PACARKU TERNYATA SAHABAT KECILKU

PACARKU TERNYATA SAHABAT KECILKU
EPISODE 08


__ADS_3

"hai Ra, Sa, kita bertiga boleh duduk di sini kan" ucap Raka pada Trisa dan Kiara.


di tempat Kiara dan Trisa.


"hai Ra, Sa kita boleh gabung disini kan" ucap Raka.


"eh iya kak boleh" jawab Kiara dengan tersenyum.


"gimana udah baik baik aja kan Ra" ucap Raka lagi.


"udah kok kak" balas Kiara.


"yaudah bagus deh kalok begitu" ucap Raka "oh ya Sa, gimana Lo sama Rey kok akhir akhir ini gue jarang liat Lo berduaan lagi sama Rey bahkan kayaknya sama sekali nggak lihat" lanjut Raka.


"berisik lo udang rebus" ucap Rey.


"lah kok ngamok, gue tanya Trisa kok Lo yang jawab" ucap Raka setengah mengejek Rey.


"Sa, kamu sama kak Rey baik baik aja kan" ucap Kiara.


"iya Ra, hubungan kita nggak papa kok baik baik aja" jawab Trisa.


"bagus deh kalok gitu, semoga langgeng ya" ucap Kiara dengan senyum.


(Ra elo nggak tau aja kalok kak Rey itu sukanya sama elo) batin Trisa.


(Sa maafin gue, ini semua salah gue) batin Rey.


.


.


.


Sudah lama mereka berbincang bincang hingga bel masuk, mereka semua langsung masuk kelas.


Setelah semua murid berkutat dengan buku buku pelajaran, bel pulang berbunyi sehingga semua murid bersorak gembira.


HOREEEEEEE

__ADS_1


HOREEEEEEE


HOREEEEEEE


Kiara dan Trisa langsung menuju ke gerbang. setelah itu mereka berpisah karena Trisa sudah dijemput, sedangkan Kiara menuju ke halte untuk menunggu bus yang biasa dia naiki.


Sebelum sampai di halte tiba-tiba ada seseorang yang membungkamnya dari belakang, dan saat itu juga mata Kiara buram sehingga tak sadar kan diri.


Kiara pun dibawa dan di masukkan kedalam mobil.


.


.


.


Sudah lama Kiara menutup mata dan ketika dia membuka mata, dia berada di ruangan yang di penuhi dengan banyak barang barang dan kemungkinan ruangan itu adalah gudang.


"akhirnya bangun juga" ucap pria bertopeng dengan menggangkat dagu Kiara.


"siapa kamu" tanya Kiara kepada pria bertopeng itu dan berusaha menenangkan diri.


"kak Bara" ucap Kiara terkejut.


"yaps benar sekali" ucap bara dengan tersenyum lebar.


"kak lepaskan saya kak, saya mohon" ucap Kiara.


"saya tidak akan melepaskan mu sebelum Alvaro Alexander datang kesini untuk menyelamatkan mu, dan jika dia tidak datang berarti dia merelakan tubuhmu untuk ku nikmati" ucap Bara.


Kiara terkejut bukan kepalang dengan apa yang dikatakan oleh Bara "saya mohon jangan lakukan itu kak" ucap Kiara dengan bergetar dan hampir


menangis.


"John handphone ku" ucap Bara.


John adalah orang kepercayaan Bara, dia setia dengan Bara dan sudah dari kecil dia bersama Bara.


"ini tuan" ucap John sambil memberikan handphone milik Bara.

__ADS_1


Bara memfoto Kiara yang duduk di kursi dengan tangan yang di ikat kebelakang, lalu Bara mengirim foto iku ke nomer yang Bara sendiri pun tak menyimpan nya.


Setelah mengirimkan foto itu, tak lama handphone Bara berbunyi dan ternyata itu adalah sebuah telephon.


"hallo Alvaro Alexander" ucap Bara.


"lepaskan dia" ucap Alvaro.


"aku akan melepaskannya tapi kau harus datang kemari, jika tidak" Bara menjeda sebentar ucapannya "aku akan menikmati tubuhnya" lanjut Bara dengan suara pelan seperti sedang berbisik.


"jangan kau macam macam dengannya" geram Alvaro.


"aku beri waktu sepuluh menit" setelah itu Bara mematikan telephon secara sepihak.


di tempat Alvaro


"ahh brengs*k" ucap Alvaro.


Alvaro langsung bergegas pergi ketempat yang sudah di kirim oleh Bara.


Dengan kecepatan tinggi Alvaro membelah jalan sehingga dengan cepat Alvaro cepat sampai disana.


DUBRAK


Alvaro membuka pintu dengan sangat keras sehingga membuat bunyi yang keras.


"lepaskan dia bajing*n" ucap Alvaro yang sudah emosi.


"Alvaro Alexander akhirnya datang juga" ucap Bara dengan senyum sinis.


Tanpa aba aba Alvaro langsung menyerang Bara dan beberapa anak buah milik Bara, disana Alvaro benar benar sendiri tanpa bantuan siapapun melawan banyaknya anak buah Bara.


satu persatu anak buah Bara di lumpuhkan oleh Alvaro, karena terlalu fokus dengan anak buah Bara Alvaro tidak menyadari ada sebuah pistol yang mengarah ke arahnya.


DUAAR


Suara tembakan pistol itu benar benar sangat keras dan disana sudah ada seseorang yang tergeletak dengan darah yang bercucuran.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2