo telephon gue, gue udah pindahin nenek lo ke ruang VIP"
" Iya kak"
Di sekolah yang terletak di negara Italia seorang pria berjalan dengan gagah dan wajah yang datar.
"Alvaro gue dateng buat ngehancurin elo" gumam pria itu dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
Belum sampai ke kelas nya pria itu tak sengaja menabrak Bianca.
"Aduh sakit banget" ucap Bianca sambil mendongakkan kepalanya ke atas.
(Gila ganteng juga ni cowo, tapi gue nggak pernah liat, anak baru kali ya) batin Bianca.
"Sorry" ucap pria itu.
"Nggak papa kok, oh ya kamu anak baru ya" tanya Bianca.
"Iya"
"Kenalin aku Bianca, nama kamu siapa" tanya Bianca.
"Bara" jawab pria itu yang bernama Bara.
"Oh kamu kelas berapa" tanya Bianca lagi.
"Dua"
"jurusan apa"
"IPA"
"Sama dong kita" ucap Bianca dengan wajah berseri.
Sebelum bel masuk berbunyi Rey pergi ke kelas Kiara dan Trisa, niat nya ingin mengutarakan perasaannya kepada Kiara.
"Gue pasti bisa" ucap Rey sambil melangkah masuk ke dalam kelas Kiara.
__ADS_1
(Itu pasti Kiara, tumben sendiri) batin Rey.
"Khm" dehem Rey "lo mau jadi pacar gue nggak" lanjutnya.
Perempuan itu menoleh dan betapa terkejutnya Rey ketika melihat siapa perempuan itu. Dia adalah Trisa, ya Trisa Juani sahabat Kiara.
(Waduh bod*h banget lo Rey nggak di pastiin dulu) batin Rey.
"Kak Rey nembak aku?, ya ampun ya jelas mau lah kak" ucap Trisa.
(Yaudah lah terpaksa) batin Rey.
"Bagus deh kalok kamu mau" ucap Rey sambil memaksakan senyum.
Sementara di depan kelas kiara, seorang pria yang melihat kejadian tadi merasa bahagia karena sudah tidak ada lagi yang menggangu Kiara.
"Akhirnya nggak ada yang berusaha deketin Kiara lagi" ucap pria itu lalu pergi meninggalkan kelas Kiara.
Bel masuk berbunyi semua murid masuk ke kelas masing masing. Setelah berkutat dengan buku buku bel istirahat berbunyi.
KRIIIIIIIIIIING
Trisa keluar dari kelas langsung menuju ke kelas Rey.
"Kita ke taman belakang sekolah yuk kak Rey" ucap Trisa.
"Yaudah ayok" ucap Rey dengan memaksakan senyum.
Mereka berdua menuju ke taman belakang sekolah.
" kak Rey" panggil Trisa.
"Kenapa" tanya Rey.
"sudah 5 hari Kiara nggak masuk sekolah, aku kangen deh sama dia" ucap Trisa dengan mata yang berkaca kaca.
"gimana kalau kita nanti ke rumah sakit sekalian jengukin neneknya kiara" ucap Rey.
"boleh aja"
"tapi aku ngajakin Raka sama Alvaro nggak papa kan Sa" tanya Rey.
"Iya nggak papa kok"
Tepat pulang sekolah Trisa, Rey, Alvaro dan Raka pergi menuju ke rumah sakit tempat nenek Kiara di rawat.
setelah sampai di depan rumah sakit mereka menuju ke tempat dimana nenek kiara di rawat.
Trisha masuk ke ruangan tempat nenek Kiara setelah mengetuk pintu.
"Kiaraaaaa gue kangen banget tau nggak sama lo" ucap Trisa sambil berlari memeluk Kiara dengan menangis.
"Gue juga" jawab Kiara dan membalas pelukan Trisa.
Setelah melepaskan kerinduan mereka berdua melepaskan pelukan.
__ADS_1
"kak Rey" panggil Trisa.
"iya kenapa" tanya Rey.
"Nggak jadi deh"
"Lah gimana"
"Cie yang baru jadian, pamer aja terus sampek mampoos" ucap Raka.
"Apa apaan si lo Rak" balas Rey.
"Nyata broo"
"Serah elo deh ah"
"Jadi kalian berdua jadian, wah selamat Sa udah nggak jomblo lagi" ucap Kiara.
"Apaan si Ra biasa aja kali" balas Trisa.
"Ro elo diem aja bisu lo" ucap Raka pada Alvaro.
"Berisik lo" jawab Varo.
Sementara di luar ruangan nek Mirna ada seseorang pria yang mengintai dari tadi.
"Alvaro Alvaro. Abis, hidup lo bentar lagi" ucap pria itu yang tak lain adalah Bara.
Setelah satu minggu Kiara tidak masuk akhirnya dia masuk sekolah. Nek Mirna di jaga oleh tetangganya yang dari dulu memang menjaga nek Mirna.
Trisa yang melihat kedatangan Kiara menghampiri "akhirnya lo masuk juga Ra, gue tuh kangen banget tau nggak sama lo" ucap Trisa.
"iya aku juga kangen kok sama kamu, eh iya gimana hubungan kamu sama kak Rey aman kan" tanya Kiara.
"iya aman aman aja dong"
"yaudah bagus kalok begitu"
"yaudah masuk ke kelas yok, tuh Bu Linda udah mau ke sini" ucap Trisa.
"yaudah ayok"
Bu Linda masuk dengan tatapan yang mengerikan "karena ada rapat, semua siswa kelas 1,2,3 dipulangin. saya permisi dulu" ucap Bu Linda dan keluar kelas.
mereka semua bersorak bahagia karena bisa pulang cepat.
Seperti biasanya Kiara menunggu bus yang biasa dia tumpangi saat berangkat maupun pulang sekolah. ketika dia melihat ke arah kiri disana ada Bianca yang hendak menyeberang jalan, saat Bianca menyebrang tiba tiba ada mobil yang melaju dengan kecepatan penuh ke arah Bianca.
BRUUUAAK
Suara tabrakan yang sangat keras.
Rey dan Trisa yang melihatnya langsung berlari kearah wanita yang sudah di penuhi darah itu.
_bersambung_
__ADS_1