PACARKU TERNYATA SAHABAT KECILKU

PACARKU TERNYATA SAHABAT KECILKU
EPISODE 09


__ADS_3

DUAAAR


Suara tembakan pistol itu benar benar sangat keras dan disana sudah ada seseorang yang tergeletak dengan darah yang bercucuran di lengannya.


KIARAAAAA


Ya yang tertembak adalah Kiara


Flashback on


Saat Alvaro berkelahi dengan anak buah Bara, Kiara berusaha melepaskan tali yang ada di tangan dan kakinya hingga tanpa sadar mata nya melihat ke arah Bara yang tengah membawa pistol, pistol itu menuju tepat ke arah Alvaro.


Kiara yang melihat itu terkejut dan berusaha keras untuk melepas tali yang terikat padanya.


(aku harus bisa ngelepas tali ini) batin Kiara.


karena gesekan yang sangat kuat antara tali dan paku yang ada di kursi Kiara, tali itu terlepas.


"huft, akhirnya" gumam Kiara.


Kiara langsung melepas tali yang terikat di kakinya dan berlari ke arah Alvaro.


DUAAAR


peluru itu tepat mengenai lengan Kiara.


Flashback off


Kiara tergeletak di lantai dengan bercucuran darah di lengannya, Alvaro yang melihat itu berlari menuju Kiara dan memangku kepala Kiara.


"Kiara bangun Ra, ayoo bangun" Alvaro dengan mata berkaca kaca.


disaat yang bersamaan Raka, Rey dan anak buah Rey datang.


"Kiara" ucap Rey dan Raka bersamaan.


"Kiara kenapa kayak gini" ucap Raka.


"nggak usah banyak tanya cepet bawa Kiara ke rumah sakit" ucap Alvaro ketus.

__ADS_1


Alvaro, Rey dan Raka membawa Kiara pergi ke rumah sakit dengan menggunakan mobil milik Alvaro.


di perjalanan Alvaro benar benar gelisah dengan keadaan Kiara.


"bro elo yakin Kiara sahabat kecil lo" ucap Raka kepada Alvaro.


"gue sekarang nggak peduli Kiara sahabat kecil gue atau bukan, yang jelas gue udah sayang banget sama dia" jawab Alvaro tanpa melihat ke arah Raka.


Flashback on


Alvaro, Rey dan Raka sedang berada di sebuah kafe milik Alvaro, mereka memang suka pergi kesana.


"Ro elo tau nggak Kiara punya gelang yang sama kayak yang lo punya, padahal kata lo gelang itu cuman sahabat kecil lo sama lo kan yang punya" ucap Raka kepada Alvaro.


"tau dari mana lo kalok si Kiara punya gelang yang sama kayak punya gue, gue nggak pernah liat tuh si Kiara pakek gelang" jawab Alvaro dengan rasa penasaran.


"gue pernah liat gelang itu jatuh dari tasnya" ucap Raka lagi.


"ya berarti emang si Kiara sahabat kecil Alvaro beg*" saut Rey.


"ya nggak usah di beg* beg* in juga kali guenya Rey" ucap Raka dengan memanyunkan bibirnya.


"berisik kalian" ucap Alvaro geram karena Rey dan Raka selalu ketika bertemu tidak pernah tidak ada kata debat.


Flashback off


Rey yang mendengar ucapan Alvaro tersenyum.


(gue udah yakin kalok gue nggak suka sama Kiara, kenapa gue jadi kangen sama Trisa) batin Rey.


"oh ya gue kabarin Trisa dulu ya" ucap Rey.


Rey langsung menelpon Trisa


pembicaraan di telpon


"hallo Sa" ucap Rey.


"hallo kenapa" ucap Trisa.

__ADS_1


"Kiara masuk rumah sakit"


"kok bisa, Kiara kenapa"


"nanti aja gue jelasin"


"oke, serlock aja alamat rumah sakitnya"


Rey langsung mematikan telpon lalu mengirim lokasi rumah sakit dimana Kiara berada.


mobil sudah sampai di rumah sakit, Kiara langsung di bawa ke dalam.


"tenang Ro Kiara pasti nggak kenapa napa kok" ucap Raka kepada Alvaro.


tidak ada jawaban dari Alvaro, dia malah mondar-mandir di depan pintu ruangan Kiara menunggu dokter keluar.


belum juga dokter itu keluar Trisa sudah sampai di rumah sakit dan langsung menuju tempat dimana Kiara di rawat.


"kak Raka gimana keadaan Kiara" tanya Trisa kepada Raka, padahal disana ada Rey.


(nih bocah aneh padahal ada Rey disini) batin Raka.


(kamu kenapa cuekin aku kayak gini si Sa) batin Rey.


"dokter belum keluar" bukanya Raka yang menjawab malah Rey.


"oh" ucap Trisa.


.


.


.


sudah menunggu lama akhirnya dokter keluar dari ruangan Kiara dengan muka sedih.


Alvaro, Rey, Raka dan Trisa yang melihat wajah dokter itu langsung panik dan bertanya.


"gimana keadaan Kiara dok" ucap mereka berempat bersamaan.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2